Starter Timnas Indonesia vs Australia di 16 besar Piala Asia 2023. (REUTERS/IBRAHEEM AL OMARI)
Jakarta, CNN Indonesia --
Timnas Indonesia telah tersingkir dari Piala Asia 2023 usai kalah 0-4 dari Australia di babak 16 besar, Minggu (28/1). Namun, mayoritas suporter Timnas Indonesia tak merasa kecewa karena Tim Garuda tidak bisa melaju ke perempat final Piala Asia 2023.
Rakyat Indonesia bangga atas pencapaian yang diraih Timnas Indonesia pada Piala Asia 2023.
Sebab, setelah Indonesia kembali ke Piala Asia setelah 17 tahun absen, Tim Merah Putih langsung berhasil mencatat sejarah lolos dari fase grup untuk pertama kalinya.
Netizen pun ramai-ramai mengucapkan terimakasih kepada Timnas Indonesia yang dilatih Shin Tae Yong.
"Setelah pertandingan tadi, walaupun kalah anehnya saya masih bisa tersenyum bangga kepada kalian semua. Terima kasih untuk semua pemain dan staf pelatih Timnas Indonesia. Tetap semangat," kata seorang netizen di media sosial X.
"Tetap Bangga, permainan dan daya juang kalian sudah menjadi pemenang di hati kami rakyat Indonesia yang rasa nya sudah lama tidak melihat timnas bermain sebagus ini selama Piala Asia. Saya berdoa, semoga kelak Garuda akan terbang lebih tinggi lagi menuju tak terbatas dan melampauinya," ucap netizen lainnya.
"Baru kali ini kalah dengan skor telak tapi bangga!!!! Come back strong boys," ujar netizen lainnya.
Pencapaian Timnas Indonesia dengan menembus 16 besar Piala Asia 2023 tentu tidak akan terlupakan dan dilupakan oleh seluruh pecinta sepak bola Indonesia.
Pasalnya, Timnas Indonesia sukses mencetak sejarah baru untuk kali pertama lolos ke 16 besar Piala Asia sepanjang sejarah mengikuti turnamen ini.
Fakta lainnya yang tidak kalah mengejutkan adalah Timnas Indonesia menjadi tim dengan ranking terendah yang berhasil lolos ke 16 besar Piala Asia 2023. Timnas Indonesia memulai Piala Asia 2023 dengan berada di ranking FIFA 146 dunia. Dari awalnya diremehkan, STY mampu mengubah Timnas Indonesia menjadi tim yang diperhitungkan.
Bahkan, pada Piala Asia 2023 Timnas Indonesia tampil beda dengan berani menampilkan permainan build up dan ball possession yang selama ini menjadi kelemahan Tim Garuda. Permainan menghibur Timnas Indonesia pun banyak menuai pujian.
Selain itu, fakta yang tak kalah luar biasa membanggakan adalah Timnas Indonesia lolos ke 16 besar sebagai tim dengan skuad termuda dalam turnamen.
Berdasarkan data Transfermarkt, Timnas Indonesia menjadi tim dengan materi pemain termuda dengan rata-rata usia 22,5 tahun. Hal ini menjadi sinyal positif bagi masa depan Timnas Indonesia.
Kini, langkah Timnas Indonesia di Piala Asia 2023 sudah terhenti di babak 16 besar usai kalah dari Australia. Namun perjuangan, kerja keras, dan tekad maksimal yang sudah dikerahkan para pemain layak dibanggakan.
Seluruh suporter Timnas Indonesia sudah selayaknya untuk angkat topi kepada para pemain, ofisial, dan pelatih Timnas Indonesia yang sudah berjuang maksimal di Piala Asia 2023.
Terima kasih Timnas Indonesia untuk perjuangan luar biasa di Piala Asia 2023 dengan berhasil lolos 16 besar yang menjadi tonggak bersejarah baru sepak bola Tanah Air.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Pencapaian luar biasa Timnas Indonesia di Piala Asia 2023 tentu diharapkan bukan akhir, tapi menjadi awal dari kebangkitan Tim Garuda di level internasional.
Kini Indonesia tengah berjuang di babak kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 sekaligus Kualifikasi Piala Asia 2027. Tentunya Timnas Indonesia diharapkan bisa lolos ke Piala Dunia 2026 dan kembali tembus ke putaran final Piala Asia 2027.
Dengan bermodal rata-rata pemain berusia 22,5 tahun maka para pemain Timnas Indonesia akan berada di 'usia emas' 25 tahun saat tampil di Piala Asia 2027 mendatang.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir pun mengakui pemain muda di Timnas Indonesia menjadi modal bagus bagi Tim Garuda untuk meraih hasil lebih baik di Piala Asia 2027.
"Ini modal yang baik. Ibaratnya, jika kali ini 16 besar dan itu sudah sejarah berikutnya harus lebih tinggi," ucap Erick Thohir usai Indonesia tersingkir di 16 besar Piala Asia 2023.
