Mengapa Indonesia Jago di Panjat Tebing Nomor Speed?
CNN Indonesia
Rabu, 11 Mei 2022 16:09 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Aries Susanti (kanan) dan Puji Lestari bersaing dalam final nomor speed. (AFP/ADEK BERRY)
Jakarta, CNN Indonesia --
Tiga atlet nomor speed Indonesia menggebrak seri kedua Kejuaraan Dunia Panjat Tebing IFSC 2022 di Korea Selatan pada 7 Mei.
Ketiga atlet nomor speed Indonesia itu adalah: Veddriq Leonardo, Kiromal Katibin, dan Rahmad Adi Mulyono.
Ini bukan kali pertama atlet Indonesia berprestasi di tingkat dunia. Atlet Indonesia mulai menorehkan tinta emas di kejuaraan dunia mulai edisi 2018 untuk kategori putri.
Adalah Aries Susanti Rahayu yang membuka keran gelar dalam pentas IFSC di Chongqing, China pada 6 Mei 2018. Usai itu Aries meraih medali emas nomor speed dan speed relay Asian Games 2018.
Tak cukup sampai di situ, atlet asal Grobogan, Jawa Tengah ini memecahkan rekor dunia nomor speed putri saat tampil di seri ke-13 Kejuaraan Dunia IFSC di Wujiang, China pada 21 Oktober.
Dalam kejuaraan yang sama atlet putra Indonesia, Aspar Jaelolo jadi yang tercepat di Wujiang. Bedanya, Aries kembali jadi yang terbaik di seri ke-14, sedangkan Aspar hanya runner up.
Aries kembali jadi yang tercepat di Kejuaraan Dunia IFSC 2019 saat tampil di Xiamen, China pada 19 Oktober. Ini menjadi satu-satunya emas Aries dalam kejuaraan dunia tersebut.
Aries Susanti Rahayu banyak meraih gelar juara dari Kejuaraan Dunia Panjat Tebing. (ANTARA FOTO/INASGOC/Hendra Nurdiyansyah)
Dari nomor speed putra muncul sosok Alfian Muhammad. Lelaki yang adalah suami Aries ini dua kali meraih medali emas Kejuaraan Dunia IFSC, yakni pada seri ketiga di China dan edisi kedelapan di Prancis.
Sayang pandemi melanda sehingga kejuaraan yang sudah berlangsung sejak 1989 ini dibatalkan pada 2020. Tahun berikutnya, 2021, hanya berlangsung delapan seri. Kendati begitu Indonesia kembali memunculkan juara dunia baru.
Dia adalah Veddriq Leonardo. Atlet asal Pontianak, Kalimantan Barat ini meraih emas Kejuaraan Dunia IFSC 2021 pada seri kelima di Swiss. Veddriq mengalahkan rekannya, Kiromal Katibin.
Memasuki 2022, panjat tebing Indonesia langsung menggebrak pada seri kedua Kejuaraan Dunia Korea Selatan. Tak tanggung-tanggung, podium dikuasai lewat Veddriq, Kiromal, dan Rahmad Adi Mulyono.
Bahkan Kiromal memecahkan rekor dunia. Ia mencetak sejarah lewat waktu 5,17 detik atau memecahkan rekor milik Veddriq di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2021 dengan selisih 0,03 detik.
Hingga akhir tahun nanti masih ada 12 seri Kejuaraan Dunia Panjat Tebing IFSC lagi. Dari 12 seri itu salah satunya akan berlangsung di Indonesia, yakni di Jakarta pada 22-24 September.
Baca kelanjutan berita ini pada halaman berikutnya>>>
Mantan atlet panjat tebing nasional Budi Cahyono mengatakan, masa depan nomor speed Indonesia akan cerah. Indonesia berpeluang berjaya di nomor speed karena fasilitasnya mendukung.
Sedangkan untuk nomor boulder, Indonesia masih harus bekerja keras.
"Untuk nomor boulder atlet kita memang belum bisa berbicara di pentas internasional, tetapi peluangnya ada. Butuh kerja keras dan pelatihan yang tinggi untuk kesana," kata Budi kepada CNNIndonesia.com.
"Untuk nomor speed kita bisa sukses karena banyak faktor, tetapi salah satunya karena infrastruktur dan pelatih nomor itu memadai," kata atlet yang membuka jalur pendakian ke Carstensz pada Mei 1992 ini.
Menurut peraih gelar juara panjat tebing Asia dan Oceania 1994 ini, salah satu kunci sukses Indonesia di nomor speed adalah konsistensi pelatihan, regenerasi, dan infrastruktur.
Lelaki yang biasa disapa Budcay ini mengisahkan, panjat tebing Indonesia sempat berjaya di level Asia pada era 1990-an. Saat itu yang jadi kekuatan adalah nomor lead dan bouldering, bukan speed.
Dari kisah itu Budi berpendapat bahwa nomor speed dan boulder bisa sama-sama berprestasi. Hanya saja nomor bolder harus melakukan langkah besar agar bisa melahirkan bintang dunia.
Terkait panjat tebing nomor speed yang akan dipertandingkan di Olimpiade 2024 Paris, Budi percaya atlet Indonesia bisa meraih prestasi. Namun asa itu harus dijaga sejak dini.
"Saya percaya untuk nomor speed kita bisa berbicara di Olimpiade. Pembinaannya harus dipertahankan, bahkan lebih galak lagi. Tampil rutin di kejuaraan dunia pun suatu hal yang wajib," kata Budi.
