Pentolan Aremania dan Viking atau Bobotoh tampak guyub. (Arsip Arema FC)
Jakarta, CNN Indonesia --
Islah yang coba dirajut dua kelompok suporter besar, Aremania dan Bobotoh, jadi langkah positif yang bisa menginspirasi fan lainnya di Indonesia.
Hubungan Aremania (suporter Arema FC) dan Bobotoh (fan Persib Bandung) sudah cukup lama renggang. Namun, kedua suporter mencoba mengikis sejarah perseteruan masa lalu.
Satu upaya untuk mewujudkan islah adalah memberikan kuota suporter tim tamu kepada Bobotoh pada laga Arema vs Persib yang akan digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (11/9).
Keputusan manajemen Arema tentu sudah lebih dulu mendapat persetujuan dari suporter mereka, Aremania. Wacana islah pun disambut baik oleh sejumlah tokoh Bobotoh termasuk, Viking Persib Club, salah satu kelompok suporter Persib dengan masa terbesar.
Aremania secara terang-terangan menyambut perwakilan Viking dan Bobotoh di Kandang Singa, kantor Arema FC di kota Malang pada Rabu (7/9).
Rombongan fan Maung Bandung diwakili enam orang. Mereka adalah Tobias Ginanjar, Heru Joko, Cecep, Doni Hooligan, Jarwo, dan Keuyep. Mereka disambut hangat Aremania dengan suguhan nasi rawon, menu khas Jawa Timur.
Pertemuan itu juga diselipkan agenda rapat koordinasi pematangan kehadiran fan Persib di Stadion Kanjuruhan pada akhir pekan nanti.
Usai rapat koordinasi, Aremania membawa perwakilan Bobotoh menyambangi beberapa markas komunitas fan Arema untuk memantapkan sosialisasi.
Aremania-Bobotoh pernah berdampingan di final Piala Bhayangkara 2016. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
"Hari ini saya senang banget. Hari ini ada harapan yang besar. Ini berproses. Masih ada tahapan lain. Sambutan Aremania sangat hangat dan saya sangat terharu karena sejak dulu saya sering main ke sini," kata Heru Joko, salah satu pentolan Viking.
Awal perdamaian Aremania dan Bobotoh sebenarnya mulai terjalin pada 2016. Saat itu kedua suporter bisa berdampingan mendukung tim kesayangan mereka masing-masing pada final Piala Bhayangkara 2016 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.
Islah Aremania-Bobotoh kemudian coba dilanjutkan di Liga 1 2017. Saat itu Aremania mendampingi 10 perwakilan Bobotoh atau Viking untuk menyaksikan tim kesayangan mereka di Malang.
Sayang, proyek islah tersebut belum bisa berlanjut di musim-musim selanjutnya. Kedua kelompok suporter masih kerap mengalami insiden di luar lapangan meski tak sampai menelan korban jiwa.
Bobotoh menjalin islah dengan Aremania. (CNN Indonesia/Huyogo Simbolon)
Kali ini, panitia pelaksana pertandingan Arema memberikan kuota 500 tiket kepada pendukung Persib. Suporter tim tamu diizinkan menggunakan atribut klub kebanggaan mereka di Kanjuruhan.
Namun, suporter Persib diminta untuk fokus menggunakan atribut mereka sendiri. Maklum, Bobotoh dikenal punya hubungan baik dengan Bonek, pendukung Persebaya Surabaya.
Sementara Aremania punya sejarah rivalitas panjang dengan Bonek. Kedua suporter ini tak akur dan sering bentrok di luar lapangan.
Atribut Bonek sering kali muncul di tribun Bobotoh dan sebaliknya. Ini merupakan perwujudan persaudaraan yang dijalani Bonek-Bobotoh.
Hal yang senada juga dilakukan Aremania dan The Jakmania, suporter fanatik Persija Jakarta. Kedua suporter bak saudara dan sering kali diwujudkan dalam bentuk syal gabungan The Jak-Aremania.
Maka, Aremania meminta Bobotoh tak menggunakan atribut di luar Persib untuk menghindari provokasi.
Lanjut ke halaman berikutnya>>>
Proyek islah serupa sebenarnya sudah mulai dirintis The Jak-Bobotoh. Kedua pentolan suporter mereka kerap duduk bareang untuk membicarakan skenario islah.
Hanya saja, perseteruan panjang yang dialami kedua kelompok suporter membuat proses perdamaian masih menemui banyak kendala.
Tokoh The Jakmania, Ferry Indrasjarief, menjadi salah satu sosok yang getol menggaungkan perdamaian The Jak-Bobotoh atau Viking.
Dalam beberapa kesempatan, Ferry mengaku terbeban untuk menyudahi pertikaian yang bisa dibilang dimulai di era awal ia menjabat sebagai Ketua The Jakmania. Ia tak mau mewarisi kebencian tak berfaedah itu ke anak cucu.
Pasalnya, konflik The Jak-Viking kerap memakan korban jiwa. Kedua suporter bahkan sering bentrok di area perbatasan Jakarta dan Bandung, bahkan ketika klub kesayangan mereka tidak saling berhadapan.
