Pelatih Asal Indonesia Rony Agustinus: An Se Young Tak Banyak Larangan
Putra Permata Tegar Idaman | CNN Indonesia
Selasa, 10 Okt 2023 19:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
An Se Young merebut emas Asian Games, titel juara dunia, dan gelar All England pada 2023. (AFP/ADEK BERRY)
Jakarta, CNN Indonesia --
An Se Young berhasil meraih medali Asian Games. Rony Agustinus, pelatih An Se Young yang berasal dari Indonesia menceritakan perjalanan mendampingi perjuangan pemain asal Korea Selatan itu di Asian Games 2023.
An Se Young sukses jadi juara Asian Games setelah mengalahkan Chen Yufei di babak final. An Se Young menang dengan skor 21-18, 17-21, 21-8.
Keberhasilan An Se Young meraih medali emas membuat dirinya makin melengkapi tahun 2023 dengan gelimang prestasi. Sebelum ini An Se Young sukses jadi juara All England, juara dunia, dan duduk di posisi nomor satu dunia. An Se Young jug sudah meraih total 10 gelar di tahun ini.
Berikut wawancara CNNIndonesia.com dengan Rony Agustinus yang jadi pelatih tunggal Tim Badminton Korea Selatan.
An Se Young datang dengan beban berat ke Asian Games. Bagaimana cara tim pelatih agar An Se Young tak merasakan beban tersebut?
Ya sebenarnya mungkin dari awal, bukan ditargetkan harus juara atau apa, tetapi memang dari tim, head coach, dari Tim Korea, sudah memberikan rencana pada pemain. Turnamen apa yang harus diikuti dan peak [puncak]-nya harus di mana. Dan kami sudah sampaikan ke pemain, tentu dengan persiapan juga untuk mencapai target yang telah direncanakan.
Beban itu karena dia jadi juara dunia, dia juga merebut posisi nomor satu dunia. Namun itu proses step by step.
Kalau tertekan, semua pemain pasti tertekan termasuk An Se Young. Karena ini Asian Games bukan seperti turnamen open yang biasa. Pasti beban itu ada, mungkin lebih berat. Tergantung pemain, dia siap atau tidak dengan kondisi seperti itu. Puji Tuhan An Se Young bisa menanggung beban itu.
Berarti memang sengaja absen di Hong Kong Open untuk Asian Games?
Memang sudah ada planning-nya. Asian Games bisa dibilang event yang penting bagi Korea untuk multi event, di samping Olimpiade. Karena Korea tidak ada multi event regional seperti SEA Games.
Ronny Agustinus merayakan keberhasilan An Se Young merebut emas Asian Games. (AFP/ADEK BERRY)
Apakah ada aturan khusus yang membedakan Korea dengan tim lainnya sehingga An Se Young bisa meraih sukses besar di tahun ini?
Kalau aturan, saya rasa sama. Cuma proses di latihan yang lebih fokus. Saya rasa semua latihan di negara manapun, kurang lebih sama.
Kelebihannya, An Se Young punya keinginan kuat. Budaya Korea, kerja keras, fighting spirit memang lebih. Budaya itu sangat berpengaruh.
Keinginan dia untuk bekerja keras, mungkin sejak awal sudah diajarkan di keluarganya. Jadi ada kelebihan di sektor itu menurut saya.
Apakah ada aturan dan pantangan khusus yang Anda terapkan ke atlet soal makanan?
Tidak ada pantangan. Semua free. Tidak ada larangan.
Katanya An Se Young tidak makan es krim sepanjang Asian Games dan juga ada aturan pembatasan soal handphone?
Wah saya baru tahu. Dari saya, saya tidak menerapkan aturan seperti itu. Mungkin An Se Young sendiri yang memang ingin menjaga badan. Kalau makan di dining hall, es krim ada 24 jam.
Mau jaga makan, kembali ke personal. Dari saya, tidak ada larangan seperti itu. Saya yakin An Se Young juga bisa menjaga masalah soal handphone dan makanan.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Kaki An Se Young sempat bermasalah di partai final. Ada apa?
Saya belum bisa kasih komentar karena masih konsultasi dengan dokter. Saya harap tidak ada masalah.
Saat pertandingan, memang ada sedikit pergerakan yang terhambat. Mungkin saat dia sliding, ada yang terbentur ke lantai. Mungkin ada efek di tulang, saya tidak tahu. karena dia sempat jatuh mengambil bola kayak ndlosor. Mungkin kena dari situ.
