Iwan Bule: Yang Mau Maju Jadi Ketua PSSI Sabar, Saya Belum Selesai
CNN Indonesia
Rabu, 02 Nov 2022 19:29 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ketua PSSI Mochamad Iriawan mundur lewat KLB PSSI. (CNN Indonesia/ Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --
Setelah menghindar dari media seusai Tragedi Kanjuruhan, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan atau Iwan Bule akhirnya kembali berani bersuara.
Pada Selasa (1/11) malam Iriawan menyambangi kantor Transmedia. Kali ini Iriawan tak didampingi orang-orang PSSI, seperti Sekjen atau anggota Komite Eksekutif (Exco).
Tetap mengenakan kemeja PSSI, Iriawan tampak lebih segar. Wajah tegang, seperti saat mengumumkan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI, tidak lagi menghiasi air muka pria 60 tahun itu.
"Sekarang sudah lega," kata Iriawan. Ini pula yang membuat Iriawan mulai bersedia diwawancara media. Ini hal langka. Pasalnya Iriawan sempat menghindar dari sodoran pertanyaan jurnalis.
Selama setengah jam lebih Iriawan menyampaikan isi hatinya. Keluh, kesah, keresahan, kegundahan, dan juga harapan-harapannya diungkapkan. Semua dijelaskan tanpa ada sesi 'off the record'.
Berikut ini adalah tanya jawab Iriawan dengan sejumlah jurnalis Transmedia, termasuk CNNIndonesia.com dan CNNIndonesia TV dalam dua sesi yang berbeda dan digabungkan.
KLB PSSI akhirnya digelar?
Saya lebih mengedepankan kepentingan sepak bola. Kita kemarin rapat emergency meeting dan kami sepakat semua, meski baru dua klub yang mengajukan, surabaya dan solo, tapi yang kita bahas kepentingan sepak bola.
Ekosistem kita harus jalan. Banyak orang menggantungkan hidupnya dari sepak bola. Marwah sepak bola adalah kompetisi. Di situlah ekosistem berputar.
Apalah artinya saya, seorang ketua umum PSSI mengobarkan sepak bola yang tidak jalan.
Rekomendasi TGIPF kan mengatakan, pemerintah tidak akan mengizinkan kompetisi sepak bola sebelum KLB. Saya penuhi. Yang terpenting saya tidak ingin ada banyak korban dari sepak bola terhenti.
Itu salah satu pertimbangan kami semua melakukan itu. Sebanyak 120.000 orang menggantungkan hidupnya di sepak bola, pemain, pelatih, ofisial, UMKM, itu sekarang berhenti.
Kami berharap dengan adanya ini [KLB] kompetisi akan kembali bergulir. Kami berharap itu. Ini kan semua keinginan klub. Sekarang semua mati hidup. Ini berkaitan dengan kehidupan di sepak bola.
Kedua, syarat KLB itu 2/3 dari voters mengajukan KLB kepada PSSI. Ini kan belum terpenuhi. Ini baru dua voters, tapi kami melihat nanti eskalasi makin tidak bagus di bawah.
Nanti ada yang mendukung, ada yang menolak, nanti ada yang berhadapan. Saya khawatir terjadi gesekan. Saya secara psikologis pun saya tidak mau [ada gesekan di internal PSSI].
Berat pertimbangannya?
Ya, harus dilakukan. Berat ga berat tergantung beratnya, tergantung melihatnya. Sekali lagi, saya mengedepankan kepentingan lebih besar.
Kalau buat saya, apa artinya seorang ketua PSSI? Ya harus mementingkan yang lebih besar. Saya kan hanya menjalankan amanah.
Bagaimana respons FIFA soal KLB PSSI?
Saya belum tahu. Yang jelas saya sudah mengirim surat ke FIFA. Responnya belum. Kami menunggu. Jadi di surat itu kami mengajukan KLB. Mudah-mudahan akan lebih baik lagi.
Saya doakan ketua umum yang baru nanti bisa lebih baik lagi.
Sekarang kita juga sedang melakukan transformasi sepak bola dengan FIFA. Semua sektor di sepak bola, tata kelola, kompetisi, stadion, dan suporter, semua dibahas. Itu FIFA mendampingi saya, PSSI. Sudah ada namanya tim task force.
Banyak isu sejatinya KLB hanya taktik pengalihan?
Oh, enggaklah. Itu sudah aturan. Saya tidak berpikir akan kepilih atau tidak. Saya belum tentu mau maju kan.
Kita tidak bicara itu. Kita selesaikan yang menjadi kewajiban untuk perbaikan sepak bola. Ada transformasi sepak bola yang sudah diberikan konsultasi atau pendampingan oleh FIFA.
Kalau saya dan Exco tidak ada, siapa yang mau memimpin dan menjalankan ini? Meskipun ada Kesekjenan, tapi harus ada leader-nya. Itu salah satu bentuk kita dengan Exco itu.
Kalau voters mengajukan Anda lagi bagaimana?
Saya tidak berandai-andai ke sana. Saya selesaikan dulu saja yang sekarang. Kami selesaikan transformasi. Saya kan, KLB masih Maret, saya akan selesaikan sisa pekerjaan saya sampai Maret ini.
Ada Piala AFF nanti [Desember 2022-Januari 2023]. Saya harus kawal anak-anak. Faktanya sekarang saya masih ketua umum.
Itu kan sama dengan, maaf, gubernur kan habis jabatannya 16 Oktober, dia kan bekerja sampai akhir. Nah, saya akan kerjakan itu. Itu bentuk tanggung jawab saya secara moral.