Tiga atlet nomor speed Indonesia menggebrak seri kedua Kejuaraan Dunia Panjat Tebing IFSC 2022 di Korea Selatan pada 7 Mei.
Ketiga atlet nomor speed Indonesia itu adalah: Veddriq Leonardo, Kiromal Katibin, dan Rahmad Adi Mulyono.
Ini bukan kali pertama atlet Indonesia berprestasi di tingkat dunia. Atlet Indonesia mulai menorehkan tinta emas di kejuaraan dunia mulai edisi 2018 untuk kategori putri.
Adalah Aries Susanti Rahayu yang membuka keran gelar dalam pentas IFSC di Chongqing, China pada 6 Mei 2018. Usai itu Aries meraih medali emas nomor speed dan speed relay Asian Games 2018.
Tak cukup sampai di situ, atlet asal Grobogan, Jawa Tengah ini memecahkan rekor dunia nomor speed putri saat tampil di seri ke-13 Kejuaraan Dunia IFSC di Wujiang, China pada 21 Oktober.
Dalam kejuaraan yang sama atlet putra Indonesia, Aspar Jaelolo jadi yang tercepat di Wujiang. Bedanya, Aries kembali jadi yang terbaik di seri ke-14, sedangkan Aspar hanya runner up.
Aries kembali jadi yang tercepat di Kejuaraan Dunia IFSC 2019 saat tampil di Xiamen, China pada 19 Oktober. Ini menjadi satu-satunya emas Aries dalam kejuaraan dunia tersebut.
Aries Susanti Rahayu banyak meraih gelar juara dari Kejuaraan Dunia Panjat Tebing. (ANTARA FOTO/INASGOC/Hendra Nurdiyansyah)
Dari nomor speed putra muncul sosok Alfian Muhammad. Lelaki yang adalah suami Aries ini dua kali meraih medali emas Kejuaraan Dunia IFSC, yakni pada seri ketiga di China dan edisi kedelapan di Prancis.
Sayang pandemi melanda sehingga kejuaraan yang sudah berlangsung sejak 1989 ini dibatalkan pada 2020. Tahun berikutnya, 2021, hanya berlangsung delapan seri. Kendati begitu Indonesia kembali memunculkan juara dunia baru.
Dia adalah Veddriq Leonardo. Atlet asal Pontianak, Kalimantan Barat ini meraih emas Kejuaraan Dunia IFSC 2021 pada seri kelima di Swiss. Veddriq mengalahkan rekannya, Kiromal Katibin.
Memasuki 2022, panjat tebing Indonesia langsung menggebrak pada seri kedua Kejuaraan Dunia Korea Selatan. Tak tanggung-tanggung, podium dikuasai lewat Veddriq, Kiromal, dan Rahmad Adi Mulyono.
Bahkan Kiromal memecahkan rekor dunia. Ia mencetak sejarah lewat waktu 5,17 detik atau memecahkan rekor milik Veddriq di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2021 dengan selisih 0,03 detik.
Hingga akhir tahun nanti masih ada 12 seri Kejuaraan Dunia Panjat Tebing IFSC lagi. Dari 12 seri itu salah satunya akan berlangsung di Indonesia, yakni di Jakarta pada 22-24 September.
Baca kelanjutan berita ini pada halaman berikutnya>>>
Infrastruktur Mendukung Atlet Indonesia
Kiroma Katibin (kiri) dan Veddriq Leonardo berselebrasi usai menang di Kejuaraan Dunia 2021. (ANTARA FOTO/ Reuters-Jeffrey Swinger-USA TODAY Sports)
Mantan atlet panjat tebing nasional Budi Cahyono mengatakan, masa depan nomor speed Indonesia akan cerah. Indonesia berpeluang berjaya di nomor speed karena fasilitasnya mendukung.
Sedangkan untuk nomor boulder, Indonesia masih harus bekerja keras.
"Untuk nomor boulder atlet kita memang belum bisa berbicara di pentas internasional, tetapi peluangnya ada. Butuh kerja keras dan pelatihan yang tinggi untuk kesana," kata Budi kepada CNNIndonesia.com.
"Untuk nomor speed kita bisa sukses karena banyak faktor, tetapi salah satunya karena infrastruktur dan pelatih nomor itu memadai," kata atlet yang membuka jalur pendakian ke Carstensz pada Mei 1992 ini.
Menurut peraih gelar juara panjat tebing Asia dan Oceania 1994 ini, salah satu kunci sukses Indonesia di nomor speed adalah konsistensi pelatihan, regenerasi, dan infrastruktur.
Lelaki yang biasa disapa Budcay ini mengisahkan, panjat tebing Indonesia sempat berjaya di level Asia pada era 1990-an. Saat itu yang jadi kekuatan adalah nomor lead dan bouldering, bukan speed.
Dari kisah itu Budi berpendapat bahwa nomor speed dan boulder bisa sama-sama berprestasi. Hanya saja nomor bolder harus melakukan langkah besar agar bisa melahirkan bintang dunia.
Terkait panjat tebing nomor speed yang akan dipertandingkan di Olimpiade 2024 Paris, Budi percaya atlet Indonesia bisa meraih prestasi. Namun asa itu harus dijaga sejak dini.
"Saya percaya untuk nomor speed kita bisa berbicara di Olimpiade. Pembinaannya harus dipertahankan, bahkan lebih galak lagi. Tampil rutin di kejuaraan dunia pun suatu hal yang wajib," kata Budi.