Chelsea vs Madrid: Mencari Pemenang Final Kepagian
CNN Indonesia
Rabu, 06 Apr 2022 12:57 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Real Madrid punya performa lebih apik dibanding Chelsea dalam urusan liga domestik. (AP/Alastair Grant)
Real Madrid sama sekali tidak bisa menganggap Chelsea sebelah mata mengingat tim yang mereka hadapi adalah juara bertahan Liga Champions. Satu langkah kecil yang keliru akan berdampak besar.
Chelsea melaju ke perempatfinal usai menumbangkan Lille dengan agregat 4-1 di babak 16 besar. Kehadiran Thomas Tuchel terbukti membawa angin segar bagi London Biru di Liga Champions dalam dua musim terakhir.
Rekor enam kemenangan beruntun dari tujuh laga terakhir di semua ajang membuktikan Chelsea sedang on fire. Hanya kekalahan memalukan kontra Brentford dengan skor 1-4, akhir pekan lalu merusak catatan impresif itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan stok pemain yang melimpah karena hanya Ben Chilwell yang dipastikan absen, pelatih Chelsea Thomas Tuchel bisa menurunkan kekuatan penuh. Juru racik strategi asal Jerman itu bisa memaksimalkan potensi Hakim Ziyech dan Kai Havertz.
Menilik beberapa laga ke belakang, Tuchel bisa memaksimalkan lini depan dengan mempercayakan Timo Werner atau duet Kai Havertz dan Christian Pulisic. Romelu Lukaku pun berpeluang untuk mendapat kepercayaan bila Tuchel ingin variasi serangan.
Tuchel juga bisa berharap keseimbangan lini tengah bisa terjaga dengan kehadiran N'Golo Kante. Karena pertandingan berlangsung di malam hari waktu, London terdapat kemungkinan gelandang asal Prancis itu sudah berbuka puasa Ramadan dan energinya kembali maksimal.
Formasi tiga bek sejauh ini efektif bagi Chelsea menunjukkan permainan atraktif. Penumpukan empat hingga lima pemain di lini tengah sukses melancarkan suplai bola ke depan sekaligus menghentikan ruang gerak lawan sebelum masuk ke kotak penalti.
Strategi itu pula yang membuahkan gelar Liga Champions musim lalu. Tuchel bisa terus memanfaatkannya meski tetap perlu menyiapkan taktik cadangan karena Carlo Ancelotti sudah banyak memakan asam garam dalam dunia kepelatihan sepak bola.
Di atas kertas, Chelsea lebih unggul secara head-to-head atas Real Madrid. Pertemuan terakhir kedua kubu di semifial Liga Champions musim lalu membuktikan The Blues lebih dominan dari El Real.
Namun jika melirik catatan pertandingan terakhir, Real Madrid lebih percaya diri usai memetik kemenangan 2-1 kontra Celta Vigo.
Pertandingan diprediksi akan berjalan sengit karena kekuatan yang dimiliki masing-masing pihak relatif seimbang. Terlebih lagi Real Madrid mengusung mimpi 'La Decimocuarta', sementara Chelsea sedang berambisi mempertahankan gelar juara.
Memasuki fase perempat final leg pertama, terdapat sajian big match antara Real Madrid melawan Chelsea, Kamis (7/4) pukul 02.00 WIB.
Pertemuan Real Madrid kontra Chelsea tentu akan menjadi salah satu pertandingan yang paling dinanti. Betapa tidak, kedua kubu memiliki rekam jejak mumpuni di pentas tertinggi Eropa selama satu dekade terakhir.
Real Madrid sukses menyabet empat gelar Liga Champions dalam kurun delapan tahun ke belakang. Chelsea juga tak kalah mentereng dengan torehan dua trofi Si Kuping Besar dalam 10 tahun.
Sepak terjang Los Blancos dan The Blues di Liga Champions membuktikan mereka adalah dua contoh klub sukses di Eropa saat ini. Menyaksikan keduanya sudah bertikai lebih awal, pertandingan nanti layak disebut sebagai final kepagian.
Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti tentu akan memandang laga kontra Chelsea sebagai agenda besarnya pekan ini. Mimpi menuju 'La Decimocuarta' atau gelar Liga Champions ke-14 akan lebih dekat dengan kenyataan jika Ancelotti mampu mengomandoi anak asuhnya meraih kemenangan kontra Chelsea.
