Portugal vs Georgia: Terjang Kesempurnaan atau Kejar Rekor Ronaldo?
CNN Indonesia
Rabu, 26 Jun 2024 08:52 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Timnas Portugal sudah memegang tiket babak 16 besar jelang matchday ketiga Grup F Euro 2024. (REUTERS/Carmen Jaspersen)
Jakarta, CNN Indonesia --
Timnas Portugalakan menghadapi Georgia pada laga penutup babak penyisihan Grup F Euro 2024, Kamis (27/6) pukul 02.00 dini hari WIB. Mungkinkah hasil sempurna Portugal di fase grup akan dirusak Georgia?
Saat ini Portugal merajai Grup F dengan enam angka. Sedangkan di bawahnya ada Turki dengan tiga poin, kemudian Republik Ceko dan Georgia dengan masing-masing satu angka.
Tim Selecao sudah memastikan status juara grup. Meskipun seandainya di pertandingan lain Turki menang besar atas Republik Ceko, keunggulan head to head Portugal atas Turki membuat posisinya tidak akan tergeser dari tempat tertinggi.
Situasi yang serba menguntungkan membuat Portugal tidak perlu mengejar apapun pada pertandingan lawan Georgia.
Namun, tim besutan Roberto Martinez tidak boleh abai dengan laga pemungkas karena banyak aspek penting yang bisa diambil dari pertandingan itu.
Melawan Georgia nanti malam bisa jadi ajang eksperimen Martinez dalam menurunkan lapis kedua.
Pemain yang kurang mendapat menit dapat ditampilkan guna menambah pengalaman sekaligus mempersiapkan kedalaman skuad jelang babak 16 besar.
Saat ini ada tujuh pemain Portugal yang belum merumput dalam dua laga terakhir.
Dua nama di antaranya merupakan pemain bintang yakni Matheus Nunes (Gelandang Manchester City) dan Joao Felix (Penyerang Barcelona). Semestinya Martinez bisa memberi kesempatan untuk nama-nama tersebut.
Menurunkan lapis kedua dapat menyimpan tenaga untuk fase gugur. Selain itu, menampilkan pemain yang belum unjuk gigi bisa jadi variasi strategi yang mungkin saja bakal dibutuhkan dalam laga-laga berikutnya.
Langkah ini sudah dilakukan oleh Spanyol saat melawan Albania, Selasa (25/6). Rotasi besar-besaran dilakukan La Furia Roja dan terbukti bisa meraih kemenangan meski mendapat perlawanan sengit dari Albania dengan status Kuda Hitam-nya.
Rotasi acap dilakukan tim manapun yang sudah berada dalam posisi aman. Ini bisa dipertimbangkan dan diterapkan Portugal tanpa maksud meremehkan Georgia.
Baca halaman selanjutnya.
Selain bisa jadi laboratorium eksperimen, lawan Georgia juga merupakan kesempatan terakhir bagi Cristiano Ronaldo untuk mengejar rekor.
Ronaldo baru saja memantapkan namanya jadi pencetak assist terbanyak dalam sejarah Euro--bersama Karel Poborsky dari Ceko--dalam gol Bruno Fernandes ke gawang Turki di laga kedua Grup F. Saat ini Ronaldo memiliki delapan assist dari enam kali keikutsertaannya di Euro.
Jika mencetak assist lagi lawan Georgia, otomatis Ronaldo akan jadi yang paling tinggi. Rekor lebih menakjubkan sudah menanti pemain 39 tahun itu jika mencetak gol.
Ronaldo bisa jadi pencetak gol tertua di Euro di usianya saat ini. Rekor tersebut sementara dipegang Luka Modric yang mencetak gol lawan Italia, Selasa (25/6) di usia 38 tahun dan 289 hari.
Selain pencetak gol tertua, Ronaldo juga memantapkan status top skor sepanjang masa Euro. Saat ini dirinya sudah jadi penjebol gawang lawan terbanyak dengan 14 gol.
Belum sampai di situ. Jika Ronaldo mencetak gol, dia berhasil mencatatkan namanya di papan skor dalam enam edisi Piala Eropa beruntun. Ia bisa jadi orang pertama dan satu-satunya yang memiliki rekor ini.
Uniknya, Ronaldo selalu berhasil mencetak gol dalam lima edisi beruntun Euro yang diikutinya. Hanya butuh satu gol saja ke gawang Georgia untuk menyempurnakan catatan ini.
Melihat kenyataan ini, sekilas ada benarnya bahwa bukan Ronaldo yang mengejar rekor, melainkan rekor yang membuntutinya. Lawan Georgia adalah pembuktian baginya.
Di satu sisi, pencapaian itu juga bergantung pada keputusan Martinez bakal menurunkan Ronaldo atau tidak di tengah kepentingan tim agar bisa maksimal di babak 16 besar.
Namun, kehadiran Ronaldo sekaligus torehan gol tentu akan membuat Euro 'terakhir' untuknya akan semakin berharga.