Kini lolos ke fase gugur mungkin bakal menjadi standar minimum bagi Timnas Indonesia di Piala Asia. Karena itu penting bagi PSSI untuk menjaga dan meningkatkan level permainan Timnas Indonesia.
Caranya, PSSI harus bisa membenahi kompetisi Liga Indonesia yang menjadi sarana untuk mencetak pemain Timnas Indonesia.
Legenda Timnas Indonesia Peri Sandria menyarankan agar Liga Indonesia bisa memberlakukan regulasi yang membuat klub wajib menurunkan pemain muda di setiap pertandingan. Hal itu penting untuk memberikan jam terbang dan pengalaman kepada pemain muda Indonesia.
"Pemain muda kita banyak yang berpotensi bagus. Namun, mereka butuh jam terbang, butuh pengalaman," ucap Peri Sandria dikutip dari Antara.
Hal ini juga diakui pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong yang menilai para pemain Tanah Air butuh jam terbang di klub.
"Empat laga terakhir kami bermain, saya bisa melihat kami terus berkembang, tapi tetap satu hal yang terus saya bilang, kami kurang berpengalaman," kata Shin Tae Yong usai Indonesia vs Australia.
"Para pemain kami muda, banyak pemain yang tidak menjadi pemain inti di klub masing-masing, itu artinya game fitness dan game sense, itu sulit dikembangkan dalam waktu yang singkat," ucap STY menambahkan.
Shin Tae Yong berharap para pemain Timnas Indonesia bisa mendapatkan jam terbang lebih banyak di klub sehingga dapat menambah level stamina bermain dan pengalaman.
"Jadi jika pemain bisa tampil reguler di pertandingan di klub masing-masing, itu akan memudahkan kami untuk mengembangkan penampilan tim. Jadi saya berharap hal itu akan lebih baik," ujar pelatih asal Korea Selatan itu.
Selain itu pembinaan usia muda juga harus lebih digencar dilakukan oleh PSSI, salah satunya dengan menggelar kompetisi usia muda yang berjenjang dengan format liga satu musim bukan sekadar menggelar turnamen.
Hal ini penting untuk melahirkan pemain-pemain muda berbakat guna menambah stok pemain muda yang berkualitas dan kompetitif di Indonesia.
Timnas Indonesia telah tersingkir dari Piala Asia 2023 usai kalah 0-4 dari Australia di babak 16 besar, Minggu (28/1). Namun, mayoritas suporter Timnas Indonesia tak merasa kecewa karena Tim Garuda tidak bisa melaju ke perempat final Piala Asia 2023.
Rakyat Indonesia bangga atas pencapaian yang diraih Timnas Indonesia pada Piala Asia 2023.
Sebab, setelah Indonesia kembali ke Piala Asia setelah 17 tahun absen, Tim Merah Putih langsung berhasil mencatat sejarah lolos dari fase grup untuk pertama kalinya.
Netizen pun ramai-ramai mengucapkan terimakasih kepada Timnas Indonesia yang dilatih Shin Tae Yong.
"Setelah pertandingan tadi, walaupun kalah anehnya saya masih bisa tersenyum bangga kepada kalian semua. Terima kasih untuk semua pemain dan staf pelatih Timnas Indonesia. Tetap semangat," kata seorang netizen di media sosial X.
"Tetap Bangga, permainan dan daya juang kalian sudah menjadi pemenang di hati kami rakyat Indonesia yang rasa nya sudah lama tidak melihat timnas bermain sebagus ini selama Piala Asia. Saya berdoa, semoga kelak Garuda akan terbang lebih tinggi lagi menuju tak terbatas dan melampauinya," ucap netizen lainnya.
"Baru kali ini kalah dengan skor telak tapi bangga!!!! Come back strong boys," ujar netizen lainnya.
Pencapaian Timnas Indonesia dengan menembus 16 besar Piala Asia 2023 tentu tidak akan terlupakan dan dilupakan oleh seluruh pecinta sepak bola Indonesia.
Pasalnya, Timnas Indonesia sukses mencetak sejarah baru untuk kali pertama lolos ke 16 besar Piala Asia sepanjang sejarah mengikuti turnamen ini.
Fakta lainnya yang tidak kalah mengejutkan adalah Timnas Indonesia menjadi tim dengan ranking terendah yang berhasil lolos ke 16 besar Piala Asia 2023. Timnas Indonesia memulai Piala Asia 2023 dengan berada di ranking FIFA 146 dunia. Dari awalnya diremehkan, STY mampu mengubah Timnas Indonesia menjadi tim yang diperhitungkan.
Bahkan, pada Piala Asia 2023 Timnas Indonesia tampil beda dengan berani menampilkan permainan build up dan ball possession yang selama ini menjadi kelemahan Tim Garuda. Permainan menghibur Timnas Indonesia pun banyak menuai pujian.