Ancelotti harus menghapus segala kenangan manisnya di markas Chelsea. Maklum, Don Carlo sempat mendapat puja-puji kala menangani The Blues medio 2009-2011 lalu. Ancelotti sukses membawa John Terry dan kawan-kawan juara Premier League sekaligus menjadi tim pertama dengan catatan lebih dari 100 gol dalam semusim di Liga Primer Inggris.
Stamford Bridge sendiri jadi tempat yang kurang nyaman bagi Ancelotti dalam dua kunjungan terakhir sebagai pelatih lawan. Pada dua lawatannya ke markas Chelsea pada 2020 dan 2021, Ancelotti menelan kekalahan. Salah satunya bahkan kalah telak di tangan mantan anak didiknya sendiri, Frank Lampard, dengan skor 0-4.
Namun berkaca dari perjalanan Real Madrid di Liga Champions musim ini merebut kemenangan dari tangan Chelsea bukanlah hal yang terlampau sulit. Sebelum menginjakkan kaki di perempat final Real Madrid sudah menumbangkan Paris Saint-Germain (PSG) dengan agregat 3-1 yang meyakinkan.
Di fase grup Karim Benzema dan kawan-kawan pun dominan di Grup D sebagai satu-satunya tim yang mengemas lima kemenangan. Selama Benzema bisa tampil prima sebagai juru gedor, kemungkinan Real Madrid mencuri hasil maksimal akan lebih besar.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Chelsea Mengancam, Madrid Intai Peluang
Real Madrid punya performa lebih apik dibanding Chelsea dalam urusan liga domestik. (AP/Alastair Grant)
Real Madrid sama sekali tidak bisa menganggap Chelsea sebelah mata mengingat tim yang mereka hadapi adalah juara bertahan Liga Champions. Satu langkah kecil yang keliru akan berdampak besar.
Chelsea melaju ke perempatfinal usai menumbangkan Lille dengan agregat 4-1 di babak 16 besar. Kehadiran Thomas Tuchel terbukti membawa angin segar bagi London Biru di Liga Champions dalam dua musim terakhir.
Rekor enam kemenangan beruntun dari tujuh laga terakhir di semua ajang membuktikan Chelsea sedang on fire. Hanya kekalahan memalukan kontra Brentford dengan skor 1-4, akhir pekan lalu merusak catatan impresif itu.
Dengan stok pemain yang melimpah karena hanya Ben Chilwell yang dipastikan absen, pelatih Chelsea Thomas Tuchel bisa menurunkan kekuatan penuh. Juru racik strategi asal Jerman itu bisa memaksimalkan potensi Hakim Ziyech dan Kai Havertz.
Menilik beberapa laga ke belakang, Tuchel bisa memaksimalkan lini depan dengan mempercayakan Timo Werner atau duet Kai Havertz dan Christian Pulisic. Romelu Lukaku pun berpeluang untuk mendapat kepercayaan bila Tuchel ingin variasi serangan.
Tuchel juga bisa berharap keseimbangan lini tengah bisa terjaga dengan kehadiran N'Golo Kante. Karena pertandingan berlangsung di malam hari waktu, London terdapat kemungkinan gelandang asal Prancis itu sudah berbuka puasa Ramadan dan energinya kembali maksimal.
Formasi tiga bek sejauh ini efektif bagi Chelsea menunjukkan permainan atraktif. Penumpukan empat hingga lima pemain di lini tengah sukses melancarkan suplai bola ke depan sekaligus menghentikan ruang gerak lawan sebelum masuk ke kotak penalti.
Strategi itu pula yang membuahkan gelar Liga Champions musim lalu. Tuchel bisa terus memanfaatkannya meski tetap perlu menyiapkan taktik cadangan karena Carlo Ancelotti sudah banyak memakan asam garam dalam dunia kepelatihan sepak bola.
Di atas kertas, Chelsea lebih unggul secara head-to-head atas Real Madrid. Pertemuan terakhir kedua kubu di semifial Liga Champions musim lalu membuktikan The Blues lebih dominan dari El Real.
Namun jika melirik catatan pertandingan terakhir, Real Madrid lebih percaya diri usai memetik kemenangan 2-1 kontra Celta Vigo.
Pertandingan diprediksi akan berjalan sengit karena kekuatan yang dimiliki masing-masing pihak relatif seimbang. Terlebih lagi Real Madrid mengusung mimpi 'La Decimocuarta', sementara Chelsea sedang berambisi mempertahankan gelar juara.