Mental Resiliensi Timnas Indonesia U-23, Bangkit dari Situasi Sulit
Abdul Susila | CNN Indonesia
Jumat, 19 Apr 2024 07:50 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Nathan Tjoe-A-On tampil trengginas di lini tengah Timnas Indonesia U-23. (Dok. PSSI)
Tampil sebagai gelandang bertahan, Nathan Tjoe-A-On cekatan merebut bola dengan lugas. Umpan-umpan terobosannya juga beberapa kali membuat pertahanan Australia kewalahan.
Bahkan, gol Komang Teguh Trisnanda pada menit ke-45 berawal dari aksinya. Sepakan plesing pelan Nathan dikonversi menjadi gol oleh Komang lewat sundulan.
Pemain Heerenveen ini benar-benar menunjukkan kelasnya sebagai pemain bertahan. Dalam situasi bertahan ia tegas, sedangkan membantu serangan sama sekali tak canggung.
Absennya Ivar Jenner karena di laga sebelumnya dapat kartu merah, tertutupi. Situasi ini membuat Garuda Muda dalam kondisi menjanjikan sebelum melawan Yordania.
Indonesia U-23 akan bentrok dengan Yordania pada Minggu (21/4). Pertandingan sangat krusial sebab akan menentukan apakah Indonesia bisa lolos ke babak delapan besar atau tidak.
Kabar baiknya, Indonesia bisa tampil dengan kekuatan terbaik. Selain Jenner dan Ramadhan Sananta yang lepas dari kartu merah, Justin Hubner juga siap tampil.
Sejatinya Hubner sudah bergabung dengan Rizky Ridho dan kawan-kawan saat melawan Australia, namun masih lelah. Pasalnya pemain Cerezo Osaka itu baru bergabung pada Kamis (18/4).
Kondisi Ernando dan Ridho, dua pemain yang tampil stabil di pertahanan Indonesia, semakin membaik. Keduanya bisa saling memberikan rasa aman lewat performa masing-masing.
Dengan kondisi ini, Indonesia sangat berpeluang menang atas Yordania pada laga pemungkas Grup A. Tentu saja dengan mentalitas yang tak kalah baik dibanding di laga melawan Australia.
Adapun persaingan Grup A Piala Asia U-23 2024 sangat ketat. Hanya Qatar yang sudah berada dalam posisi aman, sedangkan Indonesia, Australia, dan Yordania masih punya peluang.
Karenanya tuah Shin Tae Yong sangat dinantikan dalam laga melawan Yordania. Jika bisa membawa Timnas Indonesia U-23 lolos ke delapan besar, kontraknya niscaya diperpanjang PSSI.
(nva)
Jakarta, CNN Indonesia --
Menjalani laga kedua Piala Asia U-23 2024dengan kondisi terluka: habis 'dikerjai' wasit saat melawan Qatar dan dua pemain absen, Timnas Indonesia U-23 memperlihatkan mentalitas resiliensi.
Dalam ilmu psikologi, resiliensi dimaknai sebagai kemampuan untuk beradaptasi dan bangkit dari situasi sulit. Mentalitas inilah yang diperlihatkan pemain Indonesia U-23.
Sama sekali tak diunggulkan atas Australia, Indonesia U-23 malah tampil determinatif. Kekurangan tim bisa ditutupi dengan semangat juang tinggi dan tekad keras.
Australia yang dianggap sebagai representasi sepak bola Eropa di Asia, bisa ditekan. Selama 45 menit babak pertama, Australia dibuat kelabakan oleh Rizky Ridho dan kawan-kawan.
Hanya memang Australia bisa menekan balik pada babak kedua. Beruntung tak ada gol tercipta berkat soliditas semua pemain, yang bahu membahu menutup pergerakan lawan.
Jumlah tembakan ke gawang buktinya nyatanya. Indonesia hanya punya satu tembakan tepat sasaran dari delapan peluang. Sedangkan Australia punya 16 peluang.
Meski begitu, pemain tak frustrasi. Pemain tidak lagi bermental cengeng yang sakit hati dan main ogah-ogahan setelah merasa dikerjai wasit. Kini sebaliknya, pemain 'marah' dan main impresif.
Secara permainan juga lebih menjanjikan. Tidak seperti saat melawan Qatar yang membuat ngantuk, permainan kali ini enak ditonton. Umpan-umpan yang dilepas lebih atraktif.
Kendati demikian tetap ada pekerjaan rumah yang harus diperbaiki Shin Tae Yong. Salah satunya pelanggaran di kotak penalti. Dalam dua laga beruntun hukuman penalti diberikan wasit.
Penalti bisa saja menjadi momok saat melawan Yordania. Tim Timur Tengah selalu bisa membuat pemain Indonesia terpancing. Salah satunya Qatar, bisa membuat pemain tersulut.
Untuk melawan Yordania dan mengamankan tiket ke babak delapan besar, mentalitas resiliensi pemain Timnas Indonesia kudu lebih keras. Jika ada, peluang menangnya sangat besar.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Nathan Menjadi Ruh Permainan
Nathan Tjoe-A-On tampil trengginas di lini tengah Timnas Indonesia U-23. (Dok. PSSI)
Tampil sebagai gelandang bertahan, Nathan Tjoe-A-On cekatan merebut bola dengan lugas. Umpan-umpan terobosannya juga beberapa kali membuat pertahanan Australia kewalahan.
Bahkan, gol Komang Teguh Trisnanda pada menit ke-45 berawal dari aksinya. Sepakan plesing pelan Nathan dikonversi menjadi gol oleh Komang lewat sundulan.
Pemain Heerenveen ini benar-benar menunjukkan kelasnya sebagai pemain bertahan. Dalam situasi bertahan ia tegas, sedangkan membantu serangan sama sekali tak canggung.
Absennya Ivar Jenner karena di laga sebelumnya dapat kartu merah, tertutupi. Situasi ini membuat Garuda Muda dalam kondisi menjanjikan sebelum melawan Yordania.
Indonesia U-23 akan bentrok dengan Yordania pada Minggu (21/4). Pertandingan sangat krusial sebab akan menentukan apakah Indonesia bisa lolos ke babak delapan besar atau tidak.
Kabar baiknya, Indonesia bisa tampil dengan kekuatan terbaik. Selain Jenner dan Ramadhan Sananta yang lepas dari kartu merah, Justin Hubner juga siap tampil.
Sejatinya Hubner sudah bergabung dengan Rizky Ridho dan kawan-kawan saat melawan Australia, namun masih lelah. Pasalnya pemain Cerezo Osaka itu baru bergabung pada Kamis (18/4).
Kondisi Ernando dan Ridho, dua pemain yang tampil stabil di pertahanan Indonesia, semakin membaik. Keduanya bisa saling memberikan rasa aman lewat performa masing-masing.
Dengan kondisi ini, Indonesia sangat berpeluang menang atas Yordania pada laga pemungkas Grup A. Tentu saja dengan mentalitas yang tak kalah baik dibanding di laga melawan Australia.
Adapun persaingan Grup A Piala Asia U-23 2024 sangat ketat. Hanya Qatar yang sudah berada dalam posisi aman, sedangkan Indonesia, Australia, dan Yordania masih punya peluang.
Karenanya tuah Shin Tae Yong sangat dinantikan dalam laga melawan Yordania. Jika bisa membawa Timnas Indonesia U-23 lolos ke delapan besar, kontraknya niscaya diperpanjang PSSI.