MU vs Sevilla: Setan Merah Deg-degan Tanpa Rashford
Surya Sumirat | CNN Indonesia
Kamis, 13 Apr 2023 09:56 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Marcus Rashford dinyatakan absen melawan Sevilla di Liga Europa. (REUTERS/CARL RECINE)
Jakarta, CNN Indonesia --
Manchester United sedang dalam posisi sulit jelang melawan Sevilla pada leg pertama babak perempat final Liga Europa di Old Trafford, Jumat (14/4) dini hari WIB.
Liga Europa menjadi trofi yang wajib dimenangkan Man United pada musim ini. Dengan juara Liga Europa, MU akan menggaransi tiket Liga Champions pada musim depan.
Saat ini Man United dalam posisi berjuang keras meraih posisi empat besar Premier League. Persaingan tim papan atas Liga Inggris masih ketat.
Setan Merah juga berpeluang terdepak dari empat besar jika lengah dalam sembilan pertandingan tersisa. Karena itu, untuk menjamin posisi Liga Champions tersebut, Liga Europa wajib direngkuh.
Untuk mengangkat trofi Liga Europa, MU harus melewati adangan Sevilla yang menjadi 'raja' di turnamen ini.
Jelang leg pertama perempat final di markas sendiri, Man Utd dalam posisi yang tidak baik. Marcus Rashford yang jadi mesin gol pada musim ini mengalami cedera pangkal paha saat melawan Everton.
Satu hari jelang pertandingan, MU merilis kabar Rashford dinyatakan tidak bisa bermain lawan Sevilla.
"Marcus Rashford tidak akan tersedia untuk pertandingan perempat final Liga Eropa UEFA hari Kamis melawan Sevilla karena cedera otot," tulis MU.
Tanpa Rashford yang tengah menanjak pada musim ini, MU patut waswas. Bermain di laga kandang berarti Man United harus mengunci kemenangan, bila perlu dengan skor yang menjamin satu kaki mereka di babak semifinal.
Ten Hag memiliki sejumlah opsi sebagai pengganti Rashford, hanya saja dengan kualitas yang tidak sebagus Rashford.
Anthony Martial yang notabenenya sebagai penyerang tengah bisa dimainkan. Martial juga mencetak gol saat melawan Everton pada laga sebelumnya.
Lewat gol tersebut, Martial mempunyai kepercayaan diri yang baik. Masalahnya, pemain asal Prancis itu kerap angin-anginan.
Selain Martial, ada juga Wout Weghorst yang dalam beberapa pertandingan terakhir kehilangan posisi starter.
Ten Hag butuh lini depan yang lebih dinamis. Pada beberapa laga belakangan Weghorst tidak tampil seperti ketika awal-awal bergabung. Striker Belanda itu kehilangan pressing ketatnya, ditambah lagi kurangnya ketajaman di kotak penalti lawan. Karena itu Ten Hag memilih Rashford dan mencadangkan Weghorst.
Demikian dengan Jadon Sancho. Pemain asal Inggris itu memiliki 'darah' sebagai penyerang tengah. Tetapi untuk musim ini, performa Sancho juga tidak konsisten.
Biasanya, saat Rashford fit, Ten Hag bisa memainkan striker timnas Inggris itu di sektor sayap kanan, Weghorst di tengah, dan Sancho sebagai penyerang sayap kiri.
Saat Weghorst buntu, Rashford bisa menjadi solusi. Namun kini, senjata andalan MU itu belum dipastikan bermain.
Selain Rashford, winger muda Alejandro Garnacho juga cedera pergelangan kaki. Garnacho kerap menjadi pembeda di sisi kiri saat sejumlah serangan Man Utd tidak membuahkan hasil.
Dengan begitu, MU kehilangan dua sumber peluang gol mereka jelang melawan Sevilla. Tanpa Rashford dan Garnacho, MU bisa percaya pada kualitas lini tengah mereka.
Bruno Fernandes, Casemiro, Fred, hingga Scott McTominay punya kemampuan membobol gawang lawan. Pada musim ini Casemiro mencetak dua gol lewat sundulan yang memanfaatkan skema bola mati.
Fred sudah mengemas enam gol, McTominay dengan tiga gol, sedangkan Fernandes memiliki 10 gol yang merupakan pencetak gol terbanyak kedua MU di musim ini.
Man United juga bisa berharap pada keajaiban dengan pemain-pemain seperti Facundo Pellistri, Anthony Elanga, hingga Antony kembali tampil memukau di Old Trafford.
Baca kelanjutan berita ini di halaman berikutnya>>>
Melawan Sevilla bukan perkara mudah bagi Manchester United. Sevilla adalah penguasa Liga Europa dengan koleksi enam gelar, atau yang terbanyak.
Sevilla seperti Real Madrid di Liga Europa. DNA Liga Europa begitu kental pada tim berjulukan Los Nervionenses tersebut.
Pada musim 2015/2016, setelah tersisih dari Liga Champions, seperti musim ini, Sevilla juara Liga Europa dengan mengalahkan Liverpool.