Tetapi saat pertandingan berlanjut ke game ketiga pun, An Se Young terlihat tidak ada masalah?
Sebenarnya sakit. Kayak kita orang awam, tulang terbentur benda keras pasti ada rasa linu yang bertahan lama. Apalagi atlet yang harus bergerak seperti itu, pasti ada rasa sakit.
Puji Tuhan bisa terus berlanjut. Mungkin di game ketiga Chen Yufei juga kelelahan. Jadi, siapa yang lebih tahan di lapangan itu yang punya keunggulan.
An Se Young terlihat sangat dewasa di lapangan walaupun masih berusia muda. Bagaimana saat di luar lapangan?
Saya lihat sama, seperti anak-anak seusia dia. Bisa membaur dengan junior dan senior. Ya, terbilang biasa-biasa saja.
Budaya di Korea, junior dengan senior harus lebih menghormati. Meskipun mungkin sekarang dari segi peringkat dan performa dia lebih baik dari seniornya, di luar lapangan itu dia tetap menghormati.
An Se Young punya semangat juang yang tinggi di lapangan. (AFP/ADEK BERRY)
Apakah An Se Young sudah sangat terkenal di Korea Selatan dan masuk kategori level Selebriti? Bagaimana menjaga An Se Young agar tetap fokus sebagai atlet?
Di sini An Se Young sudah cukup terkenal. Karena memang sudah peringkat satu dunia. Dan kini juga dapat emas Asian Games. Namun bila dibandingkan dengan atlet cabang olahraga lain, saya kurang tahu.
Soal acara di luar latihan, memang ada. Namun saya menerapkan kontrol untuk latihan saja. Persiapan dia sehari-hari, saya lebih fokus ke sana.
Saya tidak memberi batasan, termasuk soal penggunaan media sosial dan lain-lain. Saya hanya fokus pada perencanaan di latihan.
Seiring kesuksesan An Se Young, apakah ada tawaran untuk kembali melatih di Indonesia atau pertanyaan dari netizen kenapa tidak melatih di Indonesia?
Hahaha Belum. Belum ada sejauh ini. Saya juga tidak punya media sosial jadi tidak ada pertanyaan seperti itu.
An Se Young berhasil meraih medali Asian Games. Rony Agustinus, pelatih An Se Young yang berasal dari Indonesia menceritakan perjalanan mendampingi perjuangan pemain asal Korea Selatan itu di Asian Games 2023.
An Se Young sukses jadi juara Asian Games setelah mengalahkan Chen Yufei di babak final. An Se Young menang dengan skor 21-18, 17-21, 21-8.
Keberhasilan An Se Young meraih medali emas membuat dirinya makin melengkapi tahun 2023 dengan gelimang prestasi. Sebelum ini An Se Young sukses jadi juara All England, juara dunia, dan duduk di posisi nomor satu dunia. An Se Young jug sudah meraih total 10 gelar di tahun ini.
Berikut wawancara CNNIndonesia.com dengan Rony Agustinus yang jadi pelatih tunggal Tim Badminton Korea Selatan.
An Se Young datang dengan beban berat ke Asian Games. Bagaimana cara tim pelatih agar An Se Young tak merasakan beban tersebut?
Ya sebenarnya mungkin dari awal, bukan ditargetkan harus juara atau apa, tetapi memang dari tim, head coach, dari Tim Korea, sudah memberikan rencana pada pemain. Turnamen apa yang harus diikuti dan peak [puncak]-nya harus di mana. Dan kami sudah sampaikan ke pemain, tentu dengan persiapan juga untuk mencapai target yang telah direncanakan.
Beban itu karena dia jadi juara dunia, dia juga merebut posisi nomor satu dunia. Namun itu proses step by step.
Kalau tertekan, semua pemain pasti tertekan termasuk An Se Young. Karena ini Asian Games bukan seperti turnamen open yang biasa. Pasti beban itu ada, mungkin lebih berat. Tergantung pemain, dia siap atau tidak dengan kondisi seperti itu. Puji Tuhan An Se Young bisa menanggung beban itu.
Berarti memang sengaja absen di Hong Kong Open untuk Asian Games?
Memang sudah ada planning-nya. Asian Games bisa dibilang event yang penting bagi Korea untuk multi event, di samping Olimpiade. Karena Korea tidak ada multi event regional seperti SEA Games.
