Arema FC vs Bali United: Raksasa Layu, Nasib Teco, dan Uji Tajam
Abdul Susila | CNN Indonesia
Jumat, 21 Jul 2023 09:33 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Bali United belum memperlihatkan penampilan yang meyakinkan pada awal musim ini. (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Jakarta, CNN Indonesia --
Arema FC dan Bali United bisa diibaratkan sebagai raksasa yang sedang terluka. Nama besar keduanya tak moncer sama sekali di awal musim Liga 1 2023/2024.
Pada pekan keempat Liga 1 musim ini, Jumat (21/7), Arema FC yang pekan lalu baru jadi bulan-bulanan Persik Kediri akan menjamu Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Ini laga kandang rasa tandang bagi Singo Edan.
Saat dikalahkan Persik, dalam laga tersebut ada kericuhan antarsuporter. Sekitar 20 lebih fan Arema kedapatan datang ke Stadion Brawijaya. Mereka menyusup dengan berkamuflase sebagai penonton biasa, yang berujung penganiayaan.
Hal ini membuat psikologi pemain Arema kembali terganggu. Ahmad Alfarizi dan kawan-kawan seperti tampil kurang menggigit begitu ada insiden suporter seusai gol penyeimbang Arema ke gawang Persik.
Terlihat jelas semangat bertanding, yang itu tergambar dari umpan dan strategi permainan yang diterapkan, tidak berjalan baik. Kaki dan pikiran pemain Arema, utamanya yang bertahan dari musim lalu, seperti tak sejalan.
Apakah trauma dari pertandingan pekan sebelumnya bisa dilepas? Tak ada yang tahu pasti. Namun Joko Susilo, pelatih Arema FC, bertekad memperbaiki mentalitas pemain yang terganggu karena faktor eksternal.
Adapun pekan lalu Bali United menang dalam laga kandang di Gianyar. Ini kemenangan perdana Serdadu Tridatu setelah dalam dua laga sebelumnya selalu tertahan. Bisa dibilang Bali United mulai bangkit.
Kendati begitu status Stefano Cugurra tetap digoyang. Pelatih asal Brasil yang biasa disapa Teco tersebut dianggap sudah tak pantas menangani Bali United. Permainan pragmatis Teco dinilai sudah usang untuk klub modern.
Bahkan muncul wacana Teco akan digantikan Luis Milla Aspas yang mundur dari Persib karena alasan personal dan keluarga. Pelatih asal Spanyol tersebut kedapatan berada di Bali setelah resmi mengundurkan diri dari Persib.
Karenanya pertandingan melawan Arema sangat krusial bagi Teco. Jika tak bisa menampilkan permainan yang meyakinkan, tekanan untuk dicopot dari posisi pelatih akan semakin menggema dan membesar dari para suporter.
Oleh sebab itu pula dua raksasa terluka ini sama-sama bertekad tampil meyakinkan. Hasil negatif sama saja membuka peluang bagi pihak lain untuk memberikan tekanan lebih besar kepada manajemen klub.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Musim ini Ilija Spasojevic belum mencatatkan namanya di papan skor. Striker gaek tersebut seperti kesulitan menemukan ketajamannya, meski jadi pilihan utama dalam dua laga sebelumnya.
Berbeda dengan musim-musim sebelumnya, Spasojevic langsung memperlihatkan ketajamannya sejak awal musim. Karenanya pula ketajaman mantan striker Timnas Indonesia ini sangat dinanti saat berhadapan dengan Arema FC.
Beberapa pemain baru Bali United, seperti Mohammed Rashid dan Elias Dolah juga belum begitu menyatu dengan tim. Kualitas individu keduanya tak diragukan, tetapi kolektivitas permainan belum solid.
Ini menjadi pekerjaan rumah besar Teco sebelum tampil di pentas Asia. Publik Bali khawatir Fadil Sausu dan kawan-kawan tak bisa tampil mentereng dalam kualifikasi Liga Champions Asia jika di Liga 1 main jeblok.
Terlepas dari itu, head to head Arema FC versus Bali United berimbang. Keduanya sudah bertemu 13 kali sejak 2015. Hasilnya kedua tim sama-sama menang lima kali dan sisanya berakhir dengan skor sama kuat.
Menariknya lima kemenangan yang terbagi dari 10 pertemuan itu tercipta dalam Liga 1. Bali United pernah menang dan kalah saat tandang melawan Arema, dan Singo Edan pun pernah kalah dan menang saat main di Bali.
Yang membedakan, kali ini Arema akan tampil pincang, tidak seperti Bali United yang bisa main dengan skuad terbaik. Tiga pemain inti Arema diyakini akan absen, yakni Ichaka Diarra, Charles Lokolingoy dan Johan Alfarizi.
Beruntungnya Arema punya striker tajam Gustavo Almeida. Pemain baru di Liga 1 ini sudah mengemas lima gol dari dua pertandingan. Kehadirannya bisa menjadi ancaman serius gawang Bali United.
Teco mengakui Gustavo merupakan salah satu striker menjanjikan di liga musim ini. Walau begitu Teco percaya diri bisa mengantisipasi Gustavo. Ketajaman striker asal Brasil tersebut akan dihentikan.
Lantas siapakah yang akan terhenti? Apakah Spasojevic yang kembali gagal menciptakan gol perdananya musim ini atau Gustavo yang tak bisa melanjutkan hegemoni keganasannya? Itu akan terjawab dalam duel pekan keempat Liga 1 2023/2024.