Secara pribadi akan mengajukan diri lagi?
Ga bisa saya bicara seperti itu. Jadi biarkan saya bekerja dulu. Saya akan selesaikan sisa masa jabatan saya dengan maksimal untuk sepak bola. Itu bentuk tanggung jawab saya.
Transformasi juga harus selesai dan harus bisa ditindaklanjuti oleh pihak terkait, seperti Polri. Harus ditindaklanjuti apa peraturan kepolisian. Itu namanya Perpol. Itu sudah dibuat. Kemarin sudah ada drafnya. PUPR akan memperbaiki beberapa stadion sepak bola yang akan dipakai liga.
Presiden kita luar biasa. Ini saatnya sepak bola kita maju dengan dukungan presiden yang amat sangat luar biasa untuk sepak bola. Ada Inpres Percepatan Sepak Bola Nasional. Beliau perhatian sekali. Kita melakukan TC dikasih terus. Sejuk iklim sepak bola kita. Sepak bola usia muda didorong terus.
Ya, saya berharap untuk teman-teman yang ingin mencalonkan diri, sabar ya. Ada waktunya nanti. Jangan mendorong, memframing terus sepak bola kita. Ada waktunya.
Sayang kan uangnya didorong untuk semacam framing yang dilakukan. Lebih baik berikan kepada yatim piatu. Lebih bermanfaat. Saya sedih juga. Sepak bola kita tidak akan maju kalau begini terus.
Sekarang saya dengan pemerintah sudah bergandengan tangan. Suka tidak suka, Timnas, bukan karena saya, sudah berbunyi sekarang. Sekali lagi bukan karena saya.
Saya bagian terkecil yang mendukung timnas bisa seperti kecil.
Saya hanya menyemangati, mempersiapkan, menjadi pelayan kepada pelatih dan pemain. Saya persiapkan hotelnya, saya bikin iklim kondusif dengan pemain dan pelatih.
Saya anggap seperti adik sendiri Shin Tae Yong. Seperti anak sendiri ke pemain. Itu bagian kecil saya, tapi mereka semua yang bekerja.
Bisa kita lihat, senior sudah lolos Piala Asia. Teman-teman bisa lihat berapa tahun kita tidak lolos. Ini bukan saya, semua pemain yang bekerja. Ranking kita dari 179 sekarang 152.
Kemudian satu lagi yang U-20 lolos ke Piala Asia meskipun kita pasti main di Piala Dunia U-20. Kemudian kemarin AFF U-16 juara. Iqbal cees itu calon-calon kita.
Saya bilang ke Shin Tae Yong anggap pemain itu keponakan kamu. Jadi iklim itu saya bangun dalam timnas.
Dalam visi misi saya dulu, pertama Timnas kita harus berbunyi. Ini pemersatu bangsa. Kalau Timnas sudah bisa melakukan yang terbaik untuk rakyat Indonesia, itu bangga dan gembira masyarakat Indonesia. Tidak ada ras, suku, golongan kalau sudah timnas. Semua bersatu.
Kompetisi juga harus baik, bagus, dan enak ditonton. Kompetisi kita masih belum baik, tapi kita mencoba memperbaiki untuk lebih profesional.
Mungkin bisa dilihat valuasi sekarang Liga 1 sudah cukup mahal. Liga 2 dulu cuma Rp2 miliar, sekarang Rp12 miliar sampai Rp24 miliar. Artinya ada kenaikan industri yang luar biasa.
Tentu itu kami jaga. Jaganya bagaimana? Ya, profesional. Semua yang punya klub, yang jadi Exco, saya perlakukan sama.
Saya masuk waktu itu, saya bilang, ini kertas putih mari kita isi dengan tinta emas, karena saya ingin memberikan legacy dalam sisa hidup saya untuk berbakti pada sepak bola menjadi lebih baik.
Saya sampaikan, sebenarnya sudah cukuplah hidup saya. Saya ini ingin berikan sisa hidup saya untuk negara. Terlalu banyak Yang Kuasa memberikan kemudahan dalam hidup saya.
Saya diberikan Kapolda tiga kali. Itu luar biasa. Saya berterima kasih kepada negara. Saya jadi pejabat gubernur juga sekali. Itu kepercayaan.
Waktu saya maju dulu, dilarang oleh ibu saya, "Ga usahlah." Katanya, "Kamu kan pensiun tinggal empat lima bulan lagi, sudah istirahat saja."
Kemudian istri saya bilang, "Jalan-jalan saja pa, ke luar negeri seperti teman-teman." Saya bilang, "Ma, biarkan papa mengabdikan sisa hidup papa untuk negara, untuk sepak bola, karena papa masih ingin bekerja, untuk memperbaiki sepak bola."
Sepak bola memang harus diperbaiki meskipun tidak jelek. Harus diperbaiki terus. Maka dari itu saya maju.
Saya sampaikan ke anak-anak, "Biarkan saja papa bekerja. Papa ingin memberikan legacy dalam sisa hidup papa. Memberikan kenangan kepada kamu dan rakyat Indonesia pada masa Iwan Bule itu sepak bola beginilah. Itu menjadi bekal papa nanti. Kalau papa dipanggil [meninggal] nanti, rakyat yang suka pasti mendoakan saya."
Sekarang Anda dicaci maki banyak orang, bagaimana respons keluarga?
Biasa saja. Dibilang terima saja.
Keluarga tidak meminta Anda mundur?
Enggak. Mundur itu bukan menjadi yang terbaik. Sebenarnya saya rasa mundur itu tindakan pengecut.
