Manifestasi Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2026
Abdul Susila | CNN Indonesia
Minggu, 24 Mar 2024 08:26 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Timnas Indonesia akan mendapatkan ujian yang berbeda di markas Vietnam. (CNN Indonesia/Mundri Winanto)
Vietnam terakhir kali kalah di Stadion My Dinh, saat melawan Thailand pada 13 Oktober 2015. Dalam duel itu Vietnam kalah 0-3.
Setelah itu Vietnam bangkit. Perlahan tapi pasti, Vietnam bisa membangun kepercayaan diri, menghadirkan skuad bertenaga kuda yang bisa menyemburkan api seperti naga.
Jangankan tim-tim ASEAN, tim-tim Timur Tengah, Asia Barat, hingga Asia Timur, kepayahan. Ini membuat Vietnam sempat menjadi tim nomor satu ASEAN dalam hal peringkat FIFA sebelum digusur Thailand.
Sudah begitu Indonesia tak pernah menang di Hanoi selama 19 tahun. Indonesia terakhir kali meraih kemenangan di Stadion My Dinh pada 11 Desember 2004.
Catatan lainnya, Vietnam biasa main keras di kandang. Gaya keras yang diterapkan saat tandang akan lebih keras di kandang. Bahkan, saking kerasnya, menjurus kasar.
Mentalitas Marselino Ferdinan akan benar-benar diuji di My Dinh. Mungkin, Justin Hubner yang terlalu provokatif saat main di GBK akan menjadi sasaran amuk suporter dari tribune.
Apakah Indonesia kali ini bisa meruntuhkan keangkeran Stadion My Dinh? Tak ada yang tidak mungkin. Kiranya kecerdikan Shin dalam meracik strategi akan menjadi penentu.
Dalam dua pertemuan, Shin telah membuktikan lebih baik dari Philippe Troussier. Ide-ide permainan pelatih asal Prancis yang pernah menangani Jepang ini bisa dipatahkan.
Namun Troussier tak akan rela dikalahkan di kandang. Jika itu terjadi, konfrontasinya dengan federasi sepak bola Vietnam (VFF) yang dipicu kekecewaan suporter akan berujung pemecatan.
Kalah dari Irak atau Korea Selatan di kandang mungkin bisa diterima akal sehat warga Vietnam, tetapi kalah dari Indonesia belum tentu. Kalah dari tim guram akan menyakitkan.
Oleh sebab itu The Golden Dragon diprediksi main habis-habisan di My Dinh. Mereka akan bergerilya dengan segenap kecerdikan untuk bisa membalas kekalahan beruntun dalam dua pertemuan terakhir.
(jal)
Jakarta, CNN Indonesia --
Wajah Timnas Indonesia makin muda saat mengalahkan Vietnam dalam lanjutan Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Kamis (21/3).
Tim racikan Shin Tae Yong ini menang 1-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Satu-satunya gol dalam laga yang disaksikan 57.696 penonton ini dicetak Egy Maulana Vikri.
Dalam laga ini rerata usia skuad Timnas Indonesia adalah 21,3 tahun. Ini lebih muda dibanding skuad Piala Asia 2023. Saat itu rerata usia tim Merah Putih adalah 23,88 tahun.
Dengan skuad 'hijau' ini tim Garuda tetap tampil agresif. Sempat grogi pada awal laga, perlahan tapi pasti permainan Rizky Ridho dan kawan-kawan progresif dan determinatif.
Strategi racikan Shin, dengan bermain bola-bola panjang di babak pertama dan atraktif agresif do babak kedua, membuat Vietnam hilang ide. Situasi maut akhirnya tercipta di menit ke-52.
Dan, kemenangan atas Vietnam ini membuat asa Timnas Indonesia tampil di Piala Dunia 2026 tetap terbuka. Kini Indonesia berada di urutan kedua Grup F, di bawah Irak.
Jika bisa kembali meraih kemenangan atas Vietnam di Stadion My Dinh, Hanoi pada Selasa (26/3) malam, lorong menuju Piala Dunia 2026 yang gelap akan semakin bercahaya.
Pasalnya, dua pertandingan tersisa fase kedua kualifikasi ini akan berlangsung di kandang. Menjamu Irak (6/6) dan Filipina (11/6) tentu akan lebih mudah ketimbang tandang.
Karenanya kemenangan atau minimal imbang di Hanoi bisa tercipta. Kans, jika melihat performa Indonesia dan Vietnam di Jakarta, sangat dimiliki tim Merah Putih.
Oleh sebab itu pula manifestasi ini harus dijaga. Api Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 harus tetap menyala. Namun api jangan terlalu besar, nanti bisa membakar.
Terlalu percaya diri sudah di atas Vietnam belum saatnya dipercayai. Jika bisa menang di stadion kebanggaan Vietnam, My Dinh, rasa itu kiranya baru bisa disuarakan.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Angker dan Kerasnya Stadion My Dinh
Timnas Indonesia akan mendapatkan ujian yang berbeda di markas Vietnam. (CNN Indonesia/Mundri Winanto)
Vietnam terakhir kali kalah di Stadion My Dinh, saat melawan Thailand pada 13 Oktober 2015. Dalam duel itu Vietnam kalah 0-3.
Setelah itu Vietnam bangkit. Perlahan tapi pasti, Vietnam bisa membangun kepercayaan diri, menghadirkan skuad bertenaga kuda yang bisa menyemburkan api seperti naga.
Jangankan tim-tim ASEAN, tim-tim Timur Tengah, Asia Barat, hingga Asia Timur, kepayahan. Ini membuat Vietnam sempat menjadi tim nomor satu ASEAN dalam hal peringkat FIFA sebelum digusur Thailand.
Sudah begitu Indonesia tak pernah menang di Hanoi selama 19 tahun. Indonesia terakhir kali meraih kemenangan di Stadion My Dinh pada 11 Desember 2004.
Catatan lainnya, Vietnam biasa main keras di kandang. Gaya keras yang diterapkan saat tandang akan lebih keras di kandang. Bahkan, saking kerasnya, menjurus kasar.
Mentalitas Marselino Ferdinan akan benar-benar diuji di My Dinh. Mungkin, Justin Hubner yang terlalu provokatif saat main di GBK akan menjadi sasaran amuk suporter dari tribune.
Apakah Indonesia kali ini bisa meruntuhkan keangkeran Stadion My Dinh? Tak ada yang tidak mungkin. Kiranya kecerdikan Shin dalam meracik strategi akan menjadi penentu.
Dalam dua pertemuan, Shin telah membuktikan lebih baik dari Philippe Troussier. Ide-ide permainan pelatih asal Prancis yang pernah menangani Jepang ini bisa dipatahkan.
Namun Troussier tak akan rela dikalahkan di kandang. Jika itu terjadi, konfrontasinya dengan federasi sepak bola Vietnam (VFF) yang dipicu kekecewaan suporter akan berujung pemecatan.
Kalah dari Irak atau Korea Selatan di kandang mungkin bisa diterima akal sehat warga Vietnam, tetapi kalah dari Indonesia belum tentu. Kalah dari tim guram akan menyakitkan.
Oleh sebab itu The Golden Dragon diprediksi main habis-habisan di My Dinh. Mereka akan bergerilya dengan segenap kecerdikan untuk bisa membalas kekalahan beruntun dalam dua pertemuan terakhir.