Jakarta, CNN Indonesia --
Arema FC dan Bali United bisa diibaratkan sebagai raksasa yang sedang terluka. Nama besar keduanya tak moncer sama sekali di awal musim Liga 1 2023/2024.
Pada pekan keempat Liga 1 musim ini, Jumat (21/7), Arema FC yang pekan lalu baru jadi bulan-bulanan Persik Kediri akan menjamu Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Ini laga kandang rasa tandang bagi Singo Edan.
Saat dikalahkan Persik, dalam laga tersebut ada kericuhan antarsuporter. Sekitar 20 lebih fan Arema kedapatan datang ke Stadion Brawijaya. Mereka menyusup dengan berkamuflase sebagai penonton biasa, yang berujung penganiayaan.
Hal ini membuat psikologi pemain Arema kembali terganggu. Ahmad Alfarizi dan kawan-kawan seperti tampil kurang menggigit begitu ada insiden suporter seusai gol penyeimbang Arema ke gawang Persik.
Terlihat jelas semangat bertanding, yang itu tergambar dari umpan dan strategi permainan yang diterapkan, tidak berjalan baik. Kaki dan pikiran pemain Arema, utamanya yang bertahan dari musim lalu, seperti tak sejalan.
Apakah trauma dari pertandingan pekan sebelumnya bisa dilepas? Tak ada yang tahu pasti. Namun Joko Susilo, pelatih Arema FC, bertekad memperbaiki mentalitas pemain yang terganggu karena faktor eksternal.
Adapun pekan lalu Bali United menang dalam laga kandang di Gianyar. Ini kemenangan perdana Serdadu Tridatu setelah dalam dua laga sebelumnya selalu tertahan. Bisa dibilang Bali United mulai bangkit.
Kendati begitu status Stefano Cugurra tetap digoyang. Pelatih asal Brasil yang biasa disapa Teco tersebut dianggap sudah tak pantas menangani Bali United. Permainan pragmatis Teco dinilai sudah usang untuk klub modern.
Bahkan muncul wacana Teco akan digantikan Luis Milla Aspas yang mundur dari Persib karena alasan personal dan keluarga. Pelatih asal Spanyol tersebut kedapatan berada di Bali setelah resmi mengundurkan diri dari Persib.
Karenanya pertandingan melawan Arema sangat krusial bagi Teco. Jika tak bisa menampilkan permainan yang meyakinkan, tekanan untuk dicopot dari posisi pelatih akan semakin menggema dan membesar dari para suporter.
Oleh sebab itu pula dua raksasa terluka ini sama-sama bertekad tampil meyakinkan. Hasil negatif sama saja membuka peluang bagi pihak lain untuk memberikan tekanan lebih besar kepada manajemen klub.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Pembuktian Spasojevic dan Ancaman Gustavo
Penyerang Arema FC Gustavo Almeida unjuk ketajaman di musim debutnya. (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)
Musim ini Ilija Spasojevic belum mencatatkan namanya di papan skor. Striker gaek tersebut seperti kesulitan menemukan ketajamannya, meski jadi pilihan utama dalam dua laga sebelumnya.
Berbeda dengan musim-musim sebelumnya, Spasojevic langsung memperlihatkan ketajamannya sejak awal musim. Karenanya pula ketajaman mantan striker Timnas Indonesia ini sangat dinanti saat berhadapan dengan Arema FC.
Beberapa pemain baru Bali United, seperti Mohammed Rashid dan Elias Dolah juga belum begitu menyatu dengan tim. Kualitas individu keduanya tak diragukan, tetapi kolektivitas permainan belum solid.
Ini menjadi pekerjaan rumah besar Teco sebelum tampil di pentas Asia. Publik Bali khawatir Fadil Sausu dan kawan-kawan tak bisa tampil mentereng dalam kualifikasi Liga Champions Asia jika di Liga 1 main jeblok.
Terlepas dari itu, head to head Arema FC versus Bali United berimbang. Keduanya sudah bertemu 13 kali sejak 2015. Hasilnya kedua tim sama-sama menang lima kali dan sisanya berakhir dengan skor sama kuat.
Menariknya lima kemenangan yang terbagi dari 10 pertemuan itu tercipta dalam Liga 1. Bali United pernah menang dan kalah saat tandang melawan Arema, dan Singo Edan pun pernah kalah dan menang saat main di Bali.
Yang membedakan, kali ini Arema akan tampil pincang, tidak seperti Bali United yang bisa main dengan skuad terbaik. Tiga pemain inti Arema diyakini akan absen, yakni Ichaka Diarra, Charles Lokolingoy dan Johan Alfarizi.
Beruntungnya Arema punya striker tajam Gustavo Almeida. Pemain baru di Liga 1 ini sudah mengemas lima gol dari dua pertandingan. Kehadirannya bisa menjadi ancaman serius gawang Bali United.
Teco mengakui Gustavo merupakan salah satu striker menjanjikan di liga musim ini. Walau begitu Teco percaya diri bisa mengantisipasi Gustavo. Ketajaman striker asal Brasil tersebut akan dihentikan.
Lantas siapakah yang akan terhenti? Apakah Spasojevic yang kembali gagal menciptakan gol perdananya musim ini atau Gustavo yang tak bisa melanjutkan hegemoni keganasannya? Itu akan terjawab dalam duel pekan keempat Liga 1 2023/2024.