Dari 25 nama yang dipanggil Shin, hanya satu nama yang debutan, yakni Arkhan Fikri. Pemain Arema FC ini lebih dipilih Shin dibanding Stefano Lilipaly yang punya jam terbang lebih tinggi.
Tentu saja ada banyak pertanyaan mengapa Lilipaly tak dipanggil Shin. Jika mengacu pertandingan Timnas Indonesia saat melawan Turkmenistan, Lilipaly menyumbang satu assist.
Performa pemain Borneo FC ini juga moncer. Hingga pekan ke-14 Liga 1 2023/2024 Lilipaly menjadi pemain paling banyak menciptakan assist, yakni tujuh kali. Tak hanya itu, Lilipaly juga telah mencetak enam gol.
Namun, untuk melawan Brunei, absennya Lilipaly mungkin tak akan berpengaruh banyak. Cukup beralasan pula jika Shin lebih memilih mempromosikan Arkhan. Sebuah jalan regenerasi sedang ditempuh Shin.
Saat ini Arkhan baru 18 tahun. Pemuda kelahiran 28 Desember 2004 ini sudah malang melintang di usia muda, sejak Indonesia U-20 dan makin matang penampilannya bersama Indonesia U-23.
Jika bisa terus berkembang, kombinasi Arkhan bersama Marselino Ferdinan dan Ivar Jenner (yang tak dipanggil karena sedang cedera), sebagai sesama pemain U-20, sangat menjanjikan untuk Timnas.
Untuk pertandingan pada 12 dan 17 Oktober nanti, persaingan sangat ketat di semua posisi. Untuk posisi kiper misalnya, Nadeo Argawinata, Syahrul Trisna, dan Ernando Ari sama-sama bisa jadi pilihan.
Beralih ke lini belakang, persaingan juga ketat. Ada 10 pemain bertahan yang dipanggil Shin. Yang menarik, ini untuk kali pertama tidak ada nama Fachruddin Aryanto, yang adalah kapten Timnas Indonesia.
Dalam lima pertandingan terakhir, dua kali melawan Burundi, menghadapi Palestina dan Argentina, juga menjamu Turkmenistan, Fachruddin tetap dipanggil meski tidak dimainkan.
Ivar Jenner absen di laga Timnas Indonesia vs Brunei. (Dok. PSSI)
Siapakah bek yang akan jadi pilihan utama Shin saat melawan Brunei? Elkan Baggott, Rizky Ridho, Jordi Amat, Shayne Pattynama, dan Asnawi Mangkualam Bahar bakal jadi pilihan, meski bukan jaminan.
Lini tengah juga beragam. Marselino, jika tidak cedera, niscaya akan jadi prioritas Shin. Nama lainnya yang biasanya dipilih adalah Marc Klok, Ricky Kambuaya, dan Witan Sulaeman.
Untuk lini depan, Dendy Sulistyawan, Ramadhan Sananta, dan Rafael Struick akan saling mengisi, jika tidak disebut bersaing ketat. Adapun Dimas Drajad harus berjuang setelah pulih dari cedera.
Baca di halaman berikutnya>>>
Sudah jadi rahasia umum Brunei Darussalam adalah tim guram Asia Tenggara. Saat ini Brunei menempati peringkat ke-191 FIFA. Karenanya Timnas Indonesia berpeluang meraih kemenangan dengan skor besar.
Pada 11 September lalu, dalam agenda FIFA Matchday, Brunei disikat Hong Kong 10-0. Sebelum duel ini Brunei sempat berlatih tanding melawan klub Malaysia Sabah FC dan kalah 1-3.
Indonesia dan Brunei terakhir kali bentrok pada 2022. Itu terjadi pada fase grup Piala AFF 2022. Dalam duel di Kuala Lumpur, Malaysia, tim Merah Putih menang 7-0.
