Prediksi Juara MotoGP 2022: Bagnaia atau Quartararo?
Haryanto Tri Wibowo | CNN Indonesia
Jumat, 04 Mar 2022 13:04 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Francesco Bagnaia dan Fabio Quartararo menjadi favorit juara MotoGP 2022. (AFP/KARIM JAAFAR)
Jakarta, CNN Indonesia --
MotoGP 2022 yang akan dimulai dengan balapan MotoGP Qatar mungkin akan menjadi salah satu musim yang paling sulit diprediksi. Fabio Quartararo, Francesco Bagnaia, dan Marc Marquez layak disebut sebagai calon juara.
Berkaca dari hasil dua tes pramusim MotoGP 2022 di Sirkuit Sepang dan Sirkuit Mandalika bulan lalu, MotoGP 2022 akan sulit diprediksi. Tidak ada pembalap yang benar-benar mendominasi jalannya tes.
Pembalap Gresini Enea Bastianini menjadi rider tercepat dalam dua hari tes di Sirkuit Sepang. Sementara di Sirkuit Mandalika, giliran pembalap Repsol Honda Pol Espargaro menjadi yang tercepat dalam tes tiga hari.
Dari dua tes resmi tersebut bisa dilihat sebagai peta kekuatan MotoGP 2022. Pasalnya Bastianini hanya unggul 0,289 detik dari pembalap yang berada di posisi sepuluh pada tes Sepang. Sedangkan di tes Mandalika, sepuluh besar pembalap tercepat hanya terpaut 0,4 detik.
Tes di Sirkuit Mandalika juga tidak bisa menjadi patokan mengingat kondisi aspal yang tidak sempurna. Artinya masih ada kemungkinan potensi sepeda motor Honda, Ducati, Yamaha, Suzuki, KTM, dan Aprilia yang belum terlihat.
Di atas kertas potensi Honda, melalui Marc Marquez dan Pol Espargaro, memang paling menyakinkan. Hal itu diakui sejumlah pembalap top, seperti Fabio Quartararo dan Andrea Dovizioso. Bahkan Quartararo dan Dovizioso bingung kenapa Honda bisa sangat cepat di tes Mandalika, padahal Marquez hanya berada di posisi sembilan.
"Jika Anda memeriksa semua pembalap Honda, kecepatan mereka luar biasa. Anda lihat Pol [Espargaro], bagi saya dia yang tercepat. Marc Marquez super cepat, Alex Marquez super cepat, Taka [Nakagami] juga punya simulasi kecepatan yang hebat," ujar Quartararo dikutip dari Crash.
Tapi sekali lagi hasil tes pramusim bukan jaminan pasti tim mana atau pembalap mana yang pantas disebut favorit juara di MotoGP 2022. Kenapa bisa begitu? Karena untuk kali pertama dalam beberapa tahun terakhir semua tim MotoGP punya kekuatan yang nyaris berimbang.
Yamaha, meski ada ketakutan Quartararo terkait kecepatan sepeda motor YZR-M1 yang tidak menyamai kecepatan Honda dan Ducati, tetap pantas difavoritkan. Terbukti Quartararo pembalap tercepat kedua di tes Mandalika, hanya terpaut 0,014 detik dari Pol. Sementara Franco Morbidelli ada di posisi lima.
Suzuki yang mengandalkan Joan Mir dan Alex Rins juga pantas percaya diri menghadapi MotoGP 2022. Pasalnya GSX-RR 2022 diklaim Mir dan Rins punya kecepatan terbaik musim ini selama mereka memperkuat Suzuki di MotoGP.
Aprilia juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Pabrikan asal Italia itu tampil impresif sepanjang tes di Sepang dan Mandalika. Aleix Espargaro dan Maverick Vinales bisa menjadi kuda hitam sepanjang seri MotoGP 2022. Dan tidak akan mengejutkan jika Aprilia mampu pecah telur meraih kemenangan musim ini.
