Logika Sepak Bola: Timnas Indonesia Ada Peluang di Piala Asia
Abdul Susila | CNN Indonesia
Kamis, 11 Jan 2024 08:03 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Elkan Baggott bisa jadi senjata Timnas Indonesia di Piala Asia 2023. (Dok. PSSI)
Sejarah Timnas Indonesia di Piala Asia, edisi 1996, 2000, 2004, dan 2007, memang tak istimewa. Namun Indonesia tak pernah kalah di laga perdana.
Pada empat edisi itu, Indonesia selalu jumpa tim Timur Tengah: Kuwait, Qatar, dan Bahrain. Di Piala Asia 2023, lawan pertama Indonesia juga dari Timur Tengah, Irak.
Duel Indonesia kontra Irak akan tersaji pada 15 Januari. Bisa dibilang laga ini akan menentukan apakah Indonesia bisa berbicara atau tidak di Piala Asia.
Kemudian Indonesia akan melawan Vietnam pada 19 Januari. Saat ini level Vietnam memang di atas Indonesia, tetapi tak ada jaminan The Golden Stars akan menang.
Terakhir, Indonesia akan melawan Jepang pada 24 Januari. Saat ini Jepang adalah tim nomor satu Asia di ranking FIFA, tapi bukan berarti punya serum anti-kalah.
Setidaknya ada dua faktor baru Indonesia yang bisa menjadi pembeda di Piala Asia 2023, untuk bersaing dengan Jepang, Irak, dan Vietnam: yaitu usia dan tinggi badan.
Dilansir dari Transfermarkt, rata-rata usia pemain Indonesia adalah yang termuda di Piala Asia 2023. Rata-rata usia pemain Indonesia yakni 24,33 tahun.
Indonesia juga bukan lagi tim kurcaci, atau tim dengan tinggi badan paling mungil. Kini rata-rata tinggi pemain Indonesia adalah 179,65 centimeter.
Melawan pemain Irak yang kuat bola atas, menghadapi Vietnam yang lincah, juga jumpa Jepang yang ngotot, kiranya sudah disiapkan serum penawarnya oleh STY.
Uji coba melawan Libya dan Iran bisa dibilang anti-virus. Dengan kekebalan yang didapat dari laga uji coba, Shin yakin kekuatan Indonesia terbentuk.
Apakah itu akan menjadi kenyataan? Kiranya tinggal bagaimana logika sepak bola pemain Timnas Indonesia menjiwai masa persiapan dan pertandingan.
(jal)
Jakarta, CNN Indonesia --
Timnas Indonesia telah menyelesaikan masa uji coba jelang Piala Asia 2023 (2024) dengan hasil tiga kekalahan. Masihkah ada asa Garuda lolos ke 16 besar?
Tim asuhan Shin Tae Yong ini keok 0-4 oleh Libya pada 2 Januari, lalu takluk 1-2 dari Libya pada 5 Januari. Dua laga ini berlangsung di Turki.
Terbaru, Selasa (9/1), skuad Garuda dibungkam Iran dengan skor 0-5. Artinya pula Indonesia bermodal 11 kebobolan dan satu gol ke Piala Asia 2023.
Sebelumnya, dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026, Indonesia takluk 1-5 dari Irak dan imbang 1-1 dengan Filipina. Indonesia tak pernah menang di lima laga beruntun.
Kalau pakai logika matematika, peluang Indonesia lolos ke babak 16, nyaris nihil. Kans Indonesia menang atas Jepang, Irak, dan Vietnam kecil.
The Analyst misalnya, menyebut peluang Indonesia jadi juara Grup D hanya 3,9 persen, jadi runner up sebesar 17 persen, dan di posisi ketiga 31,5 persen.
Persentase terbesar Indonesia dalam analisis Opta itu adalah juru kunci Grup D, sebesar 47,5 persen. Logika matematika mengecilkan Timnas Indonesia.
Namun logika sepak bola tak begitu. Selalu ada kemungkinan dalam sepak bola. Tim semenjana sekalipun tetap punya peluang menang atas tim yang lebih kuat.
Logika ini pula yang diusung Shin Tae Yong bersama Timnas Indonesia di Piala Asia 2023. Meski kalahan, STY teguh Indonesia akan lolos ke 16 besar.
Ini mirip dengan keyakinan Shin Tae Yong saat Kualifikasi Piala Asia 2023. Ketika itu Indonesia diprediksi habis saat jumpa Kuwait dan Yordania.
Hasilnya, Indonesia menang dramatis atas Kuwait sebagai tuan rumah. Kemenangan ini jadi kunci Indonesia untuk lolos ke putaran final Piala Asia 2023.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Tenaga Kuda dan Bukan Kurcaci
Elkan Baggott bisa jadi senjata Timnas Indonesia di Piala Asia 2023. (Dok. PSSI)
Sejarah Timnas Indonesia di Piala Asia, edisi 1996, 2000, 2004, dan 2007, memang tak istimewa. Namun Indonesia tak pernah kalah di laga perdana.
Pada empat edisi itu, Indonesia selalu jumpa tim Timur Tengah: Kuwait, Qatar, dan Bahrain. Di Piala Asia 2023, lawan pertama Indonesia juga dari Timur Tengah, Irak.
Duel Indonesia kontra Irak akan tersaji pada 15 Januari. Bisa dibilang laga ini akan menentukan apakah Indonesia bisa berbicara atau tidak di Piala Asia.
Kemudian Indonesia akan melawan Vietnam pada 19 Januari. Saat ini level Vietnam memang di atas Indonesia, tetapi tak ada jaminan The Golden Stars akan menang.
Terakhir, Indonesia akan melawan Jepang pada 24 Januari. Saat ini Jepang adalah tim nomor satu Asia di ranking FIFA, tapi bukan berarti punya serum anti-kalah.
Setidaknya ada dua faktor baru Indonesia yang bisa menjadi pembeda di Piala Asia 2023, untuk bersaing dengan Jepang, Irak, dan Vietnam: yaitu usia dan tinggi badan.
Dilansir dari Transfermarkt, rata-rata usia pemain Indonesia adalah yang termuda di Piala Asia 2023. Rata-rata usia pemain Indonesia yakni 24,33 tahun.
Indonesia juga bukan lagi tim kurcaci, atau tim dengan tinggi badan paling mungil. Kini rata-rata tinggi pemain Indonesia adalah 179,65 centimeter.
Melawan pemain Irak yang kuat bola atas, menghadapi Vietnam yang lincah, juga jumpa Jepang yang ngotot, kiranya sudah disiapkan serum penawarnya oleh STY.
Uji coba melawan Libya dan Iran bisa dibilang anti-virus. Dengan kekebalan yang didapat dari laga uji coba, Shin yakin kekuatan Indonesia terbentuk.
Apakah itu akan menjadi kenyataan? Kiranya tinggal bagaimana logika sepak bola pemain Timnas Indonesia menjiwai masa persiapan dan pertandingan.