Juprianto Alexander & Juprianto Alexander | CNN Indonesia
Kamis, 10 Agu 2023 19:01 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Manchester City kalah dari Arsenal dalam laga Community Shield. (REUTERS/DYLAN MARTINEZ)
Jakarta, CNN Indonesia --
Genderang perang persaingan di Liga Inggris akan ditabuh pada akhir pekan ini. Lantas siapa tim yang paling favorit meraih gelar musim ini?
Gambaran awal peta persaingan menuju juara sedikitnya sudah bisa dilihat dari ajang Community Shield di Stadion Wembley, London, akhir pekan lalu. Arsenal yang gagal juara Liga Inggris musim lalu bisa mengalahkan Manchester City lewat adu penalti dengan skor 4-1 (1-1).
Arsenal memperlihatkan pembelian pemain yang dilakukan memberi dampak positif. Kehadiran Declan Rice, Kai Havertz, dan Jurrien Timber memberi dimensi baru dalam racikan taktik Mikel Arteta.
The Gunners yang sempat lama hilang dalam perebutan juara sebelum kembali musim lalu berpotensi jadi pengadang hegemoni Man City.
Arsenal sejauh ini hanya mendatangkan tiga pemain. Satu pemain lagi yang tinggal menunggu waktu bergabung adalah kiper Brentford, David Raya.
Namun Rice, Havertz, dan Timber tampak jelas akan jadi tulang punggung tim jika mengacu performa di Community Shield. Masalah skuad yang terlalu tipis pun kini teratasi sehingga problem tim kehabisan bensin seperti musim lalu agaknya bisa diatasi.
Dua faktor yang mungkin jadi penghambat Arsenal adalah ketiadaan mesin gol ulung yang bisa menggaransi minimal 20 gol semusim. Gabriel Jesus tidak masuk dalam kriteria ini, begitu juga dengan Eddie Nketiah dan Folarin Balogun.
Selain itu, tim London Utara juga akan bermain di Liga Champions. Kompetisi yang jelas menguras fokus dan tenaga tim.
Manchester United dan Liverpool jadi dua tim berikutnya yang sudah sewajarnya masuk bursa juara Liga Inggris musim 2023/2024.
MU baru saja mendatangkan pemain nomor sembilan yang lama dirindukan dalam diri Rasmus Hojlund. Ketajaman penyerang asal Denmark itu memang belum teruji tetapi pelatih Erik ten Hag begitu yakin akan kemampuan sang pemain.
Jika bisa cepat beradaptasi, Hojlund akan diplot sebagai andalan di lini depan bersama Marcus Rashford dan Antony dalam skema tiga pemain depan.
Kehadiran Mason Mount dan Andre Onana juga menambah kualitas The Red Devils. Peran Onana akan krusial karena pendekatan permainan MU akan berbeda di musim ini.
MU dipastikan akan dominan membangun serangan yang diinisiasi oleh Onana. Kontribusi Mount di lini tengah juga patut dinantikan untuk membantu Setan Merah bersaing di jalur juara.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Liverpool yang terseok-seok patut dipantau aksinya musim ini. Kedatangan Alexis Mac Allister dan Dominik Szoboszlai memberikan gairah baru di lini tengah.
Dengan usia keduanya yang masih muda, lini tengah Liverpool yang kedodoran musim lalu akan kembali bertenaga. Soal kreativitas dalam bermain, Mac Allister dan Szoboszlai rasanya tak perlu diragukan.
Hanya saja skuad Liverpool belum komplet karena The Reds kehilangan Fabinho yang hijrah ke klub Arab Saudi, Al Ittihad. Pemain asal Brasil itu adalah jangkar tim, pemain yang perannya sentral sebagai pemutus serangan lawan.
Liverpool sejauh ini belum mendapatkan pengganti. Nama pemain muda Southampton, Romeo Lavia terus dikaitkan tetapi operasi mendatangkan sang pemain belum juga membuahkan hasil.
Mendatangkan seorang gelandang bertahan buat Jurgen Klopp adalah sebuah keharusan. Ini jika mengingat Liverpool kedodoran dalam bertahan dan selama pramusim gawang mereka juga kebobolan cukup banyak yakni 11 gol dari lima laga uji coba.
Arsenal, MU, dan Liverpool jadi tiga tim yang berpotensi merecoki upaya Man City memecahkan rekor jadi tim pertama yang juara Liga Inggris selama empat musim beruntun. The Citizens bisa menorehkan rekor itu jika bisa finis teratas pada akhir musim nanti.
Peluang ke arah sana terbuka karena skuad Man City tak banyak berubah. Erling Haaland yang mencetak 36 gol di Liga Inggris musim lalu akan tetap disokong pengatur serangan kelas satu, Kevin De Bruyne.
Dukungan juga datang dari Jack Grealish, Bernardo Silva, dan Phil Foden yang berpeluang lebih rutin bermain seiring kepergian Ilkay Gundogan. Man City juga punya gelandang bertahan terbaik dalam diri Rodri.
Racikan Guardiola juga begitu ampuh. Pelatih asal Spanyol itu hanya tiga kali gagal jadi juara liga dari 14 kesempatan selama menukangi Barcelona, Bayern Munchen, dan kini Man City. Artinya, Guardiola mampu membuat timnya mendominasi persaingan di kancah domestik.
Hal ini pula yang membuat Man City masih akan jadi favorit di musim ini. Setiap tim akan berlomba untuk bisa menghentikan dominasi tim yang bermarkas di Etihad Stadium itu musim ini.
Selain keempat tim ini, masih ada nama-nama klub macam Chelsea, Newcastle United, atau Tottenham Hotspur. Akan tetapi ketiga tim ini diperkirakan akan sulit bahkan untuk bisa masuk ke zona empat besar.