Sementara KTM mungkin akan jadi tim pabrikan yang paling kesulitan di MotoGP 2022. Dua pembalap rookie yang memperkuat tim satelit Tech3 KTM, Remy Gardner dan Raul Fernandez, yang berpeluang menyelamatkan wajah KTM musim ini.
Bersambung di halaman kedua >>>
Jika bicara perebutan gelar juara dunia MotoGP 2022, maka tidak akan lepas dari tiga pembalap: Fabio Quartararo, Francesco Bagnaia, dan Marc Marquez.
Sebagai juara bertahan, Quartararo akan jadi 'rider to beat' di MotoGP 2022. Terlebih pembalap asal Prancis itu tetap menjadi rider Yamaha paling cepat sepanjang tes pramusim MotoGP 2022.
Satu hal yang menarik dari Quartararo musim ini adalah pembalap berjuluk El Diablo itu menganggap YZR-M1 masih kalah kompetitif dalam hal kecepatan dari Desmosedici Ducati, RC213V Honda atau GSX-RR milik Suzuki.
Dalam tes MotoGP Mandalika kecepatan Yamaha memang kalah dari Ducati, Honda dan Suzuki. Bahkan YZR-M1 Yamaha kalah hingga 10 km/jam dari Ducati di jalur lurus Sirkuit Mandalika.
Namun sikap Quartararo yang mengkritik sepeda motor Yamaha juga memunculkan tanda tanya, terutama mengenai perpanjangan kontrak bersama Yamaha. Kontrak Quartararo bersama Yamaha akan berakhir usai MotoGP 2022 dan sikap El Diablo jelang musim bergulir diyakini sebagai upaya untuk meningkatkan nilai kontraknya.
Quartararo seakan-akan ingin mengatakan: "Tahun lalu saya menjadi juara dunia MotoGP tanpa menggunakan sepeda motor terbaik, dan musim ini situasinya sama, jadi kamu [Yamaha] harus menginvestasi lebih kepada saya."
Tapi sikap Quartararo juga bisa dibaca sebagai mind games untuk para rival. Cara yang sama juga digunakan Marc Marquez jelang MotoGP Qatar 2022.
Marquez hanya mampu berada di posisi 8 pada tes pramusim di Sepang dan posisi 9 di tes pramusim di Mandalika. Tapi juara dunia MotoGP enam kali itu diyakini sengaja tidak mengeluarkan kemampuan maksimal saat menjalani tes setelah baru pulih dari cedera.
Kondisi The Baby Alien disebut-sebut sudah 90 persen jelang MotoGP Qatar. Namun kondisi 90 persen bisa dibilang cukup bagi pembalap 29 tahun itu untuk bersaing dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2022.
Jika Marquez benar-benar masih kesulitan dengan cedera bahu dan penglihatan serta tidak berpura-pura, maka pembalap yang paling layak disandingkan dengan Quartararo dalam rivalitas gelar juara dunia MotoGP 2022 adalah Francesco Bagnaia.
Memasuki tahun keempat di MotoGP, Bagnaia jauh lebih berpengalaman. Sedikit demi sedikit pembalap Ducati itu mulai jarang melakukan kesalahan. Bagnaia benar-benar menjalani prediksi 'Penerus Valentino Rossi' dengan serius.
Belum pernah ada pembalap Italia yang menjadi juara dunia MotoGP menggunakan sepeda motor Italia. Dan Bagnaia bisa menjadi yang pertama melakukannya bersama Ducati di MotoGP 2022 karena punya semua komposisi menjadi juara dunia.
Kuncinya ada di Ducati. Jika tim pabrikan asal Italia itu bisa memberi dukungan penuh untuk Bagnaia, termasuk Jack Miller yang tidak pernah konsisten setiap musimnya, Pecco bisa menjadi kandidat kuat juara dunia MotoGP 2022.
