Misi Ronaldo Hadapi Turki, Bawa Portugal Lolos dan Pecah Telur Gol
CNN Indonesia
Sabtu, 22 Jun 2024 11:15 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Bintang muda Real Madrid yang menjadi andalan Turki di lini serang, Arda Guler. (REUTERS/Wolfgang Rattay)
Turki masuk ke putaran final Euro 2024 dengan lima laga tanpa kemenangan di semua kompetisi, juga membawa rekam jejak selalu kalah di lima penampilan Piala Eropa.
Namun di laga perdana mereka di Euro 2024, Turki mencetak sejarah baru dengan menaklukkan Georgia 3-1.
Bukan hanya sejarah tim yang membuka asa lolos ke 16 besar Euro 2024, pemain Turki juga mencetak sejarah Piala Eropa. Bintang muda Turki, Arda Guler (19) berhasil memecahkan rekor Ronaldo sebagai pemain termuda yang mencetak gol di debut Piala Eropa.
Gol roket dari luar kotak penalti itu membuat Guler memecahkan rekor Ronaldo yang bertahan selama 20 tahun.
Dalam matchday 1 lalu, Turki membelalakkan mata pemerhati sepak bola dunia dengan permainan menyerangnya.
Mengutip dari Opta, Turki merupakan tim dengan upaya menembak dan shots on goal paling banyak di Matchday 1 yakni 22 tembakan, dan 8 shots on goal.
Bukan cuma dari satu sudut, serangan berbahaya Turki itu datang dari semua lini dan melibatkan setidaknya 11 pemain yang pernah menembak.
Dalam laga itu, Turki menang 3-1 atas Georgia setelah sempat tertinggal lebih dulu.
Tim peringkat 40 FIFA itu saat ini memiliki rekor baik di bawah kepelatihan eks bomber Italia, Vincenzo Montella, yakni dua kali kalah dari 15 laga kompetitif.
Gelandang Internazionale Milan, Hakan Çalhanoglu menjadi jenderal lapangan tengah sekaligus kapten timnas Turki. Di laga matchday 1 dia membuktikan kepemimpinannya dengan kesuksesan operan mencapai 92,6 persen.
Pengaturan permainan Calhanoglu, dan dua winger muda Guler serta pemain Juventus, Kenan Yildiz (19), di dua sayap itu bisa menjadi manuver berbahaya Turki ke lini pertahanan Portugal yang dipimpin bek sentral berusia 40, Pepe.
Calhanoglu yang bermain sebagai deep midfield di laga kontra Georgia itu dipadukan dengan gelandang Kaay Ayhan. Namun, sejumlah kantor berita Eropa menilai gelandang yang membawa Borussia Dortmund ke final Liga Champions, Salih Ozcan akan menemani Calhanoglu saat melawan Portugal.
Mereka harus bisa menutup umpan-umpan Vitinha yang sejauh ini menjadi jenderal lapangan tengah nomor dua di Euro 2024 setelah Toni Kroos (Jerman).
Kapten sekaligus playmaker Turki, Hakan Calhanoglu. (REUTERS/Leonhard Foeger)
Di satu sisi, Calhanoglu mesti berhati-hati, karena bila mendapatkan kartu kuning dia akan absen di laga terakhir Grup F melawan Ceko. Jika gagal menang lawan Portugal,Turki akan kehilangan sekali tanpa Calhanoglu saat melawan Ceko.
Formasi 4-2-3-1 atau 4-3-3 yang agresif saat menghadapi Georgia, sepertinya kembali diturunkan Turki melawan skema 3-4-3 Portugal.
Sementara itu bek Turki, Abdülkerim Bardakcı, mengatakan mereka akan lebih fokus untuk mencegah gawang mereka tercuri gol seperti dalam laga melawan Georgia di awal.
"Kami bermain bagus melawan Georgia, tetapi kami sempat memberi ruang di pertahanan. Terkadang secara psikologi adalah mencoba menjaga keunggulan. Jika anda bertahan di belakang bola seperti itu, akan selalu ada kesempatan kebobolan, tapi kami berhasil membenahinya," kata Bardakci seperti dikutip dari laman UEFA Euro 2024.
Prediksi Starting XI Turki vs Portugal
Turki XI: Mert Gunok; Mert Muldur, Samet Akaydinm, Abdülkerim Bardakci, Ferdi Kadioglu; Hakan Calhanoglu, Salih Özcan; Arda Guler, Orkun Kokcu, Kenan Yildiz; Baris Yilmaz
Portugal XI: Diogo Costa; Pepe, Ruben Dias, Goncalo Inacio; Vitinha, Bruno Fernandes, Joao Cancelo, Nuno Mendes; Bernardo Silva, Cristiano Ronaldo, Diogo Jota
(kid)
Jakarta, CNN Indonesia --
Timnas Portugal dan Turki akan saling berebut tiket pertama ke babak 16 besar dari Grup F putaran final Euro 2024, Sabtu (22/6) malam.
