Start Loyo Liverpool dan Tanda Kehancuran Tahun ke-7 Klopp
CNN Indonesia
Jumat, 26 Agu 2022 13:09 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Jurgen Klopp gagal membawa Liverpool meraih kemenangan dalam tiga laga awal di Liga Inggris musim ini. (REUTERS/PHIL NOBLE)
Jakarta, CNN Indonesia --
Rapor Liverpoolpada awal Liga Inggrismusim ini jauh dari kata memuaskan. Digadang-gadang sebagai calon juara seperti beberapa musim terakhir, langkah The Reds justru cukup mengkhawatirkan.
Tiga pertandingan sudah dilalui hasilnya tidak ada satupun yang berujung kemenangan. Dua hasil imbang dan satu kekalahan menempatkan Liverpool di posisi ke-16 klasemen.
Posisi Liverpool saat ini jelas sama sekali tidak diduga oleh elemen tim hingga suporter. Dengan materi pemain yang tidak banyak berubah, tim kota pelabuhan malah berada di tempat yang tidak semestinya.
Siapapun boleh saja membela diri karena ini baru awal musim. Segalanya bisa saja berubah dalam beberapa pekan ke depan.
Namun laiknya tim-tim calon juara, posisi Liverpool di klasemen jelas mengundang pertanyaan tentang performa mereka. Dari apa yang terlihat, Liverpool pada awal musim ini tampak tidak sedang baik-baik saja.
Musim Liverpool dibuka dengan hasil imbang kontra Fulham kemudian lagi-lagi bermain imbang saat bersua Crystal Palace di Old Trafford. Di pekan ketiga, Liverpool malah kalah dari seteru mereka Manchester United 1-2.
Liverpool sejatinya lebih diunggulkan daripada MU. Sebab Liverpool begitu perkasa ketika menumbuk habis The Red Devils dengan agregat 9-0 dalam dua pertemuan musim lalu.
Namun antiklimaks terjadi saat Liverpool bertandang ke Old Trafford. Siapa sangka penampilan Mohamed Salah dan rekan-rekan begitu buruk hingga kebobolan dua kali dari skema permainan terbuka.
Terpampang jelas kesalahan pemain Liverpool pada seluruh proses gol MU. Di gol pertama, James Milner mengambil keputusan keliru saat menjatuhkan badan sementara Jadon Sancho melakukan tipuan.
Kesalahan berlanjut ketika Virgil Van Dijk hanya mematung mengeluarkan sikap 'istirahat' dengan menyembunyikan tangan di punggung. Niat Van Dijk mencegah handball sudah baik, namun kakinya hanya bergerak minimal untuk mencegah bola tendangan Sancho meluncur mulus ke dalam gawang timnya.
Proses gol kedua MU semakin membuktikan Liverpool tampil urakan. Jordan Henderson gagal bertanggung jawab terhadap kesalahan kontrol bola dan Virgil Van Dijk tidak cekatan dalam menjebak offside Marcus Rashford.
Gol tunggal Mohamed Salah di akhir babak kedua menjadi hadiah hiburan Liverpool dari Old Trafford. Namun mereka tetap harus menerima kenyataan pahit kembali gagal memperoleh kemenangan.
Dua hasil imbang dan satu kekalahan adalah awal paling buruk bagi Jurgen Klopp selama melatih Liverpool. Setidaknya pelatih asal Jerman itu membawa minimal satu kemenangan di tiga laga pembuka Liga Inggris pada musim-musim sebelumnya.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Klopp harus membopong Liverpool dari bawah, tepatnya di peringkat ke-16. Tekanan terhadap Klopp semakin kencang karena baru bisa memetik dua poin.
Angka tujuh adalah keramat bagi Klopp. Sejarah mencatat, Klopp tidak punya rekam jejak yang baik di tahun ketujuh kepelatihannya. Semua berakhir dengan perpisahan.
Klopp menorehkan tinta emas bersama Mainz 05, klub pertama yang dilatihnya. Ia menjadi sosok yang membawa Mainz promosi ke Bundesliga untuk pertama kali pada 2004.
Namun Mainz kembali degradasi pada 2007, sikap Klopp saat itu kukuh ingin mengembalikan klubnya ke kasta tertinggi. Namun Mainz gagal promosi pada 2008.
Saat itu juga Klopp memutuskan mundur dari jabatannya. Ia kemudian merapat ke Borussia Dortmund usai melepas Thomas Doll. Era Klopp bersama Die Borussen dimulai.
