PSG vs Barcelona: Antara Tragis dan Miris Beda Tipis
CNN Indonesia
Rabu, 10 Apr 2024 07:42 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilkay Gundogan akan berperan vital dalam permainan Barcelona melawan PSG. (REUTERS/ALBERT GEA)
Menjelang duel ini, lima pemain Barcelona terancam absen. Kelima pemain tersebut adalah Frenkie de Jong, Pedro Gonzalez, Andreas Christensen, Gavi, dan Alejandro Balde.
Dari kubu PSG juga ada enam pemain yang bakal absen. Mereka itu Nordi Mukiele, Warren Zaire-Emery, Nuno Mendes, Bradley Barcola, Marquinhos, dan Presnel Kimpembe.
Absennya nama-nama di atas tak akan membuat intensitas permainan menurun. Bagi Barcelona misalnya, saat ini roh permainan tim ada di kepala Fermin Lopez.
Pemain 20 tahun ini, bersama Ilkay Gundogan, berperan vital di dalam permainan Xavi. Dari 23 kesempatan main yang dilakoninya pada musim ini, Fermin menyumbang tiga gol.
Terlepas dari itu lini depan Barcelona, Robert Lewandowski, Joao Felix, dan Laimen Yamal, sedang menjanjikan. Dalam empat laga terakhir keempatnya terbilang subur.
Masalahnya tak ada striker yang benar-benar garang di Liga Champions. Dalam daftar 15 pencetak gol tersubur musim ini, tidak ada nama penyerang Barcelona.
Lewi, julukan Lewandowski, belum sementereng saat bersama Bayern Munchen. Namun, tak menutup kemungkinan taji striker asal Polandia ini akan bersinar di babak perempat final ini.
Liga Champions juga jadi ambisi terbesar Barcelona musim ini. Poin mereka di papan klasemen Liga Spanyol memang tertinggal, tetapi kans juara Liga Champions Eropa masih terbuka.
Musim ini Barcelona memang sedang membangun skuad. Faktanya ada 18 pemain di bawah 23 tahun di dalam skuad. Dengan wajah-wajah muda ini, tentu saja sulit mencari gelar juara.
Pada fase inilah peran pemain-pemain senior seperti Gundogan, Raphinha, dan Joao Cancelo, diharapkan memberi pengalaman. Dan, sejauh ini terlihat mulai membuahkan hasil.
Dibanding awal musim ini, permainan Barcelona sudah jauh lebih meningkat. Dengan kondisi ini akan sulit bagi PSG untuk bisa melaju ke semifinal dengan mudah.
(abs/abs/rhr)
Jakarta, CNN Indonesia --
Tragis. Begitu nasib Paris Saint-Germain (PSG) di empat musim terakhir Liga Champions. Nasib serupa bisa diberikan Barcelona kembali.
PSG dan Barcelona akan bentrok pada leg pertama babak perempat final Liga Champions di Stadion Parc des Princes pada Rabu (10/4) atau Kamis (11/4) dini hari WIB. Sejatinya ini momentum PSG.
Jika bisa menang di kandang, kans lolos ke semifinal akan terbuka. Saat ini Barcelona sedang dalam fase kurang positif. Performa tim asuhan Xavi Hernandez ini suka angin-anginan.
Sebaliknya, jika imbang apalagi kalah, potensi lolos ke semifinal akan berat. Pasalnya pertandingan leg kedua akan berlangsung di Stadion Olimpic Lluis Companys.
Berkaca dari sejarah pertemuan, kedua tim remis. Dari 12 bentrokan, PSG dan Barcelona sama-sama menang empat kali dan sisanya imbang. Hanya beban sejarah PSG lebih besar.
Sejak bermetamorfosa jadi klub kaya raya yang mendatangkan banyak bintang, PSG tak cukup kuasa di pentas kontinental. Pencapaian terbaik mereka adalah final musim 2019/2020.
Dua musim terakhir, langkah PSG terhenti di babak 16 besar. Hadirnya megabintang Lionel Messi bahkan tak mampu mengatrol performa PSG untuk garang di Liga Champions.
Modal PSG untuk laga leg pertama melawan Barcelona ini pun kurang moncer. Tim asuhan Luis Enrique ini ditahan Clermont di kandang. Dalam laga ini ada momen Kylian Mbappe ngambek saat diganti.
Situasi ruang ganti PSG memang disebut-sebut kurang harmonis. Sebagai pemain muda dengan status bintang dan gaji mentereng, Mbappe ibarat pangeran di PSG.
Kabar baiknya, Enrique disebut-sebut punya serum untuk mematikan Barcelona. Sebagai mantan pelatih Blaugrana pada 2014-2017, Enrique tahu banyak soal titik lemah tim.
Bisakah PSG membenamkan Barcelona? Harapan fans klub, kisah musim 2020/2021 terulang. PSG versus Barcelona imbang di kandang, tetapi menang 4-1 dalam duel di Spanyol.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Kans Juara Hanya Liga Champions
Ilkay Gundogan akan berperan vital dalam permainan Barcelona melawan PSG. (REUTERS/ALBERT GEA)
Menjelang duel ini, lima pemain Barcelona terancam absen. Kelima pemain tersebut adalah Frenkie de Jong, Pedro Gonzalez, Andreas Christensen, Gavi, dan Alejandro Balde.
Dari kubu PSG juga ada enam pemain yang bakal absen. Mereka itu Nordi Mukiele, Warren Zaire-Emery, Nuno Mendes, Bradley Barcola, Marquinhos, dan Presnel Kimpembe.
Absennya nama-nama di atas tak akan membuat intensitas permainan menurun. Bagi Barcelona misalnya, saat ini roh permainan tim ada di kepala Fermin Lopez.
Pemain 20 tahun ini, bersama Ilkay Gundogan, berperan vital di dalam permainan Xavi. Dari 23 kesempatan main yang dilakoninya pada musim ini, Fermin menyumbang tiga gol.
Terlepas dari itu lini depan Barcelona, Robert Lewandowski, Joao Felix, dan Laimen Yamal, sedang menjanjikan. Dalam empat laga terakhir keempatnya terbilang subur.
Masalahnya tak ada striker yang benar-benar garang di Liga Champions. Dalam daftar 15 pencetak gol tersubur musim ini, tidak ada nama penyerang Barcelona.
Lewi, julukan Lewandowski, belum sementereng saat bersama Bayern Munchen. Namun, tak menutup kemungkinan taji striker asal Polandia ini akan bersinar di babak perempat final ini.
Liga Champions juga jadi ambisi terbesar Barcelona musim ini. Poin mereka di papan klasemen Liga Spanyol memang tertinggal, tetapi kans juara Liga Champions Eropa masih terbuka.
Musim ini Barcelona memang sedang membangun skuad. Faktanya ada 18 pemain di bawah 23 tahun di dalam skuad. Dengan wajah-wajah muda ini, tentu saja sulit mencari gelar juara.
Pada fase inilah peran pemain-pemain senior seperti Gundogan, Raphinha, dan Joao Cancelo, diharapkan memberi pengalaman. Dan, sejauh ini terlihat mulai membuahkan hasil.
Dibanding awal musim ini, permainan Barcelona sudah jauh lebih meningkat. Dengan kondisi ini akan sulit bagi PSG untuk bisa melaju ke semifinal dengan mudah.