Justru dengan maju memperbaiki, itu tanggung jawab moral saya. Moral mengartikannya sulit. Tidak ada parameternya masalah moral itu. Menurut saya, saya harus menghadapi ini.
Saya delapan hari loh, di Malang. Delapan hari dari awal sampai hari ke delapan, tahlilan, saya pulang.
Di sana [Malang] ditelepon anak istri saya, "Pa, pulang. Ini kan situasi di Malang orang masih sedih." Saya bilang, "Nak kalau papa sampai harus dipanggil [meninggal] di sana, ya itu sudah waktunya."
Saya juga dulu mengamankan [demonstrasi] 212, 414. Saya korbankan jiwa saya untuk negara. Jadi alhamdulillah keluarga saya mengerti untuk risiko dari seorang ketua umum PSSI.
Menurut Anda apa tanggung jawab PSSI atas Tragedi Kanjuruhan?
Saya sampaikan tadi, kami mentransformasi sepak bola. Jangan ditinggalkan. Kalau saya pulang, bisa saja saya pulang.
Langkah konkretnya apa?
Task force sudah dibentuk dengan sejumlah kementerian. Nanti action plan ada yang kami serahkan ke pemerintah, agar segera ditindaklanjuti. Itu bentuknya.
Sekarang sedang disusun. Nanti tanggal 14 [November] akan diserahkan. Kemudian bentuk lainnya, saya ada di sana [Malang] selama delapan hari.
Kalau mau tidak ke sana bisa saja, tapi saya tidak mau. Saya berkewajiban ikut berduka cita dengan saudara saya yang menjadi korban Kanjuruhan.
Risiko bisa saja terjadi apa-apa, tetapi saya ambil risiko itu, karena saya harus di tengah-tengah mereka. Saya bersama keluarga korban. Saya ke rumah sakit. Saya juga ke stadion. Saya lihat, kok bisa begini.
Menurut Anda kenapa bisa terjadi Tragedi Kanjuruhan?
Mungkin teman-teman bisa lihat sendiri asalnya dari apa. Saya tidak enak kalau mengomentari itu. Kan, alasan bisa terjadi itu bisa dilihat sendiri, tapi saya tidak mengomentari itu.
Mengapa PSSI, LIB, dan Arema FC saling lempar tanggung jawab?
Masing-masih sudah diberikan tanggung jawabnya. Waktu kita dipanggil TGIPF, ya kami jelaskan ini yang kami lakukan.
Ya, adapun kekurangan pasti ada, karena mereka merekomendasikan itu, urusan TGIPF. Makanya salah satunya rekomendasi saya respon kan, KLB karena merespon rekomendasi, menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan mengizinkan liga sebelum KLB.
Statuta PSSI harus diubah?
Ada rekomendasi itu. Tentu kita harus duduk bareng bersama dengan pihak terkait.
Ada rekomendasi saya dengan supaya tidak ada Asprov. Kan tidak mungkin juga. Asprov ini kepanjangan tangan kami. Ada PSSI pusat, Asprov di provinsi, ada Askab, dan Askot.
Itu kita harus duduk bareng. Kami sih terima kasih masukan itu, tapi kita harus diskusi bersama agar menjadi solusi yang terbaik.
Target KLB dari Anda apa?
Surat sudah kami layangkan kemarin. Kita tunggu balasan surat. Saya berharap FIFA segera menyetujui kongres tersebut sesuai dengan tahapannya.
Saya tidak tahu yang akan maju siapa. Itu hak masing-masing perorangan. Cuma saya mengimbau, mari kita bangun sepak bola bersama-sama.
Ini sudah ada korban Tragedi Kanjuruhan, kompetisi tidak jalan, janganlah lagi terus bermain di media, demo segala macam. Sudahlah. Apa sih yang dicari? Meskipun surat tidak tersirat, saya mengertilah.
Saya berharap kepada yang akan maju, sabar dulu. Ada waktunya nanti. Siapapun yang terbaik nanti akan jadi Ketua Umum PSSI. Ga usah ramai di media, sekarang istilahnya melakukan buzzer. Sudahlah, kan sekarang sudah KLB juga. Apa yang dicari lagi.
Iwan Bule harap Shin Tae Yong tak ikut mundur. (Dok PSSI)
Shin Tae Yong ingin mundur kalau anda mundur. Ini bagaimana?
Nanti dia kembali [dari Eropa] akan kami sampaikan. Kan sekarang masih di Turki.
Tidak usahlah [Shin mundur]. Kan, anak-anak kasihan. Mau Piala Dunia U-20, prestasi ditunggu oleh publik. Biarkan saya sajalah. Shin biar tetap bekerja dengan Timnas kita berlatih.
Memang reaksi Shin benar begitu?
Saya lihat di Instagramnya begitu.
Anda belum pernah ngobrol?
Pernah, tapi tidak [soal] itu [mundur]. Sekarang belum bertemu, karena dia di Turki.
Ini tidak mengganggu Shin?
Kalau lebih tepat tanya ke yang bersangkutan. Yang jelas saya minta kepada coach yang mendampingi, Nova Arianto tetap berlatih untuk Timnas U-20 yang nanti akan di Piala Dunia U-20.
Kelanjutan kompetisi nanti bagaimana?
Kita belum pastikan, karena kita masih bikin skenario-skenario dulu. Yang jelas LIB sudah membuat itu.
