Arsenal sedang hobi menang besar. (Action Images via Reuters/MATTHEW CHILDS)
Jakarta, CNN Indonesia --
Arsenalsedang keranjingan menang besar. Mungkinkah pesta gol terjadi lagi ketika anak asuh Mikel Arteta bertemu FC Porto?
Usai Desember kelabu, Arsenal bangkit. Kemenangan-kemenangan besar yang menenangkan dan menyenangkan untuk dilihat ibarat pelangi yang muncul setelah hujan deras dan badai gelap.
Setelah kalah dari Liverpool di ajang Piala FA pada awal Januari 2024 situasi berubah. The Gunners mengawali tren pesta gol dengan menghajar Crystal Palace lima gol tanpa balas.
Laga demi laga berlalu. Sejak 20 Januari hingga kini, Arsenal menorehkan lima laga tanpa kalah dengan catatan 21 gol. Rata-rata 4,2 gol per pertandingan terbilang cukup wah.
Palace yang dihajar lima gol boleh dibilang tim papan bawah, begitu pula dengan Burnley yang berada di zona degradasi. Akan tetapi tak bisa dikesampingkan pada periode 20 Januari hingga kini Arsenal menggebuk Liverpool 3-1. Selain itu Martin Odegaard dan kawan-kawan juga membungkam West Ham United yang berada di papan tengah dengan setengah lusin gol.
Gol cepat menjadi salah satu cara Arsenal menorehkan kemenangan besar. Saat menggasak Palace, Liverpool, dan Burnley, Arsenal bisa mencetak gol saat laga berlangsung di bawah 15 menit.
'Serangan fajar' disebut memang sengaja dilakukan Arsenal, karena menurut Arteta kemampuan mencetak gol cepat bisa membuat lawan bermain terbuka. Di sisi lain juga meningkatkan kepercayaan diri pemain.
Hal tak kalah penting adalah kemampuan Arsenal memanfaatkan bola mati. Open play ditolak, set piece bertindak. Itu sekiranya bagaimana Arsenal menuai gol pertama ketika menang 6-0 atas West Ham. Ketika gol tak kunjung tiba hingga menit ke-30, sebuah sepak pojok lantas dimanfaatkan dengan baik.
Arsip Opta Joe menyebut Arsenal sudah mencetak 24 gol dari bola mati sepanjang musim 2023/2024 atau yang terbanyak setelah musim 2004/2005.
Bukayo Saka menjadi top skor Arsenal musim ini dengan 12 gol yang enam di antaranya dilesakkan pada periode 20 Januari sampai saat ini.
Di luar Saka yang punya torehan gol mencolok, Arsenal masih bisa mengandalkan Leandro Trossard atau Gabriel Martinelli. Selain itu gelandang-gelandang macam Kai Haverts, Declan Rice dan Martin Odegaard juga turut mencetak gol. Sementara Gabriel Magalhaes dan William Saliba juga bisa diandalkan membantu ketajaman tim.
Baca lanjutan artikel ini di halaman berikutnya>>>
Deretan gol Arsenal patut jadi perhatian Porto. Apalagi skuad Dragoes tampil dengan kualitas pertahanan yang cukup labil. Dalam enam pertandingan di fase grup Liga Champions, Porto kebobolan delapan gol.
Tak cuma di Liga Champions, pertahanan Porto juga tidak kukuh di kompetisi lokal. Meski menjadi tim dengan jumlah kebobolan kedua paling sedikit, dengan 16 gol, Porto kerap gagal mendulang clean sheet.
Dari 22 pertandingan, Porto kebobolan dalam 13 laga. Terdapat sembilan laga di mana Porto bisa mengamankan gawang dari gol lawan, namun separuh lawan saat Porto bisa mencatat laga tanpa bobol adalah melawan klub-klub papan bawah.
Porto juga gagal mempertahankan catatan tanpa kalah pada Februari. Setelah melewati lima pertandingan dengan empat kemenangan dan sekali seri pada bulan lalu, Porto menjalani Februari dengan sekali menang, sekali seri, dan sekali kalah.
Sial bagi Porto karena harus kehilangan dua pemain bertahan yang memiliki peranan penting yakni Ivan Marcano dan Zaidu Sanusi yang mengalami cedera anterior cruciate ligament (ACL).
Bek senior Pepe yang kini sudah berusia 40 tahun harus mendapat bantuan dari Fabio Cardoso, dan Wendell guna mengamankan area sepertiga akhir Porto.
Terlepas dari kewaspadaan di belakang, Porto dituntut bermain percaya diri dalam menyerang. Anak asuh Sergio Conceicao punya catatan apik dalam membobol lawan. Keberadaan Mehdi Taremi, Francesco Conceicao, Galeno, dan Evanilson membuat Arsenal seharusnya juga berpikir soal bagaimana membangun benteng pertahanan yang sempurna.
Porto dituntut pula memanfaatkan momentum di saat Arsenal tidak diperkuat Jesus, Oleksandr Zinchenko, dan Thomas Partey yang cedera.
Runner up liga Portugal musim lalu tersebut juga punya modal berupa catatan kebobolan di laga kandang yang minim, namun di sisi lain Arsenal juga galak di kandang lawan.
