Luis Milla Aspas mengikuti jejak karier Alfred Riedl di sepak bola Indonesia. Keduanya lebih dulu melatih Timnas Indonesia sebelum turun melatih klub Liga 1.
Mendiang Alfred Riedl tercatat tiga kali menangani tim Garuda dalam tiga periode berbeda, yakni 2010-2011, 2013-2014, dan 2016.
Setelah kontraknya diputus PSSI, Riedl dipinang PSM Makassar pada 8 Januari 2015. Riedl menggantikan Assegaf Razak yang mundur menjelang bergulirnya Indonesia Super League 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Riedl dua kali memimpin Juku Eja dalam kompetisi. Pertama saat menang 4-0 atas Persiba Balikpapan dan kedua imbang 3-3 dengan Sriwijaya FC. Usai itu kompetisi dihentikan karena politik.
Dalam pergulatan politik sepak bola itu Riedl mundur. Namun bukan persoalan politik yang membuat Riedl mundur, melainkan karena alasan pengobatan yang tidak bisa ditunda.
Adapun Milla secara resmi diperkenalkan sebagai pelatih Persib pada Senin (22/8). Sebelum menerima pinangan Maung Bandung, Milla merupakan pelatih Timnas Indonesia pada 2017-2018.
Apakah Milla akan bernasib sama dengan Riedl yang tak berusia lama di klub? Tak ada yang pasti, namun pelatih asal Spanyol tersebut mendapat kontrak dua tahun dengan opsi perpanjangan setahun.
Selain kedua pelatih ini sejatinya ada beberapa nama yang pernah menangani klub selepas dari Timnas. Hanya saja pelatih tersebut menangani klub lebih dulu baru ke timnas dan ke klub lagi.
Mereka itu adalah Henk Wullem (Pelita Bandung Raya, Timnas, PSM), Ivan Kolev (Persija, Timnas, Mitra Kukar), Wim Rijsbergen (PSM, Timnas, Persibo), dan Jacksen F Tiago (Persipura, Timnas, Penang).
(abs/jun)