Jakarta, CNN Indonesia -- Laga pamungkas Grup A antara Timnas Indonesia U-19 vs Timor Leste U-19 di Piala AFF U-19 2024 bisa jadi momen Garuda Nusantara pesta gol lagi?
Indonesia sudah hampir pasti finis sebagai juara grup usai meraup dua kemenangan beruntun di awal babak penyisihan. Filipina dilibas 6-0, sementara Kamboja ditekuk 2-0.
Hasil itu membuat pasukan Garuda Nusantara kukuh di puncak klasemen Grup A dengan enam poin. Terlebih Timor Leste dan Filipina baru mengemas tiga angka dari dua laga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Timor Leste sempat meraih hasil menjanjikan di laga pembuka dengan mengalahkan Kamboja 3-2. Namun, mereka terpeleset dan kalah 0-2 dari Filipina di matchday kedua.
Merujuk hasil berbeda di dua laga awal, Timor Leste bisa jadi korban keganasan Indonesia. Namun, misi tersebut hanya mampu terwujud jika pasukan Garuda Nusantara tampil agresif dan efisien.
Sejauh ini Indonesia menahbiskan diri sebagai tim paling produktif di Grup A. Total delapan gol dari dua laga berhasil digelontorkan pasukan Garuda Nusantara.
Hanya saja, lima gol yang tercipta lahir dari kejelian pemain belakang. Iqbal Gwijangge dan Kadek Arel yang bermain sebagai bek jadi yang paling moncer. Iqbal sudah mengemas tiga gol, sementara Kadek dua gol.
Arlyansah yang beroperasi di sayap mengoleksi dua gol, sementara Jens Raven yang digadang-gadang sebagai bomber masa depan Indonesia, baru mendulang satu gol.
Satu gol yang lahir dari kaki Jens Raven terjadi saat Indonesia menang telak atas Filipina. Turun sebagai pemain pengganti di menit ke-68, Raven sukses cetak gol berkelas pada menit ke-87.
Menerima umpan pendek M Riski Afrisal, Jens Raven dengan tenang mengontrol bola sebelum melepaskan sepakan mendatar ke arah kanan gawang.
 Jens Raven cetak gol debut di Indonesia vs Filipina. (ANTARA FOTO/MOCH ASIM) |
Ini merupakan gol perdana Jens Raven dengan seragam Timnas Indonesia U-19 setelah resmi jadi warga negara Indonesia pada 27 Juni 2024.
Sayangnya, Raven gagal cetak gol di laga Indonesia vs Kamboja. Padahal ia mendapat durasi bermain lebih banyak, yakni 45 menit.
Selepas pertandingan, Raven mengaku kecewa. Ia merasa belum benar-benar berhasil beradaptasi dengan cuaca panas di Indonesia.
Raven tentu masih punya kesempatan menambah pundi-pundi golnya di Piala AFF U-19. Peluang terdekat Raven saat Indonesia menghadapi Timor Leste di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (22/7).
Baca di halaman berikutnya>>>
Waspada Kejutan Saudara Lama
Timor Leste punya kans bikin kejutan lawan Indonesia. (ANTARA FOTO/Rizal Hanafi)
Ambisi Raven untuk mencetak gol lebih banyak memang bisa terwujud di laga Indonesia vs Timor Leste. Namun, itu bisa terwujud jika Timnas U-19 tampil maksimal.
Tak dimungkiri skuad arahan Indra Sjafri masih inkonsisten. Itu terbukti saat menghadapi compact defense Kamboja.
Di laga tersebut, pesepakbola muda Indonesia kesulitan membongkar pertahanan menumpuk yang diperagakan Kamboja di babak pertama. Indonesia baru mampu cetak dua gol di babak kedua.
Uniknya, gol-gol kemenangan Indonesia dicetak Kadek Arel dan Iqbal Gwijangge yang notabene pemain bertahan. Keduanya sukses memanfaatkan momen tendangan penjuru di menit ke-71 dan 86.
Sementara para penyerang Indonesia, termasuk Jens Raven, gagal cetak gol. Kondisi ini harus jadi bahan evaluasi Indra Sjafri.
Indonesia memang berada di atas kertas jelang lawan Timor Leste. Namun, Timor Leste pun punya kesempatan untuk membuat kejutan.
Timor Leste sebelumnya mampu mengalahkan Kamboja 3-2. Uniknya, tiga gol keunggulan Timor Leste terjadi dalam tempo waktu lima menit.
Vabio Canavaro membawa Timor Leste di menit ke-33, disusul Alexandro Bahkito (33') dan Luis Figo Pereira (38'). Gol-gol tersebut benar-benar membuat Kamboja syok.
Kamboja kemudian sempat bangkit dan mencetak dua gol balasan lewat Sorm Borith (54') dan Chheang Kimsong (60'), namun upaya tersebut belum mampu mengubah keadaan.
Sayangnya Timor Leste gagal mempertahankan tren positif di laga kedua. Mereka malah menelan kekalahan 0-2 dari Filipina yang sebelumnya jadi lumbung gol anak-anak Indonesia.
Sepintas, skuad Garuda Nusantara terlihat lebih perkasa dari Timor Leste. Jens Raven dan kawan-kawan bisa pesta gol lagi jika mampu menampilkan permainan agresif dan efisien di depan gawang.
Namun, tak ada alasan bagi Indonesia untuk memandang sebelah mata tim lawan. Kelalaian di lini belakang dapat melahirkan petaka atau gol untuk Timor Leste.
[Gambas:Video CNN]