Hai PSSI, Paripurna Sudah Alasan Perpanjangan Kontrak STY
Abdul Susila | CNN Indonesia
Senin, 22 Apr 2024 19:31 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Shin Tae Yong membawa Timnas Indonesia dan CNN Indonesia/Mundri Winanto)
Jakarta, CNN Indonesia --
Total sudah 100 laga dijalani Shin Tae Yong bersama Timnas Indonesia di semua level usia. Hasilnya 47 kali meraih kemenangan, 19 kali imbang, dan 34 kali menelan kekalahan.
Sebanyak 50 laga dilakoni Shin bersama Timnas Indonesia (senior), 21 pertandingan dengan armada tempur Indonesia U-23, dan 29 kali bertanding memimpin skuad Indonesia U-20.
Sejak dikontrak pada 28 Desember 2019, berbagai kejuaraan sudah dilakoni Shin. Hingga April 2024 ini atau saat Piala Asia U-23 2024 bergulir, belum ada trofi yang dipersembahkan Shin.
Jika prestasi diukur dengan piala, torehan terbaik Shin bersama Indonesia adalah runner up Piala AFF 2020 (2021). Namun jika tolok ukurnya pencapaian, Shin membawa Indonesia naik kelas.
Pencapaian monumental Shin bersama tim Merah Putih adalah lolos dari fase grup Piala Asia untuk pertama kalinya (2024) dan membawa skuad Garuda Muda ke putaran final Piala Asia U-23 untuk pertama kalinya.
Bahkan Timnas Indonesia U-23, langsung lolos ke babak delapan besar Piala Asia U-23 2024. Ini sesuai dengan target yang dipancang PSSI sebelum berangkat ke Qatar.
Kembali ke level senior, saat ini Indonesia juga berpeluang besar lolos ke fase ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Indonesia hanya butuh satu kemenangan dari dua laga tersisa untuk mewujudkan hal tersebut.
Di sisi lain, posisi Indonesia di peringkat FIFA juga meningkat tajam. Saat Shin datang, peringkat Indonesia ada di posisi ke-174, sedangkan per April 2024 ini bertengger di tangga ke-134.
Secara permainan, penampilan Indonesia juga makin menjanjikan. Salah satu performa terbaik Indonesia adalah saat kalah melawan Australia di babak 16 besar Piala Asia 2023.
Hal sama tercermin di Piala Asia U-23 2024. Ketika menang 4-1 atas Yordania, permainan Indonesia begitu matang. Wajah sepak bola Indonesia yang kusam sudah tak terlihat lagi.
Ini semuanya memperlihatkan bahwa kinerja Shin bersama Timnas Indonesia berada di jalur yang benar. Karenanya tuntutan agar kontrak Shin diperpanjang digemakan suporter Timnas.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Sejatinya kontrak Shin Tae Yong di Timnas Indonesia sudah kedaluwarsa per Desember 2023. Namun PSSImenambah durasi enam bulan atau hingga Juni 2024.
Dalam perpanjang sementara itu, PSSI yang dikomando Erick Thohir memberi dua target: lolos babak grup Piala Asia 2023 dan lolos babak grup Piala Asia U-23 2024. Keduanya sudah tercapai.
Erick mengatakan, kontrak Shin akan diperpanjang hingga 2027 jika dua target itu tercapai. Kini, PSSI tinggal memenuhi janjinya dan tergantung Shin apakah masih ingin bertahan atau hengkang.
Perpanjangan kontrak tentu mudah saja, asal ada kesepakatan dari dua belah pihak, PSSI dan Shin. Namun berarti pula ada kesepakatan-kesepakatan baru yang harus ditandatangani.
Beberapa di antaranya, dan ini kiranya paling krusial, adalah besaran harga kontrak baru yang ditawarkan dan diinginkan Shin, serta target yang harus dicapai hingga 2027 nanti.
Mengacu pernyataan Ketua Umum PSSI sebelumnya, Mochamad Iriawan, Shin dibanderol sekitar Rp1,1 miliar per bulan atau setara Rp13,2 miliar per tahun. Jika diperpanjang, angkanya pasti naik.
Lantas apa target yang musti dicapai? PSSI belum membeberkannya, tetapi ada beberapa ajang yang akan diikuti Indonesia hingga 2027. Dan, Piala AFF 2024 adalah yang terdekat.
Shin sendiri sudah dua kali memimpin Indonesia dalam kejuaraan tertinggi kawasan ASEAN tersebut. Hasilnya kalah di final pada edisi 2020 dan hanya sampai semifinal pada edisi 2022.
Kebetulan pula Indonesia belum pernah meraih gelar juara Piala AFF. Sejak bergulir pertama kali pada 1996, pencapaian terbaik Indonesia adalah jadi finalis atau hanya runner up.
Dengan performa Timnas selama 2024, utamanya di level senior dan U-23, tak ada alasan untuk tidak meraih gelar juara Piala AFF. Mungkin Piala AFF tidak bergengsi, tetapi PSSI butuh legitimasi.
Bisa juga PSSI menarget lolos Piala Dunia 2026 dan target lebih tinggi di Piala Asia 2027, Asian Games, dan ajang kategori usia lainnya. Untuk itu, kontrak baru perlu disepakati.