Apa sih polanya itu? Nanti ada cluster atau bubble to bubble dulu, seperti saat Covid-19. Bisa di satu tempat, Jawa Tengah misalnya. Nanti akan tersentralisasi di situ. Stadion kan banyak di Jawa Tengah. Konsepnya apa? Ya, mungkin tanpa penonton dulu.
Memungkinkan berubah format?
Ya. Kan masih ada sisa [jadwal kompetisi]. Baru 97 pertandingan. Masih banyak pertandingan, sehingga itu bisa bergulir untuk menyelesaikan kompetisi musim ini.
Kapan mulainya?
Kalau kita inginnya cepat. Saya tidak tahu. Nanti pemerintah yang akan menjawab. Yang penting ada rekomendasi yang mewajibkan kompetisi bisa jalan jika ada KLB. Itu kita tunggu saja. Kan, ada itu di rekomendasi TGIPF.
Jadi liga nantinya tanpa penonton dan terpusat?
Ya, konsepnya seperti itu, sentralisasi namanya, supaya menjadi gampang, mudah mengendalikan. LIB yang akan mengumumkan.
Tetapi kenapa format belum ada penonton, menurut saya harus step by step. Besok malam [Rabu, 2/11] akan dibicarakan LIB dalam manager meeting [perwakilan klub Liga 1].
Tentunya kita berharap ke pemerintah, kiranya ini bisa segera dibuka, bisa digulirkan kembali. Tentu nanti akan ada aturan yang harus disepakati bersama, seperti pengamanan.
Kan, sedang dibuat Perpol [peraturan polisi] oleh pihak kepolisian, karena memang ada ruang kosong antara aturan FIFA dengan protap kepolisian, yang ini harus disinkronkan, sehingga nanti aturannya sesuai dengan FIFA yang tertuang dalam peraturan kepolisian. Contohnya itu.
Yang lain-lain sesuai dengan bidang dan tugas masing-masing. Kesehatan nanti harus bagaimana, PUPR harus bagaimana. Sekarang alhamdulillah pak Presiden sangat atensi sekali dengan sepak bola.
Kompetisi ga jalan mengganggu timnaskah?
Itu salah satunya kenapa kompetisi kita harus jalan. Supaya pemain Timnas bisa bermain di klubnya, agar performanya tidak turun.
Tapi sebentar lagi saya akan melakukan pemusatan latihan di Bali. Jadi nanti latihan lama sampai Desember menjelang Piala AFF. Itu kita lakukan di Bali.
TC menunggu Shin pulang dari Eropa?
Nanti dibagi. STY menyampaikan akan ada asisten yang dibagi. Yang penting kan STY bisa mengendalikan. Dia bisa melihat. Nanti akan dibagi oleh STY.
Kelanjutan naturalisasi bagaimana?
Pertama, yang untuk senior dulu. Sandy Walsh, Jordi Amat, sama Shyne Pattynama. Itu sedang proses.
Untuk U-20 dari tujuh sementara yang mau cuma dua. Jadi baru dua, itu pun jelas ada garis keturunan. Bagaimana mereka meyakinkan, bagaimana mereka nyaman dulu. Mereka saya anggap keluarga.
Sandy dan Jordi bisa main di AFF tidak?
Ya kita tunggu. Pemerintah kan, tinggal mengesahkan. Kita tunggu saja. Kita harap lebih cepat lebih baik untuk mendukung Timnas kita tampil di Piala AFF.
Naturalisasi U-20 akankah dilanjut setelah KLB?
Itu kan permintaan pelatih. Nanti biar diurus ketua yang baru, tapi itu kan keinginan pelatih.
Kalau saya menyerahkan semua berkaitan dengan Timnas ke pelatih. Nanti kebijaksanaan ketua yang baru apa. Kita tunggu saja. Yang jelas itu kebutuhan Timnas sesuai diminta pelatih.
Anda sempat menghindari media, sekarang sudah bicara lagi. Itu kenapa? Ada tekanan?
[Tertawa]. Tidak ada. Kinerja tim media saya yang PSSI yang kurang. Saya kan harusnya proaktif ke sana ke sini.
Saya juga wajarlah dalam kejadian itu [Tragedi Kanjuruhan] mental saya tertekan dari luar. Pastilah. Saya sedihlah. Kok zaman saya ada begini.
Apa sih, kaitan PSSI di Jakarta dengan kejadian ini di Malang. Kan sudah didelegasikan semua. Selaku regulator tatanan kebijakan mendelegasikan ke implementasi, Sekjen saya.
Sekjen mendelegasikan ke LIB. Kemudian LIB mendelegasikan ke Panpel. Jauh sekali itu. Apa saya harus tahu 306 pertandingan. Apa saya harus tanggung jawab?
Sekarang begini. Misalnya pesawat Garuda jatuh, apakah direktur utamanya harus bertanggung jawab? Jadi tersangka? Kan enggak juga. Makanya saya bingung TGIPF minta dilakukan KLB, tapi kami hormati proses hukum.
Kapan Anda akan diperiksa Polda Jatim lagi?
Kamis [3/11] saya akan datang karena kemarin kan saya sedang ada acara.
Bagaimana Anda melihat sepak bola Indonesia ke depan?
Saya rasa dengan adanya transformasi sepak bola yang sekarang sedang dilakukan, yang pendampingan dilakukan oleh FIFA dan AFC insyaAllah, karena ini menjadi suatu pembelajaran yang sangat mahal dan berharga.
Jadi semua sisi ada perbaikan-perbaikan yang tentu sepak bola sesuai yang diharapkan oleh publik dan standar FIFA. Banyak stadion yang akan diperbaiki pasti, nanti SOP pengamanan harus disesuaikan pasti itu.
