Jakarta, CNN Indonesia -- Postur bek anyar Manchester United Lisandro Martinez baru-baru ini jadi perbincangan. Tinggi badannya dianggap tak serupa dengan bek-bek andal Eropa lainnya.
Merujuk Transfermarkt, tinggi badan Lisandro hanya mencapai 175 sentimeter. Postur yang tak biasa bagi bek tengah klub-klub Eropa.
Umumnya, pemain yang berposisi sebagai centre back dituntut untuk memiliki fisik yang kuat dan tinggi badan yang mumpuni. Syarat tersebut memang tidak mutlak, namun sudah jadi 'syarat' lumrah di sebagian klub-klub Eropa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, sejarah membuktikan sejumlah bek tengah bertubuh kecil juga piawai melakukan tugasnya dengan baik. Bahkan sebagian di antaranya justru melegenda.
Lisandro yang meroket bersama Ajax Amsterdam juga tak boleh dipandang sebelah mata. Ia bisa menjadi suksesor bek-bek bertubuh mungil yang melegenda di masanya.
Berikut 3 bek mungil top dunia yang melegenda:
 Fabio Cannavaro jadi bek terakhir yang pernah raih Ballon d'Or hingga saat ini. (AFP PHOTO / STR) |
1. Fabio Cannavaro
Bek asal Italia ini hanya satu sentimeter lebih tinggi dari Lisandro. Namun, tak ada yang meragukan kepiawaiannya dalam duel satu lawan satu dengan pemain lawan.
Lahir di Naples pada 1973, Cannavaro berhasil masuk ke akademi Napoli pada 1988 saat menginjak usia 15 tahun. Semula ia bermain sebagai gelandang, namun salah satu direktur akademi memintanya untuk bermain di posisi bek tengah.
Cannavaro tentu saja terkejut karena merasa tak memiliki tinggi badan yang ideal untuk bermain sebagai bek tengah. Namun, keputusan itu justru mengubah jalan hidupnya.
Ia selalu menjadi andalan di semua klub yang dibelanya mulai dari Napoli, Parma, Inter Milan, Juventus, hingga Real Madrid. Sederet gelar prestisius pernah dirasakan Cannavaro bersama klub-klub tersebut.
Hingga saat ini, Cannavaro masih tercatat sebagai bek terakhir yang sukses mendapatkan penghargaan Ballon d'Or dan Pemain Terbaik FIFA pada 2006 usai mengantar timnas Italia juara Piala Dunia di tahun yang sama.
Baca lanjutan artikel ini di halaman berikutnya>>>
Puyol dan Baressi Kolektor Trofi
Carles Puyol bek legendaris Barcelona dan timnas Spanyol. (AFP PHOTO / Mladen ANTONOV)
2. Carles Puyol
Puyol merupakan salah satu pemain yang hanya membela satu klub di sepanjang karier profesionalnya. Ia menjelma sebagai salah satu bek terbaik dunia bersama Barcelona dan timnas Spanyol.
Pria kelahiran La Pobla de Segur itu memulai kariernya di tim akademi Barcelona hingga pensiun sebagai legenda klub asal Catalunya tersebut.
Pemilik tinggi 178cm ini tercatat sebagai salah satu pemain dengan gelar terbanyak sekaligus terlengkap baik di level klub maupun internasional.
Puyol sudah mencicipi gelar La Liga, Copa del Rey, Super Spanyol, dan Liga Champions di Barcelona. Prestasinya tak kalah mentereng bersama timnas Spanyol, yakni trofi Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010.
3. Franco Baressi
Baressi layak jadi inspirasi pemain bertahan dengan postur yang tak menjulang. Pemilik tinggi 176cm ini telah membuktikan pemain bertahan tak harus tinggi dan bertubuh kekar.
Ya, Baressi satu di antara sedikit bek yang memiliki daya nalar dan kecerdasan bermain di atas rata-rata. Ia dikenal piawai membaca arah bola atau pergerakan pemain yang dihadapi.
 Franco Baresi merupakan salah satu bek terbaik dalam sejarah sepak bola. (PATRICK HERTZOG / AFP) |
Striker berpostur jangkung dan kekar pun sering kali dibuat kepayahan saat berduel dengan Baressi. Sederet gelar bergengsi pun pernah diraihnya bersama Milan dan timnas Italia.
Baressi ikut andil membawa AC Milan jadi tim terbaik di dunia. Sepanjang kariernya, Baressi sudah mengantongi enam gelar Serie A dan tiga trofi Liga Champions bersama I Rosonerri. Sebagai bentuk penghormatan terhadap pemain legendanya, Milan pun mengabadikan nomor 6 milik Baressi.
Sepak terjang bek legendaris bertubuh mungil di atas mungkin bisa membuat Anda mengurungkan niat untuk meremehkan postur Lisandro.
[Gambas:Video CNN]