Jakarta, CNN Indonesia -- Tim dari benua Afrika selalu bisa membuat kejutan dibanding wakil Asia di Piala Dunia U-17 2023. Namun Uzbekistan yakin bisa mengejutkan persaingan Grup B Piala Dunia U-17 2023.
Pertandingan Grup B akan berlangsung di Stadion Manahan, Solo mulai 10 November. Mali akan mengawali kiprahnya dengan melawan Uzbekistan, sedangkan tim kuat Spanyol akan ditantang Kanada.
Di atas kertas Spanyol diyakini bisa lolos grup, bahkan hingga semifinal atau final. Kekuatan Spanyol U-17 yang banyak dihuni pemain akademi Real Madrid dan Barcelona jadi penguatnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian Uzbekistan dan Mali enggan dianggap remeh. Kedua negara ini sedang membangun sepak bolanya dengan baik. Adapun Kanada sebagai kuda hitam tak pantas dipandang sebelah mata.
Bagaimana peta kekuatan Grup B Piala Dunia U-17 2023? Berikut ulasan empat tim grup ini berdasarkan kiprah mereka dalam satu tahun terakhir, termasuk pemain-pemain yang jadi kunci.
Spanyol Matang di Kompetisi Muda
Jika mengacu skuad saat tampil di Piala Eropa U-17 2023, Spanyol U-17 dihuni enam pemain Barcelona. Salah satunya adalah pemain yang sudah debut dan mencetak gol untuk Barcelona di La Liga, Marc Guiu.
Guiu saat ini menjadi top skor Spanyol U-17 dengan delapan gol. Ketajaman Guiu akan jadi senjata buat Spanyol mengukir prestasi tertinggi.
Spanyol U-17 merupakan semifinalis Piala Eropa U-17 2023. Tim asuhan David Gordo ini gagal ke final setelah ditekuk Jerman. Setelah kejuaraan ini penampilan Spanyol U-17 tak kunjung meyakinkan.
Salah satunya tampil jeblok di Piala Pinatar 2023 dengan melawan Maroko, Portugal, dan Inggris. Dari ketiga lawan ini, hanya Maroko yang bisa diatasi dan sisanya berakhir dengan kekalahan.
Kendati demikian Spanyol tetap punya modal permainan yang kuat. Gaya tiki taka Spanyol dalam formasi 4-3-3 sudah mengakar. Hal ini yang menjadi senjata untuk bersaing di Piala Dunia U-17 2023.
Mali Mencari Talent Scouting
Mali U-17 datang ke Piala Dunia U-17 2023 dengan status semifinalis Piala Afrika U-17 2023. Tim asuhan Mamadou Traore ini menempati peringkat keempat kejuaraan setelah dilibas Burkina Faso.
Sejarah mencatat, Mali punya rekam jejak baik di Piala Dunia U-17. Dari lima keikutsertaan pada edisi sebelumnya, hanya sekali saja Mali tak lolos fase grup, yakni pada edisi 1999.
Salah satu pemain kunci Mali U-17 adalah Mamadou Doumbia. Pemain kelahiran 18 Februari 2006 ini melesakkan empat gol di Piala Afrika U-17 2023. Namanya banyak dilirik pencari bakat.
Bagi mayoritas pemain asal Afrika, Piala Dunia U-17 adalah sarana dilirik pencari bakat. Itu mengapa mereka tampil habis-habisan di turnamen. Ini pula nilai tambah skuad Mali di persaingan Grup B.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Uzbekistan Siap Beri Kejutan
Sebanyak 24 tim negara akan berlaga di Indonesia. (CNNIndonesia/Adi Ibrahim)
Uzbekistan Selalu Lolos Grup
Status Uzbekistan mungkin saja kuda hitam diGrupB, tetapi berpotensi membuat gebrakan. Sejarah membuktikan bahwa Uzbekistan selalu bisa lolosgrupsetiap kali tampil di Piala Dunia U-17.
Pada edisi 2011 dan 2013, saat Uzbekistan mewakili Asia di Piala Dunia U-17, mereka membuat kejutan dengan lolos babakgrup. Hal sama ingin mereka capai saat tampil di Solo, Indonesia.
Modal tim asuhan Jamoliddin Rakhmatullaev ini adalah 14 laga uji coba selama 2023. Uzbekistan U-17 juga menggelar pemusatan latihan di Turki dan Amerika Selatan pada Februari Maret 2023.
Selama di Amerika Selatan, Uzbekistan melawan Uruguay dan Amerika Selatan. Meski hasilnya kalah, Uzbekistan dapat bahan evaluasi yang kuat untuk menatappersainganGrupB.
Motivasi Kanada Mematahkan Rekor
Kanada belum pernah lolos babakgrupPiala Dunia U-17. Dari tujuh kesempatan tampil sebelumnya, Kanada selalu jadi bulan-bulanan lawan. Catatan negatif ini ingin diubah di Piala Dunia U-17 2023.
Pelatih Kanada U-17, Andrew Olivieri, sadar betul asa itu tidak akan mudah. Karenanya Olivieri merancang program pelatih yang panjang dengan daftar uji coba yang relatif mentereng.
Sebelum berangkat ke Indonesia Kanada U-17 melakonin 11 laga uji coba. Hasilnya lima menang, sekali imbang, dan lima kali kalah. Dari lima kekalahan itu dua di antaranya saat melawan Brasil.
Kanada sengaja bertanding melawan Brasil agar pemain bisa mendapat banyak pelajaran. Setelah laga melawan Brasil itu Oliveira langsung menetapkan 21 pemain yang dibawa ke Solo, Indonesia.
[Gambas:Video CNN]