5 Masalah Krusial MU yang Wajib Diperbaiki Erik Ten Hag
CNN Indonesia
Sabtu, 30 Sep 2023 09:17 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Manchester United akan bersua Manchester City pada akhir Oktober nanti. (AP Photo/Dave Thompson)
Jakarta, CNN Indonesia --
Manchester United akan menjalani deretan laga berat sebelum menghadapi Manchester City dalam laga derby di Liga Inggris, 29 Oktober mendatang. Berikut lima pekerjaan rumah (PR) untuk MU sebelum derby Manchester.
Oktober akan jadi bulan yang padat bagi MU karena mereka harus melakoni enam pertandingan dalam tiga kompetisi sekaligus, yaitu Liga Inggris, Liga Champions, dan Carabao Cup. Malam ini, Sabtu (30/9), MU akan menjamu Crystal Palace di Liga Inggris.
Laga yang paling berat adalah pertandingan sarat gengsi melawan Manchester City. Sebelum menjamu Man City di Old Trafford, MU lebih dulu harus menghadapi lima pertandingan lainnya.
Persoalan stok pemain jadi pemberat langkah The Red Devils musim ini. Beberapa pemain penting seperti Lisandro Martinez, Luke Shaw hingga Aaron Wan Bissaka sedang berjibaku dengan cedera masing-masing.
Karena itu, pelatih MU Erik Ten Hag punya tugas berat sebelum menghadapi klub tetangga. Berikut lima pekerjaan rumah (PR) untuk MU sebelum derby Manchester.
1. Bentuk Kekompakan Amrabat dan Casemiro
Sofyan Amrabat akhirnya melakoni debut bersama MU dalam pertandingan melawan Crystal Palace di Carabao Cup, Rabu (27/9) lalu. Ten Hag memainkan Amrabat di posisi bek kiri.
Meski biasa tampil sebagai gelandang bertahan, Amrabat menuai pujian karena tampil apik di lapangan. Amrabat juga dapat jadi duet mematikan bersama Casemiro di lini tengah.
Karena itu, Ten Hag harus memberi arahan yang jelas tentang tugas Amrabat dan Casemiro jika dimainkan sebagai sesama gelandang bertahan atau tengah. Karena, percobaan memasangkan Casemiro dan Mason Mount dianggap tidak begitu berhasil.
2. Pastikan Fernandes dan Mount Bisa Kerja Sama
Mason Mount disebut lebih nyaman tampil sebagai gelandang serang. Visi yang mumpuni menjadikannya mampu menciptakan peluang langsung ke lini depan.
Persoalannya, posisi nomor 8 jadi langganan milik Bruno Fernandes. Situasi ini harus segera ditangani oleh Ten Hag agar kualitas Mount bisa maksimal.
Stok gelandang yang melimpah membuat Ten Hag punya banyak opsi untuk mengutak-atik lini tengah. Selain itu, ia juga harus memastikan Bruno Fernandes dan Mason Mount bisa bekerja sama sekaligus mengeluarkan kemampuan terbaik.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
3. Tingkatkan Kepercayaan Diri Hojlund
Rekrutan anyar MU, Rasmus Hojlund jadi harapan ujung tombak The Red Devils. Namun sejauh ini, bukti ketajamannya tak begitu terlihat.
Dari lima penampilan di semua kompetisi, striker 20 tahun itu baru menorehkan satu gol. Tak heran dirinya perlu lebih banyak sokongan dari rekan setim untuk menunaikan tugasnya sebagai pencetak gol.
Dalam catatan Daily Mail, Hojlund hanya memiliki 55 kali sentuhan dengan empat tendangan dan tidak satupun berbuah gol. Ini turut menjadi tugas Ten Hag untuk meningkatkan performa sang pemain.
Lisandro Martinez sedang berkutat dengan cedera usai melawan Bayern Munchen di Liga Champions pekan lalu. Mau tak mau Ten Hag harus mencari cara agar benteng pertahanan tidak jebol.
Opsi yang dimiliki kini tinggal Raphael Varane yang perlahan pulih lalu dipasangkan dengan Harry Maguire atau Victor Lindelof. Beruntung MU kembali merekrut Johnny Evans untuk menambal kekuatan pertahanan.
Ten Hag harus memerhatikan Martinez sebagai salah satu pilar utama lini belakang MU. Sebab, bek asal Argentina itu diharapkan bisa fit untuk berduet dengan Varane saat melawan Manchester City.
5. Siapkan Pelapis Saat Sancho dan Antony Sedang Dipinggirkan
Dua pemain MU, Antony dan Jadon Sancho sedang tersandung persoalan di luar lapangan. Antony terjerembap ke kasus kekerasan terhadap pasangan, sedangkan Sancho terkena masalah indisipliner.
Pihak klub memutuskan untuk meminggirkan mereka sementara. Situasi ini membuat Ten Hag perlu menyiapkan pelapis yang mumpuni.
Ten Hag sedang mengorbitkan dua pemain muda, Hannibal Mejri dan Kobbie Mainoo untuk memperkuat tim utama. Sejauh ini, mereka menghadirkan performa meyakinkan dan bisa jadi pelapis pemain yang absen dan juga yang tidak boleh dilupakan adalah sosok Alejandro Garnacho.
