Argentina vs Australia: Messi Haram Bikin Salah Lagi
CNN Indonesia
Sabtu, 03 Des 2022 07:28 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Lionel Messi akan memimpin Argentina lawan Australia di Piala Dunia 2022. (REUTERS/JENNIFER LORENZINI)
Jakarta, CNN Indonesia --
Setelah sama-sama lolos dramatis dari fase grup, kini Argentina dan Australia bakal bertemu di babak 16 besar Piala Dunia 2022.
Argentina bakal berjumpa Australia di Stadion Ahmad Bin Ali, Qatar pada Minggu (4/12) dini hari WIB. Laga babak 16 besar Piala Dunia 2022 ini akan berlangsung pada pukul 02.00 WIB.
Argentina lolos ke babak 16 besar dengan status juara Grup C, usai meraih dua kemenangan dan menelan satu kekalahan mengejutkan dari Arab Saudi di pertandingan perdana.
Sepanjang babak penyisihan grup,La Albiceleste berhasil mencetak lima gol dan kebobolan sebanyak dua gol.
Sementara itu, Australia datang ke babak 16 besar dengan menyandang status runner-up Grup D, hasil dua kali menang dan satu kekalahan.
Namun, Australia memiliki catatan produktivitas gol yang buruk dari tiga laga yang mereka mainkan. Socceroos mencetak tiga gol dan kebobolan empat gol.
Hanya saja kedua tim sama-sama hadir dengan kondisi fisik yang terkuras karena baru dua hari beristirahat usai laga terakhir fase grup.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni sempat mengeluhkan soal masa recovery yang minim, terutama setelah timnya harus melalui perjuangan yang menguras tenaga di Grup C.
Namun Scaloni tetap harus tahu bahwa suporter Argentina tidak mau mendengar apapun alasan yang mereka terima dalam perjalanan Piala Dunia 2022.
Suporter Argentina tentu hanya ingin timnya menang dan membuktikan negara mereka pantas dijadikan favorit juara Piala Dunia 2022.
Untuk mengatasi masalah kelelahan Scaloni bisa mencoba untuk memainkan beberapa pemain muda potensial yang punya kebugaran bagus seperti Alexis Mac Allister, Julain Alvarez, atau Enzo Fernandesz, meskipun tentu saja Lionel Messi masih akan memikul tugas berat sebagai kreator serangan Argentina.
Tetapi Messi tidak bisa bekerja sendirian, La Pulga butuh banyak bantuan dari pemain-pemain lain yang punya visi bermain yang bagus dan cerdas dalam melancarkan serangan.
Formasi starter saat Argentina mengalahkan Polandia 2-0 di pertandingan terakhir Grup C mungkin bisa dipertahankan atau bisa diubah seminimal mungkin untuk melawan Australia.
Argentina bisa memainkan starting line up yaitu Emiliano Martinez di posisi penjaga gawang. Kemudian di posisi empat pemain bertahan Scaloni bisa memainkan Nahuel Molina, Nicolas Otamendi, Cristian Romero, dan Nicolas Tagliafico.
Sementara tiga posisi pemain tengah: Alexis MacAllister, Enzo Fernandez, Rodrigi De Paul. Sedangkan tiga penyerang Argentina bisa memainkan Julian Alvarez, Lionel Messi, dan Angel Di Maria.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Di samping menurunkan pemain-pemain muda serta mempertahankan formasi seperti lawan Polandia, yang tidak kalah penting adalah Argentina tidak boleh menganggap remeh Australia.
Argentina tidak boleh berbuat kesalahan lagi seperti saat kalah dari Arab Saudi, tim yang tidak diunggulkan bisa menang atas La Albiceleste.
Kapten tim Lionel Messi pun sudah mewanti-wanti kepada rekan-rekannya untuk tidak menganggap remeh Australia.
Messi mengatakan pertandingan melawan Australia akan sulit. La Pulga menyebut Australia bisa mengalahkan Argentina.
"Pertandingan melawan Australia akan sangat sulit. Siapa pun bisa mengalahkan siapa saja, semuanya seimbang. Kami harus mempersiapkan pertandingan dengan cara terbaik seperti yang selalu kami lakukan.
"Kami harus tenang dan menjalani pertandingan demi pertandingan. Sekarang Piala Dunia lainnya dimulai dan mudah-mudahan kami dapat terus mempertahankan apa yang kami lakukan hari ini [saat lawan Polandia]," ucap Messi dikutip dari Sportsmole.
Australia mungkin menjadi salah satu tim yang 'tidak difavoritkan' lolos ke babak 16 besar Piala Dunia. Dari segi statistik memang Socceroos tak terlalu mengesankan. Tim asuhan Graham Arnold ini lolos ke 16 besar hanya bermodal tiga gol yang jumlahnya lebih sedikit dari jumlah kebobolan mereka di Piala Dunia 2022 yaitu empat kali kebobolan.
Tapi harus diakui jarak kualitas antara kedua tim adalah faktor kunci yang membuat Argentina menjadi favorit kuat untuk menang dan melaju ke babak perempat final.