Jakarta, CNN Indonesia --
Setelah menghindar dari media seusai Tragedi Kanjuruhan, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan atau Iwan Bule akhirnya kembali berani bersuara.
Pada Selasa (1/11) malam Iriawan menyambangi kantor Transmedia. Kali ini Iriawan tak didampingi orang-orang PSSI, seperti Sekjen atau anggota Komite Eksekutif (Exco).
Tetap mengenakan kemeja PSSI, Iriawan tampak lebih segar. Wajah tegang, seperti saat mengumumkan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI, tidak lagi menghiasi air muka pria 60 tahun itu.
"Sekarang sudah lega," kata Iriawan. Ini pula yang membuat Iriawan mulai bersedia diwawancara media. Ini hal langka. Pasalnya Iriawan sempat menghindar dari sodoran pertanyaan jurnalis.
Selama setengah jam lebih Iriawan menyampaikan isi hatinya. Keluh, kesah, keresahan, kegundahan, dan juga harapan-harapannya diungkapkan. Semua dijelaskan tanpa ada sesi 'off the record'.
Berikut ini adalah tanya jawab Iriawan dengan sejumlah jurnalis Transmedia, termasuk CNNIndonesia.com dan CNNIndonesia TV dalam dua sesi yang berbeda dan digabungkan.
KLB PSSI akhirnya digelar?
Saya lebih mengedepankan kepentingan sepak bola. Kita kemarin rapat emergency meeting dan kami sepakat semua, meski baru dua klub yang mengajukan, surabaya dan solo, tapi yang kita bahas kepentingan sepak bola.
Ekosistem kita harus jalan. Banyak orang menggantungkan hidupnya dari sepak bola. Marwah sepak bola adalah kompetisi. Di situlah ekosistem berputar.
Apalah artinya saya, seorang ketua umum PSSI mengobarkan sepak bola yang tidak jalan.
Rekomendasi TGIPF kan mengatakan, pemerintah tidak akan mengizinkan kompetisi sepak bola sebelum KLB. Saya penuhi. Yang terpenting saya tidak ingin ada banyak korban dari sepak bola terhenti.
Itu salah satu pertimbangan kami semua melakukan itu. Sebanyak 120.000 orang menggantungkan hidupnya di sepak bola, pemain, pelatih, ofisial, UMKM, itu sekarang berhenti.
Kami berharap dengan adanya ini [KLB] kompetisi akan kembali bergulir. Kami berharap itu. Ini kan semua keinginan klub. Sekarang semua mati hidup. Ini berkaitan dengan kehidupan di sepak bola.
Kedua, syarat KLB itu 2/3 dari voters mengajukan KLB kepada PSSI. Ini kan belum terpenuhi. Ini baru dua voters, tapi kami melihat nanti eskalasi makin tidak bagus di bawah.
Nanti ada yang mendukung, ada yang menolak, nanti ada yang berhadapan. Saya khawatir terjadi gesekan. Saya secara psikologis pun saya tidak mau [ada gesekan di internal PSSI].
Berat pertimbangannya?
Ya, harus dilakukan. Berat ga berat tergantung beratnya, tergantung melihatnya. Sekali lagi, saya mengedepankan kepentingan lebih besar.
Kalau buat saya, apa artinya seorang ketua PSSI? Ya harus mementingkan yang lebih besar. Saya kan hanya menjalankan amanah.
Bagaimana respons FIFA soal KLB PSSI?
Saya belum tahu. Yang jelas saya sudah mengirim surat ke FIFA. Responnya belum. Kami menunggu. Jadi di surat itu kami mengajukan KLB. Mudah-mudahan akan lebih baik lagi.
Saya doakan ketua umum yang baru nanti bisa lebih baik lagi.
Sekarang kita juga sedang melakukan transformasi sepak bola dengan FIFA. Semua sektor di sepak bola, tata kelola, kompetisi, stadion, dan suporter, semua dibahas. Itu FIFA mendampingi saya, PSSI. Sudah ada namanya tim task force.
Banyak isu sejatinya KLB hanya taktik pengalihan?
Oh, enggaklah. Itu sudah aturan. Saya tidak berpikir akan kepilih atau tidak. Saya belum tentu mau maju kan.
Kita tidak bicara itu. Kita selesaikan yang menjadi kewajiban untuk perbaikan sepak bola. Ada transformasi sepak bola yang sudah diberikan konsultasi atau pendampingan oleh FIFA.
Kalau saya dan Exco tidak ada, siapa yang mau memimpin dan menjalankan ini? Meskipun ada Kesekjenan, tapi harus ada leader-nya. Itu salah satu bentuk kita dengan Exco itu.
Kalau voters mengajukan Anda lagi bagaimana?
Saya tidak berandai-andai ke sana. Saya selesaikan dulu saja yang sekarang. Kami selesaikan transformasi. Saya kan, KLB masih Maret, saya akan selesaikan sisa pekerjaan saya sampai Maret ini.
Ada Piala AFF nanti [Desember 2022-Januari 2023]. Saya harus kawal anak-anak. Faktanya sekarang saya masih ketua umum.
Itu kan sama dengan, maaf, gubernur kan habis jabatannya 16 Oktober, dia kan bekerja sampai akhir. Nah, saya akan kerjakan itu. Itu bentuk tanggung jawab saya secara moral.
Secara pribadi akan mengajukan diri lagi?
