Kronologi Atlet Silat Bayu 'Dipaksa' WO dan Kamboja Rebut Emas
CNN Indonesia
Jumat, 12 Mei 2023 10:55 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Kronologi atlet silat Bayu Lesmana dipaksa WO di SEA Games 2023. (REUTERS/CINDY LIU)
Jakarta, CNN Indonesia --
Atlet silat Indonesia Bayu Lesmana dikabarkan dipaksa mundur atau walk out (WO) pada final kelas tanding U-45 putra SEA Games 2023. Berikut kronologi insiden tersebut.
Kabar Bayu 'dipaksa' WO pada final SEA Games 2023 viral di media sosial. Video Bayu menangis viral di media sosial setelah Iedham Perdana, pesilat Indonesia yang tidak tampil di SEA Games 2023, mengunggah video tersebut di media sosial Instagram.
"Kalian renggut semuanya. (Tuan rumah luar biasa). Kalian ancam untuk mendapatkan satu keping emas dari seorang Bayu. Ingat emas yang kalian dapat tidak akan menjadi apa-apa!. Tapi sekarang sekeping emas yang Bayu bawa sangat berharga untuk semua orang dan keluarganya!! Kalian paksa @bayulesmana_568 walkout cuma untuk mendapatkan emas!!," tulis Iedham.
Kepala pelatih tim nasional pencak silat Indonesia Indro Catur Haryono memberi kronologi insiden yang sempat membuat heboh itu. Indro memastikan Bayu bukan dipaksa WO oleh tuan rumah.
Indro mengatakan kelas tanding silat U-45 putra awalnya tidak dipertandingkan di SEA Games 2023 sebab kekurangan peserta. Namun berkat lobi berbagai pihak, termasuk Indonesia, Kamboja mau menggelar kelas tersebut.
Nomor ini awalnya hanya diikuti oleh atlet dari Indonesia, Singapura, dan Kamboja. Sementara salah satu syart untuk bisa menggelar satu nomor pertandingan adalah minimal empat pesilat. Nomor itu akhirnya digelar setelah disetujui menambah satu atlet lagi dari Malaysia.
Keputusan Bayu untuk WO dan atlet Kamboja, Non Sromoachkroham, meraih medali emas di U-45 silat putra SEA Games 2023 juga terjadi berdasarkan kesepakatan empat negara yang tampil di nomor itu.
Bersambung ke halaman kedua >>>
Bentuk Apresiasi untuk Kamboja
Indonesia menjadi juara umum silat di SEA Games 2023. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL)
Kesepakatan itu diambil sebagai bentuk apresiasi karena Kamboja sebagai tuan rumah mau mempertandingkan pencak silat, khususnya kelas tersebut, di SEA Games 2023. Terlebih awalnya pihak Kamboja sempat menolak menggelar silat di SEA Games 2023 karena tidak populer di negara tersebut.
"Sudah clear. Bayunya sendiri juga gak ada masalah. Bayu juga heran, lah kok jadi ramai seperti ini. Saya kan hanya menyampaikan ke pelatih [daerah], tetapi pelatih sendiri yang membuat seperti itu," ujar Indro.
"Padahal dia gak datang juga [ke SEA Games 2023], gak tahu kronologinya juga," kata Indro saat penjemputan atlet di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (11/5) malam, dikutip dari Antara.
Lebih lanjut Indro menyebut keputusan WO yang didapat Bayu merupakan hasil kesepakatan agar silat bisa dipertandingkan di SEA Games 2023. Hasilnya pun tidak sia-sia, karena Indonesia menjadi juara umum cabang silat di SEA Games 2023 dengan sembilan emas, enam perak, dan satu perunggu.
"Dia [Kamboja] sebagai penyelenggara tidak pernah protes apapun. Itu yang membuat semua teman-teman negara juga mengapresiasi. Jadi dengan kejadian seperti itu akhirnya kita menerima ketika untuk kelasnya Bayu yang menang dari Kamboja," ujar Indro.
"Jadi itu dari kesepakatan yang tidak dipertandingkan atau dipertandingkan, tetapi tuan rumah yang harus mendapatkan keuntungan. Bayu bukan dikorbankan, tetapi pengorbanan dia untuk pencak silat dan tim Indonesia. Kalau kami memaksakan kemarin ya, kelasnya tidak akan dipertandingkan," tambah Indro.