Ronny Agustinus merayakan keberhasilan An Se Young merebut emas Asian Games. (AFP/ADEK BERRY)
Apakah ada aturan khusus yang membedakan Korea dengan tim lainnya sehingga An Se Young bisa meraih sukses besar di tahun ini?
Kalau aturan, saya rasa sama. Cuma proses di latihan yang lebih fokus. Saya rasa semua latihan di negara manapun, kurang lebih sama.
Kelebihannya, An Se Young punya keinginan kuat. Budaya Korea, kerja keras, fighting spirit memang lebih. Budaya itu sangat berpengaruh.
Keinginan dia untuk bekerja keras, mungkin sejak awal sudah diajarkan di keluarganya. Jadi ada kelebihan di sektor itu menurut saya.
Apakah ada aturan dan pantangan khusus yang Anda terapkan ke atlet soal makanan?
Tidak ada pantangan. Semua free. Tidak ada larangan.
Katanya An Se Young tidak makan es krim sepanjang Asian Games dan juga ada aturan pembatasan soal handphone?
Wah saya baru tahu. Dari saya, saya tidak menerapkan aturan seperti itu. Mungkin An Se Young sendiri yang memang ingin menjaga badan. Kalau makan di dining hall, es krim ada 24 jam.
Mau jaga makan, kembali ke personal. Dari saya, tidak ada larangan seperti itu. Saya yakin An Se Young juga bisa menjaga masalah soal handphone dan makanan.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Kaki Sakit Saat Rebut Emas Asian Games
An Se Young bermain di final Asian Games dengan kaki yang sakit. (AFP/ADEK BERRY)
Kaki An Se Young sempat bermasalah di partai final. Ada apa?
Saya belum bisa kasih komentar karena masih konsultasi dengan dokter. Saya harap tidak ada masalah.
Saat pertandingan, memang ada sedikit pergerakan yang terhambat. Mungkin saat dia sliding, ada yang terbentur ke lantai. Mungkin ada efek di tulang, saya tidak tahu. karena dia sempat jatuh mengambil bola kayak ndlosor. Mungkin kena dari situ.
Tetapi saat pertandingan berlanjut ke game ketiga pun, An Se Young terlihat tidak ada masalah?
Sebenarnya sakit. Kayak kita orang awam, tulang terbentur benda keras pasti ada rasa linu yang bertahan lama. Apalagi atlet yang harus bergerak seperti itu, pasti ada rasa sakit.
Puji Tuhan bisa terus berlanjut. Mungkin di game ketiga Chen Yufei juga kelelahan. Jadi, siapa yang lebih tahan di lapangan itu yang punya keunggulan.
An Se Young terlihat sangat dewasa di lapangan walaupun masih berusia muda. Bagaimana saat di luar lapangan?
Saya lihat sama, seperti anak-anak seusia dia. Bisa membaur dengan junior dan senior. Ya, terbilang biasa-biasa saja.
Budaya di Korea, junior dengan senior harus lebih menghormati. Meskipun mungkin sekarang dari segi peringkat dan performa dia lebih baik dari seniornya, di luar lapangan itu dia tetap menghormati.
An Se Young punya semangat juang yang tinggi di lapangan. (AFP/ADEK BERRY)
Apakah An Se Young sudah sangat terkenal di Korea Selatan dan masuk kategori level Selebriti? Bagaimana menjaga An Se Young agar tetap fokus sebagai atlet?
Di sini An Se Young sudah cukup terkenal. Karena memang sudah peringkat satu dunia. Dan kini juga dapat emas Asian Games. Namun bila dibandingkan dengan atlet cabang olahraga lain, saya kurang tahu.
Soal acara di luar latihan, memang ada. Namun saya menerapkan kontrol untuk latihan saja. Persiapan dia sehari-hari, saya lebih fokus ke sana.
Saya tidak memberi batasan, termasuk soal penggunaan media sosial dan lain-lain. Saya hanya fokus pada perencanaan di latihan.
Seiring kesuksesan An Se Young, apakah ada tawaran untuk kembali melatih di Indonesia atau pertanyaan dari netizen kenapa tidak melatih di Indonesia?
Hahaha Belum. Belum ada sejauh ini. Saya juga tidak punya media sosial jadi tidak ada pertanyaan seperti itu.