Kejutan bisa terjadi sepanjang MotoGP 2022, tapi favorit juara dunia tetap mengerucut ke Quartararo, Bagnaia dan Marquez.
Jakarta, CNN Indonesia --
MotoGP 2022 yang akan dimulai dengan balapan MotoGP Qatar mungkin akan menjadi salah satu musim yang paling sulit diprediksi. Fabio Quartararo, Francesco Bagnaia, dan Marc Marquez layak disebut sebagai calon juara.
Berkaca dari hasil dua tes pramusim MotoGP 2022 di Sirkuit Sepang dan Sirkuit Mandalika bulan lalu, MotoGP 2022 akan sulit diprediksi. Tidak ada pembalap yang benar-benar mendominasi jalannya tes.
Pembalap Gresini Enea Bastianini menjadi rider tercepat dalam dua hari tes di Sirkuit Sepang. Sementara di Sirkuit Mandalika, giliran pembalap Repsol Honda Pol Espargaro menjadi yang tercepat dalam tes tiga hari.
Dari dua tes resmi tersebut bisa dilihat sebagai peta kekuatan MotoGP 2022. Pasalnya Bastianini hanya unggul 0,289 detik dari pembalap yang berada di posisi sepuluh pada tes Sepang. Sedangkan di tes Mandalika, sepuluh besar pembalap tercepat hanya terpaut 0,4 detik.
Tes di Sirkuit Mandalika juga tidak bisa menjadi patokan mengingat kondisi aspal yang tidak sempurna. Artinya masih ada kemungkinan potensi sepeda motor Honda, Ducati, Yamaha, Suzuki, KTM, dan Aprilia yang belum terlihat.
Di atas kertas potensi Honda, melalui Marc Marquez dan Pol Espargaro, memang paling menyakinkan. Hal itu diakui sejumlah pembalap top, seperti Fabio Quartararo dan Andrea Dovizioso. Bahkan Quartararo dan Dovizioso bingung kenapa Honda bisa sangat cepat di tes Mandalika, padahal Marquez hanya berada di posisi sembilan.
"Jika Anda memeriksa semua pembalap Honda, kecepatan mereka luar biasa. Anda lihat Pol [Espargaro], bagi saya dia yang tercepat. Marc Marquez super cepat, Alex Marquez super cepat, Taka [Nakagami] juga punya simulasi kecepatan yang hebat," ujar Quartararo dikutip dari Crash.
Tapi sekali lagi hasil tes pramusim bukan jaminan pasti tim mana atau pembalap mana yang pantas disebut favorit juara di MotoGP 2022. Kenapa bisa begitu? Karena untuk kali pertama dalam beberapa tahun terakhir semua tim MotoGP punya kekuatan yang nyaris berimbang.
Yamaha, meski ada ketakutan Quartararo terkait kecepatan sepeda motor YZR-M1 yang tidak menyamai kecepatan Honda dan Ducati, tetap pantas difavoritkan. Terbukti Quartararo pembalap tercepat kedua di tes Mandalika, hanya terpaut 0,014 detik dari Pol. Sementara Franco Morbidelli ada di posisi lima.
Suzuki yang mengandalkan Joan Mir dan Alex Rins juga pantas percaya diri menghadapi MotoGP 2022. Pasalnya GSX-RR 2022 diklaim Mir dan Rins punya kecepatan terbaik musim ini selama mereka memperkuat Suzuki di MotoGP.
Aprilia juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Pabrikan asal Italia itu tampil impresif sepanjang tes di Sepang dan Mandalika. Aleix Espargaro dan Maverick Vinales bisa menjadi kuda hitam sepanjang seri MotoGP 2022. Dan tidak akan mengejutkan jika Aprilia mampu pecah telur meraih kemenangan musim ini.
Sementara KTM mungkin akan jadi tim pabrikan yang paling kesulitan di MotoGP 2022. Dua pembalap rookie yang memperkuat tim satelit Tech3 KTM, Remy Gardner dan Raul Fernandez, yang berpeluang menyelamatkan wajah KTM musim ini.
