Korea Selatan vs Indonesia U-23: Menguji Premis Garuda Naik Kelas
Abdul Susila | CNN Indonesia
Rabu, 24 Apr 2024 19:43 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Nathan Tjoe-A-On menjadi salah satu pemain penting di kubu Timnas Indonesia U-23. (Dok. AFC)
Tak salah jika Shin Tae Yong sangat ngotot ke PSSI agar Nathan Tjoe-A-On dilepas SC Heerenveen ke Timnas Indonesia U-23. Perannya sangat vital di Piala Asia U-23 2024.
Saat Indonesia mengalahkan Australia dan Yordania, Nathan bersinar. Sebagai gelandang ia bisa menghambat kecekatan serangan lawan, juga menjadi otak pembuka serangan Indonesia.
Data AFC memperlihatkan, Nathan menjadi pemain Indonesia dengan kreasi serangan terbanyak, lima kali. Umpan-umpan terobosan Nathan tak mudah dibaca pemain bertahan lawan.
Kabar baiknya, Nathan dilepas SC Heerenveen kembali ke Indonesia U-23, setelah sempat kembali ke Belanda. Hanya kondisi fisiknya yang bolak-balik Qatar-Belanda-Qatar akan tergerus.
Pada saat yang sama Korea punya winger cepat, lugas, dan cerdik. Ia adalah Cho Hyun Taek. Pemain Gimcheon Sangmu salah satu pemain yang perannya tak tergantikan.
Selain tercatat sebagai pemain dengan umpan silang terbanyak di Piala Asia U-23 2024, Cho juga menjadi pencipta kreasi serangan mematikan Korea terbanyak, enam kali.
Sebagai pemain yang biasa bermain di posisi kiri, Cho akan berhadapan dengan Fajar Fatur Rahman atau Ilham Rio Fahmi. Kedua pemain ini akan diuji ketangguhannya.
Karenanya harus ada pemain yang bisa mematikan pergerakan Cho. Memang bukan hanya Cho yang harus diwaspadai, tetapi potensi pemain satu ini bisa merepotkan.
Shin Tae Yong, tentu saja paham cara menghentikan Korea. Mengingat kualitas pemain Korea yang tampil di Piala Asia U-23 2024 ini bukan lapis satu, ada kans Indonesia menumpas.
Secara taktikal, Shin dan Hwang, sudah saling mengukur cara main. Kualitas pemain Indonesia dan Korea juga telah dipelajari dengan saksama. Kini tinggal mentalitas yang menentukan.
Apakah Nathan kembali prima di lini tengah sehingga Marselino Ferdinan atau Witan Sulaeman tampil gemilang atau Cho yang bermain tenang dan matang membunuh Indonesia? Ini kunci.
Ketika itu Indonesia dibantai 4-0 dalam Kualifikasi Piala Asia U-23 2016 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Indonesia benar-benar kecil di mata Korea.
Inilah satu-satunya bentrokan Indonesia dan Korea di ajang dengan tajuk 'Piala Asia U-23'. Untuk level senior, Indonesia juga anak bawang: kalah 43 kali, 8 kali imbang, dan hanya 6 kali menang dari 57 pertemuan.
Karenanya kepercayaan diri Taeguk Warriors tetap menjulang: bakal menjungkalkan Indonesia di Stadion Abdullah bin Khalifa pada Kamis (25/4) malam atau Jumat (26/4) dini hari WIB.
Mengacu statistik yang dirilis AFC selama fase grup, Korea pantas percaya diri. Tim asuhan Hwang Sung Hong ini unggul dari Indonesia dalam beberapa hal sisi penyerangan dan bertahan.
Untuk akurasi umpan misalnya, persentase milik Korea mencapai 85 persen, sedangkan Indonesia tak sampai 75 persen. Byun Jun Soo menjadi pemain paling klinis: 206 umpan sukses.
Umpan silang sukses Korea juga lebih tinggi dari Indonesia. Wakil Negeri Ginseng itu punya 17 umpan silang sukses. Cho Hyun Taek dan Lee Jae Won jadi mesin crossing: 16 dan 14 kali.
Kecermatan bertahan Korea juga lebih baik. Selain tak kebobolan dalam tiga laga sebelumnya, jumlah pelanggaran mereka hanya 35 kali. Adapun Indonesia 44 kali melanggar lawan.
Namun Indonesia unggul dalam urusan tembakan ke arah gawang. Tim Merah Putih punya 38 tembakan dari tiga pertandingan, sedangkan Korea hanya punya 36 percobaan.
Skuad Korea saat meraih emas Asian Games 2022 (2023) di China juga sudah berubah total. Ini berbanding terbalik dengan Indonesia U-23 yang masih berisikan skuad Asian Games.
Jam terbang pemain Indonesia pun tinggi, karena beberapa sudah naik kelas ke senior. Hal ini tak dimiliki pemain Korea. Karenanya Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata lagi.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Kecerdasan Nathan dan Matikan Cho
Nathan Tjoe-A-On menjadi salah satu pemain penting di kubu Timnas Indonesia U-23. (Dok. AFC)
Tak salah jika Shin Tae Yong sangat ngotot ke PSSI agar Nathan Tjoe-A-On dilepas SC Heerenveen ke Timnas Indonesia U-23. Perannya sangat vital di Piala Asia U-23 2024.
Saat Indonesia mengalahkan Australia dan Yordania, Nathan bersinar. Sebagai gelandang ia bisa menghambat kecekatan serangan lawan, juga menjadi otak pembuka serangan Indonesia.
Data AFC memperlihatkan, Nathan menjadi pemain Indonesia dengan kreasi serangan terbanyak, lima kali. Umpan-umpan terobosan Nathan tak mudah dibaca pemain bertahan lawan.
Kabar baiknya, Nathan dilepas SC Heerenveen kembali ke Indonesia U-23, setelah sempat kembali ke Belanda. Hanya kondisi fisiknya yang bolak-balik Qatar-Belanda-Qatar akan tergerus.
Pada saat yang sama Korea punya winger cepat, lugas, dan cerdik. Ia adalah Cho Hyun Taek. Pemain Gimcheon Sangmu salah satu pemain yang perannya tak tergantikan.
Selain tercatat sebagai pemain dengan umpan silang terbanyak di Piala Asia U-23 2024, Cho juga menjadi pencipta kreasi serangan mematikan Korea terbanyak, enam kali.
Sebagai pemain yang biasa bermain di posisi kiri, Cho akan berhadapan dengan Fajar Fatur Rahman atau Ilham Rio Fahmi. Kedua pemain ini akan diuji ketangguhannya.
Karenanya harus ada pemain yang bisa mematikan pergerakan Cho. Memang bukan hanya Cho yang harus diwaspadai, tetapi potensi pemain satu ini bisa merepotkan.
Shin Tae Yong, tentu saja paham cara menghentikan Korea. Mengingat kualitas pemain Korea yang tampil di Piala Asia U-23 2024 ini bukan lapis satu, ada kans Indonesia menumpas.
Secara taktikal, Shin dan Hwang, sudah saling mengukur cara main. Kualitas pemain Indonesia dan Korea juga telah dipelajari dengan saksama. Kini tinggal mentalitas yang menentukan.
Apakah Nathan kembali prima di lini tengah sehingga Marselino Ferdinan atau Witan Sulaeman tampil gemilang atau Cho yang bermain tenang dan matang membunuh Indonesia? Ini kunci.