Jonathan Rea: Pangkas Rambut, Piring Nasi Padang, dan Legenda WSBK
Putra Permata Tegar Idaman | CNN Indonesia
Selasa, 15 Nov 2022 14:47 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Jonathan Rea kebingungan soal harga pangkas rambut dan piring nasi padang. (cnnindonesia/Aulia Bintang)
Lombok, CNN Indonesia --
Tak hanya menjadi pembalap yang diperhitungkan dalam ajang WSBK Mandalika, Jonathan Rea juga memiliki cerita menarik di luar sirkuit. Pangkas rambut dan masakan padang mewarnai perjalanan Rea selain di Sirkuit Mandalika pada WSBK 2022.
Setelah tahun lalu tampil sebagai pemenang di race satu dan dua, Rea kembali naik podium pada WSBK Mandalika 2022.
Dalam wawancara dengan CNNIndonesia.com, pembalap asal Irlandia Utara itu turut mengungkapkan tingkat persaingan di ajang WSBK pada dua musim terakhir. Rea untuk kali kedua secara beruntun gagal menjadi pemuncak klasemen akhir WSBK.
Padahal andalan Kawasaki itu adalah raja WSBK sejak 2015 hingga 2020, sebelum Toprak Razgatlioglu dan Alvaro Bautista merebut mahkota juara.
Berikut wawancara CNNIndonesia.com dengan Rea di Mandalika:
Anda punya potongan rambut baru?
Ya, saya ada di Jakarta dan potong rambut. Saya selalu potong rambut sebagai bagian dari persiapan. Saya datang lebih awal di Jakarta lebih awal dan mereka bisa melakukannya dengan baik.
Lebih mahal potong rambut di mana, Indonesia, UK, atau Irlandia Utara?
Sejujurnya, saya tak tahu berapa biaya yang dikeluarkan karena staf Kawasaki yang membayar.
Berapa biaya potong rambut di Jakarta?
Rp50 ribu? kira-kira 3 atau 4 Euro.
Sangat murah. Kalian bisa potong rambut di UK dengan biaya 6-7 euro namun saya membayar sedikit lebih mahal untuk salon langganan saya.
Jonathan Rea (kanan) selalu berhasil naik podium WSBK Mandalika sejak 2021. (Johannes P. Christo/Anadolu Agency via Getty Images)
Saya melihat Anda makan nasi padang dan terlihat takjub saat menyaksikan banyak piring di meja?
Ketika semua piring disajikan di meja, saya berkata,'Ini semua untuk saya?' Lalu kemudian saya diberitahu bahwa kami hanya membayar yang kami makan.
Saya suka daging rendang, lalu saya makan ayam dengan kuah santan, saya mencoba banyak menu, sayuran, dan enak.
Anda suka makanan pedas?
Ya, saya suka makanan pedas. Istri saya di rumah memasak menu masakan Thailand, kari, dan makanan pedas. Saya menyukai makanan pedas.
Bila Anda harus memberikan penilaian untuk fans Indonesia, berapa nilainya?
Fans di Indonesia punya gairah besar. Saya ingat tahun lalu di Mandalika. Ketika cuaca buruk melanda, mereka tetap di grandstand sepanjang balapan dan menyanyikan,'Man-da-li-ka'. Sungguh sebuah atmosfer yang keren.
Untuk tahun lalu, tentu saja saya akan memberikan nilai 9 dari skala 10.
Bagaimana perbedaan Sirkuit Mandalika tahun ini bila dibandingkan tahun lalu?
Sirkuit Mandalika saat ini sangat berkembang. Terutama di sisi luar sirkuit. Parkir, akses jalan, infrastruktur. Jadi selamat untuk semuanya, Pemerintah, orang-orang yang terlibat untuk terus bekerja meningkatkan kualitas sirkuit.
Anda dominan di WSBK lalu kemudian apa yang terjadi dalam dua musim terakhir?
Tidak ada. Hanya saja kami harus bisa lebih meningkatkan kualitas dibandingkan kompetitor kami lainnya.
Tahun lalu, saya datang ke Mandalika dengan, saya tidak ingat pasti, mungkin 16-17 poin dari pemimpin klasemen, Toprak Razgatlioglu.
Saya melakukan kesalahan tahun lalu. Namun saya rasa tahun ini kami melakukan hal yang jauh lebih baik.
Tetapi memang level kompetisi sangat tinggi jadi kami harus terus meningkatkan kemampuan. Dan kami terus bekerja keras untuk itu.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Apa komentar anda soal weight limit di WSBK?
Secara umum di dunia balap saat ini, kita bisa melihat pembatasan bobot bisa diaplikasikan dengan baik di Moto2, Moto3, World SSP 300, World SSP 600.
Hal itu merupakan sesuatu yang sudah diperkenalkan sebelumnya. Di Superbike, hal itu juga bakal berguna untuk mencapai keadilan untuk para pembalap.
Kita punya Scott Redding, bukan hanya Scott tetapi banyak pembalap yang sangat tinggi dan bobot tubuh yang besar.
