Rony Agustinus: An Se Young, Emas Olimpiade, dan Badminton Korea
Putra Permata Tegar Idaman | CNN Indonesia
Selasa, 06 Agu 2024 17:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Rony Agustinus berhasil mengantar An Se Young juara Olimpiade Paris 2024. (AFP/LUIS TATO)
Jakarta, CNN Indonesia --
Rony Agustinus berhasil membawa pebulutangkis Korea Selatan, An Se Young merebut medali emas Olimpiade Paris 2024. Berikut wawancara eksklusif CNNIndonesia.com dengan Rony Agustinus.
Rony Agustinus mencuri perhatian saat mendampingi An Se Young di final Olimpiade Paris 2024. Ia begitu tegang menyaksikan gerak-gerik An Se Young di lapangan.
Rony bertepuk tangan ketika An Se Young mendapat angka, lalu berusaha meminta An Se Young untuk tetap tenang ketika kehilangan ritme permainan. Saat An Se Young dinyatakan sebagai pemenang, Rony berdiri dan ikut merayakan kemenangan.
Kerja kerasnya mendampingi An Se Young membuahkan hasil manis. Bagaimana perjuangan Rony Agustinus menemani An Se Young? Berikut wawancara eksklusif CNNIndonesia.com dengan Rony Agustinus:
Bagaimana perasaan Anda setelah sukses mengantarkan An Se Young juara Olimpiade?
Sangat bangga. Cukup senang karena ini Olimpiade ajang besar. Sulit digambarkan hahaha. Bangga dengan kerja keras An Se Young selama ini, saya bantu dia, rasanya plong.
Dalam perjalanan menuju torehan emas Olimpiade, mana pertandingan paling sulit untuk An Se Young?
Kalau untuk yang di penyisihan grup mungkin relatif lebih aman karena dari segi kualitas An Se Young lebih baik.
Tetapi sejak mulai perempat final, semifinal, final, kami prediksi semua peluangnya 50-50, apapun bisa terjadi di Olimpiade.
Buktinya dengan Akane Yamaguchi tiga game, An Se Young kalah jauh di game pertama. Dengan Gregoria Mariska Tunjung, game pertama kalah cukup jauh juga. Menurut saya tiga laga itu menegangkan semuanya.
An Se Young merebut medali emas tunggal putri Olimpiade Paris 2024. (REUTERS/Hamad I Mohammed)
An Se Young terlihat tertekan saat lawan Gregoria Mariska. Apa yang anda sampaikan sehingga bisa bangkit di game kedua dan ketiga?
Saya sampaikan,' Ini sudah semifinal. Coba berusaha bermain lebih rileks saja'.
Karena saya lihat gim pertama memang tegang banget, kelihatan dari An Se Young-nya. Jadi tidak bisa berkembang. Dan Grego main bagus dan lebih rileks. Jadi terlihat lebih mengontrol permainannya, lebih nyaman.
Saya coba memberi dia masukan.
'Kamu lebih rileks, lebih nyaman, enjoy sama game ini. Jangan mikirin tegangnya, takutnya atau apapun'.
Puji Tuhan gim kedua dia bisa balik keadaan itu dan gim ketiga pun poin-poin terakhir juga ketat juga.
Apakah kaget bertemu He Bingjiao di final karena di blok bawah banyak pemain top lain seperti Chen Yufei, Carolina Marin, dan P.V Sindhu?
Kalau ngomong di Olimpiade, semua lawan punya potensi untuk masuk semifinal atau final. He Bingjiao lawan Chen Yufei juga bisa fight. Semua ingin mendapatkan medali. Ini kan Olimpiade, ini kan berjuang. Semua pasti fighting.
Karena ini kan Olimpiade, terbesar di badminton dan bukan hanya di badminton melainkan juga di olahraga keseluruhan.
Sejauh mana tekanan dirasakan An Se Young jelang Olimpiade mengingat statusnya sebagai pemain nomor satu dunia?
Kalau pressure, harus diakui cukup besar. Karena dia juara Asian Games, juara dunia, peringkat satu dunia. Jadi harapan ke dia untuk dapat medali itu cukup besar, terutama untuk Korea sendiri, juga untuk Asosiasi.
