Jakarta, CNN Indonesia -- Malaysia masih terus mencari medali emas pertama di ajang Olimpiade dan badminton terus jadi salah satu cabang olahraga yang diharapkan bisa mewujudkannya. Berikut tiga andalan Malaysia di badminton Olimpiade.
Sepanjang keikutsertaan Malaysia di Olimpiade, mereka belum pernah meraih medali emas. Catatan Malaysia adalah delapan perak dan lima perunggu.
Padahal di dunia badminton, Malaysia adalah salah satu kekuatan utama. Namun sejak badminton masuk ke Olimpiade di Barcelona 1992, tidak ada pebulutangkis yang bisa mempersembahkan medali emas untuk Malaysia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim Badminton Malaysia sejauh ini jadi penyumbang medali terbanyak dengan torehan enam perak dan tiga perunggu untuk Malaysia. Lee Chong Wei jadi sosok paling mencolok karena tiga kali masuk final Olimpiade namun ketiganya berakhir dengan medali perak.
Di Olimpiade kali ini, Tim Badminton Malaysia juga kembali jadi harapan untuk merebut medali emas. Berikut tiga wakil Malaysia yang diharapkan bisa mencatat sejarah meraih emas untuk Malaysia:
1. Aaron Chia/Soh Wooi Yik
Merujuk pada kualitas dan penampilan sejauh ini, Aaron Chia/Soh Wooi Yik adalah wakil terkuat Malaysia di badminton. Aaron/Soh sempat menyabet gelar juara dunia pada 2022.
Selain itu Aaron/Soh juga sudah punya pengalaman tampil di Olimpiade Tokyo saat mereka merebut medali perunggu. Hal itu yang bisa jadi modal Aaron/Soh untuk diandalkan pada Paris 2024.
Namun tantangan besar bagi Aaron/Soh adalah persaingan keras di nomor ganda putra. Di nomor ganda putra, persaingan terbilang merata dengan perbedaan kemampuan tiap pemain hanya setipis kertas.
Di fase grup, Aaron/Soh akan bertarung dengan Liang Weikeng/Wang Chang, Ben Lane/Sean Vendy, dan Adam Dong/Nyl Yakura. Dua pasangan awal jelas jadi lawan berat bagi Aaron/Soh untuk maju ke babak perempat final.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Lee Zii Jia dan Pearly/Thinaah Jadi Harapan
Lee Zii Jia jadi andalan di nomor tunggal putra. (AFP/WANG ZHAO)
2. Lee Zii Jia
Lee Zii Jia datang ke Olimpiade Paris 2024 dengan bekal pengalaman tampil di Olimpiade Tokyo 2020. Lee Zii Jia merupakan pemain Malaysia yang punya beban berat karena selalu dibandingkan dengan Lee Chong Wei.
Pasalnya sejak Lee Chong Wei pensiun, Lee Zii Jia adalah pebulutangkis nomor satu Malaysia dan hal itu langsung membuatnya jadi harapan banyak orang.
Meski penampilannya naik-turun, Lee Zii Jia jadi salah satu sosok yang patut diwaspadai dan layak diperhitungkan di Paris 2024. Lee Zii Jia diprediksi bakal melaju mulus di fase grup dan akan bertarung mati-matian di blok atas dengan Anthony Ginting, Anders Antonsen, Kunlavut Vitidsarn, dan Shi Yuqi untuk memperebutkan tiket menuju babak final.
3. Pearly Tan/Thinaah Muralitharan
Pearly Tan/Thinaah Muralitharan sejatinya sudah masuk 'kuda hitam' dan cukup diperhitungkan dalam persaingan di BWF Tour dalam beberapa tahun terakhir. Meski penampilan mereka menurun di satu tahun terakhir, sosok Pearly/Thinaah tetap tidak bisa dipandang sebelah mata.
Masalahnya, Pearly/Thinaah tergabung di grup neraka. Peary/Thinaah ada di grup A bersama Chen Qingchen/Jia Yifan, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva, dan Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara. Sebelum berpikir terlalu jauh, Pearly/Thinaah harus lebih dulu fokus menemukan cara lolos dari grup neraka tersebut.
[Gambas:Video CNN]