Tentu saja mereka akan balapan dengan situasi tak menguntungkan yang cukup besar karena akselerasi dan penurunan kecepatan, butuh lebih banyak tenaga untuk melakukannya.
Saya rasa dalam olahraga ini, dengan menggunakan motor, bukan sepenuhnya seperti olahraga individu. Jadi aturan yang lebih berimbang seharusnya bisa ditelaah dan coba diaplikasikan.
Anda adalah pembalap tersukses sepanjang sejarah WSBK. Apa arti hal itu bagimu?
Saya tidak pernah berpikir soal kesuksesan saya yang telah lalu karena saya selalu fokus ke depan, berpikir untuk balapan selanjutnya.
Mungkin di masa depan, ketika saya sudah berhenti balapan, lalu saya bisa menengok ke belakang dan merasa sangat bangga.
Tetapi untuk saat ini, saya hanya fokus pada balapan selanjutnya, musim selanjutnya, dan hal-hal yang bakal datang di hadapan saya.
Tentu saja saya sangat bangga bisa memenangkan banyak balapan, banyak gelar juara dunia. Kami melakukan pekerjaan yang luar biasa hebat di tim Kawasaki.
Jonathan Rea berbincang dengan Toprak Razgatlioglu. (Photo by Johannes P. Christo/Anadolu Agency via Getty Images)
Hal apa yang kemudian akan jadi dasar keputusan untuk pensiun bagi dirimu di masa depan. Apakah ketika Anda tak merasa kompetitif lagi?
Saya belum memikirkan untuk pensiun karena ini belum waktunya.
Mungkin ketika suatu hari saya bangun dan merasa bahwa seharusnya saya berdiam di rumah, atau saya merasa tidak lagi kompetitif, atau tidak lagi menikmati balapan, saya mungkin akan mulai memikirkannya.
Tetapi yang pasti saat ini saya masih menikmati balapan, dan saya masih sangat kompetitif.
Dengan perbedaan waktu, apakah hal itu memungkinkan Anda untuk mengantuk saat balapan?
Tentu saja tidak. Karena kami balapan pukul 1 siang.
Apakah Anda punya SIM di kehidupan sehari-hari?
Saya lulus tes tahun lalu. Saya sudah berumur 35 tahun dan baru lulus ujian tahun lalu.
Saya punya Kawasaki Z900RS, motor yang keren, seperti motor touring. Saya sangat menikmatinya.
Apakah Anda ngebut dalam mengemudikan motor sehari-hari?
Di kehidupan normal, saya mengendarai motor dengan sangat tenang. Seperti saya bilang, motor yang saya pakai bukan tipe motor balap melainkan street bike.
Saya juga tak suka mengebut, karena saya sedang tidak bekerja. Saya menikmati mengendarai motor dengan santai.
Tak hanya menjadi pembalap yang diperhitungkan dalam ajang WSBK Mandalika, Jonathan Rea juga memiliki cerita menarik di luar sirkuit. Pangkas rambut dan masakan padang mewarnai perjalanan Rea selain di Sirkuit Mandalika pada WSBK 2022.
Setelah tahun lalu tampil sebagai pemenang di race satu dan dua, Rea kembali naik podium pada WSBK Mandalika 2022.
Dalam wawancara dengan CNNIndonesia.com, pembalap asal Irlandia Utara itu turut mengungkapkan tingkat persaingan di ajang WSBK pada dua musim terakhir. Rea untuk kali kedua secara beruntun gagal menjadi pemuncak klasemen akhir WSBK.
Padahal andalan Kawasaki itu adalah raja WSBK sejak 2015 hingga 2020, sebelum Toprak Razgatlioglu dan Alvaro Bautista merebut mahkota juara.
Berikut wawancara CNNIndonesia.com dengan Rea di Mandalika:
Anda punya potongan rambut baru?
Ya, saya ada di Jakarta dan potong rambut. Saya selalu potong rambut sebagai bagian dari persiapan. Saya datang lebih awal di Jakarta lebih awal dan mereka bisa melakukannya dengan baik.
Lebih mahal potong rambut di mana, Indonesia, UK, atau Irlandia Utara?
Sejujurnya, saya tak tahu berapa biaya yang dikeluarkan karena staf Kawasaki yang membayar.
Berapa biaya potong rambut di Jakarta?
Rp50 ribu? kira-kira 3 atau 4 Euro.
Sangat murah. Kalian bisa potong rambut di UK dengan biaya 6-7 euro namun saya membayar sedikit lebih mahal untuk salon langganan saya.
Jonathan Rea (kanan) selalu berhasil naik podium WSBK Mandalika sejak 2021. (Johannes P. Christo/Anadolu Agency via Getty Images)
Saya melihat Anda makan nasi padang dan terlihat takjub saat menyaksikan banyak piring di meja?
Ketika semua piring disajikan di meja, saya berkata,'Ini semua untuk saya?' Lalu kemudian saya diberitahu bahwa kami hanya membayar yang kami makan.
Saya suka daging rendang, lalu saya makan ayam dengan kuah santan, saya mencoba banyak menu, sayuran, dan enak.
Anda suka makanan pedas?
