Ekspresi pemain-pemain Argentina usai mengalahkan Belanda di perempat final Piala Dunia 2022. (REUTERS/PAUL CHILDS)
Jakarta, CNN Indonesia --
Keberhasilan Argentinameraih gelar juara Piala Dunia untuk kali ketiga diiringi beberapa kejadian kontroversial. Berikut tiga kontroversi Argentina selama perhelatan Piala Dunia 2022.
Penantian Argentina selama 36 tahun usai sudah. Setelah kegembiraan di Stadion Azteca, Mexico City, tim Tango kembali merasakan kesuksesan di Stadion Lusail.
Lionel Messi mengikuti jejak-jejak pendahulu, Mario Kempes dan Diego Maradona, sebagai bintang yang mengantar Albiceleste menjadi juara dunia.
Dalam perjalanan menuju podium juara Piala Dunia dan setelah resmi menggenggam trofi, ada sederet kontroversi yang melibatkan timnas Argentina.
Berikut tiga kontroversi Argentina selama juara Piala Dunia 2022:
1. Duel Panas Lawan Belanda
Pertandingan perempat final melawan Belanda, bisa dibilang merupakan laga paling panas yang dilewati Argentina.
Sama seperti laga final yang berlangsung hingga adu penalti, Argentina juga harus mengalahkan De Oranje lewat adu tendangan 12 pas.
Tercatat ada sederet pertikaian antarpemain dari dua kubu yang terjadi dalam laga ini. Bahkan Lionel Messi tak bisa menyembunyikan kekesalan terhadap pelatih Louis van Gaal serta penyerang Wout Weghorst.
Messi disebut kesal dengan Van Gaal yang sebelumnya disinyalir mengeluarkan komentar soal permainan Argentina. Sementara untuk kasus Weghorst, Messi sudah kadung kesal dengan pemain Besiktas tersebut yang dianggap tak menghormati lawan. Messi pun mengusir Weghorst yang meminta bajunya di lorong ganti.
Selain itu ada pula insiden timpukan pulpen ke pemain Argentina yang diduga berasal dari ofisial timnas Belanda. Keributan dimulai ketika Leandro Paredes melakukan tekel kepada Nathan Ake. Paredes kemudian menendang bola ke arah bangku cadangan pemain Belanda sehingga memantik emosi.
Pada saat adu penalti pun tensi antara pemain Argentina dan Belanda memanas lantaran ada provokasi. Tak ayal pemain-pemain Argentina kemudian mengejek pemain Belanda usai memastikan kemenangan.
Wasit Antonio Mateu Lahoz pun tak lepas dari kritik pemain Argentina yang merasa dirugikan karena pertandingan berlanjut hingga extra time menunjukkan 11 menit dan Belanda bisa menyamakan kedudukan pada detik-detik akhir sehingga laga berlangsung ke babak tambahan dan kemudian adu penalti.
Baca lanjutan berita ini di halaman selanjutnya>>>
2. Selebrasi Ngawur
Kiper Emiliano Martinez mendapat sorotan karena dianggap merayakan keberhasilan meraih trofi sarung tangan emas dengan cara yang tidak sopan.
Sesaat setelah menerima penghargaan kiper terbaik, Martinez yang masih ada di panggung juara kemudian menempatkan trofi tersebut di area kemaluan. Netizen pun mencibir cara penjaga gawang Aston Villa itu merayakan kesuksesan.
Martinez kemudian menjelaskan bahwa ada sorakan dari pendukung Prancis membuatnya bertindak seperti itu.
Selain Martinez, panggung juara Argentina juga sempat mendapat sorotan karena bisht yang dikenakan Messi. Jubah tradisional daerah Arab itu menuai perdebatan karena dianggap sebagai pakaian perayaan yang tidak boleh dikenakan pemain ketika hendak menerima trofi sebagaimana tertuang dalam peraturan peralatan FIFA.
Pemain lain yang juga sempat dianggap kontroversial dalam perayaan gelar juara adalah Rodrigo De Paul yang melontarkan kata-kata tak senonoh di ruang ganti usai kemenangan atas Prancis.
Lionel Messi mengenakan bisht dalam prosesi penyerahan trofi Piala Dunia. (AFP/KIRILL KUDRYAVTSEV)
3. Protes Gol Kedua Messi di Final
Klaim soal gol Messi yang tidak sah disuarakan media Prancis L'Equipe.
Keberadaan pemain-pemain pengganti Argentina di dalam lapangan menjadi alasan L'Equipe melontarkan pendapat.
"Sesuai aturan, gol kedua Messi di perpanjangan waktu seharusnya dianulir wasit pertandingan Szymon Marciniak karena pemain cadangan Argentina masuk lapangan sebelum bola melewati garis gawang Hugo Lloris," tulis L'Equipe.
Aksi pemain Argentina ini dinilai telah melanggar regulasi yaitu Hukum 3 Nomor Sembilan di Law of The Game 2022/2023 yang berbunyi:
"Jika setelah gol dicetak wasit menyadari bahwa ada pemain tambahan berada di lapangan ketika gol dicetak maka wasit harus menganulir gol tersebut; jika orang tambahan [yang masuk ke lapangan] itu adalah seorang pemain, pemain pengganti, pemain pengganti, atau pemain yang dikeluarkan dari lapangan atau ofisial tim dari tim yang mencetak gol. Permainan harus dimulai kembali dengan tendangan bebas langsung dari posisi pemain tambahan itu berada.
