Laga Penentuan Indonesia di Piala AFF, STY Perlu Perkuat Serangan
Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Rabu, 18 Des 2024 07:58 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Timnas Indonesia akan jalani laga penentuan lolos ke semifinal Piala AFF 2024 lawan Filipina. (Dok PSSI)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kekalahan 0-1 dari Vietnam tak membuat kesempatan Timnas Indonesia pupus di Piala AFF 2024. Tapi tak ada lagi tawar-menawar pada laga pemungkas Grup B lawan Filipina pada Sabtu (21/12) mendatang.
Saat ini Indonesia berada di peringkat kedua klasemen sementara Grup B dengan empat angka. Sedangkan Vietnam ada di posisi tertinggi dengan enam poin.
Hasil imbang 1-1 antara Laos dan Filipina ikut membuat Indonesia bertahan di posisi kedua. Ini membuat persaingan dua tiket babak semifinal masih terbuka untuk seluruh peserta Grup B.
Belum ada satupun tim yang mengamankan tempat ke fase berikutnya, begitu juga tidak ada kubu yang sudah pasti gugur. Kesempatan masih terbuka, tapi dinamika di Grup B turut memengaruhi nasib tim Merah Putih. Sebab ada dua pertandingan tim lain di Grup B yang bermain pada Rabu (18/12) mendatang.
Filipina akan melawan Vietnam, sedangkan Myanmar bertemu Laos. Skenario yang bisa menguntungkan Indonesia adalah jika Vietnam menang atas Filipina dan Myanmar seri lawan Laos.
Apabila itu terjadi, maka Indonesia akan tetap bertahan sementara di posisi kedua. Tekanan terhadap skuad Garuda akan sedikit lebih ringan saat melawan Filipina di laga penutup lawan Filipina, Selasa (21/12) mendatang.
Tapi jika Filipina menang lawan Vietnam dan Laos mengalahkan Myanmar, maka Indonesia akan merosot ke peringkat keempat. Tapi apapun skenarionya, satu hal yang tak boleh terjadi adalah Indonesia kalah dari Filipina.
Indonesia akan gugur jika dikalahkan Filipina. Sebaliknya, Marselino Ferdinan dan kawan-kawan akan otomatis lolos apabila menang lawan Filipina. Bisa saja Indonesia melaju ke semifinal bila bermain imbang, asalkan selisih gol dan produktivitas gol unggul dari tim lain yang punya poin serupa.
Artinya, kemenangan adalah kata kunci yang harus digenggam tim asuhan Shin Tae Yong jika tak ingin bergantung pada hasil pertandingan tim lain. Bermain di kandang plus waktu istirahat yang lebih lama dari lawan dapat jadi faktor pendukung bagi skuad Garuda. Mampukah Timnas Indonesia mewujudkannya?
Shin Tae Yong yang sebelumnya kerap mengubah-ubah susunan pemain dalam starter Timnas Indonesia pun diharapkan tidak lagi 'coba-coba' atau eksperimen.
Hal itu penting agar tim Merah Putih bisa bermain dengan kekuatan terbaik sejak menit awal. Dengan begitu diharapkan Timnas Indonesia bisa cetak gol cepat dan akan membuat para pemain bisa bermain lebih nyaman ketika sudah unggul.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Timnas Indonesia akan menjamu Filipina di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (21/12) mendatang. Ada jeda lima hari yang bisa dimanfaatkan untuk pemulihan dan meramu formula terbaik.
Dari aspek stamina, seharusnya pemain Timnas Indonesia lebih unggul. Sebab, Filipina hanya punya jeda dua hari setelah lawan Vietnam.
Bermain di Tanah Air juga dapat jadi keuntungan karena pemain tak perlu melalui perjalanan panjang ke arena pertandingan. Situasi ini semestinya bisa menguntungkan.
Selain itu, kekuatan Timnas Indonesia bisa seperti semula karena Marselino Ferdinan sudah bisa kembali berlaga selepas sanksi kartu kuning dobel berujung merah di pertandingan lawan Laos.
Besar kemungkinan Marselino jadi andalan menghadapi Filipina. Pemain 20 tahun itu dapat kembali berperan sebagai playmaker untuk membuka ruang plus mengalirkan bola ke zona pertahanan lawan.
Atau bisa juga Marselino digeser ke sayap kanan agar posisi nomor 10 ditempati oleh Victor Dethan. Pemain yang kerap tampil dari bangku cadangan itu tampil menjanjikan dalam menghidupkan serangan dan membuka peluang.
Meski peluang masih terbuka untuk ke semifinal, penampilan Indonesia bukan tanpa catatan. Lagi-lagi, lini depan jadi aspek yang perlu diperbaiki.
Kehadiran Hokky Caraka tak berdampak signifikan sebagai ujung tombak. Peluang lebih banyak hadir dari sisi sayap.
Pun halnya dengan gol. Sejauh ini hanya Muhammad Ferarri dan Kadek Arel yang tercatat sebagai pencetak gol Timnas Indonesia. Mereka adalah dua nama yang berposisi sebagai bek tengah.
Hal lain yang jadi sorotan adalah masalah dalam permainan terbuka Timnas Indonesia. Dari empat gol yang dicetak, seluruhnya berawal dari lemparan Pratama Arhan.
Adalah hal wajar lemparan ke dalam jadi bagian dari strategi. Tapi jika skema yang sama dilakukan terus-menerus, bukan tak mungkin lawan sudah punya cara untuk mengantisipasinya. Ini perlu jadi perhatian.
Dalam hal ini, Shin Tae Yong jadi sosok kunci dalam mengasah variasi pola serangan dan menentukan pemain yang dibutuhkan dalam pertandingan. Hasil dari pertandingan sebelumnya harus bisa jadi pelajaran dalam memburu kemenangan atas Filipina.
