Walaupun harus puas jadi runner up, Kevin/Marcus bisa kembali ke level permainan terbaik di Denmark Open.(CLAUS FISKER/Ritzau Scanpix/AFP via Getty Images)
Kevin/Marcus tumbang dengan skor 19-21, 26-28 di hadapan Fajar/Rian. Dari jalannya laga, Kevin/Marcus sejatinya lebih dominan dalam perolehan poin hingga pengujung pertandingan pada dua gim yang berjalan.
Namun ketidaktenangan ketika menghadapi poin-poin akhir membuat Fajar/Rian bisa mengintip celah peluang dan mengubahnya jadi kemenangan.
Terlepas dari kekalahan di final Denmark Open dan fakta bahwa Kevin/Marcus masih harus melanjutkan puasa gelar, ada hal-hal positif yang bisa dipetik oleh Minions sepanjang gelaran Denmark Open.
Pada Denmark Open kali ini, Kevin/Marcus sejatinya punya jalur yang terbilang berat. Mereka menghadapi Akira Koga/Taichi Saito, Alexander Dunn/Adam Hall, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, dan juara dunia 2022 Aaron Chia/Soh Wooi Yik untuk bisa lolos ke babak final.
Dalam rentetan penampilan menuju final tersebut, Kevin/Marcus berhasil lolos dari situasi kritis, terutama ketika berduel lawan Leo/Daniel dan Aaron/Soh.
Kevin/Marcus harus puas jadi runner up Denmark Open 2022.(Arsip PBSI)
Melihat penampilan Kevin/Marcus hingga akhirnya berdiri di podium kedua, bisa ditarik kesimpulan bahwa Minions mulai bisa menyentuh level terbaik dari kemampuan mereka di lapangan.
Kevin terlihat bergerak cepat di depan net dan tidak membiarkan lawan leluasa mengatur permainan. Dengan Kevin tampil beringas di depan net, Minions bisa lebih banyak mendominasi alur serangan di hadapan lawan.
Sementara itu Marcus juga punya daya covering yang jauh lebih baik dibandingkan penampilannya di beberapa turnamen terakhir. Dampak fase pemulihan dari operasi kaki sepertinya sudah tidak lagi dirasakan.
Dari bobot tubuh, Marcus juga terlihat lebih ringan. Hal itu tentu dipengaruhi pola latihan yang sudah bisa kembali dijalankan secara maksimal, setelah sebelumnya ia tidak bisa terlalu memforsir porsi latihan karena masih dalam masa pemulihan.
Kalah dari Fajar/Rian di final tentu masih akan memunculkan sejumlah koreksi dari segi permainan. Namun secara keseluruhan, alur permainan yang mereka tampilkan sudah berada di jalur yang tepat sesuai yang mereka inginkan.
Kevin/Marcus tampil impresif sepanjang berlaga di Denmark Open. ( Arsip PBSI)
Kevin/Marcus bisa bergerak cepat dan dinamis di lapangan. Rotasi yang dijalankan Kevin dan Marcus juga sudah terbilang memuaskan dan nyaman dipandang.
Setelah menjalani sembilan bulan awal dengan hasil yang kurang menggembirakan, Minions didesak oleh situasi untuk bisa bangkit dalam waktu yang tersisa di 2022.
Cedera dan operasi kaki yang dijalani oleh Marcus membuat penampilan Minions terbilang minim di 2022. Tercatat, Denmark Open 2022 adalah turnamen keenam yang mereka jalani di tahun ini.
Walaupun saat ini masih ada di posisi ketiga dunia, hal yang perlu dijadikan fokus Minions adalah daftar pengumuman peringkat pada 3 Januari mendatang ketika poin pemain sudah benar-benar murni berasal dari hasil turnamen dalam satu tahun ke belakang.
Bila mencatat hasil tahun ini saja, Kevin/Marcus baru mengumpulkan 38.490 poin hingga Denmark Open berakhir. Dengan pembatalan Hong Kong Open dan China Open, hal itu juga jadi kerugian bagi Minions karena mereka kehilangan tempat untuk mendapat tambahan angka di akhir musim 2022.
Karena itu Kevin/Marcus harus bisa melanjutkan tren apik di turnamen berikutnya di French Open pekan depan. Dengan tambahan poin maksimal, Kevin/Marcus bisa berharap tidak melorot terlalu jauh dalam pengumuman peringkat di awal tahun depan.