Keberhasilan Argentinameraih gelar juara Piala Dunia untuk kali ketiga diiringi beberapa kejadian kontroversial. Berikut tiga kontroversi Argentina selama perhelatan Piala Dunia 2022.
Penantian Argentina selama 36 tahun usai sudah. Setelah kegembiraan di Stadion Azteca, Mexico City, tim Tango kembali merasakan kesuksesan di Stadion Lusail.
Lionel Messi mengikuti jejak-jejak pendahulu, Mario Kempes dan Diego Maradona, sebagai bintang yang mengantar Albiceleste menjadi juara dunia.
Dalam perjalanan menuju podium juara Piala Dunia dan setelah resmi menggenggam trofi, ada sederet kontroversi yang melibatkan timnas Argentina.
Berikut tiga kontroversi Argentina selama juara Piala Dunia 2022:
1. Duel Panas Lawan Belanda
Pertandingan perempat final melawan Belanda, bisa dibilang merupakan laga paling panas yang dilewati Argentina.
Sama seperti laga final yang berlangsung hingga adu penalti, Argentina juga harus mengalahkan De Oranje lewat adu tendangan 12 pas.
Tercatat ada sederet pertikaian antarpemain dari dua kubu yang terjadi dalam laga ini. Bahkan Lionel Messi tak bisa menyembunyikan kekesalan terhadap pelatih Louis van Gaal serta penyerang Wout Weghorst.
Messi disebut kesal dengan Van Gaal yang sebelumnya disinyalir mengeluarkan komentar soal permainan Argentina. Sementara untuk kasus Weghorst, Messi sudah kadung kesal dengan pemain Besiktas tersebut yang dianggap tak menghormati lawan. Messi pun mengusir Weghorst yang meminta bajunya di lorong ganti.
Selain itu ada pula insiden timpukan pulpen ke pemain Argentina yang diduga berasal dari ofisial timnas Belanda. Keributan dimulai ketika Leandro Paredes melakukan tekel kepada Nathan Ake. Paredes kemudian menendang bola ke arah bangku cadangan pemain Belanda sehingga memantik emosi.
Pada saat adu penalti pun tensi antara pemain Argentina dan Belanda memanas lantaran ada provokasi. Tak ayal pemain-pemain Argentina kemudian mengejek pemain Belanda usai memastikan kemenangan.
Wasit Antonio Mateu Lahoz pun tak lepas dari kritik pemain Argentina yang merasa dirugikan karena pertandingan berlanjut hingga extra time menunjukkan 11 menit dan Belanda bisa menyamakan kedudukan pada detik-detik akhir sehingga laga berlangsung ke babak tambahan dan kemudian adu penalti.
Baca lanjutan berita ini di halaman selanjutnya>>>
Selebrasi Sembarangan Hingga Gol yang Diklaim Tidak Sah
Cara Emiliano Martinez merayakan gelar kiper terbaik dikritik netizen. (REUTERS/KAI PFAFFENBACH)
2. Selebrasi Ngawur
Kiper Emiliano Martinez mendapat sorotan karena dianggap merayakan keberhasilan meraih trofi sarung tangan emas dengan cara yang tidak sopan.
Sesaat setelah menerima penghargaan kiper terbaik, Martinez yang masih ada di panggung juara kemudian menempatkan trofi tersebut di area kemaluan. Netizen pun mencibir cara penjaga gawang Aston Villa itu merayakan kesuksesan.
Martinez kemudian menjelaskan bahwa ada sorakan dari pendukung Prancis membuatnya bertindak seperti itu.
Selain Martinez, panggung juara Argentina juga sempat mendapat sorotan karena bisht yang dikenakan Messi. Jubah tradisional daerah Arab itu menuai perdebatan karena dianggap sebagai pakaian perayaan yang tidak boleh dikenakan pemain ketika hendak menerima trofi sebagaimana tertuang dalam peraturan peralatan FIFA.
Pemain lain yang juga sempat dianggap kontroversial dalam perayaan gelar juara adalah Rodrigo De Paul yang melontarkan kata-kata tak senonoh di ruang ganti usai kemenangan atas Prancis.
Lionel Messi mengenakan bisht dalam prosesi penyerahan trofi Piala Dunia. (AFP/KIRILL KUDRYAVTSEV)
3. Protes Gol Kedua Messi di Final
Klaim soal gol Messi yang tidak sah disuarakan media Prancis L'Equipe.
Keberadaan pemain-pemain pengganti Argentina di dalam lapangan menjadi alasan L'Equipe melontarkan pendapat.
"Sesuai aturan, gol kedua Messi di perpanjangan waktu seharusnya dianulir wasit pertandingan Szymon Marciniak karena pemain cadangan Argentina masuk lapangan sebelum bola melewati garis gawang Hugo Lloris," tulis L'Equipe.
Aksi pemain Argentina ini dinilai telah melanggar regulasi yaitu Hukum 3 Nomor Sembilan di Law of The Game 2022/2023 yang berbunyi:
"Jika setelah gol dicetak wasit menyadari bahwa ada pemain tambahan berada di lapangan ketika gol dicetak maka wasit harus menganulir gol tersebut; jika orang tambahan [yang masuk ke lapangan] itu adalah seorang pemain, pemain pengganti, pemain pengganti, atau pemain yang dikeluarkan dari lapangan atau ofisial tim dari tim yang mencetak gol. Permainan harus dimulai kembali dengan tendangan bebas langsung dari posisi pemain tambahan itu berada.