Hilgers dan Reijnders Lengkapi Proyek PSSI ke Piala Dunia 2026
Abdul Susila | CNN Indonesia
Jumat, 13 Sep 2024 08:37 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Surat permohonan naturalisasi Mees Hilgers ditandatangani Presiden Joko Widodo. (Instagram Erick Thohir)
Nihilnya prestasi Timnas Indonesia sejak 1991, setelah meraih medali emas SEA Games, membuat masyarakat seperti putus asa. Karenanya program naturalisasi PSSI mendapat dukungan.
Apalagi performa tim asuhan Shin Tae Yong ini baru berhasil menahan Arab Saudi (5/9) dan Australia (10/9) yang adalah langganan wakil benua Asia di Piala Dunia.
Saat melawan Arab Saudi, pemain non naturalisasi yang tampil sebagai starter adalah Rizki Ridho dan Witan Sulaeman. Kemudian saat melawan Australia, Ridho dan Marselino.
Kehadiran Mees Hilgers dan Eliano Reijnders bukan tidak mungkin membuat Ridho, Witan atau Marselino tersisih. Posisi ketiga pemain ini sama dengan Hilgers dan Eliano.
Bagi Ridho, jika mengacu performa melawan Australia, sangat pantas jadi starter. Namun, jika harus bersaing dengan Hilgers, ada potensi ia akan tersisih.
Apalagi, tak menutup kemungkinan Jordi Amat sudah pulih dari cedera. Kembalinya pemain Johor Darul Ta'zim ini akan membuat persaingan di lini pertahanan semakin ketat.
Posisi Marselino dan Witan juga bisa tergerus dengan kehadiran Eliano. Pemain 23 tahun ini rutin tampil di kompetisi, tidak seperti Marselino yang belum debut di Inggris.
Adapun Shin Tae Yong sebagai pelatih tak terdikotomi naturalisasi atau bukan. Baginya performa adalah acuan utama. Siapa yang paling siap dan sesuai kebutuhan, jadi pilihan.
Kemungkinan, skuad inti Timnas Indonesia berisi Marteen Paes; Hilgers, Jay Idzes, Jordi; Sandy Walsh, Thom Haye, Ivar Jenner, Calvin Verdonk; Eliano, Rafael Struick, Ragnar Oratmangoen.
Ini belum termasuk Shayne Pattynama dan Nathan Tjoe-A-On. Sudah begitu proyek naturalisasi kemungkinan belum akan berhenti. PSSI masih berburu sosok striker.
Inilah skuad yang mungkin diimpikan PSSI untuk ambisi lolos ke Piala Dunia 2026. Inilah jalan pintas PSSI yang diglorifikasi Erick Thohir demi sepak bola Indonesia mendunia.
(sry)
Jakarta, CNN Indonesia --
PSSI kembali menggunakan tangan kekuasaan untuk mempercepat proses naturalisasi dua pemain berdarah Belanda, Mess Hilgers dan Eliano Reijnders, agar bisa membela Timnas Indonesia.
Berkas naturalisasi Hilgers dan Eliano telah ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis (12/9). Padahal keduanya baru datang ke Jakarta pada Sabtu (7/9) lalu.
Jika tidak ada aral, proses naturalisasi di DPR RI akan berlangsung pada pekan depan. Bila disetujui dalam Rapat Paripurna DPR RI, tinggal menunggu Keputusan Presiden (Keppres).
Dari situ nantinya akan diambil prosesi pengambilan sumpah setia sebagai warga negara Indonesia (WNI), dilanjutkan pembuat kartu tanda penduduk (KTP) dan paspor.
Saat semua dokumen ini tersedia, PSSI tinggal mengajukan perpindahan asosiasi kedua pemain dari Belanda (KNVB) ke Indonesia (PSSI) di FIFA. Proses ini sepertinya bisa cepat.
Pasalnya, Hilgers dan Eliano sama-sama tak pernah membela timnas Belanda. Hilgers hanya sempat di Belanda U-21 sebelum 22 tahun. Kasus seperti dialami Marteen Paes tak akan mengadang.
Semua rangkaian ini, ada kemungkinan selesai sebelum Oktober. Namun, tergantung kapan Hilgers dan Eliano bisa datang ke Jakarta untuk pengambilan sumpah WNI.
Jika berjalan lancar, keduanya bisa didaftarkan PSSI untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026, melawan Bahrain (10/10) dan China (15/10). Ini akan membuat kualitas Timnas semakin dalam.
Hilgers adalah seorang bek tengah. Pemain 23 tahun ini merupakan andalan FC Twente di kompetisi kasta tertinggi Belanda. Musim ini ia sudah melakoni dua laga.
Adapun Eliano merupakan seorang winger yang juga bisa menjadi gelandang serang. Adik kandung Tijjani Reijnders (pemain timnas Belanda) ini sedang membela Jong Utrecht sebagai pemain pinjaman.
Bukan tidak mungkin, kehadiran Hilgers dan Eliano akan membuat starter Timnas Indonesia seluruhnya pemain naturalisasi, dari kiper hingga lini depan.
Baca di halaman berikutnya...
Potensi Timnas Indonesia Full Naturalisasi
Surat permohonan naturalisasi Mees Hilgers ditandatangani Presiden Joko Widodo. (Instagram Erick Thohir)
Nihilnya prestasi Timnas Indonesia sejak 1991, setelah meraih medali emas SEA Games, membuat masyarakat seperti putus asa. Karenanya program naturalisasi PSSI mendapat dukungan.
Apalagi performa tim asuhan Shin Tae Yong ini baru berhasil menahan Arab Saudi (5/9) dan Australia (10/9) yang adalah langganan wakil benua Asia di Piala Dunia.
Saat melawan Arab Saudi, pemain non naturalisasi yang tampil sebagai starter adalah Rizki Ridho dan Witan Sulaeman. Kemudian saat melawan Australia, Ridho dan Marselino.
Kehadiran Mees Hilgers dan Eliano Reijnders bukan tidak mungkin membuat Ridho, Witan atau Marselino tersisih. Posisi ketiga pemain ini sama dengan Hilgers dan Eliano.
Bagi Ridho, jika mengacu performa melawan Australia, sangat pantas jadi starter. Namun, jika harus bersaing dengan Hilgers, ada potensi ia akan tersisih.
Apalagi, tak menutup kemungkinan Jordi Amat sudah pulih dari cedera. Kembalinya pemain Johor Darul Ta'zim ini akan membuat persaingan di lini pertahanan semakin ketat.
Posisi Marselino dan Witan juga bisa tergerus dengan kehadiran Eliano. Pemain 23 tahun ini rutin tampil di kompetisi, tidak seperti Marselino yang belum debut di Inggris.
Adapun Shin Tae Yong sebagai pelatih tak terdikotomi naturalisasi atau bukan. Baginya performa adalah acuan utama. Siapa yang paling siap dan sesuai kebutuhan, jadi pilihan.
Kemungkinan, skuad inti Timnas Indonesia berisi Marteen Paes; Hilgers, Jay Idzes, Jordi; Sandy Walsh, Thom Haye, Ivar Jenner, Calvin Verdonk; Eliano, Rafael Struick, Ragnar Oratmangoen.
Ini belum termasuk Shayne Pattynama dan Nathan Tjoe-A-On. Sudah begitu proyek naturalisasi kemungkinan belum akan berhenti. PSSI masih berburu sosok striker.
Inilah skuad yang mungkin diimpikan PSSI untuk ambisi lolos ke Piala Dunia 2026. Inilah jalan pintas PSSI yang diglorifikasi Erick Thohir demi sepak bola Indonesia mendunia.