Arsenalsedang keranjingan menang besar. Mungkinkah pesta gol terjadi lagi ketika anak asuh Mikel Arteta bertemu FC Porto?
Usai Desember kelabu, Arsenal bangkit. Kemenangan-kemenangan besar yang menenangkan dan menyenangkan untuk dilihat ibarat pelangi yang muncul setelah hujan deras dan badai gelap.
Setelah kalah dari Liverpool di ajang Piala FA pada awal Januari 2024 situasi berubah. The Gunners mengawali tren pesta gol dengan menghajar Crystal Palace lima gol tanpa balas.
Laga demi laga berlalu. Sejak 20 Januari hingga kini, Arsenal menorehkan lima laga tanpa kalah dengan catatan 21 gol. Rata-rata 4,2 gol per pertandingan terbilang cukup wah.
Palace yang dihajar lima gol boleh dibilang tim papan bawah, begitu pula dengan Burnley yang berada di zona degradasi. Akan tetapi tak bisa dikesampingkan pada periode 20 Januari hingga kini Arsenal menggebuk Liverpool 3-1. Selain itu Martin Odegaard dan kawan-kawan juga membungkam West Ham United yang berada di papan tengah dengan setengah lusin gol.
Gol cepat menjadi salah satu cara Arsenal menorehkan kemenangan besar. Saat menggasak Palace, Liverpool, dan Burnley, Arsenal bisa mencetak gol saat laga berlangsung di bawah 15 menit.
'Serangan fajar' disebut memang sengaja dilakukan Arsenal, karena menurut Arteta kemampuan mencetak gol cepat bisa membuat lawan bermain terbuka. Di sisi lain juga meningkatkan kepercayaan diri pemain.
Hal tak kalah penting adalah kemampuan Arsenal memanfaatkan bola mati. Open play ditolak, set piece bertindak. Itu sekiranya bagaimana Arsenal menuai gol pertama ketika menang 6-0 atas West Ham. Ketika gol tak kunjung tiba hingga menit ke-30, sebuah sepak pojok lantas dimanfaatkan dengan baik.
Arsip Opta Joe menyebut Arsenal sudah mencetak 24 gol dari bola mati sepanjang musim 2023/2024 atau yang terbanyak setelah musim 2004/2005.
Bukayo Saka menjadi top skor Arsenal musim ini dengan 12 gol yang enam di antaranya dilesakkan pada periode 20 Januari sampai saat ini.
Di luar Saka yang punya torehan gol mencolok, Arsenal masih bisa mengandalkan Leandro Trossard atau Gabriel Martinelli. Selain itu gelandang-gelandang macam Kai Haverts, Declan Rice dan Martin Odegaard juga turut mencetak gol. Sementara Gabriel Magalhaes dan William Saliba juga bisa diandalkan membantu ketajaman tim.
Baca lanjutan artikel ini di halaman berikutnya>>>
Arsenal Beringas, Porto Patut Waswas
Bek gaek Pepe bakal menghadapi serangan ganas Arsenal. (REUTERS/PEDRO NUNES)
Deretan gol Arsenal patut jadi perhatian Porto. Apalagi skuad Dragoes tampil dengan kualitas pertahanan yang cukup labil. Dalam enam pertandingan di fase grup Liga Champions, Porto kebobolan delapan gol.
Tak cuma di Liga Champions, pertahanan Porto juga tidak kukuh di kompetisi lokal. Meski menjadi tim dengan jumlah kebobolan kedua paling sedikit, dengan 16 gol, Porto kerap gagal mendulang clean sheet.
Dari 22 pertandingan, Porto kebobolan dalam 13 laga. Terdapat sembilan laga di mana Porto bisa mengamankan gawang dari gol lawan, namun separuh lawan saat Porto bisa mencatat laga tanpa bobol adalah melawan klub-klub papan bawah.
Porto juga gagal mempertahankan catatan tanpa kalah pada Februari. Setelah melewati lima pertandingan dengan empat kemenangan dan sekali seri pada bulan lalu, Porto menjalani Februari dengan sekali menang, sekali seri, dan sekali kalah.
Sial bagi Porto karena harus kehilangan dua pemain bertahan yang memiliki peranan penting yakni Ivan Marcano dan Zaidu Sanusi yang mengalami cedera anterior cruciate ligament (ACL).
Bek senior Pepe yang kini sudah berusia 40 tahun harus mendapat bantuan dari Fabio Cardoso, dan Wendell guna mengamankan area sepertiga akhir Porto.
Terlepas dari kewaspadaan di belakang, Porto dituntut bermain percaya diri dalam menyerang. Anak asuh Sergio Conceicao punya catatan apik dalam membobol lawan. Keberadaan Mehdi Taremi, Francesco Conceicao, Galeno, dan Evanilson membuat Arsenal seharusnya juga berpikir soal bagaimana membangun benteng pertahanan yang sempurna.
Porto dituntut pula memanfaatkan momentum di saat Arsenal tidak diperkuat Jesus, Oleksandr Zinchenko, dan Thomas Partey yang cedera.
Runner up liga Portugal musim lalu tersebut juga punya modal berupa catatan kebobolan di laga kandang yang minim, namun di sisi lain Arsenal juga galak di kandang lawan.