Ga bisa saya bicara seperti itu. Jadi biarkan saya bekerja dulu. Saya akan selesaikan sisa masa jabatan saya dengan maksimal untuk sepak bola. Itu bentuk tanggung jawab saya.
Transformasi juga harus selesai dan harus bisa ditindaklanjuti oleh pihak terkait, seperti Polri. Harus ditindaklanjuti apa peraturan kepolisian. Itu namanya Perpol. Itu sudah dibuat. Kemarin sudah ada drafnya. PUPR akan memperbaiki beberapa stadion sepak bola yang akan dipakai liga.
Presiden kita luar biasa. Ini saatnya sepak bola kita maju dengan dukungan presiden yang amat sangat luar biasa untuk sepak bola. Ada Inpres Percepatan Sepak Bola Nasional. Beliau perhatian sekali. Kita melakukan TC dikasih terus. Sejuk iklim sepak bola kita. Sepak bola usia muda didorong terus.
Ya, saya berharap untuk teman-teman yang ingin mencalonkan diri, sabar ya. Ada waktunya nanti. Jangan mendorong, memframing terus sepak bola kita. Ada waktunya.
Sayang kan uangnya didorong untuk semacam framing yang dilakukan. Lebih baik berikan kepada yatim piatu. Lebih bermanfaat. Saya sedih juga. Sepak bola kita tidak akan maju kalau begini terus.
Sekarang saya dengan pemerintah sudah bergandengan tangan. Suka tidak suka, Timnas, bukan karena saya, sudah berbunyi sekarang. Sekali lagi bukan karena saya.
Saya bagian terkecil yang mendukung timnas bisa seperti kecil.
Saya hanya menyemangati, mempersiapkan, menjadi pelayan kepada pelatih dan pemain. Saya persiapkan hotelnya, saya bikin iklim kondusif dengan pemain dan pelatih.
Saya anggap seperti adik sendiri Shin Tae Yong. Seperti anak sendiri ke pemain. Itu bagian kecil saya, tapi mereka semua yang bekerja.
Bisa kita lihat, senior sudah lolos Piala Asia. Teman-teman bisa lihat berapa tahun kita tidak lolos. Ini bukan saya, semua pemain yang bekerja. Ranking kita dari 179 sekarang 152.
Kemudian satu lagi yang U-20 lolos ke Piala Asia meskipun kita pasti main di Piala Dunia U-20. Kemudian kemarin AFF U-16 juara. Iqbal cees itu calon-calon kita.
Saya bilang ke Shin Tae Yong anggap pemain itu keponakan kamu. Jadi iklim itu saya bangun dalam timnas.
Dalam visi misi saya dulu, pertama Timnas kita harus berbunyi. Ini pemersatu bangsa. Kalau Timnas sudah bisa melakukan yang terbaik untuk rakyat Indonesia, itu bangga dan gembira masyarakat Indonesia. Tidak ada ras, suku, golongan kalau sudah timnas. Semua bersatu.
Kompetisi juga harus baik, bagus, dan enak ditonton. Kompetisi kita masih belum baik, tapi kita mencoba memperbaiki untuk lebih profesional.
Mungkin bisa dilihat valuasi sekarang Liga 1 sudah cukup mahal. Liga 2 dulu cuma Rp2 miliar, sekarang Rp12 miliar sampai Rp24 miliar. Artinya ada kenaikan industri yang luar biasa.
Tentu itu kami jaga. Jaganya bagaimana? Ya, profesional. Semua yang punya klub, yang jadi Exco, saya perlakukan sama.
Saya masuk waktu itu, saya bilang, ini kertas putih mari kita isi dengan tinta emas, karena saya ingin memberikan legacy dalam sisa hidup saya untuk berbakti pada sepak bola menjadi lebih baik.
Saya sampaikan, sebenarnya sudah cukuplah hidup saya. Saya ini ingin berikan sisa hidup saya untuk negara. Terlalu banyak Yang Kuasa memberikan kemudahan dalam hidup saya.
Saya diberikan Kapolda tiga kali. Itu luar biasa. Saya berterima kasih kepada negara. Saya jadi pejabat gubernur juga sekali. Itu kepercayaan.
Waktu saya maju dulu, dilarang oleh ibu saya, "Ga usahlah." Katanya, "Kamu kan pensiun tinggal empat lima bulan lagi, sudah istirahat saja."
Kemudian istri saya bilang, "Jalan-jalan saja pa, ke luar negeri seperti teman-teman." Saya bilang, "Ma, biarkan papa mengabdikan sisa hidup papa untuk negara, untuk sepak bola, karena papa masih ingin bekerja, untuk memperbaiki sepak bola."
Sepak bola memang harus diperbaiki meskipun tidak jelek. Harus diperbaiki terus. Maka dari itu saya maju.
Saya sampaikan ke anak-anak, "Biarkan saja papa bekerja. Papa ingin memberikan legacy dalam sisa hidup papa. Memberikan kenangan kepada kamu dan rakyat Indonesia pada masa Iwan Bule itu sepak bola beginilah. Itu menjadi bekal papa nanti. Kalau papa dipanggil [meninggal] nanti, rakyat yang suka pasti mendoakan saya."
Sekarang Anda dicaci maki banyak orang, bagaimana respons keluarga?
Biasa saja. Dibilang terima saja.
Keluarga tidak meminta Anda mundur?
Enggak. Mundur itu bukan menjadi yang terbaik. Sebenarnya saya rasa mundur itu tindakan pengecut.
Justru dengan maju memperbaiki, itu tanggung jawab moral saya. Moral mengartikannya sulit. Tidak ada parameternya masalah moral itu. Menurut saya, saya harus menghadapi ini.
