Indonesia Juara BAMTC, Angin Segar di Tengah Kerontang
Putra Permata Tegar Idaman | CNN Indonesia
Senin, 17 Feb 2025 18:15 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Indonesia berhasil jadi juara BAMTC 2025. (Arsip PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia --
Indonesia berhasil menjadi juara Badminton Asia Mixed Team Championship (BAMTC) 2025. Kemenangan ini jadi angin segar di tengah situasi sulit yang dialami Tim Badminton Indonesia dalam beberapa waktu belakangan.
Indonesia sukses mencuri perhatian di BAMTC 2025. Indonesia berhasil merebut gelar juara BAMTC 2025. Ini adalah kali pertama Indonesia berdiri di podium tertinggi BAMTC. Bahkan di edisi-edisi sebelumnya, Tim Indonesia belum pernah mencapai babak final.
Seperti tradisi di tahun-tahun sebelumnya, BAMTC yang merupakan kejuaraan level kontinental, biasanya diikuti oleh tim-tim lapis dua dari negara-negara tangguh. Atau bisa juga kombinasi beberapa pemain utama dengan sejumlah pemain pelapis.
Dalam skuad Indonesia, nama-nama pemain yang masih masuk kategori pelapis seperti Alwi Farhan, Yohanes Saut Marcellyno, Komang Ayu Cahya Dewi, dan Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari. Ada pula pemain yang sudah masuk kategori andalan seperti Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin, Putri Kusuma Wardani, hingga Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva dan Rinov Rivaldy/Lisa Ayu Kusumawati.
Komposisi itu tentu bukan komposisi terbaik Indonesia bila menghitung peringkat BWF saat ini. Jonatan Christie, Anthony Ginting, Gregoria Mariska Tunjung, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto tidak ada dalam skuad Indonesia.
Dengan bermodalkan skuad tersebut, Indonesia sukses jadi juara. Para pemain benar-benar tampil luar biasa.
Alwi Farhan mencatat penampilan impresif dengan rekor kemenangan 100 persen, sedangkan Putri KW bisa diandalkan di nomor tunggal putri. Fadia bisa bermain dengan baik bersama Dejan dan Rinov, bahkan selalu siap bermain di dua nomor meskipun nomor ganda putri tidak pernah dimainkan lantaran Indonesia selalu bisa memastikan kemenangan sebelum partai kelima digelar.
Torehan juara BAMTC 2025 ini jelas jadi modal berharga untuk mengangkat kepercayaan diri Tim Badminton Indonesia. Setelah gagal meraih emas pada Olimpiade Paris 2024, PBSI memang dituntut untuk melakukan perbaikan.
Gagal meraih emas Olimpiade membuat badminton Indonesia terpuruk hingga ke dasar dan memasuki periode kelam. Bertepatan dengan hal tersebut, pergantian pengurus PBSI dilakukan.
Di bawah komando Muhammad Fadil Imran yang kini jadi Ketua PP PBSI, mereka mulai mengupayakan pembenahan dan perbaikan. Beberapa hal sudah coba dilakukan.
Namun di awal tahun 2025 ketika PBSI mulai melakukan pembenahan, pukulan telak mereka dapatkan. Nihil gelar di tiga turnamen awal yaitu Malaysia Open, India Open, dan termasuk Indonesia Masters jelas memberikan gambaran utuh betapa buruknya situasi Indonesia di dunia badminton saat ini.
Karena itu ketika pemain-pemain Indonesia akhirnya bisa jadi juara BAMTC 2025, hal itu bisa jadi jawaban paling tepat bahwa di dunia badminton, Indonesia masih bisa jadi negara kuat.
Titel juara BAMTC 2025 tak lantas mengangkat posisi Indonesia setinggi-tingginya, tetapi jelas membuat Indonesia mampu menanamkan kembali rasa percaya.
PBSI melakukan pelatihan di bawah arahan Kopassus pada awal bulan Februari. (Arsip PBSI)
Segala cara yang kiranya bisa membantu perbaikan kualitas atlet Indonesia layak dicoba. Termasuk saat PBSI melakukan pelatihan di bawah bimbingan Kopassus pada awal bulan ini.