Oleh sebab itu, kuota 500 tiket bagi Bobotoh di Malang jadi terobosan baru untuk mewujudkan perdamaian dengan Aremania. Jika skenario ini berjalan sukses, Aremania akan disambut serupa di Bandung di putaran kedua.
Jika berjalan lancar, islah Aremania dan Bobotoh bisa jadi inspirasi bagi suporter lainnya. Bahwasannya tak ada yang lebih berharga dari nyawa dan indahnya persaudaraan.
Perdamaian Aremania dan Bobotoh diharapkan bisa membuka jalan bagi komunitas suporter lainnya. The Jakmania bisa berada satu tribun lagi dengan Bobotoh, sementara Aremania juga bisa berdampingan dengan suporter rival mereka, Bonek.
Untuk mewujudkan mimpi tersebut, PT LIB dan klub harus menjalin sinergi yang serius dengan kepolisian. Sebab, pengamanan adalah kunci kesuksesan perdamaian suporter.
Polisi di Indonesia tak boleh memandang konflik suporter sebagai kasus sebelah mata. Mereka juga harus berkaca keseriusan penanganan suporter di luar negeri.
Skenario pengamanan laga River Plate vs Boca Juniors di Liga Argentina bisa dijadikan contoh. Rivalitas kedua suporter disebut-sebut sebagai yang terpanas di dunia.
Kedua suporter ini kerap terlibat bentrok parah namun tetap bisa berada di satu tribun berkat skenario apik dari pemerintah Argentina, operator liga, dan tentu saja kepolisian.
Polisi Anti Huru Hara dengan personel banyak selalu dilibatkan dalam skenario pengamanan kedua suporter. Ini menunjukkan keseriusan mereka dalam menjaga hak-hak suporter untuk menyaksikan tim kesayangan mereka masing-masing.
The Jakmania merupakan salah satu basis suporter terbesar di Indonesia. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Penggunaan personel polisi dengan jumlah banyak di stadion tentu akan memerlukan anggaran yang cukup besar. Namun, itu bisa sebanding untuk meminimalisir risiko korban jiwa.
Sanksi tegas dari operator liga juga sangat diperlukan. Bila perlu, klub disanksi degradasi jika suporter mereka masih melanggar aturan hingga merusak atau bahkan merenggut nyawa lagi.
Satu hal yang pasti, adem rasanya Sam lihat Aremania dan Bobotoh bisa benar-benar islah di Malang pada akhir pekan nanti.
Islah yang coba dirajut dua kelompok suporter besar, Aremania dan Bobotoh, jadi langkah positif yang bisa menginspirasi fan lainnya di Indonesia.
Hubungan Aremania (suporter Arema FC) dan Bobotoh (fan Persib Bandung) sudah cukup lama renggang. Namun, kedua suporter mencoba mengikis sejarah perseteruan masa lalu.
Satu upaya untuk mewujudkan islah adalah memberikan kuota suporter tim tamu kepada Bobotoh pada laga Arema vs Persib yang akan digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (11/9).
Keputusan manajemen Arema tentu sudah lebih dulu mendapat persetujuan dari suporter mereka, Aremania. Wacana islah pun disambut baik oleh sejumlah tokoh Bobotoh termasuk, Viking Persib Club, salah satu kelompok suporter Persib dengan masa terbesar.
Aremania secara terang-terangan menyambut perwakilan Viking dan Bobotoh di Kandang Singa, kantor Arema FC di kota Malang pada Rabu (7/9).
Rombongan fan Maung Bandung diwakili enam orang. Mereka adalah Tobias Ginanjar, Heru Joko, Cecep, Doni Hooligan, Jarwo, dan Keuyep. Mereka disambut hangat Aremania dengan suguhan nasi rawon, menu khas Jawa Timur.
Pertemuan itu juga diselipkan agenda rapat koordinasi pematangan kehadiran fan Persib di Stadion Kanjuruhan pada akhir pekan nanti.
Usai rapat koordinasi, Aremania membawa perwakilan Bobotoh menyambangi beberapa markas komunitas fan Arema untuk memantapkan sosialisasi.
Aremania-Bobotoh pernah berdampingan di final Piala Bhayangkara 2016. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
"Hari ini saya senang banget. Hari ini ada harapan yang besar. Ini berproses. Masih ada tahapan lain. Sambutan Aremania sangat hangat dan saya sangat terharu karena sejak dulu saya sering main ke sini," kata Heru Joko, salah satu pentolan Viking.
Awal perdamaian Aremania dan Bobotoh sebenarnya mulai terjalin pada 2016. Saat itu kedua suporter bisa berdampingan mendukung tim kesayangan mereka masing-masing pada final Piala Bhayangkara 2016 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.
Islah Aremania-Bobotoh kemudian coba dilanjutkan di Liga 1 2017. Saat itu Aremania mendampingi 10 perwakilan Bobotoh atau Viking untuk menyaksikan tim kesayangan mereka di Malang.
