5 Pemain Timnas Indonesia Andalan STY yang Bisa Pikat Kluivert
CNN Indonesia
Jumat, 10 Jan 2025 20:02 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Maarten Paes jadi salah satu pemain yang berpotensi jadi pilihan utama Patrick Kluivert. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pergantian pelatih dari Shin Tae Yong ke Patrick Kluivert di Timnas Indonesia bisa saja tidak berpengaruh kepada beberapa pemain skuad Garuda.
Di antara puluhan pemain Timnas Indonesia yang sudah dijajal Shin, ada beberapa sosok yang terus mendapat tempat hingga beberapa laga terakhir. Kecuali Piala AFF 2024 yang mengakomodir pemain-pemain muda, Timnas Indonesia mengandalkan sederet pemain yang berpengalaman.
Kualitas apik dan performa mantap selama berkostum Merah Putih membuat deretan pemain ini menjadi andalan Shin dan berpeluang tetap mendapat menit bermain yang banyak di bawah arahan Patrick.
Berikut lima pemain Timnas Indonesia andalan STY dan bisa lanjut jadi penggawa di bawah kendali eks bintang Ajax dan Barcelona:
1. Maarten Paes
Paes tak selalu membuat gawang Indonesia tidak kebobolan, namun kiper yang kini terdaftar sebagai pemain FC Dallas tersebut tetap jadi pilihan utama Shin. Kapasitas Paes di pentas internasional menjadi alasan.
Sigap di bawah mistar, penempatan posisi, refleks, kemampuan mengantisipasi bola atas, dan bisa ikut membangun serangan jadi alasan Paes bakal mempertahankan tempat di tim utama ketika Kluivert datang.
Seandainya Paes tidak berbuat hal yang aneh, Kluivert rasanya akan tetap memberi kepercayaan. Kendati demikian bukan berarti Ernando Ari atau Cahya Supriadi sudah pasti jadi cadangan mati. Persaingan internal harus terus dihidupkan, karena ada kalanya seorang pemain mengalami hari buruk atau off day sehingga harus memiliki pelapis yang sama-sama ulung dan terampil.
2. Calvin Verdonk
Setelah mendapat paspor Indonesia, Verdonk jadi andalan di posisi full back kiri. Melihat perjuangannya dalam bertahan ataupun mendukung serangan meninggalkan kesan tersendiri, terlebih jika pemain ini bisa mempertahankan performa seperti saat melawan Arab Saudi di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Persaingan bek kiri Timnas Indonesia sejatinya cukup ketat dengan keberadaan Nathan Tjoe-A-On, Shayne Pattynama, hingga Pratama Arhan. Kualitas prima Verdonk bisa jadi pembeda yang membuatnya tetap mendapat tempat ketika Kluivert mengisi posisi STY.
Kebiasaan Kluivert bermain dengan formasi empat bek juga menguntungkan Verdonk. Andai Kluivert mencoba tiga bek, Verdonk pun punya pengalaman mengisi posisi center back kiri.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
3. Jay Idzes
Kedatangan Idzes menghadirkan nyawa di dalam lini pertahanan Timnas Indonesia. Pemain Venezia ini membawa pengaruh seni pertahanan dalam benteng kukuh Merah Putih. Tak ada gading yang tak retak, Idzes pernah membuat kesalahan saat melawan Jepang. Terlepas dari kesalahan tersebut, pemain 23 tahun ini membuktikan bisa bangkit dalam laga selanjutnya.
Pengalaman berlaga di Italia jadi barang mahal yang memperkaya gaya bertahan pemain yang sudah pernah mencetak sebuah gol untuk Timnas Indonesia.
4. Thom Haye
Brilian dalam mendistribusikan bola. Untuk saat ini Haye belum punya padanan di Timnas Indonesia. Ada cela berupa stamina dan ada beberapa kali hilang bola di tengah yang lantas membuat lini pertahanan harus kerepotan, namun pemain langganan timnas Belanda U-15 hingga U-21 itu ini kerap menunjukkan kecerdikan dalam bermain yang diterjemahkan dalam umpan-umpan matang.
Dari pergerakan dengan bola dan tanpa bola, pantas Haye mendapat julukan 'Sang Profesor'. Setidaknya dua hingga tiga tahun lagi Haye masih bisa bersaing di lini tengah Timnas Indonesia.
5. Rizky Ridho
Di antara kedatangan pemain-pemain dari Eropa, Rizky Ridho menjadi salah satu produk lokal yang bisa memberi perlawanan di era STY. Namanya tak tenggelam seiring kedatangan Jordi Amat, Justin Hubner, Idzes, Mees Hilgers, dan Kevin Diks.
Yang jelas pada masa yang akan datang tantangan akan dihadapi pemain Persija tersebut lantaran Kluivert tidak mengenalnya seperti Shin yang sudah bersama sejak level kelompok umur.
Kerja keras harus selalu dilakukan Ridho di Liga 1. Tak hanya untuk mendapat perhatian Kluivert, bisa jadi ada klub luar negeri yang kepincut. Dengan demikian Ridho pun bisa naik kelas dan memiliki daya tawar mengisi posisi pemain inti di Timnas Indonesia.
Jika Kluivert mencari nilai kelokalan dalam skuad inti, Ridho bisa jadi pilihan yang pantas mengingat reputasinya selama ini di bawah Shin.