Kekalahan 0-1 dari Vietnam tak membuat kesempatan Timnas Indonesia pupus di Piala AFF 2024. Tapi tak ada lagi tawar-menawar pada laga pemungkas Grup B lawan Filipina pada Sabtu (21/12) mendatang.
Saat ini Indonesia berada di peringkat kedua klasemen sementara Grup B dengan empat angka. Sedangkan Vietnam ada di posisi tertinggi dengan enam poin.
Hasil imbang 1-1 antara Laos dan Filipina ikut membuat Indonesia bertahan di posisi kedua. Ini membuat persaingan dua tiket babak semifinal masih terbuka untuk seluruh peserta Grup B.
Belum ada satupun tim yang mengamankan tempat ke fase berikutnya, begitu juga tidak ada kubu yang sudah pasti gugur. Kesempatan masih terbuka, tapi dinamika di Grup B turut memengaruhi nasib tim Merah Putih. Sebab ada dua pertandingan tim lain di Grup B yang bermain pada Rabu (18/12) mendatang.
Filipina akan melawan Vietnam, sedangkan Myanmar bertemu Laos. Skenario yang bisa menguntungkan Indonesia adalah jika Vietnam menang atas Filipina dan Myanmar seri lawan Laos.
Apabila itu terjadi, maka Indonesia akan tetap bertahan sementara di posisi kedua. Tekanan terhadap skuad Garuda akan sedikit lebih ringan saat melawan Filipina di laga penutup lawan Filipina, Selasa (21/12) mendatang.
Tapi jika Filipina menang lawan Vietnam dan Laos mengalahkan Myanmar, maka Indonesia akan merosot ke peringkat keempat. Tapi apapun skenarionya, satu hal yang tak boleh terjadi adalah Indonesia kalah dari Filipina.
Indonesia akan gugur jika dikalahkan Filipina. Sebaliknya, Marselino Ferdinan dan kawan-kawan akan otomatis lolos apabila menang lawan Filipina. Bisa saja Indonesia melaju ke semifinal bila bermain imbang, asalkan selisih gol dan produktivitas gol unggul dari tim lain yang punya poin serupa.
Artinya, kemenangan adalah kata kunci yang harus digenggam tim asuhan Shin Tae Yong jika tak ingin bergantung pada hasil pertandingan tim lain. Bermain di kandang plus waktu istirahat yang lebih lama dari lawan dapat jadi faktor pendukung bagi skuad Garuda. Mampukah Timnas Indonesia mewujudkannya?
Shin Tae Yong yang sebelumnya kerap mengubah-ubah susunan pemain dalam starter Timnas Indonesia pun diharapkan tidak lagi 'coba-coba' atau eksperimen.
Hal itu penting agar tim Merah Putih bisa bermain dengan kekuatan terbaik sejak menit awal. Dengan begitu diharapkan Timnas Indonesia bisa cetak gol cepat dan akan membuat para pemain bisa bermain lebih nyaman ketika sudah unggul.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Indonesia Unggul Stamina, Filipina Cuma Istirahat 2 Hari
Timnas Indonesia saat latihan persiapan Piala AFF 2024. (Dok. PSSI)
Timnas Indonesia akan menjamu Filipina di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (21/12) mendatang. Ada jeda lima hari yang bisa dimanfaatkan untuk pemulihan dan meramu formula terbaik.
Dari aspek stamina, seharusnya pemain Timnas Indonesia lebih unggul. Sebab, Filipina hanya punya jeda dua hari setelah lawan Vietnam.
Bermain di Tanah Air juga dapat jadi keuntungan karena pemain tak perlu melalui perjalanan panjang ke arena pertandingan. Situasi ini semestinya bisa menguntungkan.
Selain itu, kekuatan Timnas Indonesia bisa seperti semula karena Marselino Ferdinan sudah bisa kembali berlaga selepas sanksi kartu kuning dobel berujung merah di pertandingan lawan Laos.
Besar kemungkinan Marselino jadi andalan menghadapi Filipina. Pemain 20 tahun itu dapat kembali berperan sebagai playmaker untuk membuka ruang plus mengalirkan bola ke zona pertahanan lawan.
Atau bisa juga Marselino digeser ke sayap kanan agar posisi nomor 10 ditempati oleh Victor Dethan. Pemain yang kerap tampil dari bangku cadangan itu tampil menjanjikan dalam menghidupkan serangan dan membuka peluang.
Meski peluang masih terbuka untuk ke semifinal, penampilan Indonesia bukan tanpa catatan. Lagi-lagi, lini depan jadi aspek yang perlu diperbaiki.
Kehadiran Hokky Caraka tak berdampak signifikan sebagai ujung tombak. Peluang lebih banyak hadir dari sisi sayap.
Pun halnya dengan gol. Sejauh ini hanya Muhammad Ferarri dan Kadek Arel yang tercatat sebagai pencetak gol Timnas Indonesia. Mereka adalah dua nama yang berposisi sebagai bek tengah.
Hal lain yang jadi sorotan adalah masalah dalam permainan terbuka Timnas Indonesia. Dari empat gol yang dicetak, seluruhnya berawal dari lemparan Pratama Arhan.
Adalah hal wajar lemparan ke dalam jadi bagian dari strategi. Tapi jika skema yang sama dilakukan terus-menerus, bukan tak mungkin lawan sudah punya cara untuk mengantisipasinya. Ini perlu jadi perhatian.
Dalam hal ini, Shin Tae Yong jadi sosok kunci dalam mengasah variasi pola serangan dan menentukan pemain yang dibutuhkan dalam pertandingan. Hasil dari pertandingan sebelumnya harus bisa jadi pelajaran dalam memburu kemenangan atas Filipina.