Jakarta, CNN Indonesia -- Entah sudah berapa kali Manchester United menggantungkan nasib ke Cristiano Ronaldo. Untuk kali kesekian Man Utd akan bergantung kepada Ronaldo saat melawan Liverpool di Stadion Anfield, Selasa (19/4) malam waktu setempat.
Enam laga tersisa bagi MU di Liga Inggris untuk mengamankan posisi empat besar musim ini. Jaraknya memang hanya sedikit. Man Utd hanya kalah tiga poin dari Tottenham Hotspur di posisi keempat, tapi jadwal Si Setan Merah sangat tidak menguntungkan.
Man Utd tiga kali beruntun akan menghadapi Liverpool (19/4), Arsenal (23/4), dan Chelsea (28/4). Hanya ketika melawan Chelsea tim asuhan Ralf Rangnick itu akan bermain di kandang. Sisanya Man Utd akan melawan Brentford FC, Brighton, dan Crystal Palace.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tottenham memang masih akan melawan Liverpool dan Arsenal di Liga Inggris musim ini, tapi sisanya di atas kertas pasukan Antonio Conte bisa atasi.
Kita mungkin bisa membayangkan Manchester United bermain di Liga Europa musim depan. Toh sejak ditinggal Sir Alex Ferguson pada 2013, klub yang bermarkas di Old Trafford itu hampir tidak memiliki taji di Liga Champions.
Tapi tentunya kita tidak bisa membayangkan seorang Cristiano Ronaldo bermain di Liga Europa yang merupakan turnamen klub kasta kedua Eropa.
Perlu dicatat, Ronaldo tidak pernah bermain di Liga Europa sepanjang kariernya. CR7 memang pernah bermain di kasta kedua turnamen klub Eropa, tapi ketika itu namanya masih Piala UEFA.
Itupun Ronaldo bersama Sporting Lisbon terpaksa bermain di Piala UEFA musim 2002/2003 setelah tersingkir lebih awal di Liga Champions. Ketika itu Ronaldo masih 17 tahun, belum ada tanda-tanda bakal jadi pemain terbaik dunia suatu saat nanti.
Ronaldo mungkin sudah 37 tahun. Tapi Ronaldo masih membuktikan dia sosok monster di atas lapangan hijau. Hal itu dia buktikan saat menciptakan hattrick ke gawang Norwich City pada lanjutan Liga Inggris, Sabtu (16/4).
Di saat Man Utd sangat membutuhkan kemenangan untuk mengejar Tottenham. Di saat lini pertahanan Man Utd yang dipimpin Harry Maguire tidak jelas performanya, Ronaldo lagi-lagi menjadi penolong.
Ronaldo memang tidak terlalu konsisten dalam mencetak gol bersama MU musim ini, tapi ketika di saat-saat genting, dalam momen di mana Man Utd butuh kemenangan, CR7 selalu mampu memberi jawaban.
Total Ronaldo sudah mencetak 6 gol dari tiga penampilan terakhir di Liga Inggris lewat hattrick melawan Tottenham dan Norwich City.
Tapi apakah Ronaldo bisa jadi penentu kemenangan Man Utd saat melawan Liverpool? Jawabannya tidak jika para pemain MU lainnya tidak memberi bantuan. Tidak jika pemain Man Utd yang lainnya tidak mampu mengimbangi level permainan Ronaldo.
Jangan lupa Liverpool juga butuh kemenangan untuk memastikan Manchester City tidak lolos di puncak klasemen dalam perebutan gelar juara Liga Inggris.
Di tengah kebutuhan Man Utd atas keberadaan Ronaldo, sebuah berita duka muncul jelang laga Liverpool vs Man Utd. Sang megabintang harus merelakan kepergian seorang putra yang baru lahir. Salah satu dari anak kembar yang dilahirkan Georgina Rodruguez tak bisa diselamatkan.
Kedukaan tersebut memunculkan spekulasi Ronaldo berpeluang absen saat rekan-rekannya berjibaku melawan Liverpool.
Baca lanjutan analisis di halaman kedua >>>
Imbang Bukan Jawaban
Harry Maguire bermain buruk saat Manchester United dikalahkan Liverpool di pertemuan pertama. (REUTERS/PHIL NOBLE)
Sisi paling menarik dari laga Liverpool vs Manchester United adalah kedua klub sama-sama butuh tiga poin. Hasil imbang bukan jawaban bagi masalah yang sedang dihadapi kedua klub.
Hasil imbang atau kekalahan bagi Liverpool akan menguntungkan Manchester City dalam perebutan gelar juara Liga Inggris. Sebaliknya hasil imbang dan kekalahan bagi Man Utd akan menguntungkan Tottenham dan Arsenal dalam perebutan posisi empat besar.
Tidak mudah menaklukkan Liverpool. Terbukti hanya ada dua klub yang mampu mengalahkan The Reds di Liga Inggris musim ini, yakni West Ham United dan Leicester City. Itu pun bisa dibilang Liverpool kurang beruntung menelan kekalahan.
Ronaldo mungkin seorang monster di lini pertahanan lawan. Namun Liverpool punya rekor luar biasa di Anfield. Selain selalu mencetak minimal dua gol dalam lima laga terakhir di semua kompetisi, Liverpool juga mampu menang 10 kali beruntun di Anfield.
Tidak ada klub di Liga Inggris yang punya performa di kandang lebih baik daripada Liverpool saat ini. Tim asuhan Jurgen Klopp baru kebobolan tujuh gol dan mencetak 32 gol dari 15 laga kandang (12 menang, tiga imbang) di Premier League musim ini.
Sebaliknya Man Utd hanya mampu meraih enam kemenangan dalam 15 laga tandang di Liga Inggris musim ini.
Jika Man Utd ingin menang maka para pemain The Red Devils harus mengikuti jejak Ronaldo, pemain yang sering disebut sebagai 'masalah' bagi mereka musim ini. Ronaldo punya pengalaman dan masih memiliki kemampuan untuk keluar posisi terjepit.
Satu pemain Man Utd yang harus meningkatkan performa saat melawan Liverpool adalah Harry Maguire. Menjadi hal yang aneh ketika pemain yang membuat klub sebesar Man Utd 'mendem' adalah kapten mereka sendiri.
Lihat saja gol pertama yang dicetak Norwich. Maguire salah posisi setelah mengejar satu pemain hingga ke sisi kanan pertahanan hingga Kieran Dowell dengan mudah membobol gawang David De Gea.
Insiden itu bukan kesalahan pertama yang dilakukan Maguire. Sampai-sampai ada banyak meme hingga video how not to defend oleh Maguire yang bermunculan di media sosial. Maguire sering menjadi bahan lelucon netizen.
Bahkan terakhir beredar video David De Gea menolak mengumpan ke Maguire saat melawan Norwich. Hal itu menunjukkan betapa tidak dihormatinya Maguire.
Jika 10 pemain MU yang lainnya tidak mampu mengimbangi level permainan Ronaldo, maka Man Utd harus siap-siap menelan kekalahan besar dari Liverpool, seperti kekalahan 0-5 di pertemuan pertama. Terlebih Liverpool sedang dalam performa terbaik dan bisa tampil dengan kekuatan penuh.
[Gambas:Video CNN]