Bisakah Penyerang veteran sekaligus kapten timnas Portugal Cristiano Ronaldo pecah telur saat menghadapi Turki? Selain belum mencetak gol di putaran final Euro 2024, Ronaldo sama sekali belum pernah mencetak gol saat Portugal melawan Turki.
Jelang laga nanti malam, baik Portugal maupun Turki sama-sama menang pada match day 1, sehingga pemenang laga di Westfalenstadion, Dortmund, Jerman itu akan menjadi yang pertama lolos ke fase gugur.
Tak dipungkiri, Portugal--yang masih diperkuat Ronaldo--paling difavoritkan dalam pertandingan akhir pekan nanti. Namun, Ronaldo dkk harus waspada menghadapi eksplosifitas Turki.
Mengutip dari Opta, Turki merupakan tim dengan upaya menembak dan shots on goal paling banyak di Matchday 1 yakni 22 tembakan, dan 8 shots on goal. Dalam laga itu, Turki menang 3-1 atas Georgia.
Menghadapi Turki nanti, Portugal tampaknya bakal kembali memakai formasi 3-4-3 dengan Ronaldo di sentral serangan.
Di lini tengah, Pelatih Roberto Martinez bakal kembali memaksimalkan Vitinha. Gelandang Paris Saint-germain itu tampil impresif di lini tengah Portugal saat menang dramatis atas Ceko 2-1 di matchday 1.
Opta mencatat Vitinha menjadi pemain dengan jumlah operan yang menembus pertahanan lawan terbanyak--di bawah gelandang Jerman, Toni Kroos pada matchday 1. Jenderal lapangan tengah itu juga tercatat paling tinggi bisa melepas operan ketika dalam tekanan pemain lawan di matchday 1.
Tapi yang perlu menjadi perhatian adalah barisan pertahanan Portugal. Tim asuhan Martinez itu hanya sekali cleansheet dalam enam laga terakhir.
Upaya Ronaldo pecah telur ke gawang Turki
Ronaldo (39) akan kembali menjadi ujung tombak Portugal di Starting XI. Namun, kiprahnya sebagai target man itu pun diragukan melihat performa di match day 1. Bahkan, sejumlah pengamat sepakbola mengkritik Ronaldo 'tak bisa lagi berlari', Ronaldo 'tak menjadi target umpan rekan-rekannya', dll.
Meskipun demikian, Ronaldo tercatat sebagai pemain dengan upaya menembak terbanyak di matchday 1. Total lima tembakan dia lepaskan--tiga shot on goal--dalam laga melawan Ceko.
Vitinha (23) dan Bruno Fernandes (8), double pivot timnas Portugal. (REUTERS/Lisi Niesner)
Menghadapi Turki, selain bisa memecahkan rekor pencetak gol dalam sejarah Euro, Ronaldo juga bisa pecah telur yang lain. Sejauh ini, Ronaldo bermain tiga kali dalam laga Portugal vs Turki, dan belum pernah membobol gawang tim tersebut.
Di Piala Eropa, pertandingan di Dortmund nanti adalah laga keempat antara dua tim di Piala Eropa. Portugal memenangi tiga laga sebelumnya, dan tak pernah kalah dari Turki di putaran final Euro itu baik fase gugur maupun fase grup.
Jika Ronaldo 'mandul' lagi di depan gawang Turki, seperti juga yang terjadi di matchday 1 lawan Ceko, Portugal memiliki dua supersub yakni Diogo Jota (Liverpool) dan Francisco Conceicao (FC Porto). Masuknya dua penyerang itu pada babak kedua di matchday 1 berhasil mengubah permainan Portugal di depan gawang Ceko.
"Cuma ada satu cara untuk mendekati peluang mencetak gol, satu-satunya untuk membuat gol terjadi. Jika bola datang, dan kami ada di tempat yang tepat, kami tinggal menyentuhnya untuk mencetak poin. Gol adalah hal yang memutuskan hasil pertandingan, dan Anda harus bekerja keras untuk itu," kata Jota jelang laga versus Turki seperti dikutip dari laman UEFA EURO 2024.
Jota mengatakan menghadapi Turki yang berbeda level dengan Ceko, timnya akan mencoba pendekatan yang berbeda. Menurutnya bila merujuk pada matchday 1, Turki bermain lebih baik ketimbang Ceko.
Menurutnya cara bertahan Turki berbeda dengan yang dihadapi Ceko. Namun, dia akan merasa hasil positif bisa diperoleh timnya jika permainan Portugal bisa mengontrol Turki dalam bertahan.
