Pada Rabu (10/5) malam di Stadion Olimpiade Phnom Penh, Kamboja, Garuda Muda menaklukkan tuan rumah dengan skor 2-1. Kemenangan ini membuat tim asuhan Indra Sjafri nirkalah selama fase grup.
Sebelumnya Rizky Ridho dan kawan-kawan menaklukkan Filipina (29/4), Timor Leste (4/5), dan Myanmar (7/5). Indonesia U-22 hanya sekali kebobolan selama babak grup SEA Games 2023.
Dari empat pertandingan tersebut, akurasi umpan yang dilepas pemain tidak pernah di bawah 80 persen. Jumlah tembakan ke gawang lawan pun selalu di atas 20 kali, meski persentase akurasinya masih rendah.
Persentase akurasi tembakan yang rendah ini hampir sama dengan akurasi umpan silang. Jumlah umpan silang yang diciptakan di atas 15 kali, sayang akurasinya tak sampai 50 persen.
Kendati demikian ada grafik yang meningkat. Gol Titan Agung ke gawang Kamboja misalnya, berawal dari umpan silang matang Muhammad Haykal Al Hafiz yang baru debut SEA Games di laga tersebut.
Serangan balik yang dibangun pun semakin cepat. Hanya saja ini tak sejalan dengan cara transisi setelah 30 menit laga berjalan. Dalam beberapa momen, transisi permainan berjalan dengan lambat.
Hasil pertandingan melawan Kamboja pun menggambarkan persoalan klasik antisipasi bola mati belum terurai. Menghadapi Kamboja yang posturnya tak menjulang, gawang Indonesia kebobolan.
Satu gol Kamboja ke gawang Indonesia tercipta dari sepak pojok yang terencana. Pada saat yang sama tidak ada pemain yang menjaga pojok gawang sehingga lawan bisa mengelabui kiper.
Beberapa pemain cadangan yang dimainkan Indra Sjafri melawan Kamboja, pun sempat kehilangan kepercayaan diri. Khususnya lini pertahanan agak kalang kabut saat ditekan cepat.
Ini membuat Indra terpaksa kembali memasukkan pemain-pemain utama, agar permainan bisa dikendalikan kembali. Berkaca dari laga melawan Kamboja, rasa cemas bisa meraih emas wajar mengemuka.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Selepas laga melawan Kamboja, Indra mengaku masih mencari the dream teamTimnas Indonesia U-22untuk pertandingan semifinal dan final.
Pelatih asal Pesisir Selatan, Sumatera Barat, ini secara perlahan ingin mengembalikan performa pemain. Diakui Indra kondisi pemain mulai menurun begitu kompetisi Liga 1 2022/2023 rampung.
Itu mengapa Indra menyusun program pelatihan dan pertandingan dengan sebijak mungkin. Pratama Arhan misalnya main dalam tiga laga beruntun dan baru dicadangkan saat jumpa Kamboja.
Pemain Tokyo Verdy ini memang sangat butuh jam terbang. Pasalnya Arhan belum mendapat menit main cukup selama di Jepang. Lewat tiga laga babak grup Indra sedang mengembangkan Arhan.
Witan Sulaeman juga demikian. Pemain yang di pertengahan musim ini membela Persija Jakarta belum dalam permainan terbaik. Namun saat melawan Kamboja sentuhannya mulai menawan.
Tampil sebagai kapten tim, Witan bergerak bebas di sisi kiri dan kanan, juga sekali-kali mengatur di tengah. Pergerakan Witan dinamis dan membuat lawan tak mudah menghentikannya.
Hal-hal semacam inilah yang membuat publik layak mantap meyakini medali emas SEA Games 2023 bisa diraih setelah 32 tahun. Indra sepertinya sudah menemukan the dream team, skuad impiannya.
Irfan Jauhari menjadi salah satu pemain yang bisa diandalkan dari bangku cadangan. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Untuk posisi penjaga gawang Ernando Ari Sutaryadi hampir pasti jadi pilihan. Selain stabil, Adi Satryo juga mengalami cedera ringan, yang membuatnya diganti ketika melawan Kamboja.
Kuartet pertahanan kemungkinan besar diberikan ke Bagas Kaffa, Rizky Ridho, Muhammad Ferarri, dan Pratama Arhan. Adapun Rio Fahmi dan Komang teguh berpotensi mengambil peran.
Lantas di tengah peran Marselino Ferdinan sulit disingkirkan. Ia bisa berkolaborasi dengan Ananda Raehan dan Taufany Muslihuddin. Sedangkan Beckham Putra bisa menjadi kartu as.
Terakhir trio lini depan kemungkinan diberikan ke Fajar Fatur Rahman, Ramadhan Sananta, dan Witan Sulaeman. Dalam hal ini Irfan Jauhari dan Titan Agung sebagai pelapis kunci.
