Mimpi Persib dan Bayangan Djanur di Belakang Luis Milla
Juprianto Alexander | CNN Indonesia
Selasa, 23 Agu 2022 08:31 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Persib Bandung memiliki materi pemain mumpuni untuk meraih gelar Liga 1. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Namun demikian, target juara yang dipatok manajemen kepada Luis Milla suatu hal yang lumrah. Tidak berlebihan dan terbilang masuk akal jika mengacu materi pemain yang dimiliki Pangeran Biru.
Persib musim ini dihuni pemain-pemain yang sudah tergolong matang dan dikombinasikan dengan pemain-pemain muda dengan kemampuan menjanjikan. Persib punya pemain tengah seperti Marc Klok dan Ricky Kambuaya plus pemain muda macam Beckham Putra Nugraha, Kakang Rudianto, dan Robi Darwis.
Jika dikomparasi, materi pemain Persib tidak kalah dengan tim-tim kandidat juara lain macam Bali United, Persija Jakarta, Borneo FC, hingga Arema FC.
Tim-tim seperti Bali United, Persija, dan Borneo FC didukung pemain depan yang berbahaya. Persib tidak kalah soal ini karena punya duo asal Brasil, David Da Silva dan Ciro Alves.
Persib juga punya pemain-pemain seperti Ezra Walian dan Febri Hariyadi. Nama terakhir merupakan pemain andalan yang meredup penampilannya.
Kehadiran Milla tentu diharapkan bisa mengembalikan kemampuan terbaik seorang Febri. Semasa menukangi Timnas Indonesia, Febri adalah salah satu pemain andalan yang memperlihatkan penampilan memikat.
Kini racikan taktik Milla jadi yang paling ditunggu. Bukan hanya oleh Bobotoh tetapi juga pencinta sepak bola di tanah air.
Permainan bola-bola pendek yang jadi andalan Milla tentu diharapkan akan menggantikan gaya bermain pragmatis yang belakangan menjadi ciri khas Persib. Pendekatan gaya bermain yang sebenarnya kurang pas jika melihat materi pemain yang mereka miliki.
Jika segalanya berjalan dengan baik maka bukan tidak mungkin Milla akan mampu membuat Persib tampil menghibur. Mendominasi penguasaan bola dan tampil ofensif siapapun lawan yang akan dihadapi.
Milla akan berada satu langkah lebih maju andai itu bisa dilakukan. Hanya saja yang juga perlu diingat tampil menghibur tentu tidak akan cukup andai gagal mengantarkan Persib meraih gelar pada akhir musim.
(sry)
Jakarta, CNN Indonesia --
Luis Milla dipatok target tinggi mengantarkan Persib Bandung juara Liga 1 2022/2023 usai resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru menggantikan Robert Rene Alberts.
Target yang dirasa wajar jika mengacu rekam jejak Luis Milla. Selain sudah tidak asing dengan sepak bola Indonesia, pelatih asal Spanyol itu memiliki rekam jejak mumpuni.
Milla sudah pernah merasakan gelar juara sebagai pemain dan pelatih di Eropa. Semasa masih menukangi Timnas Indonesia, prestasi terbaik diukirnya saat meraih medali perunggu bersama Timnas U-23.
Meski gagal membawa Timnas Indonesia meraih gelar, racikan Milla menuai pujian. Permainan bola-bola pendek ala Milla menuai pujian sehingga namanya masih tetap harum hingga kini.
Pelatih dengan DNA juara memang jadi kata kunci yang dicari Persib. Dua pelatih asing terdahulu yakni Mario Gomez dan Robert Alberts sebenarnya sesuai dengan kriteria tersebut.
Namun sampai akhirnya kehilangan jabatan di Persib tidak ada satu pun gelar yang bisa dipersembahkan Gomez dan Alberts. Kegagalan itu membuat kutukan pelatih asing tak sukses di Persib berlanjut.
Kegagalan demi kegagalan itu membuat kerinduan Bobotoh untuk kembali menyaksikan tim kesayangan mereka mengangkat trofi semakin dalam. Di luar jatuh bangun klub, nama seorang Djadjang Nurdjaman masih terus harum bagi publik Bandung.
Djanur, sapaan akrab Djadjang, merupakan sosok pahlawan buat Persib. Pria yang kini menukangi Persikabo 1973 itu jadi pelatih terakhir yang sukses mempersembahkan gelar untuk Persib.
Djanur melakukannya di Indonesia Super League 2014. Legenda hidup Persib itu mampu mengatasi rintangan dan tekanan sepanjang musim untuk mengalahkan Persipura Jayapura lewat adu penalti di final.
Cerita sukses Djanur ini pula yang membayangi setiap pelatih baru Persib, tak terkecuali Luis Milla. Pelatih berusia 56 itu diharapkan bisa langsung moncer bersama Persib dan menghadirkan gelar Liga 1 yang terakhir kali diraih delapan tahun lalu.
Sebuah target yang tentu tidak mudah untuk diwujudkan. Apalagi Luis Milla akan menghadapi situasi yang berbeda karena ini jadi pengalaman pertamanya melatih sebuah tim di Indonesia.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Target Juara Lumrah di Persib
Persib Bandung memiliki materi pemain mumpuni untuk meraih gelar Liga 1. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Namun demikian, target juara yang dipatok manajemen kepada Luis Milla suatu hal yang lumrah. Tidak berlebihan dan terbilang masuk akal jika mengacu materi pemain yang dimiliki Pangeran Biru.
Persib musim ini dihuni pemain-pemain yang sudah tergolong matang dan dikombinasikan dengan pemain-pemain muda dengan kemampuan menjanjikan. Persib punya pemain tengah seperti Marc Klok dan Ricky Kambuaya plus pemain muda macam Beckham Putra Nugraha, Kakang Rudianto, dan Robi Darwis.
Jika dikomparasi, materi pemain Persib tidak kalah dengan tim-tim kandidat juara lain macam Bali United, Persija Jakarta, Borneo FC, hingga Arema FC.
Tim-tim seperti Bali United, Persija, dan Borneo FC didukung pemain depan yang berbahaya. Persib tidak kalah soal ini karena punya duo asal Brasil, David Da Silva dan Ciro Alves.
Persib juga punya pemain-pemain seperti Ezra Walian dan Febri Hariyadi. Nama terakhir merupakan pemain andalan yang meredup penampilannya.
Kehadiran Milla tentu diharapkan bisa mengembalikan kemampuan terbaik seorang Febri. Semasa menukangi Timnas Indonesia, Febri adalah salah satu pemain andalan yang memperlihatkan penampilan memikat.
Kini racikan taktik Milla jadi yang paling ditunggu. Bukan hanya oleh Bobotoh tetapi juga pencinta sepak bola di tanah air.
Permainan bola-bola pendek yang jadi andalan Milla tentu diharapkan akan menggantikan gaya bermain pragmatis yang belakangan menjadi ciri khas Persib. Pendekatan gaya bermain yang sebenarnya kurang pas jika melihat materi pemain yang mereka miliki.
Jika segalanya berjalan dengan baik maka bukan tidak mungkin Milla akan mampu membuat Persib tampil menghibur. Mendominasi penguasaan bola dan tampil ofensif siapapun lawan yang akan dihadapi.
Milla akan berada satu langkah lebih maju andai itu bisa dilakukan. Hanya saja yang juga perlu diingat tampil menghibur tentu tidak akan cukup andai gagal mengantarkan Persib meraih gelar pada akhir musim.