Manchester United akan menjalani deretan laga berat sebelum menghadapi Manchester City dalam laga derby di Liga Inggris, 29 Oktober mendatang. Berikut lima pekerjaan rumah (PR) untuk MU sebelum derby Manchester.
Oktober akan jadi bulan yang padat bagi MU karena mereka harus melakoni enam pertandingan dalam tiga kompetisi sekaligus, yaitu Liga Inggris, Liga Champions, dan Carabao Cup. Malam ini, Sabtu (30/9), MU akan menjamu Crystal Palace di Liga Inggris.
Laga yang paling berat adalah pertandingan sarat gengsi melawan Manchester City. Sebelum menjamu Man City di Old Trafford, MU lebih dulu harus menghadapi lima pertandingan lainnya.
Persoalan stok pemain jadi pemberat langkah The Red Devils musim ini. Beberapa pemain penting seperti Lisandro Martinez, Luke Shaw hingga Aaron Wan Bissaka sedang berjibaku dengan cedera masing-masing.
Karena itu, pelatih MU Erik Ten Hag punya tugas berat sebelum menghadapi klub tetangga. Berikut lima pekerjaan rumah (PR) untuk MU sebelum derby Manchester.
1. Bentuk Kekompakan Amrabat dan Casemiro
Sofyan Amrabat akhirnya melakoni debut bersama MU dalam pertandingan melawan Crystal Palace di Carabao Cup, Rabu (27/9) lalu. Ten Hag memainkan Amrabat di posisi bek kiri.
Meski biasa tampil sebagai gelandang bertahan, Amrabat menuai pujian karena tampil apik di lapangan. Amrabat juga dapat jadi duet mematikan bersama Casemiro di lini tengah.
Karena itu, Ten Hag harus memberi arahan yang jelas tentang tugas Amrabat dan Casemiro jika dimainkan sebagai sesama gelandang bertahan atau tengah. Karena, percobaan memasangkan Casemiro dan Mason Mount dianggap tidak begitu berhasil.
2. Pastikan Fernandes dan Mount Bisa Kerja Sama
Mason Mount disebut lebih nyaman tampil sebagai gelandang serang. Visi yang mumpuni menjadikannya mampu menciptakan peluang langsung ke lini depan.
Persoalannya, posisi nomor 8 jadi langganan milik Bruno Fernandes. Situasi ini harus segera ditangani oleh Ten Hag agar kualitas Mount bisa maksimal.
Stok gelandang yang melimpah membuat Ten Hag punya banyak opsi untuk mengutak-atik lini tengah. Selain itu, ia juga harus memastikan Bruno Fernandes dan Mason Mount bisa bekerja sama sekaligus mengeluarkan kemampuan terbaik.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Tumbuhkan Percaya Diri Hojlund
Rasmus Hojlund bisa jadi senjata ampuh Manchester United. (AP/Dave Thompson)
3. Tingkatkan Kepercayaan Diri Hojlund
Rekrutan anyar MU, Rasmus Hojlund jadi harapan ujung tombak The Red Devils. Namun sejauh ini, bukti ketajamannya tak begitu terlihat.
Dari lima penampilan di semua kompetisi, striker 20 tahun itu baru menorehkan satu gol. Tak heran dirinya perlu lebih banyak sokongan dari rekan setim untuk menunaikan tugasnya sebagai pencetak gol.
Dalam catatan Daily Mail, Hojlund hanya memiliki 55 kali sentuhan dengan empat tendangan dan tidak satupun berbuah gol. Ini turut menjadi tugas Ten Hag untuk meningkatkan performa sang pemain.
Lisandro Martinez sedang berkutat dengan cedera usai melawan Bayern Munchen di Liga Champions pekan lalu. Mau tak mau Ten Hag harus mencari cara agar benteng pertahanan tidak jebol.
Opsi yang dimiliki kini tinggal Raphael Varane yang perlahan pulih lalu dipasangkan dengan Harry Maguire atau Victor Lindelof. Beruntung MU kembali merekrut Johnny Evans untuk menambal kekuatan pertahanan.
Ten Hag harus memerhatikan Martinez sebagai salah satu pilar utama lini belakang MU. Sebab, bek asal Argentina itu diharapkan bisa fit untuk berduet dengan Varane saat melawan Manchester City.
5. Siapkan Pelapis Saat Sancho dan Antony Sedang Dipinggirkan
Dua pemain MU, Antony dan Jadon Sancho sedang tersandung persoalan di luar lapangan. Antony terjerembap ke kasus kekerasan terhadap pasangan, sedangkan Sancho terkena masalah indisipliner.
Pihak klub memutuskan untuk meminggirkan mereka sementara. Situasi ini membuat Ten Hag perlu menyiapkan pelapis yang mumpuni.
Ten Hag sedang mengorbitkan dua pemain muda, Hannibal Mejri dan Kobbie Mainoo untuk memperkuat tim utama. Sejauh ini, mereka menghadirkan performa meyakinkan dan bisa jadi pelapis pemain yang absen dan juga yang tidak boleh dilupakan adalah sosok Alejandro Garnacho.