Saya delapan hari loh, di Malang. Delapan hari dari awal sampai hari ke delapan, tahlilan, saya pulang.
Di sana [Malang] ditelepon anak istri saya, "Pa, pulang. Ini kan situasi di Malang orang masih sedih." Saya bilang, "Nak kalau papa sampai harus dipanggil [meninggal] di sana, ya itu sudah waktunya."
Saya juga dulu mengamankan [demonstrasi] 212, 414. Saya korbankan jiwa saya untuk negara. Jadi alhamdulillah keluarga saya mengerti untuk risiko dari seorang ketua umum PSSI.
Target KLB PSSI hingga Minta STY Bertahan di Timnas
Ketua PSSI Mochamad Iriawan. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Menurut Anda apa tanggung jawab PSSI atas Tragedi Kanjuruhan?
Saya sampaikan tadi, kami mentransformasi sepak bola. Jangan ditinggalkan. Kalau saya pulang, bisa saja saya pulang.
Langkah konkretnya apa?
Task force sudah dibentuk dengan sejumlah kementerian. Nanti action plan ada yang kami serahkan ke pemerintah, agar segera ditindaklanjuti. Itu bentuknya.
Sekarang sedang disusun. Nanti tanggal 14 [November] akan diserahkan. Kemudian bentuk lainnya, saya ada di sana [Malang] selama delapan hari.
Kalau mau tidak ke sana bisa saja, tapi saya tidak mau. Saya berkewajiban ikut berduka cita dengan saudara saya yang menjadi korban Kanjuruhan.
Risiko bisa saja terjadi apa-apa, tetapi saya ambil risiko itu, karena saya harus di tengah-tengah mereka. Saya bersama keluarga korban. Saya ke rumah sakit. Saya juga ke stadion. Saya lihat, kok bisa begini.
Menurut Anda kenapa bisa terjadi Tragedi Kanjuruhan?
Mungkin teman-teman bisa lihat sendiri asalnya dari apa. Saya tidak enak kalau mengomentari itu. Kan, alasan bisa terjadi itu bisa dilihat sendiri, tapi saya tidak mengomentari itu.
Mengapa PSSI, LIB, dan Arema FC saling lempar tanggung jawab?
Masing-masih sudah diberikan tanggung jawabnya. Waktu kita dipanggil TGIPF, ya kami jelaskan ini yang kami lakukan.
Ya, adapun kekurangan pasti ada, karena mereka merekomendasikan itu, urusan TGIPF. Makanya salah satunya rekomendasi saya respon kan, KLB karena merespon rekomendasi, menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan mengizinkan liga sebelum KLB.
Statuta PSSI harus diubah?
Ada rekomendasi itu. Tentu kita harus duduk bareng bersama dengan pihak terkait.
Ada rekomendasi saya dengan supaya tidak ada Asprov. Kan tidak mungkin juga. Asprov ini kepanjangan tangan kami. Ada PSSI pusat, Asprov di provinsi, ada Askab, dan Askot.
Itu kita harus duduk bareng. Kami sih terima kasih masukan itu, tapi kita harus diskusi bersama agar menjadi solusi yang terbaik.
Target KLB dari Anda apa?
Surat sudah kami layangkan kemarin. Kita tunggu balasan surat. Saya berharap FIFA segera menyetujui kongres tersebut sesuai dengan tahapannya.
Saya tidak tahu yang akan maju siapa. Itu hak masing-masing perorangan. Cuma saya mengimbau, mari kita bangun sepak bola bersama-sama.
Ini sudah ada korban Tragedi Kanjuruhan, kompetisi tidak jalan, janganlah lagi terus bermain di media, demo segala macam. Sudahlah. Apa sih yang dicari? Meskipun surat tidak tersirat, saya mengertilah.
Saya berharap kepada yang akan maju, sabar dulu. Ada waktunya nanti. Siapapun yang terbaik nanti akan jadi Ketua Umum PSSI. Ga usah ramai di media, sekarang istilahnya melakukan buzzer. Sudahlah, kan sekarang sudah KLB juga. Apa yang dicari lagi.
Iwan Bule harap Shin Tae Yong tak ikut mundur. (Dok PSSI)
Shin Tae Yong ingin mundur kalau anda mundur. Ini bagaimana?
Nanti dia kembali [dari Eropa] akan kami sampaikan. Kan sekarang masih di Turki.
Tidak usahlah [Shin mundur]. Kan, anak-anak kasihan. Mau Piala Dunia U-20, prestasi ditunggu oleh publik. Biarkan saya sajalah. Shin biar tetap bekerja dengan Timnas kita berlatih.
Memang reaksi Shin benar begitu?
Saya lihat di Instagramnya begitu.
Anda belum pernah ngobrol?
Pernah, tapi tidak [soal] itu [mundur]. Sekarang belum bertemu, karena dia di Turki.
Ini tidak mengganggu Shin?
Kalau lebih tepat tanya ke yang bersangkutan. Yang jelas saya minta kepada coach yang mendampingi, Nova Arianto tetap berlatih untuk Timnas U-20 yang nanti akan di Piala Dunia U-20.
Kelanjutan kompetisi nanti bagaimana?
Kita belum pastikan, karena kita masih bikin skenario-skenario dulu. Yang jelas LIB sudah membuat itu.
Apa sih polanya itu? Nanti ada cluster atau bubble to bubble dulu, seperti saat Covid-19. Bisa di satu tempat, Jawa Tengah misalnya. Nanti akan tersentralisasi di situ. Stadion kan banyak di Jawa Tengah. Konsepnya apa? Ya, mungkin tanpa penonton dulu.