Akan tetapi Sevilla juga tidak selalu superior. Pada musim lalu Sevilla disingkirkan klub Liga Inggris West Ham United di babak 16 besar.
Penampilan Sevilla di musim 2022/2023 juga tidak terlalu bersinar. Tim asuhan Jose Luis Mendilibar itu hanya menang dua kali dalam lima pertandingan terakhir di semua ajang, dengan dua laga lain kalah.
Mendilibar sendiri adalah pelatih baru yang menggantikan Jorge Sampaoli sejak 21 Maret. Sejak itu Mendilibar sudah dua pertandingan mendampingi Sevilla, dengan hasil sekali menang dan sekali imbang.
Pertandingan nanti akan jadi yang ketiga bagi MU dan Sevilla di semua ajang. Dua laga sebelumnya kedua tim bentrok di babak semifinal Liga Europa 2019/2020. Kala itu MU tersingkir usai kalah agregat 1-2.
Bicara rekor pertemuan, MU kalah. Akan tetapi Man United punya rekor-rekor lain yang bisa diandalkan untuk lolos ke semifinal.
Sejarah mencatat MU tidak pernah gagal di babak perempat final selama era Liga Europa. Setiap kali mencapai babak delapan besar turnamen kasta kedua antarklub Eropa ini, The Red Devils selalu bisa lolos ke semifinal.
MU kali pertama bermain di Liga Europa pada 2011/2012. Di musim tersebut tim yang bermarkas di Old Trafford ini disingkirkan Athletic Bilbao di babak 16 besar.
Pada musim 2015/2016 giliran Liverpool yang mendepak MU di babak 16 besar. Satu musim berselang (musim 2016/2017) Man Utd juara.
MU dihentikan Sevilla pada musim 2019/2020. Giliran Villarreal yang menggagalkan hasrat MU juara pada 2020/2021. MU kalah adu penalti dari Villarreal di final.
Selain catatan apik selalu lolos ke semifinal saat mencapai perempat final, pada musim ini tim asuhan Erik ten Hag tersebut juga punya rekor bagus melawan klub-klub Spanyol pada musim ini.
Dalam babak grup, Man Utd sekali menang (1-0) dan sekali kalah (0-1) dari Real Sociedad. Lalu pada babak playoff 16 besar menyingkirkan Barcelona dengan agregat 3-2.
Man Utd kembali berjodoh dengan klub Spanyol di babak 16 besar. Man Utd kembali menang agregat 5-1 atas Real Betis. Rapor apik itu berpeluang dilanjutkan Man Utd saat melawan Sevilla pada babak perempat final.
Manchester United sedang dalam posisi sulit jelang melawan Sevilla pada leg pertama babak perempat final Liga Europa di Old Trafford, Jumat (14/4) dini hari WIB.
Liga Europa menjadi trofi yang wajib dimenangkan Man United pada musim ini. Dengan juara Liga Europa, MU akan menggaransi tiket Liga Champions pada musim depan.
Saat ini Man United dalam posisi berjuang keras meraih posisi empat besar Premier League. Persaingan tim papan atas Liga Inggris masih ketat.
Setan Merah juga berpeluang terdepak dari empat besar jika lengah dalam sembilan pertandingan tersisa. Karena itu, untuk menjamin posisi Liga Champions tersebut, Liga Europa wajib direngkuh.
Untuk mengangkat trofi Liga Europa, MU harus melewati adangan Sevilla yang menjadi 'raja' di turnamen ini.
Jelang leg pertama perempat final di markas sendiri, Man Utd dalam posisi yang tidak baik. Marcus Rashford yang jadi mesin gol pada musim ini mengalami cedera pangkal paha saat melawan Everton.
Satu hari jelang pertandingan, MU merilis kabar Rashford dinyatakan tidak bisa bermain lawan Sevilla.
"Marcus Rashford tidak akan tersedia untuk pertandingan perempat final Liga Eropa UEFA hari Kamis melawan Sevilla karena cedera otot," tulis MU.
Tanpa Rashford yang tengah menanjak pada musim ini, MU patut waswas. Bermain di laga kandang berarti Man United harus mengunci kemenangan, bila perlu dengan skor yang menjamin satu kaki mereka di babak semifinal.
Ten Hag memiliki sejumlah opsi sebagai pengganti Rashford, hanya saja dengan kualitas yang tidak sebagus Rashford.
Anthony Martial yang notabenenya sebagai penyerang tengah bisa dimainkan. Martial juga mencetak gol saat melawan Everton pada laga sebelumnya.
Lewat gol tersebut, Martial mempunyai kepercayaan diri yang baik. Masalahnya, pemain asal Prancis itu kerap angin-anginan.
Selain Martial, ada juga Wout Weghorst yang dalam beberapa pertandingan terakhir kehilangan posisi starter.
Ten Hag butuh lini depan yang lebih dinamis. Pada beberapa laga belakangan Weghorst tidak tampil seperti ketika awal-awal bergabung. Striker Belanda itu kehilangan pressing ketatnya, ditambah lagi kurangnya ketajaman di kotak penalti lawan. Karena itu Ten Hag memilih Rashford dan mencadangkan Weghorst.