Walaupun perbaikan permainan adalah fokus utama yang patut dikejar Minions, peringkat BWF tetap tidak boleh dikesampingkan.Kevin/Marcus tidak boleh terlempar terlalu jauh dari peringkat BWF, terlebih dari posisi 32 besar, agar mereka bisa aktif mengikuti turnamen papan atas di awal tahun depan untuk mulai mengejar ketinggalan.
Dengan race to Olympics makin dekat di tahun depan, tiap ganda di dunia dipastikan akan makin aktif mengikuti berbagai turnamen yang digelar. Kevin/Marcus harus bisa berada di posisi yang ideal sebelum race to Olympics dimulai bila mereka ingin jadi wakil Indonesia di Paris 2024 mendatang.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Di sisi lapangan yang berbeda di Jyske Bank Arena, Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto bersorak penuh kegembiraan. Mereka lalu melakukan sujud syukur pertanda sebuah kelegaan.
Bagi Fajar/Rian, gelar Denmark Open ini adalah gelar perdana mereka di turnamen level Super 750. Dengan kualitas yang dimiliki oleh Fajar/Rian, agak terasa janggal mereka belum memenangkan turnamen level Super 750 sebelumnya.
Padahal bila ditilik dari peserta yang bermain, turnamen Super 500 yang mereka menangkan sebelumnya juga diikuti oleh pemain-pemain yang juga rutin turun di turnamen level Super 750 dan Super 1000.
Karena itu kemenangan di Denmark Open bakal jadi suntikan motivasi kuat bagi Fajar/Rian. Trofi di Denmark Open menghilangkan keraguan-keraguan yang sebelumnya mungkin bersemayam di benak mereka ketika bertarung di turnamen level Super 750 ke atas.
Dari segi penampilan, Fajar/Rian benar-benar tak tertahankan di Denmark Open. Mereka bisa mengatasi Choi Sol Gyu/Kim Won Ho, Lu Ching Yao/Yang Po Han, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi, dan Kevin/Marcus semuanya dengan kemenangan dua gim langsung. Fajar/Rian hanya kehilangan satu gim di Denmark Open ketika mereka dipaksa menang rubber game saat menghadapi Ruben Jille/Ties van der Lecq di babak pertama.
Fajar/Rian selalu punya cara untuk menemukan kemenangan ketika mereka terdesak oleh keadaan. Hal itu yang jelas terlihat ketika mereka berhadapan dengan Ong/Teo dan Kevin/Marcus di dua babak akhir menuju podium juara.
Fajar/Rian tampil impresif sepanjang gelaran Denmark Open. (Arsip PBSI)
Dalam duel lawan Kevin/Marcus, Fajar/Rian berhasil mengulang ritme yang sama di dua gim yang dijalankan, lebih sering tertinggal dalam perjalanan untuk kemudian unggul di akhir pertarungan.
Kemenangan Fajar/Rian di Denmark Open juga makin menegaskan bahwa mereka adalah ganda putra terbaik di seri BWF Tour 2022. Fajar/Rian bisa masuk final dalam delapan turnamen dengan hasil empat kali juara yaitu di Swiss Open, Indonesia Masters, Malaysia Masters, dan Denmark Open.
Dalam race to Guangzhou alias pengumpulan poin menuju BWF World Tour Finals,Fajar/Rian berada di posisi teratas tanpa bisa diganggu ganda putra lainnya. Fajar/Rian pun bisa berlaga di BWF World Tour Finals sekaligus membuka peluang untuk merebut gelar juara plus meraup banyak poin dalam genggaman mereka.
Hal ini membuat Fajar/Rian punya peluang untuk duduk di posisi nomor satu dunia pada awal tahun depan. Bila itu terwujud, Fajar/Rian berarti melampaui target yang sebelumnya pernah mereka canangkan yaitu berdiri di posisi tiga dunia.
Fajar/Rian jadi ganda putra dengan penampilan terbaik dalam rangkaian BWF Tour 2022.(Arsip PBSI)
Performa apik Fajar/Rian jelas merupakan respons bagus atas penampilan tak maksimal yang mereka tunjukkan di awal 2022. Keterpurukan yang mereka dapatkan, bisa diubah jadi energi untuk bangkit dan kembali berdiri memberikan jawaban.
Dengan Fajar/Rian bisa punya peringkat BWF lebih baik dibandingkan ganda putra Indonesia lainnya di awal tahun depan, itu berarti Fajar/Rian bakal punya keunggulan awal ketika Race to Olympics siap digelar.
