Rehan/Lisa dan Beban Tulang Punggung Indonesia yang Tak Berdaya
Putra Permata Tegar Idaman | CNN Indonesia
Senin, 07 Nov 2022 13:24 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Rehan/Lisa sukses merebut gelar juara di Hylo Open. (Arsip PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia --
Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati berhasil memenangkan Hylo Open 2022. Hal ini jadi satu titik cerah di saat kualitas ganda campuran Indonesia terus dihujani pertanyaan.
Nomor ganda campuran di Indonesia awalnya sering dianggap 'anak tiri' di Indonesia. Namun sederet legenda yang hadir membuktikan bahwa ganda campuran Indonesia bisa memberikan prestasi dan punya harkat yang setara.
Medali di Kejuaraan Dunia dan Olimpiade bisa disumbangkan oleh nomor ganda campuran untuk Indonesia. Dan bobot serta kebanggaan di dalamnya tentu tetap sama.
Tri Kusharjanto/Minarti Timur, Nova Widianto/Liliyana Natsir, Flandy Limpele/Vita Marissa, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Praveen Jordan/Debby Susanto, hingga Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti adalah nama-nama yang menjaga nama Indonesia ada di papan atas pada persaingan level dunia.
Bahkan ada masa di mana ganda campuran jadi penyelamat nama Indonesia. Momen itu terjadi ketika nomor-nomor lainnya sedang terkulai tak berdaya.
Kedigdayaan pemain-pemain ganda campuran Indonesia makin terasa bakal cerah bila merujuk prestasi di level junior pada era 2010-an. Nomor ganda campuran jadi salah satu nomor yang paling menonjol dan menghadirkan banyak bibit-bibit andalan.
Nomor ganda campuran di bawah arahan Nova Widianto banyak mendapat sorotan sepanjang 2022. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Namun dalam setahun terakhir, justru nomor ganda campuran pelatnas yang sedang tak bertenaga. Keputusan PBSI mencoret Praveen/Melati dan Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja dari Pelatnas PBSI kemudian diiringi besarnya beban yang langsung dirasakan oleh pemain-pemain ganda campuran yang secara peringkat ada di bawah mereka selama ini.
Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso, Zachariah Sumanti/Hediana Julimarbela, dan Rehan/Lisa langsung dituntut untuk bisa memberikan jawaban selekasnya.
Rombongan ganda campuran Pelatnas PBSI ini, di tahun 2022, kemudian gugup dan terbata-bata dalam memberikan jawaban. Kejutan-kejutan kecil bisa mereka hadirkan namun secara keseluruhan belum ada kemenangan yang bisa dirayakan.
Tekanan-tekanan itu makin terasa menyesakkan bila melihat grafik kenaikan peringkat pemain-pemain ganda campuran yang tidak kunjung menggembirakan. Belum ada ganda campuran Indonesia yang mampu menebus 10 besar, kecuali Praveen/Melati yang saat ini peringkatnya sedang dibekukan.
Sesaknya tekanan yang dirasakan pemain-pemain nomor ganda campuran, dari yang awalnya sering dianggap sebagai andalan dan kini malah jadi bulan-bulanan, akhirnya sedikit bisa menghilang. Rehan/Lisa memberikan jawaban lewat kemenangan di Hylo Open 2022.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Kemenangan Rehan/Lisa memang terjadi di level Super 300, namun kemenangan ini memberikan banyak penegasan. Rehan/Lisa memberikan gambaran bahwa pemain-pemain di nomor ganda campuran masih bisa diandalkan.
Dalam perjalanan untuk merebut gelar juara, Rehan/Lisa menyingkirkan Mark Lamsfuss/Isabel Lohau, Mathias Christiansen/Alexandra Boje, dan Thom Gicquel/Delphine Delrue.
Hal ini juga menunjukkan bahwa secara kualitas Rehan/Lisa bisa bersaing dengan nama-nama ganda campuran yang kini sudah menetap di posisi 10 besar dunia.