Sayang, proyek islah tersebut belum bisa berlanjut di musim-musim selanjutnya. Kedua kelompok suporter masih kerap mengalami insiden di luar lapangan meski tak sampai menelan korban jiwa.
Bobotoh menjalin islah dengan Aremania. (CNN Indonesia/Huyogo Simbolon)
Kali ini, panitia pelaksana pertandingan Arema memberikan kuota 500 tiket kepada pendukung Persib. Suporter tim tamu diizinkan menggunakan atribut klub kebanggaan mereka di Kanjuruhan.
Namun, suporter Persib diminta untuk fokus menggunakan atribut mereka sendiri. Maklum, Bobotoh dikenal punya hubungan baik dengan Bonek, pendukung Persebaya Surabaya.
Sementara Aremania punya sejarah rivalitas panjang dengan Bonek. Kedua suporter ini tak akur dan sering bentrok di luar lapangan.
Atribut Bonek sering kali muncul di tribun Bobotoh dan sebaliknya. Ini merupakan perwujudan persaudaraan yang dijalani Bonek-Bobotoh.
Hal yang senada juga dilakukan Aremania dan The Jakmania, suporter fanatik Persija Jakarta. Kedua suporter bak saudara dan sering kali diwujudkan dalam bentuk syal gabungan The Jak-Aremania.
Maka, Aremania meminta Bobotoh tak menggunakan atribut di luar Persib untuk menghindari provokasi.
Lanjut ke halaman berikutnya>>>
Bonek dan The Jakmania Menyusul?
The Jakmania juga sudah merintis perdamaian dengan Bonek dan Bobotoh. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)
Proyek islah serupa sebenarnya sudah mulai dirintis The Jak-Bobotoh. Kedua pentolan suporter mereka kerap duduk bareang untuk membicarakan skenario islah.
Hanya saja, perseteruan panjang yang dialami kedua kelompok suporter membuat proses perdamaian masih menemui banyak kendala.
Tokoh The Jakmania, Ferry Indrasjarief, menjadi salah satu sosok yang getol menggaungkan perdamaian The Jak-Bobotoh atau Viking.
Dalam beberapa kesempatan, Ferry mengaku terbeban untuk menyudahi pertikaian yang bisa dibilang dimulai di era awal ia menjabat sebagai Ketua The Jakmania. Ia tak mau mewarisi kebencian tak berfaedah itu ke anak cucu.
Pasalnya, konflik The Jak-Viking kerap memakan korban jiwa. Kedua suporter bahkan sering bentrok di area perbatasan Jakarta dan Bandung, bahkan ketika klub kesayangan mereka tidak saling berhadapan.
Oleh sebab itu, kuota 500 tiket bagi Bobotoh di Malang jadi terobosan baru untuk mewujudkan perdamaian dengan Aremania. Jika skenario ini berjalan sukses, Aremania akan disambut serupa di Bandung di putaran kedua.
Jika berjalan lancar, islah Aremania dan Bobotoh bisa jadi inspirasi bagi suporter lainnya. Bahwasannya tak ada yang lebih berharga dari nyawa dan indahnya persaudaraan.
Perdamaian Aremania dan Bobotoh diharapkan bisa membuka jalan bagi komunitas suporter lainnya. The Jakmania bisa berada satu tribun lagi dengan Bobotoh, sementara Aremania juga bisa berdampingan dengan suporter rival mereka, Bonek.
Untuk mewujudkan mimpi tersebut, PT LIB dan klub harus menjalin sinergi yang serius dengan kepolisian. Sebab, pengamanan adalah kunci kesuksesan perdamaian suporter.
Polisi di Indonesia tak boleh memandang konflik suporter sebagai kasus sebelah mata. Mereka juga harus berkaca keseriusan penanganan suporter di luar negeri.
Skenario pengamanan laga River Plate vs Boca Juniors di Liga Argentina bisa dijadikan contoh. Rivalitas kedua suporter disebut-sebut sebagai yang terpanas di dunia.
Kedua suporter ini kerap terlibat bentrok parah namun tetap bisa berada di satu tribun berkat skenario apik dari pemerintah Argentina, operator liga, dan tentu saja kepolisian.
Polisi Anti Huru Hara dengan personel banyak selalu dilibatkan dalam skenario pengamanan kedua suporter. Ini menunjukkan keseriusan mereka dalam menjaga hak-hak suporter untuk menyaksikan tim kesayangan mereka masing-masing.
The Jakmania merupakan salah satu basis suporter terbesar di Indonesia. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Penggunaan personel polisi dengan jumlah banyak di stadion tentu akan memerlukan anggaran yang cukup besar. Namun, itu bisa sebanding untuk meminimalisir risiko korban jiwa.
Sanksi tegas dari operator liga juga sangat diperlukan. Bila perlu, klub disanksi degradasi jika suporter mereka masih melanggar aturan hingga merusak atau bahkan merenggut nyawa lagi.
Satu hal yang pasti, adem rasanya Sam lihat Aremania dan Bobotoh bisa benar-benar islah di Malang pada akhir pekan nanti.