Wales vs Inggris: Perang Sejarah dan Kejar Hujan Gol
Abdul Susila | CNN Indonesia
Selasa, 29 Nov 2022 08:28 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Gareth Bale dihadapkan pada tugas berat saat Wales bersua Inggris. (REUTERS/HANNAH MCKAY)
Jakarta, CNN Indonesia --
Wales akan bentrok dengan Inggris untuk pertama kalinya di putaran final Piala Dunia. Karenanya Wales ingin perang ini jadi sejarah manis.
Pertandingan pemungkas Grup B ini akan berlangsung pada Selasa (29/11) waktu Qatar atau Rabu (30/11) dini hari WIB. Ini adalah laga hidup mati penentu lolos ke babak 16 besar.
Berkaca dari sejarah, Wales inferior dari Inggris. Dalam 103 pertemuan sejak 18 Januari 1879, The Dragons hanya menang 14 kali, 21 kali imbang, dan sisanya 68 kali kalah.
Selama abad ke-21 atau dalam enam pertemuan terakhir, Gareth Bale dan kawan-kawan selalu kalah. Kemenangan terakhir Wales atas Inggris tercipta pada 2 Mei 1984.
Namun sejarah tak bisa menjadi acuan di Piala Dunia. Buktinya sudah banyak tercipta kejutan, di mana tim-tim guram bisa menumbangkan tim favorit juara Piala Dunia 2022.
Apalagi ada fakta Inggris ditahan Amerika Serikat pada 25 November lalu. Sebelumnya Amerika Serikat juga ditahan oleh Wales. Artinya ada peluang untuk bermain imbang, bahkan menang.
Jika melihat susunan pemain, Wales memang kalah kelas. Dari 26 pemain Wales di Piala Dunia 2023, hanya tujuh pemain yang tampil di kasta tertinggi Liga Premier Inggris.
Bahkan kapten Wales, Bale saat ini tampil di kompetisi Amerika Serikat bersama Los Angeles FC. Meski usia Bale masih 33, performanya dianggap sudah jauh menurun.
Satu-satunya gol Wales di Piala Dunia 2022 pun diciptakan Bale lewat penalti. Dalam artian sisi penyerangan tim asuhan Rob Page ini belum cukup teruji.
Tak hanya di Piala Dunia, selama 2022 Wales hanya menang dua kali dalam sembilan pertandingan. Jumlah kebobolan mereka lebih banyak dibanding memasukkan, 13 berbanding 10 gol.
Kendati demikian Wales enggan berkecil hati. Duel melawan Inggris bukanlah sekadar laga. Lebih dari, pertandingan ini kerap diasosiasikan sebagai pertarungan harga diri bangsa.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Karakter sepak bola Inggris dan Wales yang relatif mirip membuat duel Piala Dunia 2022 ini berpotensi menghasilkan kejutan dan skor besar.
Di Piala Dunia 2022, Wales menumpuk pemain bertahan dalam formasi lima bek. Saat mencoba tampil dengan tiga bek, mereka lemah. Karenanya konsep lima bek ini berpeluang diterapkan lagi.
Adapun Inggris teguh dengan komposisi 4-3-3. Dalam dua laga sebelumnya Gareth Southgate memasang gelandang muda bertenaga yakni Mason Mount, Jude Bellingham, dan Declan Rice sebagai starter.
Karenanya pula Raheem Sterling dan Bukayo Saka lebih dipilih mendampingi Harry Kane. Dua pemain ini relatif lebih cepat dan gesit dibanding penyerang Inggris lainnya.
Dengan kata lain perang kecepatan dengan umpan panjang, seperti sering dipertontonkan dalam Liga Inggris, akan tersaji. Sisi sayap jadi arena masuk ke pertahanan lawan.
Statistik Inggris memperlihatkan, mereka 56 kali melakukan serangan dari sayap dalam dua laga Piala Dunia dan hanya sembilan kali dari tengah. Persentase suksesnya pun cukup tinggi.
Ini berbeda dengan Wales yang punya 12 tusukan dari tengah di dua laga terakhir mereka. Kendati demikian serangan sisi sayap Wales juga eksplosif meski tak terlalu klinis.
Bagi Wales bermain terbuka merupakan salah satu kunci untuk lolos ke 16 besar. Mereka bisa saja gagal ke 16 besar meski menang lawan Inggris jika hanya dengan gol minim.
Wales setidaknya harus melesakkan empat gol ke gawang Inggris untuk mengurangi defisit dua gol. Ini karena saat ini Inggris surplus empat gol dan sudah mengoleksi empat poin.
Menang lawan Inggris artinya sama-sama meraih empat poin, sehingga jumlah selisih gol jadi penentu. Jika Inggris masih surplus gol, sama artinya Wales tetap di bawah Inggris.
Pada saat yang sama Amerika Serikat hanya butuh menang dengan gol berapapun untuk lolos. Sebaliknya Iran harus menang dengan selisih empat gol karena sedang defisit dua gol.