Cerita indah kembali diwarnai Klopp bersama Dortmund. Tim yang bermarkas di Signal Iduna Park itu menyabet dua titel juara Bundesliga secara beruntun pada 2011 dan 2012. Satu gelar DFB Pokal juga melengkapi kawin trofi pada 2012 silam.
Liverpool gagal tampil meyakinkan pada awal musim ini. (REUTERS/PHIL NOBLE)
Klopp bahkan hampir mempersembahkan gelar Liga Champions 2012/2013. Sayangnya Dortmund kalah tipis 1-2 dari Bayern Munchen di partai final. Namun itu tidak mengusik posisi Klopp sebagai pelatih.
Klopp justru semakin dicintai dan dihormati. Perpanjangan kontrak hingga 2018 pun ia tandatangani bersama Dortmund. Bundesliga 2013/14 diawali dengan satu trofi DFL Supercup, kemudian Dortmund menembus final DFB Pokal dan finis runner-up di akhir musim Liga Jerman.
Dortmund juga mengawali musim 2014/15 dengan trofi DFL Supercup lalu runner-up DFB Pokal. Namun di Bundesliga mereka hanya berada di peringkat ketujuh klasemen akhir. Padahal di awal Bundesliga 2014/15 Dortmund mencatat dua kemenangan dari tiga laga awal.
Hasil itu membuat Klopp sadar diri bahwa eranya sudah habis. Ia memutuskan mundur sebagai pelatih Dortmund kemudian menyatakan bakal pindah ke Liverpool di musim 2015/16.
Tak bisa dipungkiri Klopp adalah salah satu pelatih Liverpool paling sukses. Ia adalah orang yang membawa Liverpool kembali juara Liga Champions setelah 14 tahun berselang.
Klopp juga merupakan pelatih pertama yang berhasil mempersembahkan trofi juara Liga Inggris di era Premier League untuk The Reds. Pelatih 55 tahun itu sudah menjuarai semua gelar yang bisa diraih Liverpool termasuk Carabao Cup dan Piala FA.
Community Shield menjadi awal trofi Liverpool musim ini. Namun dengan awal yang buruk pada tahun ketujuh di Anfield, Klopp harus membuktikan bahwa kutukan tahun ketujuh itu sudah lepas dari dirinya.
Rapor Liverpoolpada awal Liga Inggrismusim ini jauh dari kata memuaskan. Digadang-gadang sebagai calon juara seperti beberapa musim terakhir, langkah The Reds justru cukup mengkhawatirkan.
Tiga pertandingan sudah dilalui hasilnya tidak ada satupun yang berujung kemenangan. Dua hasil imbang dan satu kekalahan menempatkan Liverpool di posisi ke-16 klasemen.
Posisi Liverpool saat ini jelas sama sekali tidak diduga oleh elemen tim hingga suporter. Dengan materi pemain yang tidak banyak berubah, tim kota pelabuhan malah berada di tempat yang tidak semestinya.
Siapapun boleh saja membela diri karena ini baru awal musim. Segalanya bisa saja berubah dalam beberapa pekan ke depan.
Namun laiknya tim-tim calon juara, posisi Liverpool di klasemen jelas mengundang pertanyaan tentang performa mereka. Dari apa yang terlihat, Liverpool pada awal musim ini tampak tidak sedang baik-baik saja.
Musim Liverpool dibuka dengan hasil imbang kontra Fulham kemudian lagi-lagi bermain imbang saat bersua Crystal Palace di Old Trafford. Di pekan ketiga, Liverpool malah kalah dari seteru mereka Manchester United 1-2.
Liverpool sejatinya lebih diunggulkan daripada MU. Sebab Liverpool begitu perkasa ketika menumbuk habis The Red Devils dengan agregat 9-0 dalam dua pertemuan musim lalu.
Namun antiklimaks terjadi saat Liverpool bertandang ke Old Trafford. Siapa sangka penampilan Mohamed Salah dan rekan-rekan begitu buruk hingga kebobolan dua kali dari skema permainan terbuka.
Terpampang jelas kesalahan pemain Liverpool pada seluruh proses gol MU. Di gol pertama, James Milner mengambil keputusan keliru saat menjatuhkan badan sementara Jadon Sancho melakukan tipuan.
