Final AFF Futsal: Mencipta Tahun Emas Timnas Indonesia
Abdul Susila | CNN Indonesia
Minggu, 10 Apr 2022 07:01 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Timnas Indonesia akan diuji lawan tangguh Thailand di final AFF Futsal. (PSSI)
Jakarta, CNN Indonesia --
Dahaga gelar tengah menyelimuti tim pelatih dan pemain Timnas Indonesia yang akan berlaga dalam final AFF Futsal 2022 melawan Thailand, Minggu (10/4).
Sedikit mundur ke belakang, Federasi Futsal Indonesia (FFI) percaya diri bisa tampil di Piala Dunia Futsal 2021. Sayang kualifikasi menuju ajang itu hilang karena Piala Asia Futsal 2020 dibatalkan.
Karena Piala Asia 2020 batal, AFC memutuskan wakil Asia di Piala Dunia 2021 ditentukan lewat dua cara. Pertama lima tim terbaik edisi 2018, dan kedua mengkalkulasi poin tim dari Piala Asia Futsal 2014, 2016, dan 2018.
Mengingat Timnas Indonesia tak tampil pada edisi 2018 dan 2016, serta tak lolos babak grup pada 2014, otomatis peluang tampil di Piala Dunia 2021 tertutup. Ini hal yang sangat disayangkan.
Pasalnya FFI sangat yakin tim Garuda menembus semifinal Piala Asia 2020 atau meraih satu tiket ke Piala Dunia 2021. Namun nasi sudah menjadi bubur dan nasib pahit tersebut coba dijadikan pelajaran.
Kini, Timnas Indonesia memulai misi baru tampil di Piala Dunia Futsal 2024. Satu langkah telah dilalui dengan meraih tiket ke Piala Asia 2022 karena tampil di partai final AFF Futsal 2022.
Langkah berikutnya adalah jadi tim terbaik di Asia Tenggara. Sejauh ini belum ada tim yang bisa menggeser dominasi Thailand. Indonesia memang pernah juara AFF Futsal 2010, tetapi saat itu Thailand absen.
Final kelima di AFF Futsal ini akan menjadi pembuktian bahwa Indonesia sudah selevel Thailand dan berhak tampil di Piala Asia kemudian Piala Dunia. Mengalahkan Thailand bukan perihal mudah, tetapi kans terbuka.
Skuad Timnas Indonesia saat ini adalah skuad terbaik dari setengah dekade. Sembilan dari 14 pemain Timnas Indonesia adalah jebolan Piala Asia U-20 2017 dan 2019. Mereka sama-sama lolos babak grup.
Dari segi usia, hanya satu pemain yang berkepala tiga, yaitu kiper Iksan Rahadian. Sisanya merupakan pemain di bawah 28 tahun. Dewa Rizki Amanda menjadi pemain termuda yakni 21 tahun.
Pemain Timnas Indonesia saat ini pun didominasi tiga klub: Bintang Timur, Black Steel, dan Cosmo JNE. Hanya satu pemain yang tidak berasal dari klub tersebut, yaitu Marvin Alexa dari Kancil BBK.
Dengan latar belakang ini, tahun emas ingin diciptakan pada 2022 ini. FFI ingin gelar juara AFF Futsal 2022, emas medali SEA Games, tembus semifinal Piala Asia 2022, yang artinya tampil di Piala Dunia 2024.
Usianya 45 berasal dari Iran. Ia pernah melatih enam klub dan memiliki segudang gelar individu sebagai juru racik formasi tim. Prestasinya sebagai pemain juga mentereng. Dia adalah Mohammad Hashemzadeh, pelatih Timnas Indonesia di AFF Futsal 2022.
Hashemzadeh diperkenalkan sebagai pelatih Timnas Indonesia oleh FFI pada 11 Maret 2022. Artinya belum sebulan menangani tim Garuda, satu gelar sudah diambang mata dan genggaman.
Pelatih yang pernah meraih delapan gelar juara Piala Asia Futsal dalam 10 tahun (2001-2010) ini tampak tenang saat mendampingi Timnas Indonesia. Reaksinya akan situasi pertandingan cepat dan lugas.