Genderang perang persaingan di Liga Inggris akan ditabuh pada akhir pekan ini. Lantas siapa tim yang paling favorit meraih gelar musim ini?
Gambaran awal peta persaingan menuju juara sedikitnya sudah bisa dilihat dari ajang Community Shield di Stadion Wembley, London, akhir pekan lalu. Arsenal yang gagal juara Liga Inggris musim lalu bisa mengalahkan Manchester City lewat adu penalti dengan skor 4-1 (1-1).
Arsenal memperlihatkan pembelian pemain yang dilakukan memberi dampak positif. Kehadiran Declan Rice, Kai Havertz, dan Jurrien Timber memberi dimensi baru dalam racikan taktik Mikel Arteta.
The Gunners yang sempat lama hilang dalam perebutan juara sebelum kembali musim lalu berpotensi jadi pengadang hegemoni Man City.
Arsenal sejauh ini hanya mendatangkan tiga pemain. Satu pemain lagi yang tinggal menunggu waktu bergabung adalah kiper Brentford, David Raya.
Namun Rice, Havertz, dan Timber tampak jelas akan jadi tulang punggung tim jika mengacu performa di Community Shield. Masalah skuad yang terlalu tipis pun kini teratasi sehingga problem tim kehabisan bensin seperti musim lalu agaknya bisa diatasi.
Dua faktor yang mungkin jadi penghambat Arsenal adalah ketiadaan mesin gol ulung yang bisa menggaransi minimal 20 gol semusim. Gabriel Jesus tidak masuk dalam kriteria ini, begitu juga dengan Eddie Nketiah dan Folarin Balogun.
Selain itu, tim London Utara juga akan bermain di Liga Champions. Kompetisi yang jelas menguras fokus dan tenaga tim.
Manchester United dan Liverpool jadi dua tim berikutnya yang sudah sewajarnya masuk bursa juara Liga Inggris musim 2023/2024.
MU baru saja mendatangkan pemain nomor sembilan yang lama dirindukan dalam diri Rasmus Hojlund. Ketajaman penyerang asal Denmark itu memang belum teruji tetapi pelatih Erik ten Hag begitu yakin akan kemampuan sang pemain.
Jika bisa cepat beradaptasi, Hojlund akan diplot sebagai andalan di lini depan bersama Marcus Rashford dan Antony dalam skema tiga pemain depan.
Kehadiran Mason Mount dan Andre Onana juga menambah kualitas The Red Devils. Peran Onana akan krusial karena pendekatan permainan MU akan berbeda di musim ini.
MU dipastikan akan dominan membangun serangan yang diinisiasi oleh Onana. Kontribusi Mount di lini tengah juga patut dinantikan untuk membantu Setan Merah bersaing di jalur juara.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Man City Memburu Rekor
Manchester City memburu rekor di Liga Inggris musim ini. (REUTERS/DYLAN MARTINEZ)
Liverpool yang terseok-seok patut dipantau aksinya musim ini. Kedatangan Alexis Mac Allister dan Dominik Szoboszlai memberikan gairah baru di lini tengah.
Dengan usia keduanya yang masih muda, lini tengah Liverpool yang kedodoran musim lalu akan kembali bertenaga. Soal kreativitas dalam bermain, Mac Allister dan Szoboszlai rasanya tak perlu diragukan.
Hanya saja skuad Liverpool belum komplet karena The Reds kehilangan Fabinho yang hijrah ke klub Arab Saudi, Al Ittihad. Pemain asal Brasil itu adalah jangkar tim, pemain yang perannya sentral sebagai pemutus serangan lawan.
Liverpool sejauh ini belum mendapatkan pengganti. Nama pemain muda Southampton, Romeo Lavia terus dikaitkan tetapi operasi mendatangkan sang pemain belum juga membuahkan hasil.
Mendatangkan seorang gelandang bertahan buat Jurgen Klopp adalah sebuah keharusan. Ini jika mengingat Liverpool kedodoran dalam bertahan dan selama pramusim gawang mereka juga kebobolan cukup banyak yakni 11 gol dari lima laga uji coba.
Arsenal, MU, dan Liverpool jadi tiga tim yang berpotensi merecoki upaya Man City memecahkan rekor jadi tim pertama yang juara Liga Inggris selama empat musim beruntun. The Citizens bisa menorehkan rekor itu jika bisa finis teratas pada akhir musim nanti.
Peluang ke arah sana terbuka karena skuad Man City tak banyak berubah. Erling Haaland yang mencetak 36 gol di Liga Inggris musim lalu akan tetap disokong pengatur serangan kelas satu, Kevin De Bruyne.
Dukungan juga datang dari Jack Grealish, Bernardo Silva, dan Phil Foden yang berpeluang lebih rutin bermain seiring kepergian Ilkay Gundogan. Man City juga punya gelandang bertahan terbaik dalam diri Rodri.
Racikan Guardiola juga begitu ampuh. Pelatih asal Spanyol itu hanya tiga kali gagal jadi juara liga dari 14 kesempatan selama menukangi Barcelona, Bayern Munchen, dan kini Man City. Artinya, Guardiola mampu membuat timnya mendominasi persaingan di kancah domestik.
Hal ini pula yang membuat Man City masih akan jadi favorit di musim ini. Setiap tim akan berlomba untuk bisa menghentikan dominasi tim yang bermarkas di Etihad Stadium itu musim ini.
Selain keempat tim ini, masih ada nama-nama klub macam Chelsea, Newcastle United, atau Tottenham Hotspur. Akan tetapi ketiga tim ini diperkirakan akan sulit bahkan untuk bisa masuk ke zona empat besar.