Total sudah 100 laga dijalani Shin Tae Yong bersama Timnas Indonesia di semua level usia. Hasilnya 47 kali meraih kemenangan, 19 kali imbang, dan 34 kali menelan kekalahan.
Sebanyak 50 laga dilakoni Shin bersama Timnas Indonesia (senior), 21 pertandingan dengan armada tempur Indonesia U-23, dan 29 kali bertanding memimpin skuad Indonesia U-20.
Sejak dikontrak pada 28 Desember 2019, berbagai kejuaraan sudah dilakoni Shin. Hingga April 2024 ini atau saat Piala Asia U-23 2024 bergulir, belum ada trofi yang dipersembahkan Shin.
Jika prestasi diukur dengan piala, torehan terbaik Shin bersama Indonesia adalah runner up Piala AFF 2020 (2021). Namun jika tolok ukurnya pencapaian, Shin membawa Indonesia naik kelas.
Pencapaian monumental Shin bersama tim Merah Putih adalah lolos dari fase grup Piala Asia untuk pertama kalinya (2024) dan membawa skuad Garuda Muda ke putaran final Piala Asia U-23 untuk pertama kalinya.
Bahkan Timnas Indonesia U-23, langsung lolos ke babak delapan besar Piala Asia U-23 2024. Ini sesuai dengan target yang dipancang PSSI sebelum berangkat ke Qatar.
Kembali ke level senior, saat ini Indonesia juga berpeluang besar lolos ke fase ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Indonesia hanya butuh satu kemenangan dari dua laga tersisa untuk mewujudkan hal tersebut.
Di sisi lain, posisi Indonesia di peringkat FIFA juga meningkat tajam. Saat Shin datang, peringkat Indonesia ada di posisi ke-174, sedangkan per April 2024 ini bertengger di tangga ke-134.
Secara permainan, penampilan Indonesia juga makin menjanjikan. Salah satu performa terbaik Indonesia adalah saat kalah melawan Australia di babak 16 besar Piala Asia 2023.
Hal sama tercermin di Piala Asia U-23 2024. Ketika menang 4-1 atas Yordania, permainan Indonesia begitu matang. Wajah sepak bola Indonesia yang kusam sudah tak terlihat lagi.
Ini semuanya memperlihatkan bahwa kinerja Shin bersama Timnas Indonesia berada di jalur yang benar. Karenanya tuntutan agar kontrak Shin diperpanjang digemakan suporter Timnas.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Target Apalagi yang Diminta PSSI?
Permainan dan capaian Timnas Indonesia U-23 menegaskan kompetensi Shin Tae Yong. (AFP/KARIM JAAFAR)
Sejatinya kontrak Shin Tae Yong di Timnas Indonesia sudah kedaluwarsa per Desember 2023. Namun PSSImenambah durasi enam bulan atau hingga Juni 2024.
Dalam perpanjang sementara itu, PSSI yang dikomando Erick Thohir memberi dua target: lolos babak grup Piala Asia 2023 dan lolos babak grup Piala Asia U-23 2024. Keduanya sudah tercapai.
Erick mengatakan, kontrak Shin akan diperpanjang hingga 2027 jika dua target itu tercapai. Kini, PSSI tinggal memenuhi janjinya dan tergantung Shin apakah masih ingin bertahan atau hengkang.
Perpanjangan kontrak tentu mudah saja, asal ada kesepakatan dari dua belah pihak, PSSI dan Shin. Namun berarti pula ada kesepakatan-kesepakatan baru yang harus ditandatangani.
Beberapa di antaranya, dan ini kiranya paling krusial, adalah besaran harga kontrak baru yang ditawarkan dan diinginkan Shin, serta target yang harus dicapai hingga 2027 nanti.
Mengacu pernyataan Ketua Umum PSSI sebelumnya, Mochamad Iriawan, Shin dibanderol sekitar Rp1,1 miliar per bulan atau setara Rp13,2 miliar per tahun. Jika diperpanjang, angkanya pasti naik.
Lantas apa target yang musti dicapai? PSSI belum membeberkannya, tetapi ada beberapa ajang yang akan diikuti Indonesia hingga 2027. Dan, Piala AFF 2024 adalah yang terdekat.
Shin sendiri sudah dua kali memimpin Indonesia dalam kejuaraan tertinggi kawasan ASEAN tersebut. Hasilnya kalah di final pada edisi 2020 dan hanya sampai semifinal pada edisi 2022.
Kebetulan pula Indonesia belum pernah meraih gelar juara Piala AFF. Sejak bergulir pertama kali pada 1996, pencapaian terbaik Indonesia adalah jadi finalis atau hanya runner up.
Dengan performa Timnas selama 2024, utamanya di level senior dan U-23, tak ada alasan untuk tidak meraih gelar juara Piala AFF. Mungkin Piala AFF tidak bergengsi, tetapi PSSI butuh legitimasi.
Bisa juga PSSI menarget lolos Piala Dunia 2026 dan target lebih tinggi di Piala Asia 2027, Asian Games, dan ajang kategori usia lainnya. Untuk itu, kontrak baru perlu disepakati.