Wales akan bentrok dengan Inggris untuk pertama kalinya di putaran final Piala Dunia. Karenanya Wales ingin perang ini jadi sejarah manis.
Pertandingan pemungkas Grup B ini akan berlangsung pada Selasa (29/11) waktu Qatar atau Rabu (30/11) dini hari WIB. Ini adalah laga hidup mati penentu lolos ke babak 16 besar.
Berkaca dari sejarah, Wales inferior dari Inggris. Dalam 103 pertemuan sejak 18 Januari 1879, The Dragons hanya menang 14 kali, 21 kali imbang, dan sisanya 68 kali kalah.
Selama abad ke-21 atau dalam enam pertemuan terakhir, Gareth Bale dan kawan-kawan selalu kalah. Kemenangan terakhir Wales atas Inggris tercipta pada 2 Mei 1984.
Namun sejarah tak bisa menjadi acuan di Piala Dunia. Buktinya sudah banyak tercipta kejutan, di mana tim-tim guram bisa menumbangkan tim favorit juara Piala Dunia 2022.
Apalagi ada fakta Inggris ditahan Amerika Serikat pada 25 November lalu. Sebelumnya Amerika Serikat juga ditahan oleh Wales. Artinya ada peluang untuk bermain imbang, bahkan menang.
Jika melihat susunan pemain, Wales memang kalah kelas. Dari 26 pemain Wales di Piala Dunia 2023, hanya tujuh pemain yang tampil di kasta tertinggi Liga Premier Inggris.
Bahkan kapten Wales, Bale saat ini tampil di kompetisi Amerika Serikat bersama Los Angeles FC. Meski usia Bale masih 33, performanya dianggap sudah jauh menurun.
Satu-satunya gol Wales di Piala Dunia 2022 pun diciptakan Bale lewat penalti. Dalam artian sisi penyerangan tim asuhan Rob Page ini belum cukup teruji.
Tak hanya di Piala Dunia, selama 2022 Wales hanya menang dua kali dalam sembilan pertandingan. Jumlah kebobolan mereka lebih banyak dibanding memasukkan, 13 berbanding 10 gol.
Kendati demikian Wales enggan berkecil hati. Duel melawan Inggris bukanlah sekadar laga. Lebih dari, pertandingan ini kerap diasosiasikan sebagai pertarungan harga diri bangsa.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Berpotensi Hujan Gol
Inggris dalam posisi yang menguntungkan tetapi pantang lengah. (REUTERS/KAI PFAFFENBACH)
Karakter sepak bola Inggris dan Wales yang relatif mirip membuat duel Piala Dunia 2022 ini berpotensi menghasilkan kejutan dan skor besar.
Di Piala Dunia 2022, Wales menumpuk pemain bertahan dalam formasi lima bek. Saat mencoba tampil dengan tiga bek, mereka lemah. Karenanya konsep lima bek ini berpeluang diterapkan lagi.
Adapun Inggris teguh dengan komposisi 4-3-3. Dalam dua laga sebelumnya Gareth Southgate memasang gelandang muda bertenaga yakni Mason Mount, Jude Bellingham, dan Declan Rice sebagai starter.
Karenanya pula Raheem Sterling dan Bukayo Saka lebih dipilih mendampingi Harry Kane. Dua pemain ini relatif lebih cepat dan gesit dibanding penyerang Inggris lainnya.
Dengan kata lain perang kecepatan dengan umpan panjang, seperti sering dipertontonkan dalam Liga Inggris, akan tersaji. Sisi sayap jadi arena masuk ke pertahanan lawan.
Statistik Inggris memperlihatkan, mereka 56 kali melakukan serangan dari sayap dalam dua laga Piala Dunia dan hanya sembilan kali dari tengah. Persentase suksesnya pun cukup tinggi.
Ini berbeda dengan Wales yang punya 12 tusukan dari tengah di dua laga terakhir mereka. Kendati demikian serangan sisi sayap Wales juga eksplosif meski tak terlalu klinis.
Bagi Wales bermain terbuka merupakan salah satu kunci untuk lolos ke 16 besar. Mereka bisa saja gagal ke 16 besar meski menang lawan Inggris jika hanya dengan gol minim.
Wales setidaknya harus melesakkan empat gol ke gawang Inggris untuk mengurangi defisit dua gol. Ini karena saat ini Inggris surplus empat gol dan sudah mengoleksi empat poin.
Menang lawan Inggris artinya sama-sama meraih empat poin, sehingga jumlah selisih gol jadi penentu. Jika Inggris masih surplus gol, sama artinya Wales tetap di bawah Inggris.
Pada saat yang sama Amerika Serikat hanya butuh menang dengan gol berapapun untuk lolos. Sebaliknya Iran harus menang dengan selisih empat gol karena sedang defisit dua gol.