Dan jangan dilupa, Rehan/Lisa menang atas Huang Dong Ping di babak final meskipun ia tidak tampil bersama Wang Yilyu. Catatan ini juga jadi nilai tambah bagi Rehan/Lisa.
Kemenangan Rehan/Lisa di Hylo Open tak lepas dari hasil yang cukup impresif yang di French Open. Rehan/Lisa bisa menembus babak semifinal dan hal itu turut mengangkat kepercayaan diri mereka.
Pasalnya, terkadang kegagalan demi kegagalan yang dirasakan pemain bukan lantaran teknik mereka yang berbeda jomplang dengan lawan, melainkan karena mereka tidak bisa mengaplikasikan seluruh hasil latihan mereka di lapangan.
Faktor kepercayaan diri dari Rehan/Lisa ini yang sudah terdongkrak di Prancis dan tentunya diharapkan bakal makin mengangkat setelah mereka menang di Hylo Open.
Dari segi permainan, tentu masih banyak ruang-ruang yang bisa dikembangkan oleh Rehan/Lisa. Namun Rehan dan Lisa sudah bisa menunjukkan potensi mereka di lapangan.
Rehan punya variasi serangan yang bagus sedangkan Lisa terbilang cekatan untuk melakukan cegatan di depan net. Lisa pun punya power yang cukup mumpuni bila harus ditarik ke belakang.
Dari segi komunikasi, Rehan dan Lisa pun terbilang aktif di lapangan dan terus saling mengisi satu sama lain. Kemenangan di Hylo Open pun jadi penutup yang manis bagi Rehan/Lisa di 2022.
Perjalanan yang lebih terjal menanti mereka di depan mata. Namun Rehan/Lisa setidaknya sudah punya satu modal bagus yang bisa embuat mereka percaya, bahwa mereka juga bisa menjadi tulang punggung ganda campuran yang dalam tiga dekade terakhir jadi andalan Indonesia.
Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati berhasil memenangkan Hylo Open 2022. Hal ini jadi satu titik cerah di saat kualitas ganda campuran Indonesia terus dihujani pertanyaan.
Nomor ganda campuran di Indonesia awalnya sering dianggap 'anak tiri' di Indonesia. Namun sederet legenda yang hadir membuktikan bahwa ganda campuran Indonesia bisa memberikan prestasi dan punya harkat yang setara.
Medali di Kejuaraan Dunia dan Olimpiade bisa disumbangkan oleh nomor ganda campuran untuk Indonesia. Dan bobot serta kebanggaan di dalamnya tentu tetap sama.
Tri Kusharjanto/Minarti Timur, Nova Widianto/Liliyana Natsir, Flandy Limpele/Vita Marissa, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Praveen Jordan/Debby Susanto, hingga Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti adalah nama-nama yang menjaga nama Indonesia ada di papan atas pada persaingan level dunia.
Bahkan ada masa di mana ganda campuran jadi penyelamat nama Indonesia. Momen itu terjadi ketika nomor-nomor lainnya sedang terkulai tak berdaya.
Kedigdayaan pemain-pemain ganda campuran Indonesia makin terasa bakal cerah bila merujuk prestasi di level junior pada era 2010-an. Nomor ganda campuran jadi salah satu nomor yang paling menonjol dan menghadirkan banyak bibit-bibit andalan.
Nomor ganda campuran di bawah arahan Nova Widianto banyak mendapat sorotan sepanjang 2022. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Namun dalam setahun terakhir, justru nomor ganda campuran pelatnas yang sedang tak bertenaga. Keputusan PBSI mencoret Praveen/Melati dan Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja dari Pelatnas PBSI kemudian diiringi besarnya beban yang langsung dirasakan oleh pemain-pemain ganda campuran yang secara peringkat ada di bawah mereka selama ini.
Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso, Zachariah Sumanti/Hediana Julimarbela, dan Rehan/Lisa langsung dituntut untuk bisa memberikan jawaban selekasnya.
Rombongan ganda campuran Pelatnas PBSI ini, di tahun 2022, kemudian gugup dan terbata-bata dalam memberikan jawaban. Kejutan-kejutan kecil bisa mereka hadirkan namun secara keseluruhan belum ada kemenangan yang bisa dirayakan.
Tekanan-tekanan itu makin terasa menyesakkan bila melihat grafik kenaikan peringkat pemain-pemain ganda campuran yang tidak kunjung menggembirakan. Belum ada ganda campuran Indonesia yang mampu menebus 10 besar, kecuali Praveen/Melati yang saat ini peringkatnya sedang dibekukan.
Sesaknya tekanan yang dirasakan pemain-pemain nomor ganda campuran, dari yang awalnya sering dianggap sebagai andalan dan kini malah jadi bulan-bulanan, akhirnya sedikit bisa menghilang. Rehan/Lisa memberikan jawaban lewat kemenangan di Hylo Open 2022.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Modal Rehan/Lisa untuk 2023
Rehan/Lisa bakal jadi salah satu ganda yang diharapkan untuk mengukir prestasi di 2023 mendatang. (Arsip PBSI)
Kemenangan Rehan/Lisa memang terjadi di level Super 300, namun kemenangan ini memberikan banyak penegasan. Rehan/Lisa memberikan gambaran bahwa pemain-pemain di nomor ganda campuran masih bisa diandalkan.
Dalam perjalanan untuk merebut gelar juara, Rehan/Lisa menyingkirkan Mark Lamsfuss/Isabel Lohau, Mathias Christiansen/Alexandra Boje, dan Thom Gicquel/Delphine Delrue.
Hal ini juga menunjukkan bahwa secara kualitas Rehan/Lisa bisa bersaing dengan nama-nama ganda campuran yang kini sudah menetap di posisi 10 besar dunia.
Dan jangan dilupa, Rehan/Lisa menang atas Huang Dong Ping di babak final meskipun ia tidak tampil bersama Wang Yilyu. Catatan ini juga jadi nilai tambah bagi Rehan/Lisa.
Kemenangan Rehan/Lisa di Hylo Open tak lepas dari hasil yang cukup impresif yang di French Open. Rehan/Lisa bisa menembus babak semifinal dan hal itu turut mengangkat kepercayaan diri mereka.
Pasalnya, terkadang kegagalan demi kegagalan yang dirasakan pemain bukan lantaran teknik mereka yang berbeda jomplang dengan lawan, melainkan karena mereka tidak bisa mengaplikasikan seluruh hasil latihan mereka di lapangan.
Faktor kepercayaan diri dari Rehan/Lisa ini yang sudah terdongkrak di Prancis dan tentunya diharapkan bakal makin mengangkat setelah mereka menang di Hylo Open.
Dari segi permainan, tentu masih banyak ruang-ruang yang bisa dikembangkan oleh Rehan/Lisa. Namun Rehan dan Lisa sudah bisa menunjukkan potensi mereka di lapangan.
Rehan punya variasi serangan yang bagus sedangkan Lisa terbilang cekatan untuk melakukan cegatan di depan net. Lisa pun punya power yang cukup mumpuni bila harus ditarik ke belakang.
Dari segi komunikasi, Rehan dan Lisa pun terbilang aktif di lapangan dan terus saling mengisi satu sama lain. Kemenangan di Hylo Open pun jadi penutup yang manis bagi Rehan/Lisa di 2022.
Perjalanan yang lebih terjal menanti mereka di depan mata. Namun Rehan/Lisa setidaknya sudah punya satu modal bagus yang bisa embuat mereka percaya, bahwa mereka juga bisa menjadi tulang punggung ganda campuran yang dalam tiga dekade terakhir jadi andalan Indonesia.