Pergantian pelatih dari Shin Tae Yong ke Patrick Kluivert di Timnas Indonesia bisa saja tidak berpengaruh kepada beberapa pemain skuad Garuda.
Di antara puluhan pemain Timnas Indonesia yang sudah dijajal Shin, ada beberapa sosok yang terus mendapat tempat hingga beberapa laga terakhir. Kecuali Piala AFF 2024 yang mengakomodir pemain-pemain muda, Timnas Indonesia mengandalkan sederet pemain yang berpengalaman.
Kualitas apik dan performa mantap selama berkostum Merah Putih membuat deretan pemain ini menjadi andalan Shin dan berpeluang tetap mendapat menit bermain yang banyak di bawah arahan Patrick.
Berikut lima pemain Timnas Indonesia andalan STY dan bisa lanjut jadi penggawa di bawah kendali eks bintang Ajax dan Barcelona:
1. Maarten Paes
Paes tak selalu membuat gawang Indonesia tidak kebobolan, namun kiper yang kini terdaftar sebagai pemain FC Dallas tersebut tetap jadi pilihan utama Shin. Kapasitas Paes di pentas internasional menjadi alasan.
Sigap di bawah mistar, penempatan posisi, refleks, kemampuan mengantisipasi bola atas, dan bisa ikut membangun serangan jadi alasan Paes bakal mempertahankan tempat di tim utama ketika Kluivert datang.
Seandainya Paes tidak berbuat hal yang aneh, Kluivert rasanya akan tetap memberi kepercayaan. Kendati demikian bukan berarti Ernando Ari atau Cahya Supriadi sudah pasti jadi cadangan mati. Persaingan internal harus terus dihidupkan, karena ada kalanya seorang pemain mengalami hari buruk atau off day sehingga harus memiliki pelapis yang sama-sama ulung dan terampil.
2. Calvin Verdonk
Setelah mendapat paspor Indonesia, Verdonk jadi andalan di posisi full back kiri. Melihat perjuangannya dalam bertahan ataupun mendukung serangan meninggalkan kesan tersendiri, terlebih jika pemain ini bisa mempertahankan performa seperti saat melawan Arab Saudi di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Persaingan bek kiri Timnas Indonesia sejatinya cukup ketat dengan keberadaan Nathan Tjoe-A-On, Shayne Pattynama, hingga Pratama Arhan. Kualitas prima Verdonk bisa jadi pembeda yang membuatnya tetap mendapat tempat ketika Kluivert mengisi posisi STY.
Kebiasaan Kluivert bermain dengan formasi empat bek juga menguntungkan Verdonk. Andai Kluivert mencoba tiga bek, Verdonk pun punya pengalaman mengisi posisi center back kiri.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Pemain-pemain Punya Kualitas dan Karakter
Jay Idzes memiliki kemampuan bertahan yang baik dan pengalaman di level Eropa. (Dok. PSSI)
3. Jay Idzes
Kedatangan Idzes menghadirkan nyawa di dalam lini pertahanan Timnas Indonesia. Pemain Venezia ini membawa pengaruh seni pertahanan dalam benteng kukuh Merah Putih. Tak ada gading yang tak retak, Idzes pernah membuat kesalahan saat melawan Jepang. Terlepas dari kesalahan tersebut, pemain 23 tahun ini membuktikan bisa bangkit dalam laga selanjutnya.
Pengalaman berlaga di Italia jadi barang mahal yang memperkaya gaya bertahan pemain yang sudah pernah mencetak sebuah gol untuk Timnas Indonesia.
4. Thom Haye
Brilian dalam mendistribusikan bola. Untuk saat ini Haye belum punya padanan di Timnas Indonesia. Ada cela berupa stamina dan ada beberapa kali hilang bola di tengah yang lantas membuat lini pertahanan harus kerepotan, namun pemain langganan timnas Belanda U-15 hingga U-21 itu ini kerap menunjukkan kecerdikan dalam bermain yang diterjemahkan dalam umpan-umpan matang.
Dari pergerakan dengan bola dan tanpa bola, pantas Haye mendapat julukan 'Sang Profesor'. Setidaknya dua hingga tiga tahun lagi Haye masih bisa bersaing di lini tengah Timnas Indonesia.
5. Rizky Ridho
Di antara kedatangan pemain-pemain dari Eropa, Rizky Ridho menjadi salah satu produk lokal yang bisa memberi perlawanan di era STY. Namanya tak tenggelam seiring kedatangan Jordi Amat, Justin Hubner, Idzes, Mees Hilgers, dan Kevin Diks.
Yang jelas pada masa yang akan datang tantangan akan dihadapi pemain Persija tersebut lantaran Kluivert tidak mengenalnya seperti Shin yang sudah bersama sejak level kelompok umur.
Kerja keras harus selalu dilakukan Ridho di Liga 1. Tak hanya untuk mendapat perhatian Kluivert, bisa jadi ada klub luar negeri yang kepincut. Dengan demikian Ridho pun bisa naik kelas dan memiliki daya tawar mengisi posisi pemain inti di Timnas Indonesia.
Jika Kluivert mencari nilai kelokalan dalam skuad inti, Ridho bisa jadi pilihan yang pantas mengingat reputasinya selama ini di bawah Shin.