Tapi ya berusaha untuk menerima itu semuanya karena dia harus siap dengan posisi itu. Karena dengan gelar-gelar dia, dengan rekor dia seperti itu, mau gak mau dia harus terima. Harus bisa menghadapi, bisa mengendalikan situasi semuanya. Jangan dijadikan beban.
Saya sering sampaikan: 'Ini sudah pilihan kamu. Mau gak mau kamu harus terima ini'.
An Se Young mendapat tekanan besar sebagai juara dunia dan pebulutangkis nomor satu dunia. (REUTERS/Hamad I Mohammed)
Lalu apa pembicaraan anda dengan An Se Young dalam hari-hari di Paris? Apa selalu membicarakan target?
Enggak. enggak. Dari awal saya gak pernah menargetkan 'kamu harus juara'. Karena saya tahu beban di Olimpiade ini tidak ringan. Bukan seperti All England, World Championship. Ini Olimpiade, sangat berbeda. Karena di penyisihan pun bisa saja lewat. Karena drawing pun kita gak tahu.
Jadi saya gak pernah membicarakan, 'Kamu harus juara dan sebagainya'. Tetapi berbicara supaya enjoy, mematangkan cara main dia, jaga kondisi jangan sampai cedera. Proses itu lebih penting.
Baca lanjutan wawancara ini di halaman berikut >>>
An Se Young sempat cedera di Asian Games. Sebenarnya apakah kondisinya sudah 100 persen?
Kalau dibilang 100 persen, belum. Karena bisa dilihat sendiri masih menggunakan taping. Kalau sudah cedera, sulitlah saya bilang bisa kembali 100 persen.
Tetap ada rasa sakit, cedera itu kan orang bilang suatu trauma. Secara mental kan bisa ada rasa takut atau apa. Ada faktor itu.
Kita berusaha menjaga, karena cedera tidak bisa 100 persen pulih karena dia tetap harus menggunakan taping untuk menjaga. Kita gak tahu posisi dia di lapangan seperti apa, sulit diprediksi. Karena itu sebelumnya, kita menjaga dengan taping.
Setelah juara Olimpiade, An Se Young membuat pernyataan yang mengejutkan soal BKA di konferensi pers. Apa pandangan anda?
Kalau itu, jujur, saya gak mau komentar banyak karena itu masalah atlet dengan asosiasi. Dari saya, tugas saya hanya menjaga atlet, pemain yang diberikan ke saya.
'Ron, jaga ya'.
Itu job saya. Yang lain-lain, saya gak mau komentar. Itu urusan internal mereka. Saya hanya berusaha melakukan tugas saya, saya jalankan sebaik-baiknya. Saya jaga fokus, hasilnya apa, targetnya apa, saya berusaha mencapai itu.
Lalu bagaimana posisi Anda di tengah permasalahan yang ada karena An Se Young disebut bermasalah dan tak mau dilatih Sung Ji Hyun?
Saya gak mau ikut campur. Karena kan saya pekerja asing. Saya hanya ikut arahan dari head coach.
'Kamu jaga ini, jaga ini'. Itu saja yang saya kerjakan. Kalau untuk masalah lainnya, saya gak mau tahu.
An Se Young mengalami cedera di Asian Games dan hal itu yang memicu munculnya kekecewaan terhadap BKA. (REUTERS/Hamad I Mohammed)
Apakah permasalahan yang ada antara An Se Young dengan BKA mengganggu fokus An Se Young dalam persiapan menuju Olimpiade?
Gak terganggu banget karena kami tetap latihan bareng kok. Saya, An Se Young, Sung Ji Hyun, Kim Ga Eun. Cuma prioritasnya saja, saya lebih fokus jaga An Se Young.
Latihan tetap bareng semuanya karena kami juga butuh mereka untuk sparring. Semua latihan bareng semua. Gak terpisah.
Kapan kontrak dengan Korea Selatan berakhir?
Kontrak yang berjalan saat ini, sampai Desember. Nanti lihat bagaimana kelanjutannya lagi.
Habis antar pemain juara Olimpiade harusnya pasti perpanjang kan?
Saya pekerja asing, ikut kontrak saja. Kalau mereka gak mau perpanjang, kan saya juga gak bisa apa-apa hahaha.
Secara kehidupan, apakah betah di Korea Selatan?
Dibetah-betahin. Namanya bekerja. Harus siap terus. Harus terus dijalani, disyukuri.
Di sana sama keluarga?