"Jika itu terjadi, kami bisa mencoba meraih tiga poin dan lolos [fase grup]," kata dia.
Baca halaman selanjutnya...
Ronaldo vs Arda Guler
Bintang muda Real Madrid yang menjadi andalan Turki di lini serang, Arda Guler. (REUTERS/Wolfgang Rattay)
Turki masuk ke putaran final Euro 2024 dengan lima laga tanpa kemenangan di semua kompetisi, juga membawa rekam jejak selalu kalah di lima penampilan Piala Eropa.
Namun di laga perdana mereka di Euro 2024, Turki mencetak sejarah baru dengan menaklukkan Georgia 3-1.
Bukan hanya sejarah tim yang membuka asa lolos ke 16 besar Euro 2024, pemain Turki juga mencetak sejarah Piala Eropa. Bintang muda Turki, Arda Guler (19) berhasil memecahkan rekor Ronaldo sebagai pemain termuda yang mencetak gol di debut Piala Eropa.
Gol roket dari luar kotak penalti itu membuat Guler memecahkan rekor Ronaldo yang bertahan selama 20 tahun.
Dalam matchday 1 lalu, Turki membelalakkan mata pemerhati sepak bola dunia dengan permainan menyerangnya.
Mengutip dari Opta, Turki merupakan tim dengan upaya menembak dan shots on goal paling banyak di Matchday 1 yakni 22 tembakan, dan 8 shots on goal.
Bukan cuma dari satu sudut, serangan berbahaya Turki itu datang dari semua lini dan melibatkan setidaknya 11 pemain yang pernah menembak.
Dalam laga itu, Turki menang 3-1 atas Georgia setelah sempat tertinggal lebih dulu.
Tim peringkat 40 FIFA itu saat ini memiliki rekor baik di bawah kepelatihan eks bomber Italia, Vincenzo Montella, yakni dua kali kalah dari 15 laga kompetitif.
Gelandang Internazionale Milan, Hakan Çalhanoglu menjadi jenderal lapangan tengah sekaligus kapten timnas Turki. Di laga matchday 1 dia membuktikan kepemimpinannya dengan kesuksesan operan mencapai 92,6 persen.
Pengaturan permainan Calhanoglu, dan dua winger muda Guler serta pemain Juventus, Kenan Yildiz (19), di dua sayap itu bisa menjadi manuver berbahaya Turki ke lini pertahanan Portugal yang dipimpin bek sentral berusia 40, Pepe.
Calhanoglu yang bermain sebagai deep midfield di laga kontra Georgia itu dipadukan dengan gelandang Kaay Ayhan. Namun, sejumlah kantor berita Eropa menilai gelandang yang membawa Borussia Dortmund ke final Liga Champions, Salih Ozcan akan menemani Calhanoglu saat melawan Portugal.
Mereka harus bisa menutup umpan-umpan Vitinha yang sejauh ini menjadi jenderal lapangan tengah nomor dua di Euro 2024 setelah Toni Kroos (Jerman).
Kapten sekaligus playmaker Turki, Hakan Calhanoglu. (REUTERS/Leonhard Foeger)
Di satu sisi, Calhanoglu mesti berhati-hati, karena bila mendapatkan kartu kuning dia akan absen di laga terakhir Grup F melawan Ceko. Jika gagal menang lawan Portugal,Turki akan kehilangan sekali tanpa Calhanoglu saat melawan Ceko.
Formasi 4-2-3-1 atau 4-3-3 yang agresif saat menghadapi Georgia, sepertinya kembali diturunkan Turki melawan skema 3-4-3 Portugal.
Sementara itu bek Turki, Abdülkerim Bardakcı, mengatakan mereka akan lebih fokus untuk mencegah gawang mereka tercuri gol seperti dalam laga melawan Georgia di awal.
"Kami bermain bagus melawan Georgia, tetapi kami sempat memberi ruang di pertahanan. Terkadang secara psikologi adalah mencoba menjaga keunggulan. Jika anda bertahan di belakang bola seperti itu, akan selalu ada kesempatan kebobolan, tapi kami berhasil membenahinya," kata Bardakci seperti dikutip dari laman UEFA Euro 2024.
Prediksi Starting XI Turki vs Portugal
Turki XI: Mert Gunok; Mert Muldur, Samet Akaydinm, Abdülkerim Bardakci, Ferdi Kadioglu; Hakan Calhanoglu, Salih Özcan; Arda Guler, Orkun Kokcu, Kenan Yildiz; Baris Yilmaz
Portugal XI: Diogo Costa; Pepe, Ruben Dias, Goncalo Inacio; Vitinha, Bruno Fernandes, Joao Cancelo, Nuno Mendes; Bernardo Silva, Cristiano Ronaldo, Diogo Jota