Bersambung di halaman kedua >>>
Mind Games Bintang MotoGP
Marc Marquez bisa jadi ancaman di MotoGP 2022. (REUTERS/IBRAHEEM AL OMARI)
Jika bicara perebutan gelar juara dunia MotoGP 2022, maka tidak akan lepas dari tiga pembalap: Fabio Quartararo, Francesco Bagnaia, dan Marc Marquez.
Sebagai juara bertahan, Quartararo akan jadi 'rider to beat' di MotoGP 2022. Terlebih pembalap asal Prancis itu tetap menjadi rider Yamaha paling cepat sepanjang tes pramusim MotoGP 2022.
Satu hal yang menarik dari Quartararo musim ini adalah pembalap berjuluk El Diablo itu menganggap YZR-M1 masih kalah kompetitif dalam hal kecepatan dari Desmosedici Ducati, RC213V Honda atau GSX-RR milik Suzuki.
Dalam tes MotoGP Mandalika kecepatan Yamaha memang kalah dari Ducati, Honda dan Suzuki. Bahkan YZR-M1 Yamaha kalah hingga 10 km/jam dari Ducati di jalur lurus Sirkuit Mandalika.
Namun sikap Quartararo yang mengkritik sepeda motor Yamaha juga memunculkan tanda tanya, terutama mengenai perpanjangan kontrak bersama Yamaha. Kontrak Quartararo bersama Yamaha akan berakhir usai MotoGP 2022 dan sikap El Diablo jelang musim bergulir diyakini sebagai upaya untuk meningkatkan nilai kontraknya.
Quartararo seakan-akan ingin mengatakan: "Tahun lalu saya menjadi juara dunia MotoGP tanpa menggunakan sepeda motor terbaik, dan musim ini situasinya sama, jadi kamu [Yamaha] harus menginvestasi lebih kepada saya."
Tapi sikap Quartararo juga bisa dibaca sebagai mind games untuk para rival. Cara yang sama juga digunakan Marc Marquez jelang MotoGP Qatar 2022.
Marquez hanya mampu berada di posisi 8 pada tes pramusim di Sepang dan posisi 9 di tes pramusim di Mandalika. Tapi juara dunia MotoGP enam kali itu diyakini sengaja tidak mengeluarkan kemampuan maksimal saat menjalani tes setelah baru pulih dari cedera.
Kondisi The Baby Alien disebut-sebut sudah 90 persen jelang MotoGP Qatar. Namun kondisi 90 persen bisa dibilang cukup bagi pembalap 29 tahun itu untuk bersaing dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2022.
Jika Marquez benar-benar masih kesulitan dengan cedera bahu dan penglihatan serta tidak berpura-pura, maka pembalap yang paling layak disandingkan dengan Quartararo dalam rivalitas gelar juara dunia MotoGP 2022 adalah Francesco Bagnaia.
Memasuki tahun keempat di MotoGP, Bagnaia jauh lebih berpengalaman. Sedikit demi sedikit pembalap Ducati itu mulai jarang melakukan kesalahan. Bagnaia benar-benar menjalani prediksi 'Penerus Valentino Rossi' dengan serius.
Belum pernah ada pembalap Italia yang menjadi juara dunia MotoGP menggunakan sepeda motor Italia. Dan Bagnaia bisa menjadi yang pertama melakukannya bersama Ducati di MotoGP 2022 karena punya semua komposisi menjadi juara dunia.
Kuncinya ada di Ducati. Jika tim pabrikan asal Italia itu bisa memberi dukungan penuh untuk Bagnaia, termasuk Jack Miller yang tidak pernah konsisten setiap musimnya, Pecco bisa menjadi kandidat kuat juara dunia MotoGP 2022.
Kejutan bisa terjadi sepanjang MotoGP 2022, tapi favorit juara dunia tetap mengerucut ke Quartararo, Bagnaia dan Marquez.