Gianluca Zambrotta merupakan salah satu bek sayap terbaik pada masanya. (GABRIEL BOUYS / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --
Como 1907berhasil merebut tiket promosi untuk kembali bersaing di Serie A musim depan. Kepastian itu didapat Como setelah finis kedua di klasemen akhir Serie B.
Como merebut dua tiket lolos langsung bersama Parma yang berhasil jadi juara kompetisi kasta tertinggi Italia itu. Ini jelas jadi sebuah pencapaian mengesankan untuk klub yang pernah bangkrut tahun 2016.
Klub yang saham mayoritasnya dimiliki Grup Djarum ini pernah menjadi pelabuhan karier sejumlah pemain top Negeri Pizza. Salah satunya bahkan kini jadi andalan Inter Milan di lini tengah. Berikut tujuh pemain top yang pernah membela Como 1907:
Marco Simone merupakan pemain sepak bola berkebangsaan Italia yang pernah dilahirkan Como. Simone debut di dunia sepak bola bersama Como pada Serie A tahun 1987.
Namanya mulai dikenal setelah bergabung dengan AC Milan pada 1989 dan berhasil memenangkan Piala Eropa 1990 (sekarang Liga Champions) di bawah asuhan pelatih legendaris Arrigo Sacchi.
Gelar Liga Champions itu kembali dimenanginya musim 1993/1994. Pemain yang sempat merumput di Prancis bersama PSG dan AS Monaco itu juga empat kali merengkuh scudetto bersama Milan.
2. Luigi Sala
Luigi Sala merupakan pesepak bola asal Italia yang berposisi sebagai bek tengah. Sala bergabung bersama Como pada tahun 1992 dan setelah itu berpindah-pindah ke beberapa klub, seperti Bari, AC Milan, dan Atalanta.
Pemain kelahiran ariano Comense itu menorehkan 60 caps selama tiga musim berseragam Como. Satu gol juga dicetaknya dalam rentang waktu tersebut.
Sala bukan pemain dengan karier yang bergelimang gelar. Satu-satunya gelar yang diraih yakni juara Serie A musim 1998/1999 bersama AC Milan.
3. Gianluca Zambrotta
Gianluca Zambrotta merupakan pesepakbola berkebangsaan Italia yang lahir di Como pada 19 Februari 1977. Zambrotta memilih pensiun dari sepak bola pada tahun 2013 saat usianya genap 36 tahun.
Zambrotta debut di dunia sepak bola bersama Como saat usianya masih 17 tahun. Ia bermain tiga musim di Como dan menimba banyak ilmu saat bermain reguler di pentas Serie C1.
Karier Zambrotta terus melesat dari sana dengan memperkuat sejumlah klub top Eropa seperti Juventus, Barcelona, hingga AC Milan. Pemain yang bisa bermain di sejumlah posisi berbeda ini juga mengoleksi 100 caps bersama timnas Italia.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
4. Carlo Cudicini
Carlo Cudicini merupakan mantan kiper profesional Italia yang saat ini berusia 50 tahun. Cudicini debut pertama di Milan U-19 pada tahun 1992 dan pindah ke Como dengan status pinjaman pada tahun 1993.
Tidak banyak menit bermain yang didapatkan Cudicini di sana. Ia hanya enam kali tampil bersama I Lariani musim 1993/1194.
Usai selesainya pinjaman dari Como, Cudicini pernah bermain di Inggris bersama Chelsea. Ia bermain dalam 141 penampilan dengan meraih dua gelar Liga Inggris.
Tommaso Rocchi merupakan pesepak bola Italia yang menghabiskan sebagian besar kariernya bersama Lazio. Rocchi sebagai penyerang mencatat rekor pencetak gol terbanyak keenam sepanjang masa di Lazio.
Rocchi pernah beberapa kali bermain bersama Como di Serie C pada musim 1998/1999 dan 1999/2000. Ia menghabiskan dua musim di sana dengan mencetak 21 gol.
6. Nicolo Barella
Nicolo Barella merupakan gelandang tengah berkebangsaan Italia yang terus menanjak penampilannya bersama Inter. Barella bahkan jadi pemain yang diandalkan pelatih Simone Inzaghi di lini tengah.
Barella merupakan pemain jebolan Cagliari. Untuk menambah jam terbang, Barella sempat dipinjamkan ke Como yang bermain di Serie B tahun 2016.
Barella langsung jadi langganan tim ini. Sebanyak 16 penampilan ia dapatkan bersama Como.
7. Matteo Pessina
Matteo Pessina merupakan gelandang tengah berkebangsaan Italia yang tahun ini berusia 27 tahun. Pessina bergabung bersama Como pada tahun 2016 dengan status pinjaman.
Sebanyak 36 penampilan ditorehkannya bersama Como. Pessina yang jadi langganan starter bisa mencetak sembilan gol.
Pemain yang kariernya mencuat saat memperkuat Atalanta ini juga merupakan bagian dari kesuksesan timnas Italia meraih gelar Euro 2020 dengan mengalahkan Inggris lewat adu penalti.