Ya, saya suka makanan pedas. Istri saya di rumah memasak menu masakan Thailand, kari, dan makanan pedas. Saya menyukai makanan pedas.
Bila Anda harus memberikan penilaian untuk fans Indonesia, berapa nilainya?
Fans di Indonesia punya gairah besar. Saya ingat tahun lalu di Mandalika. Ketika cuaca buruk melanda, mereka tetap di grandstand sepanjang balapan dan menyanyikan,'Man-da-li-ka'. Sungguh sebuah atmosfer yang keren.
Untuk tahun lalu, tentu saja saya akan memberikan nilai 9 dari skala 10.
Bagaimana perbedaan Sirkuit Mandalika tahun ini bila dibandingkan tahun lalu?
Sirkuit Mandalika saat ini sangat berkembang. Terutama di sisi luar sirkuit. Parkir, akses jalan, infrastruktur. Jadi selamat untuk semuanya, Pemerintah, orang-orang yang terlibat untuk terus bekerja meningkatkan kualitas sirkuit.
Anda dominan di WSBK lalu kemudian apa yang terjadi dalam dua musim terakhir?
Tidak ada. Hanya saja kami harus bisa lebih meningkatkan kualitas dibandingkan kompetitor kami lainnya.
Tahun lalu, saya datang ke Mandalika dengan, saya tidak ingat pasti, mungkin 16-17 poin dari pemimpin klasemen, Toprak Razgatlioglu.
Saya melakukan kesalahan tahun lalu. Namun saya rasa tahun ini kami melakukan hal yang jauh lebih baik.
Tetapi memang level kompetisi sangat tinggi jadi kami harus terus meningkatkan kemampuan. Dan kami terus bekerja keras untuk itu.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Pandangan Soal Pembalap Tersukses di WSBK
Jonathan Rea gagal menjadi juara dalam dua musim beruntun. (ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI)
Apa komentar anda soal weight limit di WSBK?
Secara umum di dunia balap saat ini, kita bisa melihat pembatasan bobot bisa diaplikasikan dengan baik di Moto2, Moto3, World SSP 300, World SSP 600.
Hal itu merupakan sesuatu yang sudah diperkenalkan sebelumnya. Di Superbike, hal itu juga bakal berguna untuk mencapai keadilan untuk para pembalap.
Kita punya Scott Redding, bukan hanya Scott tetapi banyak pembalap yang sangat tinggi dan bobot tubuh yang besar.
Tentu saja mereka akan balapan dengan situasi tak menguntungkan yang cukup besar karena akselerasi dan penurunan kecepatan, butuh lebih banyak tenaga untuk melakukannya.
Saya rasa dalam olahraga ini, dengan menggunakan motor, bukan sepenuhnya seperti olahraga individu. Jadi aturan yang lebih berimbang seharusnya bisa ditelaah dan coba diaplikasikan.
Anda adalah pembalap tersukses sepanjang sejarah WSBK. Apa arti hal itu bagimu?
Saya tidak pernah berpikir soal kesuksesan saya yang telah lalu karena saya selalu fokus ke depan, berpikir untuk balapan selanjutnya.
Mungkin di masa depan, ketika saya sudah berhenti balapan, lalu saya bisa menengok ke belakang dan merasa sangat bangga.
Tetapi untuk saat ini, saya hanya fokus pada balapan selanjutnya, musim selanjutnya, dan hal-hal yang bakal datang di hadapan saya.
Tentu saja saya sangat bangga bisa memenangkan banyak balapan, banyak gelar juara dunia. Kami melakukan pekerjaan yang luar biasa hebat di tim Kawasaki.
Jonathan Rea berbincang dengan Toprak Razgatlioglu. (Photo by Johannes P. Christo/Anadolu Agency via Getty Images)
Hal apa yang kemudian akan jadi dasar keputusan untuk pensiun bagi dirimu di masa depan. Apakah ketika Anda tak merasa kompetitif lagi?
Saya belum memikirkan untuk pensiun karena ini belum waktunya.
Mungkin ketika suatu hari saya bangun dan merasa bahwa seharusnya saya berdiam di rumah, atau saya merasa tidak lagi kompetitif, atau tidak lagi menikmati balapan, saya mungkin akan mulai memikirkannya.
Tetapi yang pasti saat ini saya masih menikmati balapan, dan saya masih sangat kompetitif.
Dengan perbedaan waktu, apakah hal itu memungkinkan Anda untuk mengantuk saat balapan?
Tentu saja tidak. Karena kami balapan pukul 1 siang.
Apakah Anda punya SIM di kehidupan sehari-hari?
Saya lulus tes tahun lalu. Saya sudah berumur 35 tahun dan baru lulus ujian tahun lalu.
Saya punya Kawasaki Z900RS, motor yang keren, seperti motor touring. Saya sangat menikmatinya.
Apakah Anda ngebut dalam mengemudikan motor sehari-hari?
Di kehidupan normal, saya mengendarai motor dengan sangat tenang. Seperti saya bilang, motor yang saya pakai bukan tipe motor balap melainkan street bike.
Saya juga tak suka mengebut, karena saya sedang tidak bekerja. Saya menikmati mengendarai motor dengan santai.