Jakarta, CNN Indonesia -- Persija Jakarta akan menjamu Persib Bandung pada pekan ke-23 Liga 1 2024/2025 di Stadion Patriot Chandra Bhaga, Minggu (16/2). Masing-masing kubu menyandang predikat jago kandang dan jago tandang, siapa bakal menang?
Duel Persija vs Persib akan tersaji di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Skuad Macan Kemayoran bertindak sebagai tuan rumah pada laga ini.
Status kandang jadi kekuatan tersendiri bagi tim besutan Carlos Pena. Dari total 10 pertandingan yang dijalani, Persija mengemas enam kemenangan dan imbang empat kali saat berlaga di depan Jakmania.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari penampilan di kandang musim ini, Persija membukukan 20 gol. Ada tujuh gol yang bersarang di gawang Andritany Ardhiyasa dan Carlos Eduardo.
Dominasi juga dimiliki Persib Bandung. Namun predikat yang disandang adalah jago tandang karena tak terkalahkan dalam 11 laga away terakhir dengan hasil enam kemenangan dan lima hasil imbang.
Ada 17 gol yang dilesakkan tim asuhan Bojan Hodak saat bertamu ke markas lawan. Kemudian Kevin Mendoza dan kawan-kawan kebobolan sembilan kali.
Predikat yang dikantongi masing-masing tim menjadikan pertandingan ini penuh gengsi. Rekor kandang Macan Kemayoran akan runtuh jika kalah dalam laga ini. Hal serupa juga terjadi bagi Maung Bandung jika gagal merebut poin.
Di satu sisi, ujian lebih berat condong mengarah ke Persija karena gagal merebut poin penuh dari tiga laga terakhir. Rizky Ridho dan kawan-kawan ditahan imbang Persis Solo 3-3 dan PSBS Biak 2-2. Lalu sempat kalah 1-2 dari Dewa United.
Hasil minor itu merusak rentetan lima kemenangan beruntun pada 15 Desember 2024 hingga 19 Januari 2025 lalu. Karenanya, menghadapi Persib mesti jadi momen kebangkitan Persija agar kembali ke jalur kemenangan.
Sedangkan Persib sedang berada di jalur hijau. Ciro Alves dan rekan-rekan merebut kemenangan di tiga laga terakhir kontra Arema 3-1, PSM Makassar 1-0, dan PSIS Semarang 1-0. Hasil ini pula yang membuat skuad Pangeran Biru ada di puncak klasemen.
Otomatis Persib ingin meneruskan tren positif. Di saat yang sama Persija berambisi kembali ke jalur kemenangan. Siapa kubu yang bisa mewujudkannya pada laga ini?
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Laga Sarat Gengsi yang Perlu jadi Simbol Pemersatu dalam Kompetisi
Persib tangguh dalam laga tandang musim ini. (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)
Laga Persija vs Persib tak terpisahkan dari sepak bola nasional. Kedua tim adalah pelopor klub sepak bola jauh sebelum Indonesia merdeka.
Keduanya pertama kali bertemu pada Juni 1933 saat Persib masih bernama PSIB dan Persija masih VIJ. Duel terus berlanjut hingga tercatat sudah 167 pertandingan terjadi di antara mereka.
Dari jumlah itu, Persib menang 61 kali dan Persija unggul 52 kali. Sedangkan 54 pertandingan berakhir imbang.
Duel yang sudah berlangsung nyaris seabad serta rivalitas yang begitu sengit membuat Persija vs Persib dinobatkan sebagai laga klasik. Ada aroma gengsi yang kuat pada laga ini.
Selain tekad meraih kemenangan demi kepentingan masing-masing, Persija dan Persib adalah dua tim yang berada dalam persaingan di jalur juara musim ini. Otomatis satu kemenangan bakal sangat berharga.
Saat ini Persib masih memimpin klasemen sementara dengan 49 poin. Sedangkan Persija di peringkat ketiga dengan 39 angka. Selisih 10 poin sekilas terlihat jauh tapi masih bisa dikejar mengingat garis finis liga masih terbilang panjang.
Masih ada 12 pertandingan yang harus dijalani kedua kubu. Selusin laga itu harus dijalani dengan maksimal untuk menatap gelar.
Di satu sisi, duel Persija vs Persib bukan hanya tentang 90 menit di atas lapangan hijau. Tapi hal-hal di luar arena yang turut menyertainya.
Friksi antara Jakmania dan Bobotoh memanas mulai akhir 1990-an dan meningkat pada 2000-an. Ketegangan beberapa kali memuncak hingga dua dekade kemudian.
Namun selepas Tragedi Kanjuruhan, duka yang menyelimuti pecinta sepak bola Indonesia turut dirasakan oleh Bobotoh dan Jakmania. Kedua basis suporter besar itu berkali-kali menyuarakan pesan damai.
Para penggawa Persija dan Persib juga kerap menggelorakan perdamaian. Terselip harapan rombongan tim tamu tak lagi menggunakan kendaraan taktis atau Rantis saat bertamu ke markas lawan.
[Gambas:Video CNN]