Adakah DNA Juara Piala Eropa di Timnas Indonesia U-17?
Abdul Susila | CNN Indonesia
Rabu, 25 Okt 2023 08:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Timnas Indonesia U-17 akan tampil di Piala Dunia U-17 2023. (Dok.PSSI)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemusatan latihan Timnas Indonesia U-17 di Jerman rampung. Apa efek yang didapat Garuda Muda di negara juara Piala Eropa U-17 2023 itu?
Akankah hasil pelatihan di Jerman membuat permainan Indonesia U-17 jadi garang di Piala Dunia U-17 2023? Itu akan terlihat saat melawan Ekuador pada 10 November di Surabaya.
Tim asuhan Bima Sakti Tukiman ini melakoni tujuh pertandingan uji coba selama di Jerman. Hasilnya dua kali menang, sekali imbang, dan empat kali menelan kekalahan.
Mengacu hasil uji coba ini, sekilas meragukan. Melawan klub-klub akademi dan bukan negara, kekalahan lebih sering didapat. Banyak evaluasi yang didapat dari kekalahan itu.
Selama di Jerman, statistik penampilan Indonesia U-17 adalah mencetak enam gol dan 12 kali kebobolan. Lini pertahanan Indonesia U-17 terlihat begitu rapuh di hadapan lawan.
Sebelum berangkat ke Jerman, Indonesia U-17 menggelar empat laga uji coba. Hasilnya sekali menang dan tiga kali kalah. Artinya total ada 11 laga uji coba dan cuma menang tiga kali.
Namun kekalahan di uji coba tak bisa menjadi ukuran. Uji coba hanya menjadi simulasi taktik dan sarana menguji kualitas pemain. Kemampuan pemain akan diukur di Piala Dunia U-17 2023.
Bima secara terbuka menyebut ada dua kekurangan pemain yang masih perlu diperbaiki. Dua kekurangan tersebut adalah komunikasi antarpemain dan koordinasi saat transisi.
Dengan waktu tersisa dua pekan menuju kick off melawan Ekuador, Bima percaya kekurangan itu bisa dibenahi. Pemain juga diharapkan bisa segera beradaptasi dengan cuaca dalam negeri.
Satu yang pasti, kondisi fisik pemain prima setelah dihajar di Jerman. Latihan keras dengan intensitas tinggi telah disusun agar peak performance pemain tercapai di Piala Dunia U-17 2023.
Dengan DNA Jerman sebagai juara Piala Eropa U-17 2023, Indonesia U-17 diharapkan bisa tampil beda. Gelar juara memang bukan tujuan utama, tetapi permainan indah diharapkan tercipta.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Selama di Jerman, ada tiga diaspora yang ikut dalam pemusatan latihan Timnas Indonesia U-17. Apakah mereka akan masuk skuad di Piala Dunia U-17 2023?
Tiga pemain yang ikut latihan di Jerman itu adalah Amar Rayhan Brkic, Chow Yun Damanik, dan Welber Jardim. Kualitas ketiganya disebut memuaskan oleh tim pelatih Indonesia U-17.
Hanya saja belum ada keterangan dari Bima Sakti apakah ketiganya dipastikan masuk skuad atau tidak. Jika masuk, berarti Bima tinggal menetapkan 18 pemain lainnya.
Saat berangkat ke Jerman, Bima membawa 28 pemain. Artinya pula 10 pemain akan tersisih. Jumlah skuad ini akan segera diumumkan sebelum masa pendaftaran ditutup.
Nama-nama seperti Iqbal Gwijangge dan Arkhan Kaka sepertinya akan masuk. Bima pastinya pula sudah punya bayangan siapa saja yang terpilih dan akan dicoret.
Penetapan ini penting sebab terkait dengan simulasi melawan Ekuador. Lawan pertama Indonesia U-17 ini dinilai sebagai tim terkuat di Grup A sehingga harus diwaspadai.
Hasil positif pada laga pertama akan banyak memberikan dampak. Itu mengapa skema dan simulasi melawan Ekuador harus dipersiapkan dengan sangat matang.
Adapun pertandingan melawan Maroko dan Panama tak kalah penting. Hanya saja pertandingan pertama selalu lebih berat. Ada ekspektasi yang harus dilawan para pemain.
Bisa dibilang perang melawan diri sendiri akan menjadi penentu. Jangan sampai pemain mengalami demam panggung di pentas dunia ini, yang membuat segala persiapan jadi buyar.
Inilah tugas utama Bima menjelang laga pembuka. DNA Jerman yang didapat dalam pemusatan latihan di Eropa harus dijaga sebaik mungkin agar hasilnya sesuai dengan keinginan.
Apakah Timnas Indonesia U-17 bisa berbicara di Piala Dunia U-17 2023? Itu semua akan tergantung dari sikap dan pilihan Bima dan staf pelatih lainnya menjelang kejuaraan.
