Kemenangan Ahsan/Hendra di Asian Games jadi salah satu momen kemenangan terbaik. (AFP/ROSLAN RAHMAN)
Jakarta, CNN Indonesia --
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan telah mengukir banyak kemenangan dalam karier merkea. Berikut lima momen terbaik Ahsan/Hendra.
Ahsan/Hendra memutuskan pensiun dari dunia badminton setelah menjalani karier yang panjang. Ahsan/Hendra mengakhiri perjalanan mereka di turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2025.
Berikut lima momen kemenangan terbaik Ahsan/Hendra:
Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan berpasangan di tahun 2012 dan langsung menghadirkan kemenangan luar biasa dengan jadi juara di Kejuaraan Dunia 2013 yang berlangsung di China.
Pada Kejuaraan Dunia 2013 tersebut, Ahsan/Hendra yang jadi unggulan keenam benar-benar tak tertandingi. Dalam perjalanan menuju juara, Ahsan/Hendra tidak pernah kehilangan gim alias selalu menang dua gim langsung.
Peraih emas dan perak Olimpiade London yaitu Cai Yun/Fu Haifeng dan Mathias Boe/Carsten Mogensen berturut-turut dikalahkan di babak semifinal dan final.
Momen Ahsan/Hendra juara dunia 2013 jadi momen titik tolak Ahsan/Hendra melejit jadi ganda putra yang diperhitungkan di dekade 2010-an.
2. Asian Games 2014
Asian Games 2014 juga jadi momen lainnya yang layak masuk dalam jajaran kemenangan terbaik untuk Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Sebelum Asian Games, Ahsan mengalami cedera pinggang dan harus absen di Kejuaraan Dunia.
Dalam kondisi pemulihan, Ahsan/Hendra mampu memenangkan emas Asian Games. Perjuangan memenangkan emas itu tak mudah karena mereka harus menghadapi wakil tuan rumah, Kim Gi Jung/Kim Sa Rang dan Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong.
Setelah menang rubber game lawan Kim/Kim, Ahsan/Hendra harus menghadapi Lee/Yoo yang merupakan unggulan pertama. Dari rekor pertemuan, Ahsan/Hendra juga hanya satu kali menang dalam enam pertemuan sebelumnya.
Di tengah situasi sulit tersebut, plus tekanan kehadiran suporter tuan rumah yang lebih banyak dibanding suporter Indonesia, Ahsan/Hendra bisa menang dramatis. Setelah imbang pada kedudukan 17-17, Ahsan/Hendra merebut empat poin beruntun dan menang 21-16, 16-21, 21-17.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
3. Kejuaraan Dunia 2019
Kejuaraan Dunia 2019 juga jadi momen penting dan layak masuk jajaran kemenangan terbaik. Di usia yang tak lagi muda, Hendra berumur 35 dan Ahsan sedikit lagi menginjak usia 32, mereka mampu menyajikan kualitas permainan yang luar biasa.
Ahsan/Hendra yang datang sebagai unggulan keempat bisa melaju ke partai puncak dengan perjuangan keras. Di babak semifinal, Ahsan/Hendra mengalahkan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Sedangkan di babak final, Ahsan/Hendra menang atas Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Ahsan/Hendra bisa tampil tenang meski sempat kalah telak di gim kedua dan akhirnya menang 25-23, 9-21, 21-15 sekaligus membuat mereka meraih gelar juara dunia ketiga sebagai pasangan dan keempat khusus untuk Hendra yang juga pernah jadi juara dunia bersama Markis Kido di 2007.
4. All England 2014
Momen Ahsan/Hendra memenangkan All England 2014 jadi salah satu momen terbaik dalam karier mereka. Kemenangan itu sekaligus mengakhiri paceklik gelar di nomor ganda putra All England setelah terakhir kali Candra Wijaya/Sigit Budiarto di 2003.
Dalam perjalanan menuju gelar juara, Ahsan/Hendra mengalahkan sederet pemain terbaik. Lawan-lawan yang dikalahkan adalah Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov, Chris Langridge/Peter Mills, Fu Haifeng/Zhang Nan, Markis Kido/Marcus Fernaldi Gideon, dan Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa.
Pada laga final, Ahsan/Hendra menang dengan skor tipis di dua gim, 21-19, 21-19.
5. Kejuaraan Dunia 2015
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan jadi salah satu harapan Indonesia untuk meraih gelar di Kejuaraan Dunia 2015 yang berlangsung di Jakarta. Ahsan/Hendra lalu jadi satu-satunya wakil yang lolos ke final.
Dalam situasi yang penuh tekanan, Ahsan/Hendra bisa menjawab dengan baik. Ahsan/Hendra menang atas Fu Haifeng/Zhang Nan, Lee Yong Dae/Yoo Yeon/Seong, dan Liu Xialong/Qiu Zihan di babak perempat final, semifinal, dan final.
Ahsan/Hendra pun berhasil menyelamatkan wajah Indonesia dengan torehan gelar juara di Kejuaraan Dunia 2015.