Jika kemenangan sudah di depan mata, meski tak ada yang pasti di sepak bola, apa yang perlu dilakukan Shin Tae Yong? Mematenkan skuad, karena setelahnya lawan yang akan dihadapi berikutnya lebih mentereng.
Ya, jika berhasil mengalahkan Brunei dalam laga kandang dan tandang, Indonesia akan melaju ke fase kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026. Indonesia akan masuk Grup F bersama Irak, Vietnam, serta Filipina.
Pertandingan pertama fase kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 ini akan berlangsung pada 16 dan 21 November. Kemungkinan lawan pertama yang akan dihadapi adalah Irak, kemudian Filipina.
Dengan kata lain pertandingan melawan Brunei adalah sarana terakhir Shin sebelum tandang ke markas Irak dan menjamu Filipina. Dua pertandingan ini kiranya perlu menjadi perhatian Shin sejak dini.
Ungkapan, menatap lawan satu per satu, kiranya tak pas untuk melawan Brunei. Melawan Brunei bukan lagi bicara bagaimana caranya menang, tetapi bagaimana permainan dipersiapkan untuk laga berikutnya.
Marselino Ferdinan diharapkan pulih di laga Indonesia vs Brunei. (ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA)
Dengan komposisi pemain yang dipanggil Shin saat ini, potensi untuk menumpas Brunei sangat terbuka. Jika tak bisa menumpas Brunei, sama artinya Shin mengundang hujatan dan meminta desakan mundur menggema.
Terlepas dari itu, bagaimana pemain menyikapi duel ini akan sangat penting. Jika pemain tidak bisa menghargai Brunei, lewat kinerja dalam latihan dan pertandingan, duel besar tak layak diberikan ke pemain.
Mentalitas pemain Indonesia yang sering meremehkan lawan lemah dan ciut menghadapi lawan berat, sangat perlu ditatar Shin. Inilah saat bagi Shin memberi cambuk pada segenap pemain Timnas.
Dari 25 nama yang dipanggil Shin, hanya satu nama yang debutan, yakni Arkhan Fikri. Pemain Arema FC ini lebih dipilih Shin dibanding Stefano Lilipaly yang punya jam terbang lebih tinggi.
Tentu saja ada banyak pertanyaan mengapa Lilipaly tak dipanggil Shin. Jika mengacu pertandingan Timnas Indonesia saat melawan Turkmenistan, Lilipaly menyumbang satu assist.
Performa pemain Borneo FC ini juga moncer. Hingga pekan ke-14 Liga 1 2023/2024 Lilipaly menjadi pemain paling banyak menciptakan assist, yakni tujuh kali. Tak hanya itu, Lilipaly juga telah mencetak enam gol.
Namun, untuk melawan Brunei, absennya Lilipaly mungkin tak akan berpengaruh banyak. Cukup beralasan pula jika Shin lebih memilih mempromosikan Arkhan. Sebuah jalan regenerasi sedang ditempuh Shin.
Saat ini Arkhan baru 18 tahun. Pemuda kelahiran 28 Desember 2004 ini sudah malang melintang di usia muda, sejak Indonesia U-20 dan makin matang penampilannya bersama Indonesia U-23.
Jika bisa terus berkembang, kombinasi Arkhan bersama Marselino Ferdinan dan Ivar Jenner (yang tak dipanggil karena sedang cedera), sebagai sesama pemain U-20, sangat menjanjikan untuk Timnas.
Untuk pertandingan pada 12 dan 17 Oktober nanti, persaingan sangat ketat di semua posisi. Untuk posisi kiper misalnya, Nadeo Argawinata, Syahrul Trisna, dan Ernando Ari sama-sama bisa jadi pilihan.
Beralih ke lini belakang, persaingan juga ketat. Ada 10 pemain bertahan yang dipanggil Shin. Yang menarik, ini untuk kali pertama tidak ada nama Fachruddin Aryanto, yang adalah kapten Timnas Indonesia.
