Inter vs Liverpool: Perang Sengit di Sisi Lapangan
Putra Permata Tegar Idaman | CNN Indonesia
Rabu, 16 Feb 2022 14:18 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Denzel Dumfries bakal jadi salah satu andalan Inter Milan meladeni mobilitas Liverpool di sisi lapangan. (REUTERS/ALBERTO LINGRIA)
Jakarta, CNN Indonesia --
Inter Milan akan menghadapi Liverpool dalam laga 16 besar Liga Champions di Giuseppe Meazza, Rabu (17/2) dini hari WIB. Duel ini adalah kesempatan Inter menabung modal untuk menyingkirkan The Reds.
Duel Inter lawan Liverpool merupakan salah satu duel terpanas di babak 16 besar. Dari segi historis, laga Inter vs Liverpool bahkan lebih bergengsi dibanding duel Atletico Madrid vs Manchester United dan Paris Saint-Germain vs Real Madrid.
Pasalnya baik Inter dan Liverpool sama-sama sudah pernah berstatus sebagai raja Eropa. Inter punya tiga gelar juara sedangkan Liverpool memiliki enam trofi Liga Champions.
Di musim ini, penampilan kedua tim juga terbilang apik. Inter sempat menguasai puncak klasemen meski baru saja turun ke posisi kedua pada akhir pekan lalu. Sedangkan Liverpool juga ada di peringkat kedua dan terus berupaya ngotot mengejar Man City.
Pada leg pertama ini, Inter menghadapi Liverpool setelah melalui tiga rangkaian duel yang cukup menguras stamina dan fokus. AC Milan, Roma, dan Napoli adalah lawan-lawan yang mengadang Inter dalam satu pekan terakhir.
Namun dengan kata lain, Inter juga sudah punya persiapan matang untuk menghadapi laga dengan tensi tinggi.
Dalam duel lawan Liverpool, Inter wajib meraih kemenangan di kandang sebagai modal menghadapi The Reds di Anfield. Meski aturan gol tandang tak lagi berlaku di Liga Champions kali ini. kemenangan bisa mengantar Inter untuk membidik hasil imbang di Anfield.
Masalah utama Inter saat ini adalah lini belakang mereka yang kurang solid. Dalam lima duel terakhir, Inter hanya bisa mencatat satu clean sheet dan kebobolan enam gol.
Stefan de Vrij dan kawan-kawan harus lebih solid dalam menggalang formasi tiga bek sejajar andalan Simone Inzaghi.
Di lini tengah, Inter kehilangan Nicolo Barella lantaran sanksi kartu. Namun hal itu membuat Simone Inzaghi bisa menurunkan gelandang petarung macam Arturo Vidal.
Penampilan Vidal yang punya jam terbang tinggi bakal klop dengan aksi Hakan Calhanoglu dan Marcelo Brozovic sebagai gelandang pengatur serangan Inter.
Duel Inter lawan Liverpool ini sendiri kemungkinan bakal sengit di sisi lapangan. Mohamed Salah dan Sadio Mane selama ini dikenal sebagai penyerang sayap yang kerap melakukan tusukan ke kotak penalti.
Inter juga piawai memainkan serangan dari sisi lapangan lewat kehadiran Denzel Dumfries dan Ivan Perisic yang diplot sebagai wing back.
Mobilitas Dumfries dan Perisic bakal beradu langsung dengan Trent Alexander-Arnold dan Andy Robertson yang rajin naik membantu serangan.
Duel di sisi lapangan ini bakal punya peran krusial untuk menentukan arah permainan, tim mana yang pada akhirnya lebih dominan menyerang dan tim mana yang akhirnya terpaksa bertahan. Namun tak menutup kemungkinan justru celah dalam serangan balik dari kedua tim yang bisa jadi momen penentuan.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Di kubu Liverpool, Jurgen Klopp telah berhasil membawa The Reds melalui satu bulan tanpa Sadio Mane dan Mohamed Salah dengan baik.