Merujuk pada tema pelatihan tentang pembentukan mental dan karakter, hal itu yang terlihat sepanjang gelaran BAMTC 2025. Pemain yang tampil tak selalu menang, tetapi daya juang mereka terlihat mengalami peningkatan.
Karena itu hal ini sekiranya bisa jadi pemantik bagi PBSI untuk melakukan perbaikan dan terobosan di berbagai hal lainnya. Baik itu dari pengiriman pemain yang lebih rutin hingga penanganan cedera yang harus jauh lebih baik dari sebelumnya.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Gelaran BAMTC 2025 ini adalah rangkaian dari persiapan menuju Sudirman Cup 2025. Namun level yang ada di Sudirman Cup 2025 jelas jauh berbeda dibanding BAMTC.
Pada Sudirman Cup mendatang, tiap negara baru akan menampilkan kekuatan mereka yang sebenarnya. Level kompetisi yang ada pun beberapa tingkat di atas BAMTC 2025.
China, Jepang, Korea Selatan, India, Malaysia dan Thailand bakal tampil dengan tambahan amunisi pemain-pemain utama. Bukan hanya negara Asia yang berbahaya, Denmark dan Prancis juga layak diperhitungkan sebagai lawan tangguh.
Indonesia tentu juga bakal melakukan perubahan skuad di Sudirman Cup mendatang. Para pemain utama bakal turut serta.
Kehadiran Jonatan dan Ginting bakal membuat tim makin kuat, namun performa impresif Alwi Farhan jelas menggoda tim pelatih untuk memasukkan namanya di Sudirman Cup 2025.
Gregoria bakal turun di nomor tunggal putri. Kehadiran Gregoria jelas membuat Indonesia punya tambahan rasa percaya diri saat Indonesia berjumpa tim lain yang juga punya tunggal putri tangguh. Putri KW juga terus menunjukkan tren peningkatan dan makin mendekati zona 10 besar dunia.
Pada nomor ganda putra, Fikri/Daniel punya modal bagus untuk terpilih masuk skuad Sudirman Cup 2025. Tanpa perubahan besar dalam ranking BWF, Fajar/Rian juga akan kembali terpilih sebagai andalan Indonesia di nomor ganda putra.
Alwi Farhan bersinar di BAMTC 2025 dan layak untuk masuk skuad Sudirman Cup 2025. (Arsip PBSI)
Hal krusial yang bisa dibawa dari BAMTC 2025 ke Sudirman Cup 2025 adalah penampilan Siti Fadia Silva. Tim pelatih memang terbilang menguji Fadia di BAMTC 2025. Fadia selalu diplot untuk bermain di dua nomor pada BAMTC 2025 dan Fadia selalu mampu menjalankan tugasnya.
Memang, sejak fase knock out Indonesia tak perlu menunggu hingga partai kelima untuk memenangkan pertandingan. Namun formula Fadia main di dua nomor kemungkinan besar bakal jadi formula yang juga digunakan di Sudirman Cup mendatang.
Dengan harapan Apriyani Rahayu sudah pulih sepenuhnya di Sudirman Cup mendatang, Fadia makin jadi sosok vital. Di nomor ganda campuran, Fadia bisa berpasangan dengan Dejan atau Rinov. Sedangkan di nomor ganda putri, ia bisa berpartner dengan Lanny Tria Mayasari atau Apriyani.
Strategi Fadia bermain rangkap nantinya bakal berpengaruh pada susunan formasi pertandingan. Bila Indonesia tak ingin nomor ganda putra dipertandingkan di urutan kelima, otomatis Fadia mesti bermain rangkap demi menggeser laga ganda putra jadi maju ke urutan keempat.
Sedangkan di nomor ganda campuran, Fadia telah menunjukkan bahwa ia siap tampil sebagai pemain di partai pembuka. Memang tak semua partai bisa dimenangkan oleh Fadia, tetapi setidaknya dari segi mental, Fadia tidak merasakan demam panggung berlebihan.
Perjalanan menuju Sudirman Cup 2025 masih berjarak tiga bulan. Sebelum itu, para pemain dinanti kemampuannya untuk unjuk gigi di turnamen perorangan.
Bila mampu berprestasi di rangkaian tur Eropa dan Kejuaraan Asia, modal untuk makin percaya diri menuju Sudirman Cup 2025 jelas bisa bertambah.