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan telah mengukir banyak kemenangan dalam karier merkea. Berikut lima momen terbaik Ahsan/Hendra.
Ahsan/Hendra memutuskan pensiun dari dunia badminton setelah menjalani karier yang panjang. Ahsan/Hendra mengakhiri perjalanan mereka di turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2025.
Berikut lima momen kemenangan terbaik Ahsan/Hendra:
Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan berpasangan di tahun 2012 dan langsung menghadirkan kemenangan luar biasa dengan jadi juara di Kejuaraan Dunia 2013 yang berlangsung di China.
Pada Kejuaraan Dunia 2013 tersebut, Ahsan/Hendra yang jadi unggulan keenam benar-benar tak tertandingi. Dalam perjalanan menuju juara, Ahsan/Hendra tidak pernah kehilangan gim alias selalu menang dua gim langsung.
Peraih emas dan perak Olimpiade London yaitu Cai Yun/Fu Haifeng dan Mathias Boe/Carsten Mogensen berturut-turut dikalahkan di babak semifinal dan final.
Momen Ahsan/Hendra juara dunia 2013 jadi momen titik tolak Ahsan/Hendra melejit jadi ganda putra yang diperhitungkan di dekade 2010-an.
2. Asian Games 2014
Asian Games 2014 juga jadi momen lainnya yang layak masuk dalam jajaran kemenangan terbaik untuk Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Sebelum Asian Games, Ahsan mengalami cedera pinggang dan harus absen di Kejuaraan Dunia.
Dalam kondisi pemulihan, Ahsan/Hendra mampu memenangkan emas Asian Games. Perjuangan memenangkan emas itu tak mudah karena mereka harus menghadapi wakil tuan rumah, Kim Gi Jung/Kim Sa Rang dan Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong.
Setelah menang rubber game lawan Kim/Kim, Ahsan/Hendra harus menghadapi Lee/Yoo yang merupakan unggulan pertama. Dari rekor pertemuan, Ahsan/Hendra juga hanya satu kali menang dalam enam pertemuan sebelumnya.
Di tengah situasi sulit tersebut, plus tekanan kehadiran suporter tuan rumah yang lebih banyak dibanding suporter Indonesia, Ahsan/Hendra bisa menang dramatis. Setelah imbang pada kedudukan 17-17, Ahsan/Hendra merebut empat poin beruntun dan menang 21-16, 16-21, 21-17.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Akhiri Paceklik All England, Selamatkan Wajah Indonesia
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan jadi juara dunia 2015. (CNN Indonesia/Putra Permata Tegar Idaman)
3. Kejuaraan Dunia 2019
Kejuaraan Dunia 2019 juga jadi momen penting dan layak masuk jajaran kemenangan terbaik. Di usia yang tak lagi muda, Hendra berumur 35 dan Ahsan sedikit lagi menginjak usia 32, mereka mampu menyajikan kualitas permainan yang luar biasa.
Ahsan/Hendra yang datang sebagai unggulan keempat bisa melaju ke partai puncak dengan perjuangan keras. Di babak semifinal, Ahsan/Hendra mengalahkan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Sedangkan di babak final, Ahsan/Hendra menang atas Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Ahsan/Hendra bisa tampil tenang meski sempat kalah telak di gim kedua dan akhirnya menang 25-23, 9-21, 21-15 sekaligus membuat mereka meraih gelar juara dunia ketiga sebagai pasangan dan keempat khusus untuk Hendra yang juga pernah jadi juara dunia bersama Markis Kido di 2007.
4. All England 2014
Momen Ahsan/Hendra memenangkan All England 2014 jadi salah satu momen terbaik dalam karier mereka. Kemenangan itu sekaligus mengakhiri paceklik gelar di nomor ganda putra All England setelah terakhir kali Candra Wijaya/Sigit Budiarto di 2003.
Dalam perjalanan menuju gelar juara, Ahsan/Hendra mengalahkan sederet pemain terbaik. Lawan-lawan yang dikalahkan adalah Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov, Chris Langridge/Peter Mills, Fu Haifeng/Zhang Nan, Markis Kido/Marcus Fernaldi Gideon, dan Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa.
Pada laga final, Ahsan/Hendra menang dengan skor tipis di dua gim, 21-19, 21-19.
5. Kejuaraan Dunia 2015
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan jadi salah satu harapan Indonesia untuk meraih gelar di Kejuaraan Dunia 2015 yang berlangsung di Jakarta. Ahsan/Hendra lalu jadi satu-satunya wakil yang lolos ke final.
Dalam situasi yang penuh tekanan, Ahsan/Hendra bisa menjawab dengan baik. Ahsan/Hendra menang atas Fu Haifeng/Zhang Nan, Lee Yong Dae/Yoo Yeon/Seong, dan Liu Xialong/Qiu Zihan di babak perempat final, semifinal, dan final.
Ahsan/Hendra pun berhasil menyelamatkan wajah Indonesia dengan torehan gelar juara di Kejuaraan Dunia 2015.