Demikian dengan Jadon Sancho. Pemain asal Inggris itu memiliki 'darah' sebagai penyerang tengah. Tetapi untuk musim ini, performa Sancho juga tidak konsisten.
Biasanya, saat Rashford fit, Ten Hag bisa memainkan striker timnas Inggris itu di sektor sayap kanan, Weghorst di tengah, dan Sancho sebagai penyerang sayap kiri.
Saat Weghorst buntu, Rashford bisa menjadi solusi. Namun kini, senjata andalan MU itu belum dipastikan bermain.
Selain Rashford, winger muda Alejandro Garnacho juga cedera pergelangan kaki. Garnacho kerap menjadi pembeda di sisi kiri saat sejumlah serangan Man Utd tidak membuahkan hasil.
Dengan begitu, MU kehilangan dua sumber peluang gol mereka jelang melawan Sevilla. Tanpa Rashford dan Garnacho, MU bisa percaya pada kualitas lini tengah mereka.
Bruno Fernandes, Casemiro, Fred, hingga Scott McTominay punya kemampuan membobol gawang lawan. Pada musim ini Casemiro mencetak dua gol lewat sundulan yang memanfaatkan skema bola mati.
Fred sudah mengemas enam gol, McTominay dengan tiga gol, sedangkan Fernandes memiliki 10 gol yang merupakan pencetak gol terbanyak kedua MU di musim ini.
Man United juga bisa berharap pada keajaiban dengan pemain-pemain seperti Facundo Pellistri, Anthony Elanga, hingga Antony kembali tampil memukau di Old Trafford.
Baca kelanjutan berita ini di halaman berikutnya>>>
MU Diuntungkan Rekor
MU punya rekor bagus melawan klub Spanyol di musim ini. (AFP/OLI SCARFF)
Melawan Sevilla bukan perkara mudah bagi Manchester United. Sevilla adalah penguasa Liga Europa dengan koleksi enam gelar, atau yang terbanyak.
Sevilla seperti Real Madrid di Liga Europa. DNA Liga Europa begitu kental pada tim berjulukan Los Nervionenses tersebut.
Pada musim 2015/2016, setelah tersisih dari Liga Champions, seperti musim ini, Sevilla juara Liga Europa dengan mengalahkan Liverpool.
Akan tetapi Sevilla juga tidak selalu superior. Pada musim lalu Sevilla disingkirkan klub Liga Inggris West Ham United di babak 16 besar.
Penampilan Sevilla di musim 2022/2023 juga tidak terlalu bersinar. Tim asuhan Jose Luis Mendilibar itu hanya menang dua kali dalam lima pertandingan terakhir di semua ajang, dengan dua laga lain kalah.
Mendilibar sendiri adalah pelatih baru yang menggantikan Jorge Sampaoli sejak 21 Maret. Sejak itu Mendilibar sudah dua pertandingan mendampingi Sevilla, dengan hasil sekali menang dan sekali imbang.
Pertandingan nanti akan jadi yang ketiga bagi MU dan Sevilla di semua ajang. Dua laga sebelumnya kedua tim bentrok di babak semifinal Liga Europa 2019/2020. Kala itu MU tersingkir usai kalah agregat 1-2.
Bicara rekor pertemuan, MU kalah. Akan tetapi Man United punya rekor-rekor lain yang bisa diandalkan untuk lolos ke semifinal.
Sejarah mencatat MU tidak pernah gagal di babak perempat final selama era Liga Europa. Setiap kali mencapai babak delapan besar turnamen kasta kedua antarklub Eropa ini, The Red Devils selalu bisa lolos ke semifinal.
MU kali pertama bermain di Liga Europa pada 2011/2012. Di musim tersebut tim yang bermarkas di Old Trafford ini disingkirkan Athletic Bilbao di babak 16 besar.
Pada musim 2015/2016 giliran Liverpool yang mendepak MU di babak 16 besar. Satu musim berselang (musim 2016/2017) Man Utd juara.
MU dihentikan Sevilla pada musim 2019/2020. Giliran Villarreal yang menggagalkan hasrat MU juara pada 2020/2021. MU kalah adu penalti dari Villarreal di final.
Selain catatan apik selalu lolos ke semifinal saat mencapai perempat final, pada musim ini tim asuhan Erik ten Hag tersebut juga punya rekor bagus melawan klub-klub Spanyol pada musim ini.
Dalam babak grup, Man Utd sekali menang (1-0) dan sekali kalah (0-1) dari Real Sociedad. Lalu pada babak playoff 16 besar menyingkirkan Barcelona dengan agregat 3-2.
Man Utd kembali berjodoh dengan klub Spanyol di babak 16 besar. Man Utd kembali menang agregat 5-1 atas Real Betis. Rapor apik itu berpeluang dilanjutkan Man Utd saat melawan Sevilla pada babak perempat final.