Timnas Portugalakan menghadapi Georgia pada laga penutup babak penyisihan Grup F Euro 2024, Kamis (27/6) pukul 02.00 dini hari WIB. Mungkinkah hasil sempurna Portugal di fase grup akan dirusak Georgia?
Saat ini Portugal merajai Grup F dengan enam angka. Sedangkan di bawahnya ada Turki dengan tiga poin, kemudian Republik Ceko dan Georgia dengan masing-masing satu angka.
Tim Selecao sudah memastikan status juara grup. Meskipun seandainya di pertandingan lain Turki menang besar atas Republik Ceko, keunggulan head to head Portugal atas Turki membuat posisinya tidak akan tergeser dari tempat tertinggi.
Situasi yang serba menguntungkan membuat Portugal tidak perlu mengejar apapun pada pertandingan lawan Georgia.
Namun, tim besutan Roberto Martinez tidak boleh abai dengan laga pemungkas karena banyak aspek penting yang bisa diambil dari pertandingan itu.
Melawan Georgia nanti malam bisa jadi ajang eksperimen Martinez dalam menurunkan lapis kedua.
Pemain yang kurang mendapat menit dapat ditampilkan guna menambah pengalaman sekaligus mempersiapkan kedalaman skuad jelang babak 16 besar.
Saat ini ada tujuh pemain Portugal yang belum merumput dalam dua laga terakhir.
Dua nama di antaranya merupakan pemain bintang yakni Matheus Nunes (Gelandang Manchester City) dan Joao Felix (Penyerang Barcelona). Semestinya Martinez bisa memberi kesempatan untuk nama-nama tersebut.
Menurunkan lapis kedua dapat menyimpan tenaga untuk fase gugur. Selain itu, menampilkan pemain yang belum unjuk gigi bisa jadi variasi strategi yang mungkin saja bakal dibutuhkan dalam laga-laga berikutnya.
Langkah ini sudah dilakukan oleh Spanyol saat melawan Albania, Selasa (25/6). Rotasi besar-besaran dilakukan La Furia Roja dan terbukti bisa meraih kemenangan meski mendapat perlawanan sengit dari Albania dengan status Kuda Hitam-nya.
Rotasi acap dilakukan tim manapun yang sudah berada dalam posisi aman. Ini bisa dipertimbangkan dan diterapkan Portugal tanpa maksud meremehkan Georgia.
Baca halaman selanjutnya.
Peluang Ronaldo Tambah Rekor
Cristiano Ronaldo bisa saja mencetak rekor sebagai penyumbang assist terbanyak Euro ataupun pencetak gol tertua di Piala Eropa. (REUTERS/Leon Kuegeler)
Selain bisa jadi laboratorium eksperimen, lawan Georgia juga merupakan kesempatan terakhir bagi Cristiano Ronaldo untuk mengejar rekor.
Ronaldo baru saja memantapkan namanya jadi pencetak assist terbanyak dalam sejarah Euro--bersama Karel Poborsky dari Ceko--dalam gol Bruno Fernandes ke gawang Turki di laga kedua Grup F. Saat ini Ronaldo memiliki delapan assist dari enam kali keikutsertaannya di Euro.
Jika mencetak assist lagi lawan Georgia, otomatis Ronaldo akan jadi yang paling tinggi. Rekor lebih menakjubkan sudah menanti pemain 39 tahun itu jika mencetak gol.
Ronaldo bisa jadi pencetak gol tertua di Euro di usianya saat ini. Rekor tersebut sementara dipegang Luka Modric yang mencetak gol lawan Italia, Selasa (25/6) di usia 38 tahun dan 289 hari.
Selain pencetak gol tertua, Ronaldo juga memantapkan status top skor sepanjang masa Euro. Saat ini dirinya sudah jadi penjebol gawang lawan terbanyak dengan 14 gol.
Belum sampai di situ. Jika Ronaldo mencetak gol, dia berhasil mencatatkan namanya di papan skor dalam enam edisi Piala Eropa beruntun. Ia bisa jadi orang pertama dan satu-satunya yang memiliki rekor ini.
Uniknya, Ronaldo selalu berhasil mencetak gol dalam lima edisi beruntun Euro yang diikutinya. Hanya butuh satu gol saja ke gawang Georgia untuk menyempurnakan catatan ini.
Melihat kenyataan ini, sekilas ada benarnya bahwa bukan Ronaldo yang mengejar rekor, melainkan rekor yang membuntutinya. Lawan Georgia adalah pembuktian baginya.
Di satu sisi, pencapaian itu juga bergantung pada keputusan Martinez bakal menurunkan Ronaldo atau tidak di tengah kepentingan tim agar bisa maksimal di babak 16 besar.
Namun, kehadiran Ronaldo sekaligus torehan gol tentu akan membuat Euro 'terakhir' untuknya akan semakin berharga.