Kevin/Marcus tumbang dengan skor 19-21, 26-28 di hadapan Fajar/Rian. Dari jalannya laga, Kevin/Marcus sejatinya lebih dominan dalam perolehan poin hingga pengujung pertandingan pada dua gim yang berjalan.
Namun ketidaktenangan ketika menghadapi poin-poin akhir membuat Fajar/Rian bisa mengintip celah peluang dan mengubahnya jadi kemenangan.
Terlepas dari kekalahan di final Denmark Open dan fakta bahwa Kevin/Marcus masih harus melanjutkan puasa gelar, ada hal-hal positif yang bisa dipetik oleh Minions sepanjang gelaran Denmark Open.
Pada Denmark Open kali ini, Kevin/Marcus sejatinya punya jalur yang terbilang berat. Mereka menghadapi Akira Koga/Taichi Saito, Alexander Dunn/Adam Hall, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, dan juara dunia 2022 Aaron Chia/Soh Wooi Yik untuk bisa lolos ke babak final.
Dalam rentetan penampilan menuju final tersebut, Kevin/Marcus berhasil lolos dari situasi kritis, terutama ketika berduel lawan Leo/Daniel dan Aaron/Soh.
Kevin/Marcus harus puas jadi runner up Denmark Open 2022.(Arsip PBSI)
Melihat penampilan Kevin/Marcus hingga akhirnya berdiri di podium kedua, bisa ditarik kesimpulan bahwa Minions mulai bisa menyentuh level terbaik dari kemampuan mereka di lapangan.
Kevin terlihat bergerak cepat di depan net dan tidak membiarkan lawan leluasa mengatur permainan. Dengan Kevin tampil beringas di depan net, Minions bisa lebih banyak mendominasi alur serangan di hadapan lawan.
Sementara itu Marcus juga punya daya covering yang jauh lebih baik dibandingkan penampilannya di beberapa turnamen terakhir. Dampak fase pemulihan dari operasi kaki sepertinya sudah tidak lagi dirasakan.
Dari bobot tubuh, Marcus juga terlihat lebih ringan. Hal itu tentu dipengaruhi pola latihan yang sudah bisa kembali dijalankan secara maksimal, setelah sebelumnya ia tidak bisa terlalu memforsir porsi latihan karena masih dalam masa pemulihan.
Kalah dari Fajar/Rian di final tentu masih akan memunculkan sejumlah koreksi dari segi permainan. Namun secara keseluruhan, alur permainan yang mereka tampilkan sudah berada di jalur yang tepat sesuai yang mereka inginkan.
Kevin/Marcus tampil impresif sepanjang berlaga di Denmark Open. ( Arsip PBSI)
Kevin/Marcus bisa bergerak cepat dan dinamis di lapangan. Rotasi yang dijalankan Kevin dan Marcus juga sudah terbilang memuaskan dan nyaman dipandang.
Setelah menjalani sembilan bulan awal dengan hasil yang kurang menggembirakan, Minions didesak oleh situasi untuk bisa bangkit dalam waktu yang tersisa di 2022.
Cedera dan operasi kaki yang dijalani oleh Marcus membuat penampilan Minions terbilang minim di 2022. Tercatat, Denmark Open 2022 adalah turnamen keenam yang mereka jalani di tahun ini.
Walaupun saat ini masih ada di posisi ketiga dunia, hal yang perlu dijadikan fokus Minions adalah daftar pengumuman peringkat pada 3 Januari mendatang ketika poin pemain sudah benar-benar murni berasal dari hasil turnamen dalam satu tahun ke belakang.
Bila mencatat hasil tahun ini saja, Kevin/Marcus baru mengumpulkan 38.490 poin hingga Denmark Open berakhir. Dengan pembatalan Hong Kong Open dan China Open, hal itu juga jadi kerugian bagi Minions karena mereka kehilangan tempat untuk mendapat tambahan angka di akhir musim 2022.
Karena itu Kevin/Marcus harus bisa melanjutkan tren apik di turnamen berikutnya di French Open pekan depan. Dengan tambahan poin maksimal, Kevin/Marcus bisa berharap tidak melorot terlalu jauh dalam pengumuman peringkat di awal tahun depan.
Walaupun perbaikan permainan adalah fokus utama yang patut dikejar Minions, peringkat BWF tetap tidak boleh dikesampingkan.Kevin/Marcus tidak boleh terlempar terlalu jauh dari peringkat BWF, terlebih dari posisi 32 besar, agar mereka bisa aktif mengikuti turnamen papan atas di awal tahun depan untuk mulai mengejar ketinggalan.