Selain itu, fakta yang tak kalah luar biasa membanggakan adalah Timnas Indonesia lolos ke 16 besar sebagai tim dengan skuad termuda dalam turnamen.
Berdasarkan data Transfermarkt, Timnas Indonesia menjadi tim dengan materi pemain termuda dengan rata-rata usia 22,5 tahun. Hal ini menjadi sinyal positif bagi masa depan Timnas Indonesia.
Kini, langkah Timnas Indonesia di Piala Asia 2023 sudah terhenti di babak 16 besar usai kalah dari Australia. Namun perjuangan, kerja keras, dan tekad maksimal yang sudah dikerahkan para pemain layak dibanggakan.
Seluruh suporter Timnas Indonesia sudah selayaknya untuk angkat topi kepada para pemain, ofisial, dan pelatih Timnas Indonesia yang sudah berjuang maksimal di Piala Asia 2023.
Terima kasih Timnas Indonesia untuk perjuangan luar biasa di Piala Asia 2023 dengan berhasil lolos 16 besar yang menjadi tonggak bersejarah baru sepak bola Tanah Air.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Prestasi Indonesia di Piala Asia 2023 Jadi Awal Bukan Akhir
Tiga pemain muda menjadi pilar di Timnas Indonesia yaitu Witan Sulaeman, Rizki Ridho, dan Rafael Struick. (REUTERS/IBRAHEEM AL OMARI)
Pencapaian luar biasa Timnas Indonesia di Piala Asia 2023 tentu diharapkan bukan akhir, tapi menjadi awal dari kebangkitan Tim Garuda di level internasional.
Kini Indonesia tengah berjuang di babak kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 sekaligus Kualifikasi Piala Asia 2027. Tentunya Timnas Indonesia diharapkan bisa lolos ke Piala Dunia 2026 dan kembali tembus ke putaran final Piala Asia 2027.
Dengan bermodal rata-rata pemain berusia 22,5 tahun maka para pemain Timnas Indonesia akan berada di 'usia emas' 25 tahun saat tampil di Piala Asia 2027 mendatang.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir pun mengakui pemain muda di Timnas Indonesia menjadi modal bagus bagi Tim Garuda untuk meraih hasil lebih baik di Piala Asia 2027.
"Ini modal yang baik. Ibaratnya, jika kali ini 16 besar dan itu sudah sejarah berikutnya harus lebih tinggi," ucap Erick Thohir usai Indonesia tersingkir di 16 besar Piala Asia 2023.
Kini lolos ke fase gugur mungkin bakal menjadi standar minimum bagi Timnas Indonesia di Piala Asia. Karena itu penting bagi PSSI untuk menjaga dan meningkatkan level permainan Timnas Indonesia.
Caranya, PSSI harus bisa membenahi kompetisi Liga Indonesia yang menjadi sarana untuk mencetak pemain Timnas Indonesia.
Legenda Timnas Indonesia Peri Sandria menyarankan agar Liga Indonesia bisa memberlakukan regulasi yang membuat klub wajib menurunkan pemain muda di setiap pertandingan. Hal itu penting untuk memberikan jam terbang dan pengalaman kepada pemain muda Indonesia.
"Pemain muda kita banyak yang berpotensi bagus. Namun, mereka butuh jam terbang, butuh pengalaman," ucap Peri Sandria dikutip dari Antara.
Hal ini juga diakui pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong yang menilai para pemain Tanah Air butuh jam terbang di klub.
"Empat laga terakhir kami bermain, saya bisa melihat kami terus berkembang, tapi tetap satu hal yang terus saya bilang, kami kurang berpengalaman," kata Shin Tae Yong usai Indonesia vs Australia.
"Para pemain kami muda, banyak pemain yang tidak menjadi pemain inti di klub masing-masing, itu artinya game fitness dan game sense, itu sulit dikembangkan dalam waktu yang singkat," ucap STY menambahkan.
Shin Tae Yong berharap para pemain Timnas Indonesia bisa mendapatkan jam terbang lebih banyak di klub sehingga dapat menambah level stamina bermain dan pengalaman.
"Jadi jika pemain bisa tampil reguler di pertandingan di klub masing-masing, itu akan memudahkan kami untuk mengembangkan penampilan tim. Jadi saya berharap hal itu akan lebih baik," ujar pelatih asal Korea Selatan itu.
Selain itu pembinaan usia muda juga harus lebih digencar dilakukan oleh PSSI, salah satunya dengan menggelar kompetisi usia muda yang berjenjang dengan format liga satu musim bukan sekadar menggelar turnamen.
Hal ini penting untuk melahirkan pemain-pemain muda berbakat guna menambah stok pemain muda yang berkualitas dan kompetitif di Indonesia.