Coutinho dan Sihir di Lapangan Hijau yang Belum Habis
Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Rabu, 02 Feb 2022 21:11 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Philippe Coutinho cetak satu gol ke gawang Paraguay. (REUTERS/WASHINGTON ALVES)
Jakarta, CNN Indonesia --
Penampilan impresif Philippe Coutinho saat Brasil mengalahkan Paraguay 4-0 di Kualifikasi Piala Dunia 2022, Rabu (2/2), membuktikan sihirnya belum benar-benar habis.
Tak hanya sukses menjadi jenderal lapangan, pemain yang dijuluki O Magico atau penyihir itu juga berhasil mencatat satu gol ke gawang Paraguay di Stadion Governador Magalhaes Pinto, Belo Horizonte, Brasil.
Rapinha membuka keran gol kampiun Piala Dunia 2002 itu di menit ke-28 setelah memanfaatkan umpan matang Marquinhos. Babak pertama usai dengan skor 1-0 untuk Brasil.
Selepas turun minum, giliran Coutinho yang sukses mencuri lampu sorot pertandingan lewat gol indahnya dari luar kotak penalti.
Marquinhos kembali menjadi kreator gol tersebut. Umpan terobosan mendatar tepat mengarah ke kaki Coutinho. Sejurus kemudian, pemain yang kini dipinjamkan Barcelona ke Aston Villa itu melepaskan tendangan keras dan terukur ke sudut kanan gawang Paraguay. Bola yang menukik tajam tak mampu dikuasai Anthony Silva meski sudah menerbangkan diri.
Setelah Coutinho, ada tambahan dua gol yang dicetak oleh Antony dan Rodrygo pada rentang 10 menit sebelum wasit meniup peluit panjang. Kemenangan menegaskan keperkasaan mereka di puncak klasemen Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona CONMEBOL.
Brasil melanjutkan rekor 15 laga tak terkalahkan di babak kualifikasi. Total 12 kemenangan plus tiga hasil imbang membuahkan 39 poin sekaligus menjaga jarak empat angka dari Argentina yang bertengger di peringkat kedua.
Selama keikutsertaan Brasil di babak kualifikasi sejak 2020 lalu, Coutinho hanya mendapat kesempatan tampil di empat pertandingan dengan kontribusi dua gol. Ia terpaksa absen di Copa America 2021 karena cedera.
Pertandingan tadi pagi juga menjadi yang pertama bagi pria berusia 29 tahun itu sejak terakhir kali tampil pada Oktober 2020 silam di ajang yang sama.
Keputusan Tite memangil Coutinho pun ditengarai tak lepas dari performa sang pemain bersama Aston Villa. Coutinho berhasil mengambil hati para penggemar ketika menjalani petualangan keduanya di Premier League.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Philippe Coutinho yang masuk di menit ke-68 pada laga itu, menjadi bintang lapangan setelah menerima predikat man of the match. Satu gol dan satu assist menjadi bukti bahwa sihirnya belum habis.
Pilihan Steven Gerrard merekrut mantan kompatriotnya di Liverpool untuk merapat ke Aston Villa menjadi momen kelahiran kembali Coutinho. Maklum, keputusan Coutinho berlabuh ke Barcelona menjadi momen suram dalam karier profesionalnya.
Performa pemain yang mendapat julukan O Magico atau sang penyihir itu jauh dari harapan. Diboyong dari Liverpool dengan mahar 130 juta euro atau setara dengan Rp 2,1 triliun pada Januari 2018 berbuah pahit. Ia bahkan sempat disingkirkan Blaugrana dengan meminjamkannya ke Bayern Muenchen pada 2019-2020.
Namun di Bayern Muenchen, mantan wonderkid Inter Milan itu justru berkontribusi dalam merebut satu gelar Liga Champions di masa awal pandemi Covid-19. Sempat dipulangkan ke Barcelona, kini Coutinho kembali menginjakkan kaki di tanah Britania Raya.
Aston Villa sepakat meminjam Coutinho dengan durasi kontrak selama 18 bulan plus opsi pembelian permanen di akhir masa kerjasama. Dengan masa bakti yang akan habis pada pertengahan 2023 mendatang, tidak menutup kemungkinan Coutinho bisa bebas melenggang dari Camp Nou secara gratis.
"Dia adalah seseorang yang layak mendapat rasa hormat tinggi. Saya tidak yakin dia akan dijuluki 'Si Penyihir' jika bukan seorang pemain spesial," kata Steven Gerrard, dikutip dari Mirror.
Gerrard yang kini menukangi Aston Villa, mengakui bahwa keinginan membawa Coutinho ke klubnya karena persahabatan. Ia optimistis pilihannya membuahkan hasil positif untuk tim di Premier League.
"Tidak ada hal lain selain kata-kata positif untuk menggambarkannya. Dia adalah teman dan saya bisa jawab apapun yang kalian tanyakan," ujar Gerrard.