Saya sendiri, keluarga di Indonesia. Karena di sini saya tinggal di pemusatan latihan. Jadi keluarga gak bisa masuk.
Rony Agustinus berhasil membawa pebulutangkis Korea Selatan, An Se Young merebut medali emas Olimpiade Paris 2024. Berikut wawancara eksklusif CNNIndonesia.com dengan Rony Agustinus.
Rony Agustinus mencuri perhatian saat mendampingi An Se Young di final Olimpiade Paris 2024. Ia begitu tegang menyaksikan gerak-gerik An Se Young di lapangan.
Rony bertepuk tangan ketika An Se Young mendapat angka, lalu berusaha meminta An Se Young untuk tetap tenang ketika kehilangan ritme permainan. Saat An Se Young dinyatakan sebagai pemenang, Rony berdiri dan ikut merayakan kemenangan.
Kerja kerasnya mendampingi An Se Young membuahkan hasil manis. Bagaimana perjuangan Rony Agustinus menemani An Se Young? Berikut wawancara eksklusif CNNIndonesia.com dengan Rony Agustinus:
Bagaimana perasaan Anda setelah sukses mengantarkan An Se Young juara Olimpiade?
Sangat bangga. Cukup senang karena ini Olimpiade ajang besar. Sulit digambarkan hahaha. Bangga dengan kerja keras An Se Young selama ini, saya bantu dia, rasanya plong.
Dalam perjalanan menuju torehan emas Olimpiade, mana pertandingan paling sulit untuk An Se Young?
Kalau untuk yang di penyisihan grup mungkin relatif lebih aman karena dari segi kualitas An Se Young lebih baik.
Tetapi sejak mulai perempat final, semifinal, final, kami prediksi semua peluangnya 50-50, apapun bisa terjadi di Olimpiade.
Buktinya dengan Akane Yamaguchi tiga game, An Se Young kalah jauh di game pertama. Dengan Gregoria Mariska Tunjung, game pertama kalah cukup jauh juga. Menurut saya tiga laga itu menegangkan semuanya.
An Se Young merebut medali emas tunggal putri Olimpiade Paris 2024. (REUTERS/Hamad I Mohammed)
An Se Young terlihat tertekan saat lawan Gregoria Mariska. Apa yang anda sampaikan sehingga bisa bangkit di game kedua dan ketiga?
Saya sampaikan,' Ini sudah semifinal. Coba berusaha bermain lebih rileks saja'.
Karena saya lihat gim pertama memang tegang banget, kelihatan dari An Se Young-nya. Jadi tidak bisa berkembang. Dan Grego main bagus dan lebih rileks. Jadi terlihat lebih mengontrol permainannya, lebih nyaman.
Saya coba memberi dia masukan.
'Kamu lebih rileks, lebih nyaman, enjoy sama game ini. Jangan mikirin tegangnya, takutnya atau apapun'.
Puji Tuhan gim kedua dia bisa balik keadaan itu dan gim ketiga pun poin-poin terakhir juga ketat juga.
Apakah kaget bertemu He Bingjiao di final karena di blok bawah banyak pemain top lain seperti Chen Yufei, Carolina Marin, dan P.V Sindhu?
Kalau ngomong di Olimpiade, semua lawan punya potensi untuk masuk semifinal atau final. He Bingjiao lawan Chen Yufei juga bisa fight. Semua ingin mendapatkan medali. Ini kan Olimpiade, ini kan berjuang. Semua pasti fighting.
Karena ini kan Olimpiade, terbesar di badminton dan bukan hanya di badminton melainkan juga di olahraga keseluruhan.
Sejauh mana tekanan dirasakan An Se Young jelang Olimpiade mengingat statusnya sebagai pemain nomor satu dunia?
Kalau pressure, harus diakui cukup besar. Karena dia juara Asian Games, juara dunia, peringkat satu dunia. Jadi harapan ke dia untuk dapat medali itu cukup besar, terutama untuk Korea sendiri, juga untuk Asosiasi.
Tapi ya berusaha untuk menerima itu semuanya karena dia harus siap dengan posisi itu. Karena dengan gelar-gelar dia, dengan rekor dia seperti itu, mau gak mau dia harus terima. Harus bisa menghadapi, bisa mengendalikan situasi semuanya. Jangan dijadikan beban.
Saya sering sampaikan: 'Ini sudah pilihan kamu. Mau gak mau kamu harus terima ini'.