Dalam lima pertandingan terakhir, dua kali melawan Burundi, menghadapi Palestina dan Argentina, juga menjamu Turkmenistan, Fachruddin tetap dipanggil meski tidak dimainkan.
Ivar Jenner absen di laga Timnas Indonesia vs Brunei. (Dok. PSSI)
Siapakah bek yang akan jadi pilihan utama Shin saat melawan Brunei? Elkan Baggott, Rizky Ridho, Jordi Amat, Shayne Pattynama, dan Asnawi Mangkualam Bahar bakal jadi pilihan, meski bukan jaminan.
Lini tengah juga beragam. Marselino, jika tidak cedera, niscaya akan jadi prioritas Shin. Nama lainnya yang biasanya dipilih adalah Marc Klok, Ricky Kambuaya, dan Witan Sulaeman.
Untuk lini depan, Dendy Sulistyawan, Ramadhan Sananta, dan Rafael Struick akan saling mengisi, jika tidak disebut bersaing ketat. Adapun Dimas Drajad harus berjuang setelah pulih dari cedera.
Baca di halaman berikutnya>>>
Sarana Menatap Laga Tandang ke Iran
Lini belakang Timnas Indonesia gemuk lawan Brunei Darussalam. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Sudah jadi rahasia umum Brunei Darussalam adalah tim guram Asia Tenggara. Saat ini Brunei menempati peringkat ke-191 FIFA. Karenanya Timnas Indonesia berpeluang meraih kemenangan dengan skor besar.
Pada 11 September lalu, dalam agenda FIFA Matchday, Brunei disikat Hong Kong 10-0. Sebelum duel ini Brunei sempat berlatih tanding melawan klub Malaysia Sabah FC dan kalah 1-3.
Indonesia dan Brunei terakhir kali bentrok pada 2022. Itu terjadi pada fase grup Piala AFF 2022. Dalam duel di Kuala Lumpur, Malaysia, tim Merah Putih menang 7-0.
Jika kemenangan sudah di depan mata, meski tak ada yang pasti di sepak bola, apa yang perlu dilakukan Shin Tae Yong? Mematenkan skuad, karena setelahnya lawan yang akan dihadapi berikutnya lebih mentereng.
Ya, jika berhasil mengalahkan Brunei dalam laga kandang dan tandang, Indonesia akan melaju ke fase kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026. Indonesia akan masuk Grup F bersama Irak, Vietnam, serta Filipina.
Pertandingan pertama fase kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 ini akan berlangsung pada 16 dan 21 November. Kemungkinan lawan pertama yang akan dihadapi adalah Irak, kemudian Filipina.
Dengan kata lain pertandingan melawan Brunei adalah sarana terakhir Shin sebelum tandang ke markas Irak dan menjamu Filipina. Dua pertandingan ini kiranya perlu menjadi perhatian Shin sejak dini.
Ungkapan, menatap lawan satu per satu, kiranya tak pas untuk melawan Brunei. Melawan Brunei bukan lagi bicara bagaimana caranya menang, tetapi bagaimana permainan dipersiapkan untuk laga berikutnya.
Marselino Ferdinan diharapkan pulih di laga Indonesia vs Brunei. (ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA)
Dengan komposisi pemain yang dipanggil Shin saat ini, potensi untuk menumpas Brunei sangat terbuka. Jika tak bisa menumpas Brunei, sama artinya Shin mengundang hujatan dan meminta desakan mundur menggema.
Terlepas dari itu, bagaimana pemain menyikapi duel ini akan sangat penting. Jika pemain tidak bisa menghargai Brunei, lewat kinerja dalam latihan dan pertandingan, duel besar tak layak diberikan ke pemain.
Mentalitas pemain Indonesia yang sering meremehkan lawan lemah dan ciut menghadapi lawan berat, sangat perlu ditatar Shin. Inilah saat bagi Shin memberi cambuk pada segenap pemain Timnas.