Penampilan impresif Philippe Coutinho saat Brasil mengalahkan Paraguay 4-0 di Kualifikasi Piala Dunia 2022, Rabu (2/2), membuktikan sihirnya belum benar-benar habis.
Tak hanya sukses menjadi jenderal lapangan, pemain yang dijuluki O Magico atau penyihir itu juga berhasil mencatat satu gol ke gawang Paraguay di Stadion Governador Magalhaes Pinto, Belo Horizonte, Brasil.
Rapinha membuka keran gol kampiun Piala Dunia 2002 itu di menit ke-28 setelah memanfaatkan umpan matang Marquinhos. Babak pertama usai dengan skor 1-0 untuk Brasil.
Selepas turun minum, giliran Coutinho yang sukses mencuri lampu sorot pertandingan lewat gol indahnya dari luar kotak penalti.
Marquinhos kembali menjadi kreator gol tersebut. Umpan terobosan mendatar tepat mengarah ke kaki Coutinho. Sejurus kemudian, pemain yang kini dipinjamkan Barcelona ke Aston Villa itu melepaskan tendangan keras dan terukur ke sudut kanan gawang Paraguay. Bola yang menukik tajam tak mampu dikuasai Anthony Silva meski sudah menerbangkan diri.
Setelah Coutinho, ada tambahan dua gol yang dicetak oleh Antony dan Rodrygo pada rentang 10 menit sebelum wasit meniup peluit panjang. Kemenangan menegaskan keperkasaan mereka di puncak klasemen Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona CONMEBOL.
Brasil melanjutkan rekor 15 laga tak terkalahkan di babak kualifikasi. Total 12 kemenangan plus tiga hasil imbang membuahkan 39 poin sekaligus menjaga jarak empat angka dari Argentina yang bertengger di peringkat kedua.
Selama keikutsertaan Brasil di babak kualifikasi sejak 2020 lalu, Coutinho hanya mendapat kesempatan tampil di empat pertandingan dengan kontribusi dua gol. Ia terpaksa absen di Copa America 2021 karena cedera.
Pertandingan tadi pagi juga menjadi yang pertama bagi pria berusia 29 tahun itu sejak terakhir kali tampil pada Oktober 2020 silam di ajang yang sama.
Keputusan Tite memangil Coutinho pun ditengarai tak lepas dari performa sang pemain bersama Aston Villa. Coutinho berhasil mengambil hati para penggemar ketika menjalani petualangan keduanya di Premier League.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
'Lahir Baru' Sejak Pindah ke Aston Villa
Philippe Coutinho bangkit bersama Aston Villa. (REUTERS/IAN WALTON)
Philippe Coutinho yang masuk di menit ke-68 pada laga itu, menjadi bintang lapangan setelah menerima predikat man of the match. Satu gol dan satu assist menjadi bukti bahwa sihirnya belum habis.
Pilihan Steven Gerrard merekrut mantan kompatriotnya di Liverpool untuk merapat ke Aston Villa menjadi momen kelahiran kembali Coutinho. Maklum, keputusan Coutinho berlabuh ke Barcelona menjadi momen suram dalam karier profesionalnya.
Performa pemain yang mendapat julukan O Magico atau sang penyihir itu jauh dari harapan. Diboyong dari Liverpool dengan mahar 130 juta euro atau setara dengan Rp 2,1 triliun pada Januari 2018 berbuah pahit. Ia bahkan sempat disingkirkan Blaugrana dengan meminjamkannya ke Bayern Muenchen pada 2019-2020.
Namun di Bayern Muenchen, mantan wonderkid Inter Milan itu justru berkontribusi dalam merebut satu gelar Liga Champions di masa awal pandemi Covid-19. Sempat dipulangkan ke Barcelona, kini Coutinho kembali menginjakkan kaki di tanah Britania Raya.
Aston Villa sepakat meminjam Coutinho dengan durasi kontrak selama 18 bulan plus opsi pembelian permanen di akhir masa kerjasama. Dengan masa bakti yang akan habis pada pertengahan 2023 mendatang, tidak menutup kemungkinan Coutinho bisa bebas melenggang dari Camp Nou secara gratis.
"Dia adalah seseorang yang layak mendapat rasa hormat tinggi. Saya tidak yakin dia akan dijuluki 'Si Penyihir' jika bukan seorang pemain spesial," kata Steven Gerrard, dikutip dari Mirror.
Gerrard yang kini menukangi Aston Villa, mengakui bahwa keinginan membawa Coutinho ke klubnya karena persahabatan. Ia optimistis pilihannya membuahkan hasil positif untuk tim di Premier League.
"Tidak ada hal lain selain kata-kata positif untuk menggambarkannya. Dia adalah teman dan saya bisa jawab apapun yang kalian tanyakan," ujar Gerrard.