Indonesia berhasil menjadi juara Badminton Asia Mixed Team Championship (BAMTC) 2025. Kemenangan ini jadi angin segar di tengah situasi sulit yang dialami Tim Badminton Indonesia dalam beberapa waktu belakangan.
Indonesia sukses mencuri perhatian di BAMTC 2025. Indonesia berhasil merebut gelar juara BAMTC 2025. Ini adalah kali pertama Indonesia berdiri di podium tertinggi BAMTC. Bahkan di edisi-edisi sebelumnya, Tim Indonesia belum pernah mencapai babak final.
Seperti tradisi di tahun-tahun sebelumnya, BAMTC yang merupakan kejuaraan level kontinental, biasanya diikuti oleh tim-tim lapis dua dari negara-negara tangguh. Atau bisa juga kombinasi beberapa pemain utama dengan sejumlah pemain pelapis.
Dalam skuad Indonesia, nama-nama pemain yang masih masuk kategori pelapis seperti Alwi Farhan, Yohanes Saut Marcellyno, Komang Ayu Cahya Dewi, dan Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari. Ada pula pemain yang sudah masuk kategori andalan seperti Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin, Putri Kusuma Wardani, hingga Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva dan Rinov Rivaldy/Lisa Ayu Kusumawati.
Komposisi itu tentu bukan komposisi terbaik Indonesia bila menghitung peringkat BWF saat ini. Jonatan Christie, Anthony Ginting, Gregoria Mariska Tunjung, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto tidak ada dalam skuad Indonesia.
Dengan bermodalkan skuad tersebut, Indonesia sukses jadi juara. Para pemain benar-benar tampil luar biasa.
Alwi Farhan mencatat penampilan impresif dengan rekor kemenangan 100 persen, sedangkan Putri KW bisa diandalkan di nomor tunggal putri. Fadia bisa bermain dengan baik bersama Dejan dan Rinov, bahkan selalu siap bermain di dua nomor meskipun nomor ganda putri tidak pernah dimainkan lantaran Indonesia selalu bisa memastikan kemenangan sebelum partai kelima digelar.
Torehan juara BAMTC 2025 ini jelas jadi modal berharga untuk mengangkat kepercayaan diri Tim Badminton Indonesia. Setelah gagal meraih emas pada Olimpiade Paris 2024, PBSI memang dituntut untuk melakukan perbaikan.
Gagal meraih emas Olimpiade membuat badminton Indonesia terpuruk hingga ke dasar dan memasuki periode kelam. Bertepatan dengan hal tersebut, pergantian pengurus PBSI dilakukan.
Di bawah komando Muhammad Fadil Imran yang kini jadi Ketua PP PBSI, mereka mulai mengupayakan pembenahan dan perbaikan. Beberapa hal sudah coba dilakukan.
Namun di awal tahun 2025 ketika PBSI mulai melakukan pembenahan, pukulan telak mereka dapatkan. Nihil gelar di tiga turnamen awal yaitu Malaysia Open, India Open, dan termasuk Indonesia Masters jelas memberikan gambaran utuh betapa buruknya situasi Indonesia di dunia badminton saat ini.
Karena itu ketika pemain-pemain Indonesia akhirnya bisa jadi juara BAMTC 2025, hal itu bisa jadi jawaban paling tepat bahwa di dunia badminton, Indonesia masih bisa jadi negara kuat.
Titel juara BAMTC 2025 tak lantas mengangkat posisi Indonesia setinggi-tingginya, tetapi jelas membuat Indonesia mampu menanamkan kembali rasa percaya.
PBSI melakukan pelatihan di bawah arahan Kopassus pada awal bulan Februari. (Arsip PBSI)
Segala cara yang kiranya bisa membantu perbaikan kualitas atlet Indonesia layak dicoba. Termasuk saat PBSI melakukan pelatihan di bawah bimbingan Kopassus pada awal bulan ini.
Merujuk pada tema pelatihan tentang pembentukan mental dan karakter, hal itu yang terlihat sepanjang gelaran BAMTC 2025. Pemain yang tampil tak selalu menang, tetapi daya juang mereka terlihat mengalami peningkatan.