An Se Young mendapat tekanan besar sebagai juara dunia dan pebulutangkis nomor satu dunia. (REUTERS/Hamad I Mohammed)
Lalu apa pembicaraan anda dengan An Se Young dalam hari-hari di Paris? Apa selalu membicarakan target?
Enggak. enggak. Dari awal saya gak pernah menargetkan 'kamu harus juara'. Karena saya tahu beban di Olimpiade ini tidak ringan. Bukan seperti All England, World Championship. Ini Olimpiade, sangat berbeda. Karena di penyisihan pun bisa saja lewat. Karena drawing pun kita gak tahu.
Jadi saya gak pernah membicarakan, 'Kamu harus juara dan sebagainya'. Tetapi berbicara supaya enjoy, mematangkan cara main dia, jaga kondisi jangan sampai cedera. Proses itu lebih penting.
Baca lanjutan wawancara ini di halaman berikut >>>
Cedera dan Permasalahan An Se Young dengan BKA
An Se Young mengalami cedera saat tampil di Asian Games 2022 di tahun 2023. (REUTERS/Ann Wang)
An Se Young sempat cedera di Asian Games. Sebenarnya apakah kondisinya sudah 100 persen?
Kalau dibilang 100 persen, belum. Karena bisa dilihat sendiri masih menggunakan taping. Kalau sudah cedera, sulitlah saya bilang bisa kembali 100 persen.
Tetap ada rasa sakit, cedera itu kan orang bilang suatu trauma. Secara mental kan bisa ada rasa takut atau apa. Ada faktor itu.
Kita berusaha menjaga, karena cedera tidak bisa 100 persen pulih karena dia tetap harus menggunakan taping untuk menjaga. Kita gak tahu posisi dia di lapangan seperti apa, sulit diprediksi. Karena itu sebelumnya, kita menjaga dengan taping.
Setelah juara Olimpiade, An Se Young membuat pernyataan yang mengejutkan soal BKA di konferensi pers. Apa pandangan anda?
Kalau itu, jujur, saya gak mau komentar banyak karena itu masalah atlet dengan asosiasi. Dari saya, tugas saya hanya menjaga atlet, pemain yang diberikan ke saya.
'Ron, jaga ya'.
Itu job saya. Yang lain-lain, saya gak mau komentar. Itu urusan internal mereka. Saya hanya berusaha melakukan tugas saya, saya jalankan sebaik-baiknya. Saya jaga fokus, hasilnya apa, targetnya apa, saya berusaha mencapai itu.
Lalu bagaimana posisi Anda di tengah permasalahan yang ada karena An Se Young disebut bermasalah dan tak mau dilatih Sung Ji Hyun?
Saya gak mau ikut campur. Karena kan saya pekerja asing. Saya hanya ikut arahan dari head coach.
'Kamu jaga ini, jaga ini'. Itu saja yang saya kerjakan. Kalau untuk masalah lainnya, saya gak mau tahu.
An Se Young mengalami cedera di Asian Games dan hal itu yang memicu munculnya kekecewaan terhadap BKA. (REUTERS/Hamad I Mohammed)
Apakah permasalahan yang ada antara An Se Young dengan BKA mengganggu fokus An Se Young dalam persiapan menuju Olimpiade?
Gak terganggu banget karena kami tetap latihan bareng kok. Saya, An Se Young, Sung Ji Hyun, Kim Ga Eun. Cuma prioritasnya saja, saya lebih fokus jaga An Se Young.
Latihan tetap bareng semuanya karena kami juga butuh mereka untuk sparring. Semua latihan bareng semua. Gak terpisah.
Kapan kontrak dengan Korea Selatan berakhir?
Kontrak yang berjalan saat ini, sampai Desember. Nanti lihat bagaimana kelanjutannya lagi.
Habis antar pemain juara Olimpiade harusnya pasti perpanjang kan?
Saya pekerja asing, ikut kontrak saja. Kalau mereka gak mau perpanjang, kan saya juga gak bisa apa-apa hahaha.
Secara kehidupan, apakah betah di Korea Selatan?
Dibetah-betahin. Namanya bekerja. Harus siap terus. Harus terus dijalani, disyukuri.
Di sana sama keluarga?
Saya sendiri, keluarga di Indonesia. Karena di sini saya tinggal di pemusatan latihan. Jadi keluarga gak bisa masuk.