Dengan race to Olympics makin dekat di tahun depan, tiap ganda di dunia dipastikan akan makin aktif mengikuti berbagai turnamen yang digelar. Kevin/Marcus harus bisa berada di posisi yang ideal sebelum race to Olympics dimulai bila mereka ingin jadi wakil Indonesia di Paris 2024 mendatang.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Fajar/Rian, Menang dan Hilangnya Bayang Keraguan
Fajar/Rian akhirnya meraih gelar perdana mereka di turnamen level BWF Tour Super 750. (Arsip PBSI)
Di sisi lapangan yang berbeda di Jyske Bank Arena, Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto bersorak penuh kegembiraan. Mereka lalu melakukan sujud syukur pertanda sebuah kelegaan.
Bagi Fajar/Rian, gelar Denmark Open ini adalah gelar perdana mereka di turnamen level Super 750. Dengan kualitas yang dimiliki oleh Fajar/Rian, agak terasa janggal mereka belum memenangkan turnamen level Super 750 sebelumnya.
Padahal bila ditilik dari peserta yang bermain, turnamen Super 500 yang mereka menangkan sebelumnya juga diikuti oleh pemain-pemain yang juga rutin turun di turnamen level Super 750 dan Super 1000.
Karena itu kemenangan di Denmark Open bakal jadi suntikan motivasi kuat bagi Fajar/Rian. Trofi di Denmark Open menghilangkan keraguan-keraguan yang sebelumnya mungkin bersemayam di benak mereka ketika bertarung di turnamen level Super 750 ke atas.
Dari segi penampilan, Fajar/Rian benar-benar tak tertahankan di Denmark Open. Mereka bisa mengatasi Choi Sol Gyu/Kim Won Ho, Lu Ching Yao/Yang Po Han, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi, dan Kevin/Marcus semuanya dengan kemenangan dua gim langsung. Fajar/Rian hanya kehilangan satu gim di Denmark Open ketika mereka dipaksa menang rubber game saat menghadapi Ruben Jille/Ties van der Lecq di babak pertama.
Fajar/Rian selalu punya cara untuk menemukan kemenangan ketika mereka terdesak oleh keadaan. Hal itu yang jelas terlihat ketika mereka berhadapan dengan Ong/Teo dan Kevin/Marcus di dua babak akhir menuju podium juara.
Fajar/Rian tampil impresif sepanjang gelaran Denmark Open. (Arsip PBSI)
Dalam duel lawan Kevin/Marcus, Fajar/Rian berhasil mengulang ritme yang sama di dua gim yang dijalankan, lebih sering tertinggal dalam perjalanan untuk kemudian unggul di akhir pertarungan.
Kemenangan Fajar/Rian di Denmark Open juga makin menegaskan bahwa mereka adalah ganda putra terbaik di seri BWF Tour 2022. Fajar/Rian bisa masuk final dalam delapan turnamen dengan hasil empat kali juara yaitu di Swiss Open, Indonesia Masters, Malaysia Masters, dan Denmark Open.
Dalam race to Guangzhou alias pengumpulan poin menuju BWF World Tour Finals,Fajar/Rian berada di posisi teratas tanpa bisa diganggu ganda putra lainnya. Fajar/Rian pun bisa berlaga di BWF World Tour Finals sekaligus membuka peluang untuk merebut gelar juara plus meraup banyak poin dalam genggaman mereka.
Hal ini membuat Fajar/Rian punya peluang untuk duduk di posisi nomor satu dunia pada awal tahun depan. Bila itu terwujud, Fajar/Rian berarti melampaui target yang sebelumnya pernah mereka canangkan yaitu berdiri di posisi tiga dunia.
Fajar/Rian jadi ganda putra dengan penampilan terbaik dalam rangkaian BWF Tour 2022.(Arsip PBSI)
Performa apik Fajar/Rian jelas merupakan respons bagus atas penampilan tak maksimal yang mereka tunjukkan di awal 2022. Keterpurukan yang mereka dapatkan, bisa diubah jadi energi untuk bangkit dan kembali berdiri memberikan jawaban.
Dengan Fajar/Rian bisa punya peringkat BWF lebih baik dibandingkan ganda putra Indonesia lainnya di awal tahun depan, itu berarti Fajar/Rian bakal punya keunggulan awal ketika Race to Olympics siap digelar.