Karena itu hal ini sekiranya bisa jadi pemantik bagi PBSI untuk melakukan perbaikan dan terobosan di berbagai hal lainnya. Baik itu dari pengiriman pemain yang lebih rutin hingga penanganan cedera yang harus jauh lebih baik dari sebelumnya.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Menatap Sudirman Cup 2025
Siti Fadia Silva bakal memegang peranan penting di Sudirman Cup 2025 mendatang. (Arsip PBSI)
Gelaran BAMTC 2025 ini adalah rangkaian dari persiapan menuju Sudirman Cup 2025. Namun level yang ada di Sudirman Cup 2025 jelas jauh berbeda dibanding BAMTC.
Pada Sudirman Cup mendatang, tiap negara baru akan menampilkan kekuatan mereka yang sebenarnya. Level kompetisi yang ada pun beberapa tingkat di atas BAMTC 2025.
China, Jepang, Korea Selatan, India, Malaysia dan Thailand bakal tampil dengan tambahan amunisi pemain-pemain utama. Bukan hanya negara Asia yang berbahaya, Denmark dan Prancis juga layak diperhitungkan sebagai lawan tangguh.
Indonesia tentu juga bakal melakukan perubahan skuad di Sudirman Cup mendatang. Para pemain utama bakal turut serta.
Kehadiran Jonatan dan Ginting bakal membuat tim makin kuat, namun performa impresif Alwi Farhan jelas menggoda tim pelatih untuk memasukkan namanya di Sudirman Cup 2025.
Gregoria bakal turun di nomor tunggal putri. Kehadiran Gregoria jelas membuat Indonesia punya tambahan rasa percaya diri saat Indonesia berjumpa tim lain yang juga punya tunggal putri tangguh. Putri KW juga terus menunjukkan tren peningkatan dan makin mendekati zona 10 besar dunia.
Pada nomor ganda putra, Fikri/Daniel punya modal bagus untuk terpilih masuk skuad Sudirman Cup 2025. Tanpa perubahan besar dalam ranking BWF, Fajar/Rian juga akan kembali terpilih sebagai andalan Indonesia di nomor ganda putra.
Alwi Farhan bersinar di BAMTC 2025 dan layak untuk masuk skuad Sudirman Cup 2025. (Arsip PBSI)
Hal krusial yang bisa dibawa dari BAMTC 2025 ke Sudirman Cup 2025 adalah penampilan Siti Fadia Silva. Tim pelatih memang terbilang menguji Fadia di BAMTC 2025. Fadia selalu diplot untuk bermain di dua nomor pada BAMTC 2025 dan Fadia selalu mampu menjalankan tugasnya.
Memang, sejak fase knock out Indonesia tak perlu menunggu hingga partai kelima untuk memenangkan pertandingan. Namun formula Fadia main di dua nomor kemungkinan besar bakal jadi formula yang juga digunakan di Sudirman Cup mendatang.
Dengan harapan Apriyani Rahayu sudah pulih sepenuhnya di Sudirman Cup mendatang, Fadia makin jadi sosok vital. Di nomor ganda campuran, Fadia bisa berpasangan dengan Dejan atau Rinov. Sedangkan di nomor ganda putri, ia bisa berpartner dengan Lanny Tria Mayasari atau Apriyani.
Strategi Fadia bermain rangkap nantinya bakal berpengaruh pada susunan formasi pertandingan. Bila Indonesia tak ingin nomor ganda putra dipertandingkan di urutan kelima, otomatis Fadia mesti bermain rangkap demi menggeser laga ganda putra jadi maju ke urutan keempat.
Sedangkan di nomor ganda campuran, Fadia telah menunjukkan bahwa ia siap tampil sebagai pemain di partai pembuka. Memang tak semua partai bisa dimenangkan oleh Fadia, tetapi setidaknya dari segi mental, Fadia tidak merasakan demam panggung berlebihan.
Perjalanan menuju Sudirman Cup 2025 masih berjarak tiga bulan. Sebelum itu, para pemain dinanti kemampuannya untuk unjuk gigi di turnamen perorangan.
Bila mampu berprestasi di rangkaian tur Eropa dan Kejuaraan Asia, modal untuk makin percaya diri menuju Sudirman Cup 2025 jelas bisa bertambah.