Kesalahan berlanjut ketika Virgil Van Dijk hanya mematung mengeluarkan sikap 'istirahat' dengan menyembunyikan tangan di punggung. Niat Van Dijk mencegah handball sudah baik, namun kakinya hanya bergerak minimal untuk mencegah bola tendangan Sancho meluncur mulus ke dalam gawang timnya.
Proses gol kedua MU semakin membuktikan Liverpool tampil urakan. Jordan Henderson gagal bertanggung jawab terhadap kesalahan kontrol bola dan Virgil Van Dijk tidak cekatan dalam menjebak offside Marcus Rashford.
Gol tunggal Mohamed Salah di akhir babak kedua menjadi hadiah hiburan Liverpool dari Old Trafford. Namun mereka tetap harus menerima kenyataan pahit kembali gagal memperoleh kemenangan.
Dua hasil imbang dan satu kekalahan adalah awal paling buruk bagi Jurgen Klopp selama melatih Liverpool. Setidaknya pelatih asal Jerman itu membawa minimal satu kemenangan di tiga laga pembuka Liga Inggris pada musim-musim sebelumnya.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Tahun Ketujuh Klopp di Liverpool, Top atau Flop?
Liverpool takluk dari MU dalam laga pekan ketiga Liga Inggris. (AP/Dave Thompson)
Klopp harus membopong Liverpool dari bawah, tepatnya di peringkat ke-16. Tekanan terhadap Klopp semakin kencang karena baru bisa memetik dua poin.
Angka tujuh adalah keramat bagi Klopp. Sejarah mencatat, Klopp tidak punya rekam jejak yang baik di tahun ketujuh kepelatihannya. Semua berakhir dengan perpisahan.
Klopp menorehkan tinta emas bersama Mainz 05, klub pertama yang dilatihnya. Ia menjadi sosok yang membawa Mainz promosi ke Bundesliga untuk pertama kali pada 2004.
Namun Mainz kembali degradasi pada 2007, sikap Klopp saat itu kukuh ingin mengembalikan klubnya ke kasta tertinggi. Namun Mainz gagal promosi pada 2008.
Saat itu juga Klopp memutuskan mundur dari jabatannya. Ia kemudian merapat ke Borussia Dortmund usai melepas Thomas Doll. Era Klopp bersama Die Borussen dimulai.
Cerita indah kembali diwarnai Klopp bersama Dortmund. Tim yang bermarkas di Signal Iduna Park itu menyabet dua titel juara Bundesliga secara beruntun pada 2011 dan 2012. Satu gelar DFB Pokal juga melengkapi kawin trofi pada 2012 silam.
Liverpool gagal tampil meyakinkan pada awal musim ini. (REUTERS/PHIL NOBLE)
Klopp bahkan hampir mempersembahkan gelar Liga Champions 2012/2013. Sayangnya Dortmund kalah tipis 1-2 dari Bayern Munchen di partai final. Namun itu tidak mengusik posisi Klopp sebagai pelatih.
Klopp justru semakin dicintai dan dihormati. Perpanjangan kontrak hingga 2018 pun ia tandatangani bersama Dortmund. Bundesliga 2013/14 diawali dengan satu trofi DFL Supercup, kemudian Dortmund menembus final DFB Pokal dan finis runner-up di akhir musim Liga Jerman.
Dortmund juga mengawali musim 2014/15 dengan trofi DFL Supercup lalu runner-up DFB Pokal. Namun di Bundesliga mereka hanya berada di peringkat ketujuh klasemen akhir. Padahal di awal Bundesliga 2014/15 Dortmund mencatat dua kemenangan dari tiga laga awal.
Hasil itu membuat Klopp sadar diri bahwa eranya sudah habis. Ia memutuskan mundur sebagai pelatih Dortmund kemudian menyatakan bakal pindah ke Liverpool di musim 2015/16.
Tak bisa dipungkiri Klopp adalah salah satu pelatih Liverpool paling sukses. Ia adalah orang yang membawa Liverpool kembali juara Liga Champions setelah 14 tahun berselang.
Klopp juga merupakan pelatih pertama yang berhasil mempersembahkan trofi juara Liga Inggris di era Premier League untuk The Reds. Pelatih 55 tahun itu sudah menjuarai semua gelar yang bisa diraih Liverpool termasuk Carabao Cup dan Piala FA.
Community Shield menjadi awal trofi Liverpool musim ini. Namun dengan awal yang buruk pada tahun ketujuh di Anfield, Klopp harus membuktikan bahwa kutukan tahun ketujuh itu sudah lepas dari dirinya.