Como 1907berhasil merebut tiket promosi untuk kembali bersaing di Serie A musim depan. Kepastian itu didapat Como setelah finis kedua di klasemen akhir Serie B.
Como merebut dua tiket lolos langsung bersama Parma yang berhasil jadi juara kompetisi kasta tertinggi Italia itu. Ini jelas jadi sebuah pencapaian mengesankan untuk klub yang pernah bangkrut tahun 2016.
Klub yang saham mayoritasnya dimiliki Grup Djarum ini pernah menjadi pelabuhan karier sejumlah pemain top Negeri Pizza. Salah satunya bahkan kini jadi andalan Inter Milan di lini tengah. Berikut tujuh pemain top yang pernah membela Como 1907:
Marco Simone merupakan pemain sepak bola berkebangsaan Italia yang pernah dilahirkan Como. Simone debut di dunia sepak bola bersama Como pada Serie A tahun 1987.
Namanya mulai dikenal setelah bergabung dengan AC Milan pada 1989 dan berhasil memenangkan Piala Eropa 1990 (sekarang Liga Champions) di bawah asuhan pelatih legendaris Arrigo Sacchi.
Gelar Liga Champions itu kembali dimenanginya musim 1993/1994. Pemain yang sempat merumput di Prancis bersama PSG dan AS Monaco itu juga empat kali merengkuh scudetto bersama Milan.
2. Luigi Sala
Luigi Sala merupakan pesepak bola asal Italia yang berposisi sebagai bek tengah. Sala bergabung bersama Como pada tahun 1992 dan setelah itu berpindah-pindah ke beberapa klub, seperti Bari, AC Milan, dan Atalanta.
Pemain kelahiran ariano Comense itu menorehkan 60 caps selama tiga musim berseragam Como. Satu gol juga dicetaknya dalam rentang waktu tersebut.
Sala bukan pemain dengan karier yang bergelimang gelar. Satu-satunya gelar yang diraih yakni juara Serie A musim 1998/1999 bersama AC Milan.
3. Gianluca Zambrotta
Gianluca Zambrotta merupakan pesepakbola berkebangsaan Italia yang lahir di Como pada 19 Februari 1977. Zambrotta memilih pensiun dari sepak bola pada tahun 2013 saat usianya genap 36 tahun.
Zambrotta debut di dunia sepak bola bersama Como saat usianya masih 17 tahun. Ia bermain tiga musim di Como dan menimba banyak ilmu saat bermain reguler di pentas Serie C1.
Karier Zambrotta terus melesat dari sana dengan memperkuat sejumlah klub top Eropa seperti Juventus, Barcelona, hingga AC Milan. Pemain yang bisa bermain di sejumlah posisi berbeda ini juga mengoleksi 100 caps bersama timnas Italia.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Barella Kini Jadi Andalan Inter
Nicolo Barella pernah berseragam Como tahun 2016. (REUTERS/PEDRO NUNES)
4. Carlo Cudicini
Carlo Cudicini merupakan mantan kiper profesional Italia yang saat ini berusia 50 tahun. Cudicini debut pertama di Milan U-19 pada tahun 1992 dan pindah ke Como dengan status pinjaman pada tahun 1993.
Tidak banyak menit bermain yang didapatkan Cudicini di sana. Ia hanya enam kali tampil bersama I Lariani musim 1993/1194.
Usai selesainya pinjaman dari Como, Cudicini pernah bermain di Inggris bersama Chelsea. Ia bermain dalam 141 penampilan dengan meraih dua gelar Liga Inggris.
Tommaso Rocchi merupakan pesepak bola Italia yang menghabiskan sebagian besar kariernya bersama Lazio. Rocchi sebagai penyerang mencatat rekor pencetak gol terbanyak keenam sepanjang masa di Lazio.
Rocchi pernah beberapa kali bermain bersama Como di Serie C pada musim 1998/1999 dan 1999/2000. Ia menghabiskan dua musim di sana dengan mencetak 21 gol.
6. Nicolo Barella
Nicolo Barella merupakan gelandang tengah berkebangsaan Italia yang terus menanjak penampilannya bersama Inter. Barella bahkan jadi pemain yang diandalkan pelatih Simone Inzaghi di lini tengah.
Barella merupakan pemain jebolan Cagliari. Untuk menambah jam terbang, Barella sempat dipinjamkan ke Como yang bermain di Serie B tahun 2016.
Barella langsung jadi langganan tim ini. Sebanyak 16 penampilan ia dapatkan bersama Como.
7. Matteo Pessina
Matteo Pessina merupakan gelandang tengah berkebangsaan Italia yang tahun ini berusia 27 tahun. Pessina bergabung bersama Como pada tahun 2016 dengan status pinjaman.
Sebanyak 36 penampilan ditorehkannya bersama Como. Pessina yang jadi langganan starter bisa mencetak sembilan gol.
Pemain yang kariernya mencuat saat memperkuat Atalanta ini juga merupakan bagian dari kesuksesan timnas Italia meraih gelar Euro 2020 dengan mengalahkan Inggris lewat adu penalti.