Tanpa Mane dan Salah, Liverpool mencatat lima kemenangan dan satu hasil imbang dalam enam laga yang mereka mainkan. Liverpool berhasil membuktikan mereka bisa tetap tampil kompetitif tanpa kedua bintang tersebut.
Salah sudah bermain di dua laga terakhir Liverpool disusul penampilan Mane yang kembali di laga lawan Burnley. Namun ujian sesungguhnya Liverpool tentu adalah duel lawan Inter di 16 besar Liga Champions.
Terlepas kembalinya Salah dan Mane, pemain yang patut untuk diperhatikan di laga ini adalah Diogo Jota. Striker asal Portugal itu tampil gemilang dan mampu mencetak lima gol dalam lima laga terakhir bersama Liverpool.
Di duel lawan Burnley, Diogo Jota baru masuk di babak kedua. Hal ini bisa jadi indikasi bahwa Jurgen Klopp akan menurunkan Diogo Jota sebagai starter di laga lawan Inter Milan.
Beban Diogo Jota sebagai tumpuan untuk mencetak gol makin terasa besar bila melihat kondisi psikologis Salah dan Mane yang masih lelah setelah mengarungi perjalanan panjang di Piala Afrika.
Sedangkan di kubu Inter Milan, Edin Dzeko layak diapungkan sebagai ujung tombak dan andalan di lini depan. Dzeko punya pengalaman bermain di Liga Inggris dan hal ini bisa jadi modal bagi dirinya untuk percaya diri.
Di lini depan, Dzeko kemungkinan besar bakal ditemani oleh Lautaro Martinez. Namun bila serangan Inter mengalami kebuntuan, Alexis Sanchez bisa jadi opsi yang menarik untuk diturunkan ke lapangan.
Seperti halnya Dzeko, Liverpool adalah musuh yang tidak asing bagi Alexis Sanchez yang pernah berseragam Arsenal dan Manchester United.
Duel Inter vs Liverpool adalah duel terbuka dengan kedua tim bakal saling menyerang. Ketiadaan keuntungan gol tandang akan makin membuat Inter bersiap meladeni permainan Liverpool dengan berani.
Inter Milan akan menghadapi Liverpool dalam laga 16 besar Liga Champions di Giuseppe Meazza, Rabu (17/2) dini hari WIB. Duel ini adalah kesempatan Inter menabung modal untuk menyingkirkan The Reds.
Duel Inter lawan Liverpool merupakan salah satu duel terpanas di babak 16 besar. Dari segi historis, laga Inter vs Liverpool bahkan lebih bergengsi dibanding duel Atletico Madrid vs Manchester United dan Paris Saint-Germain vs Real Madrid.
Pasalnya baik Inter dan Liverpool sama-sama sudah pernah berstatus sebagai raja Eropa. Inter punya tiga gelar juara sedangkan Liverpool memiliki enam trofi Liga Champions.
Di musim ini, penampilan kedua tim juga terbilang apik. Inter sempat menguasai puncak klasemen meski baru saja turun ke posisi kedua pada akhir pekan lalu. Sedangkan Liverpool juga ada di peringkat kedua dan terus berupaya ngotot mengejar Man City.
Pada leg pertama ini, Inter menghadapi Liverpool setelah melalui tiga rangkaian duel yang cukup menguras stamina dan fokus. AC Milan, Roma, dan Napoli adalah lawan-lawan yang mengadang Inter dalam satu pekan terakhir.
Namun dengan kata lain, Inter juga sudah punya persiapan matang untuk menghadapi laga dengan tensi tinggi.
Dalam duel lawan Liverpool, Inter wajib meraih kemenangan di kandang sebagai modal menghadapi The Reds di Anfield. Meski aturan gol tandang tak lagi berlaku di Liga Champions kali ini. kemenangan bisa mengantar Inter untuk membidik hasil imbang di Anfield.
Masalah utama Inter saat ini adalah lini belakang mereka yang kurang solid. Dalam lima duel terakhir, Inter hanya bisa mencatat satu clean sheet dan kebobolan enam gol.
