Jakarta, CNN Indonesia -- Jeka Saragih mencatatkan torehan fenomenal dengan menembus final Road to Final UFC yang kemungkinan akan berlangsung pada Februari 2023.
Kendati baru menjalani karier sebagai petarung MMA sejak 2016, petarung 27 tahun itu membuktikan kualitas sebagai atlet Mixed Martial Arts (MMA) pilih tanding asal Indonesia.
Jeka merupakan mantan atlet wushu yang namanya mulai tenar setelah menjadi juara ajang MMA dalam negeri One Pride pada 2017.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantaran kesuksesan tersebut, pria kelahiran Dusun Bah Pasusang itu mendapat kehormatan membawa api obor Asian Games di provinsi Sumatera Utara.
Berikut lima fakta unik Jeka Saragih yang tembus final Road to UFC:
1. Kalah di Laga Debut
Kendati sudah lama mengenal bela diri, Jeka baru masuk ke arena profesional MMA pada 2016 ketika berhadapan dengan Kevin Sulistio di One Pride.
Dalam pertarungan tersebut Jeka menyerah pada ronde pertama. Kuncian kimura Kevin membuat Jeka tak berdaya. Setelah itu Jeka bangkit dan bahkan meraih gelar juara kelas ringan One Pride.
Jeka pun sempat membalaskan kekalahan dari Kevin dalam pertemuan kedua yang berlangsung pada 2017.
Selain itu Jeka juga menyandang status juara interim kelas ringan One Pride pada 2022.
2. Satu-satunya Kolektor KO di Road to UFC
Jeka merupaan satu-satunya petarung yang bisa menorehkan kemenangan KO secara beruntun dari babak perempat final dan semifinal Road to UFC.
Pada babak perempat final, Jeka membuat Pawan Maan Singh dari India 'tertidur' dengan sebuah pukulan memutar pada ronde ketiga.
Sementara pada semifinal Road to UFC, sebuah tinju telak Jeka membuat Ki Won Bin dari Korea terjatuh dan wasit kemudian memisahkannya dari sang lawan ketika ronde pertama tersisa 2 menit 19 detik.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Tendangan Maut dan Kekalahan dari Teman
Jeka Saragih (kiri) pernah berhadapan dengan rekannya Angga Han (kanan) di ajang One Pride. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
3. Julukan Si Tendangan Maut
Di kancah MMA lokal, Jeka memiliki julukan 'Si Tendangan Maut' lantaran memiliki tendangan keras yang kerap menghukum lawan.
Tak jarang lawan tersungkur lantaran menerima sepakan dari Jeka. Namun Jeka belum menggunakan tendangan mautnya di Road to UFC dan tercatat dua kemenangan KO berasal dari pukulan.
4. Merasakan Kalah dari Teman
Jeka sudah melakoni 15 pertarungan MMA dan menelan dua kekalahan. Selain kalah di laga debut, Jeka juga sempat merasakan kekalahan ketika bertemu Angga Han. Duel pada awal 2020 itu membuatnya kehilangan sabuk kelas ringan One Pride.
Kendati berduel di dalam octagon, Jeka dan Angga memiliki hubungan baik. Keduanya tampak saling becanda di luar octagon. Angga sebenarnya juga tampil di Road to UFC, namun kalah di babak perempat final.
Sebelum laga semifinal Road to UFC, Angga pun berharap dan mendoakan Jeka bisa meraih kemenangan atas Ki Won Bin.
5. Ditangani Pelatih Peraih Gelar Juara UFC
Dalam masa persiapan Road to UFC, Jeka ditangani Marc Fiore yang merupakan sosok dibalik kesuksesan beberapa atlet MMA seperti Matt Hughes dan Robbie Lawler.
Hughes adalah salah satu legenda UFC yang pernah akrab dengan sabuk juara kelas welter, sementara Lawler juga merupakan mantan juara kelas welter di UFC dan beberapa ajang pertarungan MMA lain.
Sebelumnya Jeka berlatih MMA di Batam Fighter Club dan kemudian menimba ilmu di Satria Negara Fighting Camp.
[Gambas:Video CNN]