Memungkinkan berubah format?
Ya. Kan masih ada sisa [jadwal kompetisi]. Baru 97 pertandingan. Masih banyak pertandingan, sehingga itu bisa bergulir untuk menyelesaikan kompetisi musim ini.
Kapan mulainya?
Kalau kita inginnya cepat. Saya tidak tahu. Nanti pemerintah yang akan menjawab. Yang penting ada rekomendasi yang mewajibkan kompetisi bisa jalan jika ada KLB. Itu kita tunggu saja. Kan, ada itu di rekomendasi TGIPF.
Jadi liga nantinya tanpa penonton dan terpusat?
Ya, konsepnya seperti itu, sentralisasi namanya, supaya menjadi gampang, mudah mengendalikan. LIB yang akan mengumumkan.
Tetapi kenapa format belum ada penonton, menurut saya harus step by step. Besok malam [Rabu, 2/11] akan dibicarakan LIB dalam manager meeting [perwakilan klub Liga 1].
Tentunya kita berharap ke pemerintah, kiranya ini bisa segera dibuka, bisa digulirkan kembali. Tentu nanti akan ada aturan yang harus disepakati bersama, seperti pengamanan.
Kan, sedang dibuat Perpol [peraturan polisi] oleh pihak kepolisian, karena memang ada ruang kosong antara aturan FIFA dengan protap kepolisian, yang ini harus disinkronkan, sehingga nanti aturannya sesuai dengan FIFA yang tertuang dalam peraturan kepolisian. Contohnya itu.
Yang lain-lain sesuai dengan bidang dan tugas masing-masing. Kesehatan nanti harus bagaimana, PUPR harus bagaimana. Sekarang alhamdulillah pak Presiden sangat atensi sekali dengan sepak bola.
Kompetisi ga jalan mengganggu timnaskah?
Itu salah satunya kenapa kompetisi kita harus jalan. Supaya pemain Timnas bisa bermain di klubnya, agar performanya tidak turun.
Tapi sebentar lagi saya akan melakukan pemusatan latihan di Bali. Jadi nanti latihan lama sampai Desember menjelang Piala AFF. Itu kita lakukan di Bali.
TC menunggu Shin pulang dari Eropa?
Nanti dibagi. STY menyampaikan akan ada asisten yang dibagi. Yang penting kan STY bisa mengendalikan. Dia bisa melihat. Nanti akan dibagi oleh STY.
Kelanjutan naturalisasi bagaimana?
Pertama, yang untuk senior dulu. Sandy Walsh, Jordi Amat, sama Shyne Pattynama. Itu sedang proses.
Untuk U-20 dari tujuh sementara yang mau cuma dua. Jadi baru dua, itu pun jelas ada garis keturunan. Bagaimana mereka meyakinkan, bagaimana mereka nyaman dulu. Mereka saya anggap keluarga.
Sandy dan Jordi bisa main di AFF tidak?
Ya kita tunggu. Pemerintah kan, tinggal mengesahkan. Kita tunggu saja. Kita harap lebih cepat lebih baik untuk mendukung Timnas kita tampil di Piala AFF.
Naturalisasi U-20 akankah dilanjut setelah KLB?
Itu kan permintaan pelatih. Nanti biar diurus ketua yang baru, tapi itu kan keinginan pelatih.
Kalau saya menyerahkan semua berkaitan dengan Timnas ke pelatih. Nanti kebijaksanaan ketua yang baru apa. Kita tunggu saja. Yang jelas itu kebutuhan Timnas sesuai diminta pelatih.
Anda sempat menghindari media, sekarang sudah bicara lagi. Itu kenapa? Ada tekanan?
[Tertawa]. Tidak ada. Kinerja tim media saya yang PSSI yang kurang. Saya kan harusnya proaktif ke sana ke sini.
Saya juga wajarlah dalam kejadian itu [Tragedi Kanjuruhan] mental saya tertekan dari luar. Pastilah. Saya sedihlah. Kok zaman saya ada begini.
Apa sih, kaitan PSSI di Jakarta dengan kejadian ini di Malang. Kan sudah didelegasikan semua. Selaku regulator tatanan kebijakan mendelegasikan ke implementasi, Sekjen saya.
Sekjen mendelegasikan ke LIB. Kemudian LIB mendelegasikan ke Panpel. Jauh sekali itu. Apa saya harus tahu 306 pertandingan. Apa saya harus tanggung jawab?
Sekarang begini. Misalnya pesawat Garuda jatuh, apakah direktur utamanya harus bertanggung jawab? Jadi tersangka? Kan enggak juga. Makanya saya bingung TGIPF minta dilakukan KLB, tapi kami hormati proses hukum.
Kapan Anda akan diperiksa Polda Jatim lagi?
Kamis [3/11] saya akan datang karena kemarin kan saya sedang ada acara.
Bagaimana Anda melihat sepak bola Indonesia ke depan?
Saya rasa dengan adanya transformasi sepak bola yang sekarang sedang dilakukan, yang pendampingan dilakukan oleh FIFA dan AFC insyaAllah, karena ini menjadi suatu pembelajaran yang sangat mahal dan berharga.
Jadi semua sisi ada perbaikan-perbaikan yang tentu sepak bola sesuai yang diharapkan oleh publik dan standar FIFA. Banyak stadion yang akan diperbaiki pasti, nanti SOP pengamanan harus disesuaikan pasti itu.