Stefan de Vrij dan kawan-kawan harus lebih solid dalam menggalang formasi tiga bek sejajar andalan Simone Inzaghi.
Di lini tengah, Inter kehilangan Nicolo Barella lantaran sanksi kartu. Namun hal itu membuat Simone Inzaghi bisa menurunkan gelandang petarung macam Arturo Vidal.
Penampilan Vidal yang punya jam terbang tinggi bakal klop dengan aksi Hakan Calhanoglu dan Marcelo Brozovic sebagai gelandang pengatur serangan Inter.
Duel Inter lawan Liverpool ini sendiri kemungkinan bakal sengit di sisi lapangan. Mohamed Salah dan Sadio Mane selama ini dikenal sebagai penyerang sayap yang kerap melakukan tusukan ke kotak penalti.
Inter juga piawai memainkan serangan dari sisi lapangan lewat kehadiran Denzel Dumfries dan Ivan Perisic yang diplot sebagai wing back.
Mobilitas Dumfries dan Perisic bakal beradu langsung dengan Trent Alexander-Arnold dan Andy Robertson yang rajin naik membantu serangan.
Duel di sisi lapangan ini bakal punya peran krusial untuk menentukan arah permainan, tim mana yang pada akhirnya lebih dominan menyerang dan tim mana yang akhirnya terpaksa bertahan. Namun tak menutup kemungkinan justru celah dalam serangan balik dari kedua tim yang bisa jadi momen penentuan.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Menunggu Aksi Diogo Jota
Diogo Jota bersinar saat Liverpool tak bisa memainkan Mohamed Salah dan Sadio Mane. (REUTERS/IAN WALTON)
Di kubu Liverpool, Jurgen Klopp telah berhasil membawa The Reds melalui satu bulan tanpa Sadio Mane dan Mohamed Salah dengan baik.
Tanpa Mane dan Salah, Liverpool mencatat lima kemenangan dan satu hasil imbang dalam enam laga yang mereka mainkan. Liverpool berhasil membuktikan mereka bisa tetap tampil kompetitif tanpa kedua bintang tersebut.
Salah sudah bermain di dua laga terakhir Liverpool disusul penampilan Mane yang kembali di laga lawan Burnley. Namun ujian sesungguhnya Liverpool tentu adalah duel lawan Inter di 16 besar Liga Champions.
Terlepas kembalinya Salah dan Mane, pemain yang patut untuk diperhatikan di laga ini adalah Diogo Jota. Striker asal Portugal itu tampil gemilang dan mampu mencetak lima gol dalam lima laga terakhir bersama Liverpool.
Di duel lawan Burnley, Diogo Jota baru masuk di babak kedua. Hal ini bisa jadi indikasi bahwa Jurgen Klopp akan menurunkan Diogo Jota sebagai starter di laga lawan Inter Milan.
Beban Diogo Jota sebagai tumpuan untuk mencetak gol makin terasa besar bila melihat kondisi psikologis Salah dan Mane yang masih lelah setelah mengarungi perjalanan panjang di Piala Afrika.
Sedangkan di kubu Inter Milan, Edin Dzeko layak diapungkan sebagai ujung tombak dan andalan di lini depan. Dzeko punya pengalaman bermain di Liga Inggris dan hal ini bisa jadi modal bagi dirinya untuk percaya diri.
Di lini depan, Dzeko kemungkinan besar bakal ditemani oleh Lautaro Martinez. Namun bila serangan Inter mengalami kebuntuan, Alexis Sanchez bisa jadi opsi yang menarik untuk diturunkan ke lapangan.
Seperti halnya Dzeko, Liverpool adalah musuh yang tidak asing bagi Alexis Sanchez yang pernah berseragam Arsenal dan Manchester United.
Duel Inter vs Liverpool adalah duel terbuka dengan kedua tim bakal saling menyerang. Ketiadaan keuntungan gol tandang akan makin membuat Inter bersiap meladeni permainan Liverpool dengan berani.