Australia tampaknya tidak akan terlalu merepotkan pertahanan Argentina yang sukses membungkam Meksiko dan Polandia.
Setelah sama-sama lolos dramatis dari fase grup, kini Argentina dan Australia bakal bertemu di babak 16 besar Piala Dunia 2022.
Argentina bakal berjumpa Australia di Stadion Ahmad Bin Ali, Qatar pada Minggu (4/12) dini hari WIB. Laga babak 16 besar Piala Dunia 2022 ini akan berlangsung pada pukul 02.00 WIB.
Argentina lolos ke babak 16 besar dengan status juara Grup C, usai meraih dua kemenangan dan menelan satu kekalahan mengejutkan dari Arab Saudi di pertandingan perdana.
Sepanjang babak penyisihan grup,La Albiceleste berhasil mencetak lima gol dan kebobolan sebanyak dua gol.
Sementara itu, Australia datang ke babak 16 besar dengan menyandang status runner-up Grup D, hasil dua kali menang dan satu kekalahan.
Namun, Australia memiliki catatan produktivitas gol yang buruk dari tiga laga yang mereka mainkan. Socceroos mencetak tiga gol dan kebobolan empat gol.
Hanya saja kedua tim sama-sama hadir dengan kondisi fisik yang terkuras karena baru dua hari beristirahat usai laga terakhir fase grup.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni sempat mengeluhkan soal masa recovery yang minim, terutama setelah timnya harus melalui perjuangan yang menguras tenaga di Grup C.
Namun Scaloni tetap harus tahu bahwa suporter Argentina tidak mau mendengar apapun alasan yang mereka terima dalam perjalanan Piala Dunia 2022.
Suporter Argentina tentu hanya ingin timnya menang dan membuktikan negara mereka pantas dijadikan favorit juara Piala Dunia 2022.
Untuk mengatasi masalah kelelahan Scaloni bisa mencoba untuk memainkan beberapa pemain muda potensial yang punya kebugaran bagus seperti Alexis Mac Allister, Julain Alvarez, atau Enzo Fernandesz, meskipun tentu saja Lionel Messi masih akan memikul tugas berat sebagai kreator serangan Argentina.
Tetapi Messi tidak bisa bekerja sendirian, La Pulga butuh banyak bantuan dari pemain-pemain lain yang punya visi bermain yang bagus dan cerdas dalam melancarkan serangan.
Formasi starter saat Argentina mengalahkan Polandia 2-0 di pertandingan terakhir Grup C mungkin bisa dipertahankan atau bisa diubah seminimal mungkin untuk melawan Australia.
Argentina bisa memainkan starting line up yaitu Emiliano Martinez di posisi penjaga gawang. Kemudian di posisi empat pemain bertahan Scaloni bisa memainkan Nahuel Molina, Nicolas Otamendi, Cristian Romero, dan Nicolas Tagliafico.
Sementara tiga posisi pemain tengah: Alexis MacAllister, Enzo Fernandez, Rodrigi De Paul. Sedangkan tiga penyerang Argentina bisa memainkan Julian Alvarez, Lionel Messi, dan Angel Di Maria.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Jarak Lebar Kualitas Argentina vs Australia
Messi ingatkan Argentina tidak boleh remehkan Australia. (REUTERS/HANNAH MCKAY)
Di samping menurunkan pemain-pemain muda serta mempertahankan formasi seperti lawan Polandia, yang tidak kalah penting adalah Argentina tidak boleh menganggap remeh Australia.
Argentina tidak boleh berbuat kesalahan lagi seperti saat kalah dari Arab Saudi, tim yang tidak diunggulkan bisa menang atas La Albiceleste.
Kapten tim Lionel Messi pun sudah mewanti-wanti kepada rekan-rekannya untuk tidak menganggap remeh Australia.
Messi mengatakan pertandingan melawan Australia akan sulit. La Pulga menyebut Australia bisa mengalahkan Argentina.
"Pertandingan melawan Australia akan sangat sulit. Siapa pun bisa mengalahkan siapa saja, semuanya seimbang. Kami harus mempersiapkan pertandingan dengan cara terbaik seperti yang selalu kami lakukan.
"Kami harus tenang dan menjalani pertandingan demi pertandingan. Sekarang Piala Dunia lainnya dimulai dan mudah-mudahan kami dapat terus mempertahankan apa yang kami lakukan hari ini [saat lawan Polandia]," ucap Messi dikutip dari Sportsmole.
Australia mungkin menjadi salah satu tim yang 'tidak difavoritkan' lolos ke babak 16 besar Piala Dunia. Dari segi statistik memang Socceroos tak terlalu mengesankan. Tim asuhan Graham Arnold ini lolos ke 16 besar hanya bermodal tiga gol yang jumlahnya lebih sedikit dari jumlah kebobolan mereka di Piala Dunia 2022 yaitu empat kali kebobolan.
Tapi harus diakui jarak kualitas antara kedua tim adalah faktor kunci yang membuat Argentina menjadi favorit kuat untuk menang dan melaju ke babak perempat final.
Australia tampaknya tidak akan terlalu merepotkan pertahanan Argentina yang sukses membungkam Meksiko dan Polandia.