Gaya bermainnya pragmatis. Saat melawan Myanmar misalnya, Hashemzadeh menjadikan Sunny Rizki sebagai poros saat bertahan, tetapi menampilkan Rio Pangestu atau Rizki Xavier sebagai katalisator.
Intuisi Hashemzadeh juga tajam. Ia seperti sudah punya kalkulasi kapan waktu yang tepat Evan Soumilena main bareng Ardiansyah Runtuboy dan kapan Ardiansyah Nur atau dengan Syauqi Saud Lubis.
Sebagai mantan kapten timnas Iran, Hashemzadeh seperti tahu psikologis pemain di tengah pertandingan. Ketika lawan Kamboja, ia tak panik saat Muhammad Al Bagir dan kawan-kawan meremehkan lawan.
Usai turun minum, pemain memperlihatkan mentalitas yang berbeda, seperti habis 'dikeramas'. Hanya bermain 2-2 di babak pertama, Kamboja disikat dengan sembilan gol tanpa balas pada babak kedua.
Soal Thailand, Hashemzadeh tak merasa inferior. Lawan yang berstatus jagoan Asia Tenggara sama sekali tak menggetarkannya. Malahan mantan pemain Foolad Mahan ini termotivasi membuat kejutan.
Satu kejutan sudah dilakukan, dengan menahan Thailand 2-2 pada 5 April. Namun hasil imbang ini bisa menjadi bumerang jika dijadikan patokan. Kisah AFF Futsal 2008 bisa menjadi cerminan.
Pada 2008 Timnas Indonesia menang 3-1 atas Thailand pada babak grup. Kemenangan ini membuat tim Garuda menjadi pemuncak klasemen. Namun kemenangan ini dibalikkan dengan skor 5-1 pada babak final.
Hal sama mungkin saja terjadi di final AFF Futsal 2022, Minggu (10/4). Terlalu percaya diri apalagi meremehkan bisa membuat tim Gajah Perang tampil dominan dan membombardir pertahanan Indonesia.
Akankah era emas Timnas Indonesia tercipta mulai 2022? Kans ada dan asa itu diberikan kepada Hashemzadeh sebagai pelatih bersama salah satu generasi terbaik futsal Indonesia sejak lahir pada 2002.
Jakarta, CNN Indonesia --
Dahaga gelar tengah menyelimuti tim pelatih dan pemain Timnas Indonesia yang akan berlaga dalam final AFF Futsal 2022 melawan Thailand, Minggu (10/4).
Sedikit mundur ke belakang, Federasi Futsal Indonesia (FFI) percaya diri bisa tampil di Piala Dunia Futsal 2021. Sayang kualifikasi menuju ajang itu hilang karena Piala Asia Futsal 2020 dibatalkan.
Karena Piala Asia 2020 batal, AFC memutuskan wakil Asia di Piala Dunia 2021 ditentukan lewat dua cara. Pertama lima tim terbaik edisi 2018, dan kedua mengkalkulasi poin tim dari Piala Asia Futsal 2014, 2016, dan 2018.
Mengingat Timnas Indonesia tak tampil pada edisi 2018 dan 2016, serta tak lolos babak grup pada 2014, otomatis peluang tampil di Piala Dunia 2021 tertutup. Ini hal yang sangat disayangkan.
Pasalnya FFI sangat yakin tim Garuda menembus semifinal Piala Asia 2020 atau meraih satu tiket ke Piala Dunia 2021. Namun nasi sudah menjadi bubur dan nasib pahit tersebut coba dijadikan pelajaran.
Kini, Timnas Indonesia memulai misi baru tampil di Piala Dunia Futsal 2024. Satu langkah telah dilalui dengan meraih tiket ke Piala Asia 2022 karena tampil di partai final AFF Futsal 2022.
Langkah berikutnya adalah jadi tim terbaik di Asia Tenggara. Sejauh ini belum ada tim yang bisa menggeser dominasi Thailand. Indonesia memang pernah juara AFF Futsal 2010, tetapi saat itu Thailand absen.
Final kelima di AFF Futsal ini akan menjadi pembuktian bahwa Indonesia sudah selevel Thailand dan berhak tampil di Piala Asia kemudian Piala Dunia. Mengalahkan Thailand bukan perihal mudah, tetapi kans terbuka.