Pada Rabu (10/5) malam di Stadion Olimpiade Phnom Penh, Kamboja, Garuda Muda menaklukkan tuan rumah dengan skor 2-1. Kemenangan ini membuat tim asuhan Indra Sjafri nirkalah selama fase grup.
Sebelumnya Rizky Ridho dan kawan-kawan menaklukkan Filipina (29/4), Timor Leste (4/5), dan Myanmar (7/5). Indonesia U-22 hanya sekali kebobolan selama babak grup SEA Games 2023.
Dari empat pertandingan tersebut, akurasi umpan yang dilepas pemain tidak pernah di bawah 80 persen. Jumlah tembakan ke gawang lawan pun selalu di atas 20 kali, meski persentase akurasinya masih rendah.
Persentase akurasi tembakan yang rendah ini hampir sama dengan akurasi umpan silang. Jumlah umpan silang yang diciptakan di atas 15 kali, sayang akurasinya tak sampai 50 persen.
Kendati demikian ada grafik yang meningkat. Gol Titan Agung ke gawang Kamboja misalnya, berawal dari umpan silang matang Muhammad Haykal Al Hafiz yang baru debut SEA Games di laga tersebut.
Serangan balik yang dibangun pun semakin cepat. Hanya saja ini tak sejalan dengan cara transisi setelah 30 menit laga berjalan. Dalam beberapa momen, transisi permainan berjalan dengan lambat.
Hasil pertandingan melawan Kamboja pun menggambarkan persoalan klasik antisipasi bola mati belum terurai. Menghadapi Kamboja yang posturnya tak menjulang, gawang Indonesia kebobolan.
Satu gol Kamboja ke gawang Indonesia tercipta dari sepak pojok yang terencana. Pada saat yang sama tidak ada pemain yang menjaga pojok gawang sehingga lawan bisa mengelabui kiper.
Beberapa pemain cadangan yang dimainkan Indra Sjafri melawan Kamboja, pun sempat kehilangan kepercayaan diri. Khususnya lini pertahanan agak kalang kabut saat ditekan cepat.
Ini membuat Indra terpaksa kembali memasukkan pemain-pemain utama, agar permainan bisa dikendalikan kembali. Berkaca dari laga melawan Kamboja, rasa cemas bisa meraih emas wajar mengemuka.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
The Dream Team Racikan Indra
M Ramadhan Sananta berpotensi jadi andalan pada laga semifinal. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Selepas laga melawan Kamboja, Indra mengaku masih mencari the dream teamTimnas Indonesia U-22untuk pertandingan semifinal dan final.
Pelatih asal Pesisir Selatan, Sumatera Barat, ini secara perlahan ingin mengembalikan performa pemain. Diakui Indra kondisi pemain mulai menurun begitu kompetisi Liga 1 2022/2023 rampung.
Itu mengapa Indra menyusun program pelatihan dan pertandingan dengan sebijak mungkin. Pratama Arhan misalnya main dalam tiga laga beruntun dan baru dicadangkan saat jumpa Kamboja.
Pemain Tokyo Verdy ini memang sangat butuh jam terbang. Pasalnya Arhan belum mendapat menit main cukup selama di Jepang. Lewat tiga laga babak grup Indra sedang mengembangkan Arhan.
Witan Sulaeman juga demikian. Pemain yang di pertengahan musim ini membela Persija Jakarta belum dalam permainan terbaik. Namun saat melawan Kamboja sentuhannya mulai menawan.
Tampil sebagai kapten tim, Witan bergerak bebas di sisi kiri dan kanan, juga sekali-kali mengatur di tengah. Pergerakan Witan dinamis dan membuat lawan tak mudah menghentikannya.
Hal-hal semacam inilah yang membuat publik layak mantap meyakini medali emas SEA Games 2023 bisa diraih setelah 32 tahun. Indra sepertinya sudah menemukan the dream team, skuad impiannya.
Irfan Jauhari menjadi salah satu pemain yang bisa diandalkan dari bangku cadangan. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Untuk posisi penjaga gawang Ernando Ari Sutaryadi hampir pasti jadi pilihan. Selain stabil, Adi Satryo juga mengalami cedera ringan, yang membuatnya diganti ketika melawan Kamboja.
Kuartet pertahanan kemungkinan besar diberikan ke Bagas Kaffa, Rizky Ridho, Muhammad Ferarri, dan Pratama Arhan. Adapun Rio Fahmi dan Komang teguh berpotensi mengambil peran.
Lantas di tengah peran Marselino Ferdinan sulit disingkirkan. Ia bisa berkolaborasi dengan Ananda Raehan dan Taufany Muslihuddin. Sedangkan Beckham Putra bisa menjadi kartu as.
Terakhir trio lini depan kemungkinan diberikan ke Fajar Fatur Rahman, Ramadhan Sananta, dan Witan Sulaeman. Dalam hal ini Irfan Jauhari dan Titan Agung sebagai pelapis kunci.