Pemusatan latihan Timnas Indonesia U-17 di Jerman rampung. Apa efek yang didapat Garuda Muda di negara juara Piala Eropa U-17 2023 itu?
Akankah hasil pelatihan di Jerman membuat permainan Indonesia U-17 jadi garang di Piala Dunia U-17 2023? Itu akan terlihat saat melawan Ekuador pada 10 November di Surabaya.
Tim asuhan Bima Sakti Tukiman ini melakoni tujuh pertandingan uji coba selama di Jerman. Hasilnya dua kali menang, sekali imbang, dan empat kali menelan kekalahan.
Mengacu hasil uji coba ini, sekilas meragukan. Melawan klub-klub akademi dan bukan negara, kekalahan lebih sering didapat. Banyak evaluasi yang didapat dari kekalahan itu.
Selama di Jerman, statistik penampilan Indonesia U-17 adalah mencetak enam gol dan 12 kali kebobolan. Lini pertahanan Indonesia U-17 terlihat begitu rapuh di hadapan lawan.
Sebelum berangkat ke Jerman, Indonesia U-17 menggelar empat laga uji coba. Hasilnya sekali menang dan tiga kali kalah. Artinya total ada 11 laga uji coba dan cuma menang tiga kali.
Namun kekalahan di uji coba tak bisa menjadi ukuran. Uji coba hanya menjadi simulasi taktik dan sarana menguji kualitas pemain. Kemampuan pemain akan diukur di Piala Dunia U-17 2023.
Bima secara terbuka menyebut ada dua kekurangan pemain yang masih perlu diperbaiki. Dua kekurangan tersebut adalah komunikasi antarpemain dan koordinasi saat transisi.
Dengan waktu tersisa dua pekan menuju kick off melawan Ekuador, Bima percaya kekurangan itu bisa dibenahi. Pemain juga diharapkan bisa segera beradaptasi dengan cuaca dalam negeri.
Satu yang pasti, kondisi fisik pemain prima setelah dihajar di Jerman. Latihan keras dengan intensitas tinggi telah disusun agar peak performance pemain tercapai di Piala Dunia U-17 2023.
Dengan DNA Jerman sebagai juara Piala Eropa U-17 2023, Indonesia U-17 diharapkan bisa tampil beda. Gelar juara memang bukan tujuan utama, tetapi permainan indah diharapkan tercipta.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Menanti 21 Pemain Terpilih
Timnas Indonesia U-17 akan menghadapi Ekuador di laga pertama Piala Dunia U-17 2023. (Arsip PSSI)
Selama di Jerman, ada tiga diaspora yang ikut dalam pemusatan latihan Timnas Indonesia U-17. Apakah mereka akan masuk skuad di Piala Dunia U-17 2023?
Tiga pemain yang ikut latihan di Jerman itu adalah Amar Rayhan Brkic, Chow Yun Damanik, dan Welber Jardim. Kualitas ketiganya disebut memuaskan oleh tim pelatih Indonesia U-17.
Hanya saja belum ada keterangan dari Bima Sakti apakah ketiganya dipastikan masuk skuad atau tidak. Jika masuk, berarti Bima tinggal menetapkan 18 pemain lainnya.
Saat berangkat ke Jerman, Bima membawa 28 pemain. Artinya pula 10 pemain akan tersisih. Jumlah skuad ini akan segera diumumkan sebelum masa pendaftaran ditutup.
Nama-nama seperti Iqbal Gwijangge dan Arkhan Kaka sepertinya akan masuk. Bima pastinya pula sudah punya bayangan siapa saja yang terpilih dan akan dicoret.
Penetapan ini penting sebab terkait dengan simulasi melawan Ekuador. Lawan pertama Indonesia U-17 ini dinilai sebagai tim terkuat di Grup A sehingga harus diwaspadai.
Hasil positif pada laga pertama akan banyak memberikan dampak. Itu mengapa skema dan simulasi melawan Ekuador harus dipersiapkan dengan sangat matang.
Adapun pertandingan melawan Maroko dan Panama tak kalah penting. Hanya saja pertandingan pertama selalu lebih berat. Ada ekspektasi yang harus dilawan para pemain.
Bisa dibilang perang melawan diri sendiri akan menjadi penentu. Jangan sampai pemain mengalami demam panggung di pentas dunia ini, yang membuat segala persiapan jadi buyar.
Inilah tugas utama Bima menjelang laga pembuka. DNA Jerman yang didapat dalam pemusatan latihan di Eropa harus dijaga sebaik mungkin agar hasilnya sesuai dengan keinginan.
Apakah Timnas Indonesia U-17 bisa berbicara di Piala Dunia U-17 2023? Itu semua akan tergantung dari sikap dan pilihan Bima dan staf pelatih lainnya menjelang kejuaraan.