Skuad Timnas Indonesia saat ini adalah skuad terbaik dari setengah dekade. Sembilan dari 14 pemain Timnas Indonesia adalah jebolan Piala Asia U-20 2017 dan 2019. Mereka sama-sama lolos babak grup.
Dari segi usia, hanya satu pemain yang berkepala tiga, yaitu kiper Iksan Rahadian. Sisanya merupakan pemain di bawah 28 tahun. Dewa Rizki Amanda menjadi pemain termuda yakni 21 tahun.
Pemain Timnas Indonesia saat ini pun didominasi tiga klub: Bintang Timur, Black Steel, dan Cosmo JNE. Hanya satu pemain yang tidak berasal dari klub tersebut, yaitu Marvin Alexa dari Kancil BBK.
Dengan latar belakang ini, tahun emas ingin diciptakan pada 2022 ini. FFI ingin gelar juara AFF Futsal 2022, emas medali SEA Games, tembus semifinal Piala Asia 2022, yang artinya tampil di Piala Dunia 2024.
Tuah Mohammad Hashemzadeh
Foto: PSSI
Usianya 45 berasal dari Iran. Ia pernah melatih enam klub dan memiliki segudang gelar individu sebagai juru racik formasi tim. Prestasinya sebagai pemain juga mentereng. Dia adalah Mohammad Hashemzadeh, pelatih Timnas Indonesia di AFF Futsal 2022.
Hashemzadeh diperkenalkan sebagai pelatih Timnas Indonesia oleh FFI pada 11 Maret 2022. Artinya belum sebulan menangani tim Garuda, satu gelar sudah diambang mata dan genggaman.
Pelatih yang pernah meraih delapan gelar juara Piala Asia Futsal dalam 10 tahun (2001-2010) ini tampak tenang saat mendampingi Timnas Indonesia. Reaksinya akan situasi pertandingan cepat dan lugas.
Gaya bermainnya pragmatis. Saat melawan Myanmar misalnya, Hashemzadeh menjadikan Sunny Rizki sebagai poros saat bertahan, tetapi menampilkan Rio Pangestu atau Rizki Xavier sebagai katalisator.
Intuisi Hashemzadeh juga tajam. Ia seperti sudah punya kalkulasi kapan waktu yang tepat Evan Soumilena main bareng Ardiansyah Runtuboy dan kapan Ardiansyah Nur atau dengan Syauqi Saud Lubis.
Sebagai mantan kapten timnas Iran, Hashemzadeh seperti tahu psikologis pemain di tengah pertandingan. Ketika lawan Kamboja, ia tak panik saat Muhammad Al Bagir dan kawan-kawan meremehkan lawan.
Usai turun minum, pemain memperlihatkan mentalitas yang berbeda, seperti habis 'dikeramas'. Hanya bermain 2-2 di babak pertama, Kamboja disikat dengan sembilan gol tanpa balas pada babak kedua.
Soal Thailand, Hashemzadeh tak merasa inferior. Lawan yang berstatus jagoan Asia Tenggara sama sekali tak menggetarkannya. Malahan mantan pemain Foolad Mahan ini termotivasi membuat kejutan.
Satu kejutan sudah dilakukan, dengan menahan Thailand 2-2 pada 5 April. Namun hasil imbang ini bisa menjadi bumerang jika dijadikan patokan. Kisah AFF Futsal 2008 bisa menjadi cerminan.
Pada 2008 Timnas Indonesia menang 3-1 atas Thailand pada babak grup. Kemenangan ini membuat tim Garuda menjadi pemuncak klasemen. Namun kemenangan ini dibalikkan dengan skor 5-1 pada babak final.
Hal sama mungkin saja terjadi di final AFF Futsal 2022, Minggu (10/4). Terlalu percaya diri apalagi meremehkan bisa membuat tim Gajah Perang tampil dominan dan membombardir pertahanan Indonesia.
Akankah era emas Timnas Indonesia tercipta mulai 2022? Kans ada dan asa itu diberikan kepada Hashemzadeh sebagai pelatih bersama salah satu generasi terbaik futsal Indonesia sejak lahir pada 2002.